;
Tags

Saham

( 1722 )

Transisi Pemerintahan Mulus dan Lancar Menguatkan IHSG

KT1 14 Oct 2024 Investor Daily (H)

Sejalan dengan transisi pemerintahan yang berjalan mulus dan lancar, IHSG ke depan diperkirakan menguat dan mencapai level baru. Pemerintah yang stabil akan menambah  keyakinan para pelaku pasar dan menciptakan sentimen positif di bursa. Tercatat IHSG ditutup di level 7.520 atau menguat 0,33% dalam seminggu hingga akhir perdagangan, Jumat, 11 Oktober 2024. IHSG bergerak konsolidasi dengan range support di level 7.400-7.500 hingga 7.800. didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, dan pertumbuhan PDB yang stabil. Kebijakan pemerintah yang pro-investasi juga menjadi salah satu faktor pendorong yang dapat meningkatkan performa IHSG, Adapun sektor-sektor yang diproyeksikan akan moncer sejalan dengan kondisi ini meliputi infrastruktur, kesehatan dan konsumer. Menurut Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, di sektor infrastruktur, proyek-proyek strategis dan kelanjutan pembangunan jalan tol serta infrastruktur jalan tol serta infrastruktur digital akan terus menjadi motor penggerak. Sektor kesehatan juga mendapat sorotan khusus dengan adanya rencana program medical chek-up gratis mulai 2025, yang akan meningkatkan volume pasien di rumah sakit. (Yetede)

Musim Hujan Berkah untuk Produksi Sido Muncul

HR1 11 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) diproyeksikan tetap kuat pada semester II-2024, terutama didukung oleh permintaan produk unggulan seperti Tolak Angin selama musim hujan. Menurut analis Mirae Asset Sekuritas, Andreas Kristo Saragih, katalis positif untuk SIDO termasuk cuaca di kuartal IV-2024, profitabilitas yang terjaga akibat biaya bahan baku rendah, serta pembayaran dividen interim. Andreas memperkirakan pendapatan dan laba bersih SIDO tumbuh lebih dari 20% tahun ini.

Selain pasar dalam negeri, ekspansi distribusi dan pasar ekspor juga diharapkan memperkuat kinerja SIDO ke depan. Analis NH Korindo Sekuritas, Ezaridho Ibnutama, mengungkapkan bahwa SIDO kini menargetkan pasar Vietnam setelah penetrasi sukses di Malaysia dan Filipina. Di sisi lain, analis Indo Premier Sekuritas, Lukito Supriadi, menyoroti pertumbuhan segmen makanan dan minuman yang diproyeksikan melebihi segmen suplemen dan herbal di kuartal III-2024.

Para analis merekomendasikan saham SIDO dengan berbagai target harga, seperti Rp 830 (Andreas), Rp 750 (Ezaridho), dan Rp 890 (Lukito), melihat potensi pemulihan harga setelah penurunan harga saham SIDO sebesar 9% sejak rilis kinerja semester I-2024.

Saham Komoditas Tunjukkan Tren Kuat di Pasar

HR1 11 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Beberapa lembaga meramalkan bahwa harga komoditas seperti batu bara, CPO, nikel, dan emas akan tetap stabil pada level tinggi hingga akhir tahun. JP Morgan merekomendasikan pembelian saham sektor komoditas Indonesia, seperti PT United Tractors (UNTR), PT Merdeka Copper Gold (MDKA), dan PT Aneka Tambang (ANTM) yang berpotensi mendapat keuntungan dari harga komoditas yang stabil. Selain itu, PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) juga diperkirakan mengalami pertumbuhan setelah restrukturisasi besar-besaran.

Rizkia Darmawan dari Mirae Asset Sekuritas menyebutkan bahwa fenomena La Nina yang memengaruhi cuaca dapat mengganggu produksi batu bara dan CPO, sehingga meningkatkan harga. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas juga melihat dampak positif bagi emiten batu bara seperti ADRO, ITMG, dan PTBA karena gangguan suplai. Di sektor CPO, kebijakan B40 bisa menjadi dorongan tambahan, dengan saham LSIP dan ADRO sebagai pilihan utama bagi investor.

Akuisisi Sebagai Langkah Strategis untuk Mengendalikan Bisnis

HR1 11 Oct 2024 Kontan
Minat korporasi lokal dan global untuk menjadi perusahaan publik di Indonesia melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin besar. Alih-alih menggunakan skema IPO, banyak yang memilih metode backdoor listing, yaitu mengakuisisi perusahaan yang sudah tercatat di BEI untuk menjadi perusahaan terbuka. Sepanjang tahun ini, tercatat lima emiten yang melakukan perubahan pengendali dan nama perusahaan.

Salah satu contohnya adalah akuisisi 55% saham PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) oleh PT Dima Investindo, yang diungkapkan oleh Direktur Utama KMDS, Hengky Wijaya. Hengky menyatakan bahwa meskipun terjadi perubahan pengendali, kegiatan operasional perusahaan tidak terganggu. Selain itu, PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) juga sedang dalam proses pergantian pengendali dengan minat akuisisi dari PT Hexa Prima Nusantara.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mencatat bahwa perusahaan asing tertarik untuk melakukan backdoor listing di BEI karena transparansi laporan keuangan perusahaan yang sudah terdaftar. Iman juga menekankan bahwa BEI berupaya menjaga likuiditas saham agar investor asing bisa dengan mudah masuk dan keluar pasar modal Indonesia.

