;
Tags

Saham

( 1717 )

Sentimen Positif Pasar Modal dari Pemanggilan Menteri Ekonomi

KT3 17 Oct 2024 Kompas
Indeks Harga Saham Gabungan kembali bergairah awal pekan ini menyambut beberapa peristiwa di dalam negeri. Peristiwa ini mulai dari pelantikan presiden dan pembentukan kabinet hingga Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Dana investor asing juga berkontribusi pada bangkitnya kinerja pasar modal pada produk surat utang. Sejalan dengan beberapa peristiwa itu, dana asing masuk ke pasar modal. Pada Selasa (15/10/2024), menurut RTI Business, investor asing mencatatkan net buy atau nilai pembelian bersih di pasar modal Rp 339 miliar. Kondisi ini menyokong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,89 persen ke level 7.626. Pada akhir perdagangan Rabu (16/10), IHSG ditutup menguat 0,29 persen di level 7.648.

Pengamat pasar modal, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada, menilai bahwa sentimen pemerintahan baru di Indonesia ikut memberikan dampak positif di pasar modal. Sejak Senin (14/10), presiden terpilih Prabowo Subianto telah memanggil puluhan tokoh yang diyakini akan mengisi jabatan kementerian dan lembaga di pemerintahannya. Para tokoh itu akan dilantik setelah Prabowo Subianto dan pasangannya, Gibran Rakabuming Raka, ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Reza menilai, pasar melihat nama-nama tokoh lama yang muncul. Salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan sejumlah pejabat yang sudah menduduki posisi di sektor perekonomian di periode pemerintahan sebelumnya.

”(Situasi) ini tampaknya cukup memberikan sentimen positif. Pelaku pasar bisa jadi memiliki persepsi bahwa program-program pemerintahan sebelumya yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan kembali,” ujarnya di Jakarta. Selain isu terkait pembentukan kabinet pemerintahan baru, pasar juga mengapresiasi surplus perdagangan ekspor-impor Indonesia yang bertahan selama 53 bulan sejak Mei 2020. Pada pekan ini, pasar juga menanti kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam mengatur strategi moneter setelah menurunkan suku bunga 25 basis poin pada September 2024. Mengutip analisis Phintraco Sekuritas, pasar memperkirakan BI masih menahan suku bunga 6 persen bulan ini meski ke depan ada peluang BI melanjutkan penurunan suku bunga. Pasar juga masih memantau kebijakan ekonomi di luar negeri. Positifnya bursa regional Asia menyambut laporan kinerja keuangan triwulan III juga menjadi penguat bagi IHSG. (Yoga)

Udara Segar Bagi Emiten dari Program Prabowo

HR1 16 Oct 2024 Kontan (H)
Nama-nama calon menteri dalam pemerintahan Prabowo Subianto mulai mendapat perhatian investor karena dipandang akan memengaruhi arah kebijakan ekonomi Indonesia. Prabowo diperkirakan akan mengutamakan kebijakan populis, termasuk program makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan, dan perumahan tiga juta unit per tahun. Kebijakan ini diproyeksi menjadi katalis bagi beberapa sektor saham.

Pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menyebut sektor pangan seperti perunggasan dan susu akan diuntungkan oleh program makan bergizi gratis. Emiten yang berpotensi mendapat manfaat di antaranya adalah PT Charoen Pokphand Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), dan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ).

Founder Stocknow.id Hendra Wardana menyoroti sektor kesehatan, seperti PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang akan mendapat dorongan dari program kesehatan gratis. Menurutnya, emiten-emiten ini akan merasakan peningkatan permintaan layanan kesehatan.

Program perumahan yang diusung Prabowo juga dinilai berdampak positif bagi sektor perbankan dan properti. Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) diproyeksi mendapat keuntungan dari fokusnya pada kredit perumahan. Emiten properti seperti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mendapat keuntungan dari insentif ini.

Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, menyoroti peluang dari program hilirisasi sumber daya alam yang mendukung emiten BUMN seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Teguh merekomendasikan saham JPFA, INCO, dan ULTJ, sementara Hendra Wardana lebih fokus pada emiten kesehatan dan BBTN.

Saham Sektor Energi Masih Berpotensi Tumbuh

HR1 15 Oct 2024 Kontan
Harga komoditas energi global, termasuk minyak, gas alam, dan batubara, tengah mengalami volatilitas yang dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Menurut Liza Camelia Suryanata, Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, tiga faktor utama yang memengaruhi prospek harga energi adalah ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, penurunan suku bunga di AS, dan perlambatan ekonomi di China. 

