Mati Hidup Garuda
Diakui Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputera, pandemi porakporandakan industri penerbangan yang berbasis mobilitas masyarakat, penumpang maskapai seluruh dunia, termasuk Indonesia, turun hingga 90 persen. Garuda terjun bebas lagi Juli 2021 saat pengetatan mobilitas demi pengendalian penyebaran virus korona baru varian Delta. Perbaikan baru terjadi September-Oktober 2021, jumlah penumpang 30 % kondisi normal, namun, lagi-lagi pandemi menghadang. Sebelum pandemi, Garuda terbangkan 15 - 19 juta penumpang domestik per tahun, anjlok jadi 4,5 juta pada 2020. Padahal, penumpang domestik 80 - 85 % total penumpang Garuda.
Kementerian BUMN menyatakan, Garuda Indonesia bangkrut meski belum legal. Hutangnya 9,756 miliar dollar AS (Rp 140 triliun), dengan 6,351 miliar dollar AS utang terhadap lessor (perusahaan sewa guna) pesawat. Grup Garuda targetkan pesawat Garuda dan Citilink berkurang dari 202 pesawat pada 2021 jadi 134 pesawat pada 2022, rute penerbangan dikurangi dari 237 pada 2019 jadi 140 pada 2022, juga kurangi 2.000 karyawan, potong gaji karyawan termasuk direksi dan komisaris. Garuda juga tingkatkan pendapatan kargo 40 % setidaknya hingga pandemi usai. Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo berkata, langkah efisiensi Garuda pangkas biaya operasional 150 juta dollar AS jadi 80 juta dollar AS per bulan, belum cukup. Hutang harus direstrukturisasi, baik melalui pengadilan maupun nonpengadilan. (Yoga)
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
RI Kembangkan Industri Pesawat Amfibi
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023