;
Tags

Pertanian

( 500 )

Petani Bergairah karena Harganya Bagus, Produksi Jagung di Sumut 1,687 Juta Ton

Sajili 20 Nov 2020 Sinar Indonesia Baru

Para petani jagung terutama yang berada di sentra-sentra produksi di Sumatera Utara semakin bergairah bertanam komoditi ini karena harganya cukup bagus di tingkat petani. 

“Jagung lokal produksi Sumut, rasanya manis. Antusias petani cukup tinggi menanam jagung sebab harganya menjanjikan. Masa panen tiga sampai empat bulan," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumut Dahler melalui Kasubbag Program Yuspahri Perangin-angin kepada SIB, Kamis (19/11)..

Disebutnya, sejak Januari hingga Oktober 2020 realisasi panen jagung dari sejumlah kabupaten di Sumatera Utara mencapai 1.687.344 ton dari luas panen 284.316 hektare dengan produktivitas rata-rata mencapai 5,93 ton per hektar. Ia mengatakan, target produksi jagung tahun 2020 sebesar 1.875.144 ton, sedangkan realisasi hingga Oktober 2020 sebanyak 1.687.344 ton.


Demam Janda Bolong & Suku Bunga BI

Ayutyas 20 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Tentang bunga, pertama-tama, adalah soal ketidakmenarikan, terutama dari perspektif ekonomi. ketika harga bunga, seperti Aglonema, Monstera, dan Philodendron melambung drastis dan orang-orang tetap mengejar tanpa ampun.

Meledaknya Anthurium seiring pertumbuhan properti, berkembang menjadi tren cita rasa mewah. Monstera atau di kenal sebagai Janda Bolong naik kelas dari sebelumnya Rp.10.000-Rp.25.000 pertanaman meranggas jadi ratusan ribu, bahkan lelang pada platform media sosial menempatkan pada angka fantastis di atas 50 juta. Untuk ukuran besar, janda bolong dihargai perhelai daun, semakin banyak daun tentu semakin tinggi harganya. Para pelaku tanaman hias mengharap margin lebih dari permintaan yang mendadak ramai. Apalagi kondisi ini berbanding lurus dengan pertumbuhan persepsi masyarakat yang eksponensial, antara pendemi, di rumah saja, taman, bunga dan melepas stress.

Pada tataran lain, kamis (19/11) pasar keuangan menanti keputusan suku bunga BI, menurunkan atau tetap mempertahankan suku bunga pada level 4%. Sejak juli lalu Rapat Dewan Gubernur (RDG) tetap mempertahankan suku bunga deposit facility di level 3,25% dan suku bunga lending facility 4,75%. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ruang penurunan suku bunga acuan atau BI 7-day (Reverse) Repo Rate (BI7DRR) masih terbuka dipenghujung tahun 2020. Salah satu tugas BI adalah menetapkan bunga acuan, suku bunga secara tidak langsung mengendalikan laju ekonomi, sementara itu nilai tukar rupiah mempengaruhi perdagangan ekspor dan impor.

Diluar dugaan RDG menurunkan BI 7 Day (Reverse) Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%, suku bunga deposit facility turun menjadi 3% dan suku bunga lending facility di 4,5%. Keputusan BI tersebut mempertimbangkan perkiraan inflansi yang tetap rendah dan langkah pemulihan ekonomi nasional.

Pasar bergerak sesuai pada hukumnya, seperti janda bolong yang tiba-tiba meroket dan bisa terhempas, harga Janda Bolong di tentukan oleh pasar, dari persediaan, daya beli dan peran spekulan.

Suku bunga adalah persepsi, yang membentuk harga acuan sesuai jangkauan institusi keuangan dan kebutuhan masyarakat, sehingga pasar tetap berjalan proposional. Penurunan suku bunga adalah perangsang pertumbuhan ekonomi agar lebih baik. Janda Bolong adalah penawar stress, suku bunga adalah jamu pendorong pertumbuhan ekonomi.

Sektor Pangan Tetap Tumbuh Di Tengah Pandemi

marbis 19 Nov 2020 Radar Surabaya

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, sektor pangan bisa menjadi salah satu faktor yang bisa menjaga stabilitas ekonomi, sosial dan politik. Sektor ini dinilai strategis karena berhubungan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan ketersedian pangan.

“Pertumbuhan sektor pangan yang sangat strategis karena pembangunan ekonomi berkelanjutan apabila didukung oleh ketersediaan pangan,” kata Rosan saat membuka acara Jakarta Food Security Summit-5 secara virtual, Jakarta, Rabu (18/11).