Emiten Bernilai: Menilai Peluang Cuan di Pasar Saham

HR1 10 Oct 2024 Kontan
Indeks IDX Value 30, yang terdiri dari saham-saham dengan valuasi rendah, memberikan return positif sebesar 12,68% sejak awal tahun, lebih tinggi dibandingkan IHSG yang hanya naik 3,14%. Emiten dengan return tertinggi di indeks ini adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan kenaikan 72,99%, diikuti oleh PT Panin Financial Tbk (PNLF) dengan 65,91% dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebesar 33,19%.

Vinko Satrio Pekerti dari Kiwoom Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa kenaikan IDX Value 30 disebabkan oleh minat investor terhadap saham undervalued dan pengaruh sektor non-perbankan, yang menghindari penurunan harga saham bank besar yang menekan IHSG. Vinko menambahkan bahwa IDX Value 30 didominasi oleh sektor manufaktur dan energi, serta masih berpotensi tumbuh hingga akhir tahun, terutama dengan adanya momentum window dressing dan potensi arus dana asing yang tertarik pada valuasi saham Indonesia yang murah.

Hendra Wardana dari Stocknow.id menilai kenaikan performa indeks ini didukung oleh emiten di sektor ekspor dan infrastruktur yang solid, serta melihat peluang upside di beberapa saham seperti PGAS dengan target harga Rp 1.570, TKIM di Rp 8.000, dan PTBA di Rp 3.200.

Penurunan Suku Bunga Mendongkrak Kinerja PWON

HR1 10 Oct 2024 Kontan
PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), emiten properti terkemuka, diprediksi akan mencatatkan kinerja positif hingga akhir 2024, didorong oleh insentif pajak pembelian properti dan penurunan suku bunga. Pada semester pertama 2024, PWON berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 12,6% menjadi Rp 3,26 triliun dan peningkatan EBITDA 10,3% menjadi Rp 1,79 triliun. Namun, laba bersihnya turun 22,97%, salah satunya akibat kerugian kurs.

Axell Ebenhaezer dari NH Korindo Sekuritas mencatat penjualan pemasaran PWON mencapai Rp 770 miliar pada paruh pertama tahun ini, sebagian besar berasal dari penjualan rumah tapak di proyek Grand Pakuwon dan Pakuwon City, serta apartemen di Jakarta dan Surabaya. Sekitar 70% penjualan memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP).

Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas optimis bahwa penurunan suku bunga dan insentif pajak akan meningkatkan permintaan properti. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan seperti inflasi dan ketatnya persaingan di sektor properti mengharuskan PWON memperkuat strategi pemasaran dan manajemen risiko.

Baruna Arkasatyo dan Joanne Ong dari CGS Sekuritas Internasional menyoroti proyek baru PWON, termasuk kerja sama dengan Marriott International untuk pembangunan lima hotel baru dan proyek superblok di Ibu Kota Negara (IKN) dengan anggaran Rp 5 triliun. PWON juga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2,71 triliun pada 2024.

Dari sisi investasi, Axell merekomendasikan overweight untuk saham PWON dengan target harga Rp 575, sementara Vicky menilai saham ini undervalued dan merekomendasikan buy dengan target Rp 560 per saham.

TPIA Fokus pada Inovasi dan Ekspansi Bisnis

HR1 09 Oct 2024 Kontan
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terus menguatkan posisinya di industri energi dan kimia melalui akuisisi Shell Energy and Chemicals Park (SECP) di Singapura. Direktur SDM dan Urusan Korporat Chandra Asri, Suryandi, menyatakan bahwa akuisisi ini memungkinkan sinergi antara kilang SECP dengan pabrik di Cilegon, yang akan mendukung distribusi produk petroleum untuk kebutuhan domestik. Selain itu, langkah ini memperluas jangkauan Chandra Asri ke pasar Asia Tenggara dan memperkuat rantai pasokan perusahaan. Dengan dukungan teknologi SECP dan kolaborasi dengan Glencore, Chandra Asri optimis dapat bersaing di pasar global serta terus berinovasi dan mengembangkan pasar di luar Asia Tenggara.

Tren Penurunan Bisnis Batu Bara di Tengah Perubahan Pasar

HR1 09 Oct 2024 Kontan
Sejumlah perusahaan tambang batu bara Indonesia mulai mengurangi ketergantungan pada bisnis batu bara dengan melakukan diversifikasi ke sektor berkelanjutan. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melepas dua aset PLTU sebagai bagian dari target mencapai netralitas karbon pada 2030, ungkap Direktur TOBA, Juli Oktarina. PT Indika Energy Tbk (INDY) juga aktif menjual beberapa anak usahanya terkait energi, seperti PT Mitra Energi Agung dan PT Trisetia Citagraha, untuk memperkuat keuangan dan mengalihkan investasi ke sektor energi terbarukan, kata Head of Corporate Communications Ricky Fernando.

