Pertanian
( 500 )Karo Terima Alokasi Pupuk Subsidi 172.876 Ton
Kabupaten Karo menerima alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 172. 876 ton. Jumlah ini mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun lalu.
Kasie Pupuk Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian Kabupaten Karo , Rosta Br Perangin Angin mengatakan kuota pupuk bersubsidi untuk tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.
Pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari pupuk urea (150.940 ton), pupuk SP-36 (4.954 ton), ZA (4.831 ton), NPK (8.331 ton) serta pupuk organik (3.820 ton).
Menurutnya, pendistribusian pupuk bersubsidi ini diperuntukkan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam sistem elektronik e-RDKK dengan menunjukan identitas kartu tanda penduduk (KTP), dan mengisi form penebusan pupuk bersubsidi.
Lebih lanjut dikatakan, untuk harga eceran tertinggi (HET) untuk tahun ini ada sedikit kenaikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, jadi harganya seperti Urea Rp 2.250 per Kg, Sp 36 harganya per Kg Rp 2400, ZA harganya per Kg Rp 1700, NPK harganya per kg Rp 2300 dan pupuk Organik harganya Rp 800 per Kg," jelasnya.
BPS: Ekspor Pertanian Tumbuh hingga 14, 03% Selama Covid -19
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menyampaikan apresiasi atas capaian ekspor dan peningkatan produksi sektor pertanian selama pandemi Covid-19, yakni pada periode tahun 2019 hingga memasuki awal tahun 2021.
Ia mengungkap, berdasarkan catatannya ekspor pertanian tumbuh sebesar 14,03 persen. Dengan subsektor tanaman pangan sebagai penyumbang tertinggi dalam distribusi dan pertumbuhan ekonomi subsektor pertanian tahun 2020.
Suhariyanto pun menjelaskan bahwa berdasarkan subsektornya tampak sejumlah kenaikan, di antaranya pada subsektor tanaman pangan yang tumbuh 3,54 persen, tanaman hortikultura 4,37 persen dan tanaman perkebunan tumbuh sebesar 1,33 persen. Akan tetapi, lanjutnya, ada subsektor peternakan yang minus sebesar 0,33 persen.
Pertumbuhan Sektoral, Pertanian Sulit Melejit
Bisnis, JAKARTA — Kendati telah terbukti mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19, sektor pertanian Indonesia diproyeksikan tidak akan tumbuh signifikan pada tahun ini.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Ahmad Tauhid meramalkan pertumbuhan sektor pertanian tahun ini berkisar antara 2%—3%. Hal itu disebabkan sektor ini masih diliputi oleh beragam tantangan.
Adapun sepanjang tahun lalu, dari sisi investasi, sektor ini memiliki catatan yang cukup baik. Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada tahun lalu realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) sektor pertanian naik menjadi US$1,27 miliar dari periode 2019 senilai US$1,04 miliar.
Penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga turut mencatatkan kenaikan menjadi Rp53,21 triliun dari periode 2019 senilai Rp33,82 triliun.
Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria merekomendasikan sejumlah langkah untuk meningkatkan peran sektor pertanian dalam menunjang ketahanan pangan masyarakat.
Salah satunya dengan peningkatan produktivitas dan mutu komoditas pertanian.
(Oleh -HR1)Ekspor Pertanian Rp 451 T
Ekspor produk pertanian sepanjang 2020 mencapai Rp 451,77 triliun, atau meningkat 15,79% dari realisasi 2019 yang sebesar Rp 390,16 triliun. Kementrian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,32 triliun tahun ini untuk menggenjot ekspor pertanian, diantaranya melalui program peningkatan nilai tambah dan daya saing industri yang tersebar di Ditjen Perkebunan, Ditjen Holtikultura, Ditjen Tanaman Pangan, dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Tahun ini, Kementan secara khusus menyiapkan program untuk menggenjot ekspor pertanian melalui kegiatan yang mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri pertanian. Dalam program nilai tambah dan daya saing industri termasuk juga dukungan kegiatan penghiliran yang memang menghasilkan nilai tambah atas produk pertanian. Kinerja sektor pertanian sepanjang 2020 cukup menggembirakan setidaknya itu terlihat dari sejumlah indikator makro ekonomi.
Saat ini, merupakan waktu yang tepat untuk mengarahkan kebijakan ekonomi dan politik negara kepada sektor pertanian. Sektor pertanian harus menjadi prioritas dan tidak boleh dipandang sebelah mata karena sektor inilah yang mampu mendorong perekonomian di tengah ketidakpastian selama pandemi Covid-19. Sebelum pandemi Covid-19, sektor pertanian dianggap gampangan dan tidak terlalu dipandang serius, tapi ternyata sektor inilah yang mampu menyumbang PDB ke negara. Diharapkan ke depan pemerintah bisa lebih memanfaatkan keunggulan komparatif dan kompetitif pada sektor pertanian agar usaha yang di desa juga ikut terangkat. Sektor pertanian hanya membutuhkan koordinasi yang kuat untuk berkembang dan perlu campur tangan lintas sektor untuk memajukan sektor tersebut.
(Oleh - IDS)
Harga Jagung Merangkak Naik, Petani di Tigabinaga Senang
Harga jagung di tingkat petani di Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo terus merangkak naik. Di tingkat petani, harga jagung saat ini berkisar Rp 4.000-Rp 4.100 per kilogram (kg) dengan kadar air 20 persen.
Pantauan SIB Kamis(4/2) di sejumlah gudang pemipil, harga jagung di tingkat petani dibeli pengepul berkisar Rp 4.000 - Rp 4.100 dengan kadar air 20 persen.
Produksi Jagung di Sumut Sudah Mencapai Target
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sumatera Utara tahun 2020 menargetkan produksi jagung sebesar 1.875.144 ton, hingga November 2020 realisasinya mencapai 1.894.728 ton.