Sektor tanaman pangan tetap tumbuh positif di kuartal II dan kuartal III tahun ini. Masing-masing tumbuh 9,23 persen dan 7,14 persen. Rosan menyebut, ini merupakan pertumbuhan tertinggi selama 3 tahun terakhir.

Secara keseluruhan, sektor pertanian dan kehutanan serta sektor perikanan pada kuarta II dan kuartal III tetap tumbuh positif. Masing-masing 2,19 persen dan 2,16 persen. Peningkatan ini ditopang pertumbuhan pertanian dan subsektor perkebunan sawit, tanaman kopi, kakao dan produk turunannya tumbuh positif.

Dalam pengamatan Rosan, tingginya permintaan sektor pangan dalam dan luar negeri membuat sektor ini memiliki potensi besar untuk tumbuh. Sehingga pertumbuhan sektor ini perlu diberikan prioritas di masa mendatang.


Gubernur akan Minta Seluruh Kabupaten di Sumut Siapkan Lahan Food Estate

marbis 16 Nov 2020 Sinar Indonesia Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui Dinas Kehutanan dan empat kabupaten (Humbahas, Taput, Tapteng dan Pakpak Bharat) terkait, sangat mendukung Program Food Estate (Lumbung Pangan) yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 27 Oktober 2020 di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Ke depan Gubernur Sumut akan minta seluruh kabupaten di Sumut menyiapkan lahan food estate-nya masing-masing. Sebab 80% lahan lumbung pangan ini akan dikelola masyarakat. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kehutanan Sumut Herianto kepada wartawan, Minggu (15/11), di Medan.

Menurutnya, seluas 1.000 hektare lahan telah digarap untuk tanaman kentang, bawang putih dan bawang merah. “Pak Gubernur Edy Rahmayadi sangat serius menyukseskan food estate ini dan didukung oleh para bupati terkait. Terlebih ini sudah jadi atensi dan program nasional,” ujarnya.

Saat ini, tahapan alih fungsi hutan yang sedianya seluas 61.042 hektare itu sedang di tahap penelitian tim ahli yang terdiri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Sumatera Utara (USU), Dinas Kehutanan dan instansi terkait lainnya.

Bahwa dari 61.042 hektare hutan yang diusulkan untuk berubah fungsi jadi areal food estate, secara rinci, usulan alih fungsi lahan Food Estate itu tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Humbahas seluas 23.225 ha, Kabupaten Taput 16.833 ha, Kabupaten Tapteng seluas 12.665 ha dan Kabupaten Pakpak Bharat seluas 8.329 ha.

 


Dewan Tanyakan Recovery Sektor Ekonomi Bidang Pertanian

Sajili 11 Nov 2020 Radar Surabaya

DPRD Jawa Timur mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam melakukan recovery sektor ekonomi riil di bidang pertanian pasca pandemi Covid-19. Pertanyaan tersebut muncul setelah Pimpinan Dewan Jatim, Anik Maslachah turut serta dalam agenda sidak ke UPT Pengembangan Benih Hortikultura Jatim yang ada di Kabupaten Magetan beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua DPRD Jatim itu menemukan adanya pemangkasan anggaran untuk pengembangan benih hortikultura untuk tahun 2021 yang direncanakan berada pada angka Rp 800 juta, sedangkan di tahun sebelumnya sebesar Rp 1,2 miliar.

Dalam sidak tersebut, politisi PKB Jatim itu juga menemukan lahan pertanian yang luasnya 10 hektare hanya bisa digunakan 1 hektare saja. “UPT yang kita sidak kebetulan fokus pembenihan kentang. Dari lahan 10 hektare milik pemprov idealnya bisa dibuat benih bibit 4 hektare, namun hanya bisa dipakai 1 hektare, “ ungkap Anik, Selasa (10/11).

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertingggi di triwulan II/2020 berdasarkan rumus Q to Q terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 27,26 persen. “Yang tidak kalah penting, Jatim itu merupakan buffer stock kebutuhan pangan nasional diberbagai komoditi prodik pertanian,” tuturnya.

Untuk itu, Ketua Perempuan Bangsa Jawa Timur itu meminta Pemprov Jatim untuk kembali membuat grand design terkait pengembangan pertanian. Mulai mapping lokasi yang cocok untuk pengembangan hortikultura, pendistribusian bibit dan juga pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian.