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Muhamad Heru Mustofa, menambahkan bahwa faktor cuaca ekstrem, seperti badai di Florida dan hujan lebat di China, juga berperan dalam fluktuasi harga energi. Heru memperkirakan harga minyak mentah dunia akan bergerak di rentang US$ 72–US$ 77 per barel, sementara harga batubara berkisar antara US$ 145–US$ 155 per ton hingga akhir 2024.

Emil Fajrizki dari Stocknow.id memprediksi bahwa harga minyak bisa mencapai US$ 80–US$ 95 per barel dalam jangka pendek. Sukarno Alatas, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut harga minyak kemungkinan bertahan di level US$ 71–US$ 77 per barel, sementara harga batubara bisa tetap di atas US$ 150 per ton.

Meski sektor energi sempat mengalami penurunan saham akibat aksi profit-taking, menjelang rilis kinerja kuartal III-2024, emiten energi diprediksi menunjukkan hasil positif. Emil merekomendasikan saham PTBA, HRUM, dan BUMI untuk dibeli dengan target harga masing-masing Rp 4.100, Rp 1.465, dan Rp 200.

Transisi Pemerintahan Lancar, IHSG Diperkirakan Menguat

KT1 14 Oct 2024 Investor Daily (H)

Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, indeks harga saham gabungan (IHSG) kedepan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah keyakinan para pelaku pasar  dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat, IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 dan resistance 7.600. Pekan ini, IHSG diperkirakan menguat dengan estimasi kisaran 7.500 hingga 7.800, didukung oleh funfamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil.

Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor  pendorong yang dapat meningkatkan  performa IHSG. Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan, dan konsumer. Menurut Founder  Stocknow.id Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan  kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor pertumbuhan. (Yetede)

Transisi Pemerintahan Mulus dan Lancar Menguatkan IHSG

KT1 14 Oct 2024 Investor Daily (H)

Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, IHSG ke depan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah  keyakinan para pelaku pasar dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 hingga 7.800. didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil. Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor pendorong yang dapat meningkatkan performa IHSG, Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan dan konsumer. Menurut Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor penggerak. Sektor kesehatan juga mendapat sorotan khusus dengan adanya rencana program medical chek-up gratis mulai 2025, yang akan meningkatkan volume pasien di rumah sakit. (Yetede)

Musim Hujan Berkah untuk Produksi Sido Muncul

HR1 11 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diproyeksikan tetap kuat pada semester II-2024, terutama didukung oleh permintaan produk unggulan seperti Tolak Angin selama musim hujan. Menurut analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas Kristo Saragih, katalis positif untuk SIDO termasuk cuaca di kuartal IV-2024, profitabilitas yang terjaga akibat biaya bahan baku rendah, serta pembayaran dividen interim. Andreas memperkirakan pendapatan dan laba bersih SIDO tumbuh lebih dari 20% tahun ini.

Selain pasar dalam negeri, ekspansi distribusi dan pasar ekspor juga diharapkan memperkuat kinerja SIDO ke depan. Analis NH Korindo Sekuritas, Ezaridho Ibnutama, mengungkapkan bahwa SIDO kini menargetkan pasar Vietnam setelah penetrasi sukses di Malaysia dan Filipina. Di sisi lain, analis Indo Premier Sekuritas, Lukito Supriadi, menyoroti pertumbuhan segmen makanan dan minuman yang diproyeksikan melebihi segmen suplemen dan herbal di kuartal III-2024.

Para analis merekomendasikan saham SIDO dengan berbagai target harga, seperti Rp 830 (Andreas), Rp 750 (Ezaridho), dan Rp 890 (Lukito), melihat potensi pemulihan harga setelah penurunan harga saham SIDO sebesar 9% sejak rilis kinerja semester I-2024.

Saham Komoditas Tunjukkan Tren Kuat di Pasar

HR1 11 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Beberapa lembaga meramalkan bahwa harga komoditas seperti batu bara, CPO, nikel, dan emas akan tetap stabil pada level tinggi hingga akhir tahun. JP Morgan merekomendasikan pembelian saham sektor komoditas Indonesia, seperti PT United Tractors (UNTR), PT Merdeka Copper Gold (MDKA), dan PT Aneka Tambang (ANTM) yang berpotensi mendapat keuntungan dari harga komoditas yang stabil. Selain itu, PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) juga diperkirakan mengalami pertumbuhan setelah restrukturisasi besar-besaran.

Rizkia Darmawan dari Mirae Asset Sekuritas menyebutkan bahwa fenomena La Nina yang memengaruhi cuaca dapat mengganggu produksi batu bara dan CPO, sehingga meningkatkan harga. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas juga melihat dampak positif bagi emiten batu bara seperti ADRO, ITMG, dan PTBA karena gangguan suplai. Di sektor CPO, kebijakan B40 bisa menjadi dorongan tambahan, dengan saham LSIP dan ADRO sebagai pilihan utama bagi investor.