“Produksi jagung yang dihasilkan hingga November 2020 sudah melebihi target tahun ini,” ungkap Kepala Dinas melalui Kasubbag Program Yuspahri Perangin-angin kepada SIB, Selasa sore, (26/1).
Dari seluruh daerah di Sumut, katanya, ada 8 kabupaten sebagai sentra produksi jagung dan tertinggi produksinya yakni Kabupaten Karo sebanyak 650.993 ton, Simalungun 253.069 ton, Dairi 221.910 ton, Deliserdang 160.853 ton, Tapanuli Utara 124.847 ton, Langkat 105.680 ton, Humbahas 54.843 ton dan Toba Samosir 32.533 ton.
Data diperoleh SIB, kebutuhan jagung di Sumatera Utara rata-rata 1,4 juta ton hingga 1,5 juta ton per tahun.
Pertanian Purwakarta, Produksi Beras Surplus
Bupati Purwa karta Anne Ratna Mustika mengklaim sektor pertanian dan perkebunan di wilayahnya cukup menjanjikan dari sisi nilai ekonomi. Apalagi, Purwakarta berada di titik stategis yang menjadi penyangga dua ibu kota. “Kami targetkan, ke depan wilayah kami bisa jadi penyuplai hasil pertanian maupun perkebunan untuk daerah lain,” ujarnya, pekan lalu. Anne menuturkan, pihaknya cukup berbangga hati karena karena selama ini hasil produksi pertanian di wilayahnya bisa menjadi salah satu penyumbang beras bagi wilayah Jabodetabek. Bahkan, dalam setiap tahunnya, hasil produksi di wilayahnya kerap mengalami surplus.
Anne menjelaskan, luas lahan baku sawah di Purwakarta mencapai 18.000 hektare (ha) yang mampu menghasilkan 248.000 ton gabah kering pungut (GKP). Dengan asumsi, rata-rata produksinya mencapai 6,2 ton GKP per ha. Jadi, dalam setahun lahan yang bisa panen itu mencapai 40.000 ha.
Jika padi hasil panen itu dikonversikan ke padi giling (GKG), jumlahnya menjadi 248.000 ton. Hasilnya, menjadi 210.800 ton gabah giling yang lalu menghasilkan 137.020 ton beras. Sedangkan, jumlah penduduk Purwakarta mencapai 950.066 jiwa. Adapun dari jumlah penduduk itu, kebutuhan beras selama setahunnya mencapai 109.257 ton.
Luhut : "Food Estate" Jadi Kesempatan Wujudkan Mordenisasi Pertanian
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengatakan proyek lumbung pangan (food estate) yang sedang digarap pemerintah saat ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia mewujudkan modernisasi pertanian. Pemerintah saat ini tengah membangun food estate di sejumlah kawasan, seperti Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, Kalimantan Tengah, serta Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Luhut pun mendukung sinergi yang dibangun oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam pengembangan riset pertanian maupun rekayasa alat dan mesin pertanian (alsintan). Modernisasi pertanian, kata Luhut, bisa terus ditingkatkan dengan tiga pengungkit utama, yaitu bibit, pupuk, dan alsintan. Khusus untuk alsintan, Luhut menilai mekanisasi memang harus dimasifkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Teknologi alsintan seperti drone, water drip irrigation, dan transplanter diharapkan bisa mendukung pertanian modern yang lebih terintegrasi.
Realisasi Pupuk Bersubsidi di Sumut 336.459, 4 Ton
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mengatakan,realisasi penyaluran pupuk bersubsidi Sumatera Utara kepada para petani sejak Januari hingga Nopember 2020 sebanyak 336.459,49 ton. Hal itu diungkapkan Kadis melalui Kasi Pupuk Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Heru Suwondo,Senin petang (25/1).
Dikatakan, total kebutuhan pupuk tahun 2020 sebanyak 356.663 ton dengan rincian jenis pupuk urea sebanyak 148.426, ton dengan realisasi 144.093,15 ton atau 97,08 %.
Kemudian jenis SP-36 sebesar 36.932 ton dengan realisasi 34.344,25 ton atau 92,99 %, jenis ZA sebanyak 37.555 ton, realisasi 35.830,01 ton atau 95, 41 %, jenis NPK 114.112 ton,realisasinya 105.900,98 ton atau 92,80 % dan pupuk organik 19.638 ton,realisasinya 16.292,10 ton atau 82,96 % Dari semua jenis pupuk tersebut terbanyak jenis urea sebanyak 144.093,15 ton.
Adapun daftar harga masing-masing jenis pupuk bersubsidi, yakni pupuk urea Rp 1.800 per Kg , pupuk SP-36 Rp 2.000 per Kg, pupuk ZA Rp 1.400 per Kg, pupuk NPK Rp 2.300 per Kg dan pupuk organik Rp 500 per Kg.
Siapkan 1.000 Ha, Wujudkan Kampung Buah
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab OI H Hasnandar Setiawan SE MM menyebutkan bahwa Salah satunya program 1.000 hektare kampung buah, kerja sama Pemkab Ogan Ilir dan pemerintah pusat. Untuk bibit, pupuk dan lainnya semua difasilitasi pemerintah pusat. ’Pemkab OI hanya menyiapkan lahannya dari masyarakat.
Pilihan Editor
-
Harga Batu Bara Acuan, Rekor Emas Hitam Terhenti
09 Dec 2021 -
Visa Luncurkan Layanan Konsultasi Kripto
09 Dec 2021 -
UE Ingin Bentuk Kekuatan Dagang Baru
09 Dec 2021 -
Mati Hidup Garuda
13 Dec 2021