Petani Semangat, Harga TBS Kelapa Sawit Terus Naik

Sajili 05 Nov 2020 Harian Sinar Indonesia Baru

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelap sawit di Kabupaten Labusel, terus mengalami kenaikan. Kondisi itu membuat para petani bersemangat untuk meningkatkan hasil panen.

Disebutkan, harga jual TBS kelapa sawit pada tingkat petani (timbang lapangan) saat ini berkisar Rp1.550 hingga Rp1.600 per Kg. Sedangkan tingkat agen atau Pabrik Kelapa Sawit (PKS), kata dia, kini sudah mencapai Rp1.880, bahkan ada yang Rp1.900/Kg.

Petani kelapa sawit M Yunan (34), warga Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang menuturkan, kenaikan harga TBC saat ini sangat membantu masyarakat khususnya pemilik kebun kelapa sawit, karena harga tinggi. Tingginya harga TBS tersebut kata dia, membuat petani kelapa sawit mulai bersemangat meningkatkan produksi.

Wakil Sekretaris Apkasindo Kabupaten Labusel, Agus Dermawan mengharapkan agar pemerintah dapat mengontrol situasi ini, sehingga harga tetap stabil dan tidak anjlok lagi, Menurutnya, naiknya harga TBS kelapa sawit saat ini cukup membantu para petani, terlebih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Naiknya TBS kelapa sawit membuat ekonomi masyarakat terbantu, di tengah hantaman pandemi yang sudah lebih dan setengah tahun ini Warga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.


Petani Diajak Bermitra Dengan Pebisnis

Sajili 19 Oct 2020 Kompas

Konsep yang disebut korporasi tani ini berupaya diwujudkan Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani). Caranya, dengan menginisiasi kemitraan untuk menggarap 1.000 hektar lahan milik petani di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penanaman padi perdana berlangsung pada Sabtu (17/10/2020).

Menurut rencana, lahan 1.000 hektar itu akan digarap 15 kelompok tani yang masing-masing beranggotakan rata-rata 200 orang. Mereka didampingi anggota pesantren setempat dan sekitar 20 orang yang telah memperoleh pendidikan vokasi di bidang pertanian dan agrobisnis.

Kolaborasi ini menggandeng TaniFund dari TaniHub Group, PT Mitra Bumdes Nusantara, PT Pupuk Indonesia Pangan (Persero), PT Pupuk Kujang, dan Pesantren Pemberdayaan Al-Muhtadiin. Produktivitas lahan diperkirakan 6 ton per hektar. Berdasarkan simulasi bisnis, petani berpotensi meraih pendapatan Rp 13,5 juta-Rp 15 juta per orang saat panen.

Pesantren yang menjadi pendamping sedang mendirikan koperasi. Nantinya, mesin pengering dan penggiling padi akan diberikan kepada koperasi sehingga beras yang dihasilkan dapat dijual secara daring. Selain itu,PT Mitra Bumdes Nusantara dan PT Pupuk Indonesia Pangan (Persero) berperan sebagai penyerap hasil panen.

Direktur TaniFund Edison Tobing menyatakan, TaniHub Group berkontribusi membantu menyelesaikan permasalahan petani dari sisi pemanfaatan teknologi dan pasar. VP of Business Development TaniFund (TaniHub Group) Grace Astari menambahkan, TaniFund menyalurkan lebih dari Rp 20 miliar kepada 15 kelompok tani yang menggarap lahan.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rusli Abdullah, berpendapat, “Sebisa mungkin, nilai tambah itu dinikmati secara lokal. Produk yang keluar dari wilayah itu minimal sudah bersifat setengah jadi,” katanya.


Pertanian yang Bisa Bertahan

ayu.dewi 16 Sep 2020 Kompas

Ketika sektor sekunder dan tersier terpuruk, pertanian justru mencatat pertumbuhan positif saat pandemi Covid-19. Sektor pertanian juga mampu menopang perekonomian daerah. Antara triwulan II-2019 dan triwulan II-2020, sektor pertanian tercatat tumbuh 2,19%. Pertanian, khususnya tanaman pangan, memberikan andil terbesar nilainya pada triwulan II-2020 sebesar Rp 153,63 triliun dan tumbuh tertinggi yakni 9,23%. Subsektor pertanian lain yang menopang pertumbuhan pertanian triwulan II-2020 adalah tanaman perkebunan. Nilai PDB perkebunan tercatat Rp 143,91 triliun, tumbuh 0,17%. Ekspor pertanian juga menjadi komoditas yang tumbuh positif di masa pandemi, pada Juli 2019-Juli 2020 mencapai 11,17%. 