Akuisisi Sebagai Langkah Strategis untuk Mengendalikan Bisnis

HR1 11 Oct 2024 Kontan
Minat korporasi lokal dan global untuk menjadi perusahaan publik di Indonesia melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin besar. Alih-alih menggunakan skema IPO, banyak yang memilih metode backdoor listing, yaitu mengakuisisi perusahaan yang sudah tercatat di BEI untuk menjadi perusahaan terbuka. Sepanjang tahun ini, tercatat lima emiten yang melakukan perubahan pengendali dan nama perusahaan.

Salah satu contohnya adalah akuisisi 55% saham PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) oleh PT Dima Investindo, yang diungkapkan oleh Direktur Utama KMDS, Hengky Wijaya. Hengky menyatakan bahwa meskipun terjadi perubahan pengendali, kegiatan operasional perusahaan tidak terganggu. Selain itu, PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) juga sedang dalam proses pergantian pengendali dengan minat akuisisi dari PT Hexa Prima Nusantara.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mencatat bahwa perusahaan asing tertarik untuk melakukan backdoor listing di BEI karena transparansi laporan keuangan perusahaan yang sudah terdaftar. Iman juga menekankan bahwa BEI berupaya menjaga likuiditas saham agar investor asing bisa dengan mudah masuk dan keluar pasar modal Indonesia.

Emiten Bernilai: Menilai Peluang Cuan di Pasar Saham

HR1 10 Oct 2024 Kontan
Indeks IDX Value 30, yang terdiri dari saham-saham dengan valuasi rendah, memberikan return positif sebesar 12,68% sejak awal tahun, lebih tinggi dibandingkan IHSG yang hanya naik 3,14%. Emiten dengan return tertinggi di indeks ini adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan kenaikan 72,99%, diikuti oleh PT Panin Financial Tbk (PNLF) dengan 65,91% dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar 33,19%.

Vinko Satrio Pekerti dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan IDX Value 30 disebabkan oleh minat investor terhadap saham undervalued dan pengaruh sektor non-perbankan, yang menghindari penurunan harga saham bank besar yang menekan IHSG. Vinko menambahkan bahwa IDX Value 30 didominasi oleh sektor manufaktur dan energi, serta masih berpotensi tumbuh hingga akhir tahun, terutama dengan adanya momentum window dressing dan potensi arus dana asing yang tertarik pada valuasi saham Indonesia yang murah.

Hendra Wardana dari Stocknow.id menilai kenaikan performa indeks ini didukung oleh emiten di sektor ekspor dan infrastruktur yang solid, serta melihat peluang upside di beberapa saham seperti PGAS dengan target harga Rp 1.570, TKIM di Rp 8.000, dan PTBA di Rp 3.200.

Penurunan Suku Bunga Mendongkrak Kinerja PWON

HR1 10 Oct 2024 Kontan
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), emiten properti terkemuka, diprediksi akan mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2024, didorong oleh insentif pajak pembelian properti dan penurunan suku bunga. Pada semester pertama 2024, PWON berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 12,6% menjadi Rp 3,26 triliun dan peningkatan EBITDA 10,3% menjadi Rp 1,79 triliun. Namun, laba bersihnya turun 22,97%, salah satunya akibat kerugian kurs.

Axell Ebenhaezer dari NH Korindo Sekuritas mencatat penjualan pemasaran PWON mencapai Rp 770 miliar pada paruh pertama tahun ini, sebagian besar berasal dari penjualan rumah tapak di proyek Grand Pakuwon dan Pakuwon City, serta apartemen di Jakarta dan Surabaya. Sekitar 70% penjualan memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP).

Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas optimis bahwa penurunan suku bunga dan insentif pajak akan meningkatkan permintaan properti. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan seperti inflasi dan ketatnya persaingan di sektor properti mengharuskan PWON memperkuat strategi pemasaran dan manajemen risiko.

Baruna Arkasatyo dan Joanne Ong dari CGS Sekuritas Internasional menyoroti proyek baru PWON, termasuk kerja sama dengan Marriott International untuk pembangunan lima hotel baru dan proyek superblok di Ibu Kota Negara (IKN) dengan anggaran Rp 5 triliun. PWON juga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2,71 triliun pada 2024.

Dari sisi investasi, Axell merekomendasikan overweight untuk saham PWON dengan target harga Rp 575, sementara Vicky menilai saham ini undervalued dan merekomendasikan buy dengan target Rp 560 per saham.