PT United Tractors Tbk (UNTR) juga berencana memperbesar kontribusi bisnis non-batubara pada 2030, sementara PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) bersiap untuk melepas salah satu pilar bisnis batu baranya demi mencapai 50% pendapatan dari sektor non-batu bara. Hendra Wardana dari Stocknow.id menilai langkah ini sebagai respons terhadap kebutuhan pasar global akan keberlanjutan. Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki, mengingatkan bahwa transisi ini memerlukan waktu, terutama karena kontribusi bisnis batu bara masih dominan di perusahaan-perusahaan ini. 

Di pasar saham, William Hartanto dan Yaki merekomendasikan saham emiten seperti INDY, ADRO, TOBA, dan UNTR, yang diperkirakan memiliki potensi harga jangka pendek hingga menengah.

Prospek Cerah Saham BUMN

HR1 08 Oct 2024 Kontan

Setoran dividen emiten pelat merah ke kas negara semakin membaik. Kementerian Keuangan mencatat, hingga Agustus 2024 realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari pos kekayaan negara yang dipisahkan (KND) atau dividen BUMN mencapai Rp 70,29 triliun. Realisasi tersebut sudah mencapai 78,88% dari target yang dipatok pemerintah sebesar 85,84 triliun di sepanjang tahun ini. 

Tiga emiten bank pelat merah dalam kumpulan indeks BUMN20 menjadi penyumbang terbesar setoran dividen BUMN. Pertama, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang telah menyetor dividen Rp 25,71 triliun. Kedua, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menyumbang dividen senilai Rp 17,18 triliun. Ketiga, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), yang menyetor dividen sebesar Rp 9,21 triliun. Ironisnya, meski konstituennya jadi penyumbang dividen terbesar ke negara, kinerja saham indeks BUMN20 masih merah. 

Senin (7/10), kinerja IDX BUMN20 terkoreksi 0,14% ke 398,44. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, penurunan harga saham sejumlah emiten konstituen, dipicu banyak sentimen negatif dari eksternal. Di antaranya, naiknya tensi geopolitik hingga beralihnya dana investor asing ke pasar keuangan emerging market yang dinilai lebih potensial. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama sepakat, jika kondisi global mulai kondusif, emiten BUMN bisa genjot kinerjanya hingga akhir tahun ini.

Saham PGAS Siap Menggebrak Pasar

HR1 08 Oct 2024 Kontan

Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) masih cukup solid di semester pertama 2024. Kabar baiknya, ke depan penjualan Liqufied Natural Gas (LNG) akan mendukung kinerja PGAS di tengah penurunan pasokan gas bumi yang dialirkan melalui pipa. Analis Ciptadana Sekuritas, Arief Budiman mengatakan laba bersih PGAS masih bertumbuh 28% year on year (yoy) menjadi US$ 187 juta pada semester I-2024. Capaian ini berkat pendapatan yang naik 3,1% yoy menjadi US$ 1.839 juta karena margin distribusi gas yang melebar. Meski begitu penjualan dan laba bersih cukup tertekan selama kuartal kedua 2024. Laba bersih turun 46% secara kuartalan menjadi sebesar US$ 65 juta. Hasil tersebut sejalan dengan pendapatan yang turun 6,3% secara kuartalan menjadi US$ 890 juta. 

Dus, Arief melihat kinerja PGAS di semester pertama sejalan dengan perkiraan. Periode semester satu biasanya memang relatif lebih kuat daripada semester kedua, karena PGAS membebankan beberapa biaya ataupun pengeluaran di kuartal keempat. "Kami melihat peningkatan offtake LNG sebagai hal yang positif bagi PGAS, karena akan membantu meningkatkan margin," ujar Arief dalam riset 27 Agustus 2024. Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta mengatakan, PGAS saat ini tengah melanjutkan berbagai pembangunan infrastruktur LNG dan gas di Semarang dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang menghubungkan jaringan pipa Cisem-1. Saat ini proyek Cisem-1 hanya berkontribusi sekitar 1,65 mmscfd terhadap volume transmisi gas secara keseluruhan atau sekitar 1% per Agustus 2024. Meski begitu, infrastruktur yang dibangun PGAS ini akan bermanfaat bagi prospek jangka panjang. 

Ke depannya, Cisem-2 akan menghubungkan Semarang dengan Cirebon dan direncanakan akan selesai pada kuartal IV-2025. Namun, manajemen PGAS menegaskan bisnis perdagangan LNG saat ini akan ditangguhkan sementara hingga kasus Gunvor diselesaikan. PGAS memutuskan untuk tidak memasok kargo LNG yang dapat diperoleh PGAS dari Petronas (Malaysia) ke Tiongkok. Analis Bahana Sekuritas Dimas Wahyu Putra menyarankan buy on weakness PGAS dengan target harga Rp 1.700. "Investor dapat stop loss , jika PGAS turun di bawah Rp 1.400 per saham," jelas Dimas, Senin (7/10).