Pertanian tak hanya menyangga perekonomian nasional saat pandemi tetapi juga perekonomian daerah. Sejumlah provinsi yang perekonomianya mengandalkan mengandalkan pertanian mencatat nilai penyusutan PDRB relatif rendah (di bawah 5%). Tercatat 18 provinsi mengandalkan perekonomian di sektor pertanian. Sejumlah provinsi mencatat kontraksi ekonomi di bawah 1% seperti : Provinsi Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Gorontalo, Bengkulu, Sulawesi Barat dan Maluku.  Adapun PDRB NTB, Jambi, NTT, Sulawesi Utara dan Sumatera Barat terkontraksi kurang dari 5%. 

Ekspor Sayur Jabar Tinggi

ayu.dewi 31 Aug 2020 Kompas

Permintaan hasil pertanian Indonesia dari pasar internasional masih tetap tinggi. Ekspor hasil holtikultura dan perkebunan pun membaik belakangan ini. Di Jawa Barat, sektor pertanian holtikultura tetap bergairah selama pandemi Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat, kinerja ekspor Jabar tahun 2020 naik signifikan dibandingkan 2019. Nilai ekspor pertanian tertinggi terjadi pada Maret 2020 senilai 18,4 juta dollar AS (257,6 miliar rupiah), naik signifikan dibandingkan Maret 2019 yang membukukan nilai 8,1 juta dollar AS ( Rp 113,4 miliar). Sementara ekspor sektor pertanian Juni 2020 mencapai 9,7 juta dollar AS (Rp 135,8 miliar), naik dari Juni 2019 yang bernilai 3,6 juta dollar AS (Rp 50,4 miliar). Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, sektor pertanian mampu bertahan saat pandemi Covid-19 dan mengalami peningkatan sebesar 7,64% yoy saat semua sektor terpukul.

Anggaran PEN UMKM Rp 35 Triliun akan Digeser

Sajili 13 Aug 2020 Kontan

Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah mempertimbangkan untuk menggeser pagu anggaran untuk UMKM dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Pemerintah dinilai terlau besar mengingat penyerapan saat ini sudah berdampak besar bagi UMKM. Ketua Satgas PEN Budi Gunardi Sadikin menyatakan, “Kami akan melihat sisa pagu yang Rp 35 triliun mungkin bisa diusahakan untuk program lain,” ujarnya, Rabu (12/8).

Budi bilang, sebelumnya terdapat sejumlah program PEN untuk sektor UMKM. Pagu anggaran lebih dari Rp 35 triliun, anggaran tersebut saat ini penyerapan masih sebesar Rp 1,3 triliun. Angka tersebut sudah memberikan dampak yang besar mencapai 13 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. “Kami amati per bulannya akan sekitar tambahan Rp 1 triliun, memberikan dampak kepada 13 juta UMKM dengan outstanding pinjaman Rp 204 triliun. Jadi dengan Rp 1 triliun ini dampaknya sudah sangat besar,” terang Budi.

Budi juga menyampaikan, pemerintah akan menggelontorkan program lain untuk UMKM, yakni pemberian hibah modal kerja sebesar Rp 2,4 juta per UMKM. Hibah modal kerja ini dibagikan kepada total 13 juta UMKM. Selain itu, ada pula program yang berkaitan dengan restrukturisasi kredit UMKM dengan pagu sebesar Rp 78 triliun. Anggaran tersebut telah diserahkan ke pihak bank BUMN sebesar Rp 30 triliun untuk merestrukturisasi kredit UMKM.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) mengklaim telah menyiapkan lahan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) untuk Padat Karya Pangan (PKP). Progam tersebut bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemkop UKM). Tiga lokasi TORA di Provinsi Jawa Barat yang sudah di survei adalah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi. Program ini tidak hanya di gelar di provinsi Jawa Barat, pemerintah akan memperluas program serupa ke daerah lainnya.

Direktur Landreform Kementerian ATR/BPN Sudaryanto mengatakan, “Kelengkapan data lokasi retribusi tanah pada provinsi lain secara parallel juga disiapkan,” ujarnya. Program PKP ini bertujuan untuk menggerakan kelompok masyarakat dan petani untuk menggarap lahan TORA. Program pada karya ini dijadikan salah satu upaya untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sektor pertanian dan pangan menjadi salah satu yang didorong oleh Presiden Joko Widodo untuk pelaksanaan program pada karya. Dana sebesar Rp 48 juta akan diterima koperasi untuk kebutuhan tanam tanaman jangka pendek atau yang bisa dipanen dalam tiga bulan.