;

Mati Hidup Garuda

13 Dec 2021 Kompas
Mati Hidup Garuda

Diakui Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputera, pandemi porakporandakan industri penerbangan yang berbasis mobilitas masyarakat, penumpang maskapai seluruh dunia, termasuk Indonesia, turun hingga 90 persen. Garuda terjun bebas lagi Juli 2021 saat pengetatan mobilitas demi pengendalian penyebaran virus korona baru varian Delta. Perbaikan baru terjadi September-Oktober 2021, jumlah penumpang 30 % kondisi normal, namun, lagi-lagi pandemi menghadang. Sebelum pandemi, Garuda terbangkan 15 - 19 juta penumpang domestik per tahun, anjlok jadi 4,5 juta pada 2020. Padahal, penumpang domestik 80 - 85 % total penumpang Garuda.

Kementerian BUMN menyatakan, Garuda Indonesia bangkrut meski belum legal. Hutangnya 9,756 miliar dollar AS (Rp 140 triliun), dengan 6,351 miliar dollar AS utang  terhadap lessor (perusahaan sewa guna) pesawat. Grup Garuda targetkan pesawat Garuda dan Citilink berkurang dari 202 pesawat pada 2021 jadi 134 pesawat pada 2022, rute penerbangan dikurangi dari 237 pada 2019 jadi 140 pada 2022, juga kurangi 2.000  karyawan, potong gaji karyawan termasuk direksi dan komisaris. Garuda juga tingkatkan  pendapatan kargo 40 % setidaknya hingga pandemi usai. Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo berkata, langkah efisiensi Garuda pangkas biaya operasional 150 juta dollar AS jadi 80 juta dollar AS per bulan, belum cukup. Hutang harus  direstrukturisasi, baik melalui pengadilan maupun nonpengadilan. (Yoga)


Tags :
#Penerbangan
Download Aplikasi Labirin :