Kayuhan Ekonomi Sepeda di Yogyakarta
Selama pandemic Covid-19, jumlah goweser yang berkunjung karena keelokan panorama sawah Pronosutan, Yogyakarta melonjak, mengangkat perekonomian setempat. Diantaranya jasa penyewaan sepeda Tour Sepeda Menoreh yang dikelola masyarakat sejak Desember 2020. ”Warga melihat jasa sewa sepeda peluang menambah pemasukan,” kata Didi, yang juga pengelola Tour Sepeda Menoreh. Tarif sewa sepeda Rp 15.000 per jam dan Rp 20.000 dua jam. Jumlah penyewa akhir pekan, mencapai 80 orang per hari, pendapatan sekitar Rp 1,2 juta per hari, dibagi rata ke semua warga yang terlibat.
Tren sepeda juga gerakkan ekonomi Dusun Sangurejo, Desa Wonokerto, Turi, Sleman. Sejak 2016, warga mengembangkan Desa Wisata Sangurejo. Wisatawan bisa menjelajah alam, susur sungai, menikmati kesenian lokal, menjajal panahan tradisional, dan menginap di homestay. Sayang, pandemi membuat aktivitas itu terhenti. Sejak Mei 2020, di Sangurejo dikembangkan pos pit atau tempat istirahat pesepeda, karena banyaknya pesepeda singgah di Embung Kaliaji yang sebagian ada di dusun itu, dilengkapi warung soto beserta aneka gorengan dan minuman, pendapatannya Rp 4 - 4,5 juta per bulan. (Yoga)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023