;
Tags

Pertanian

( 502 )

Terdampak Kekeringan, Ratusan Hektar Sawah di Sultra Gagal Panen

KT3 21 Sep 2023 Kompas

Sebanyak 2.560 hektar lahan sawah di Sultra terdampak kekeringan panjang. Dari jumlah itu, ratusan hektar lahan mengalami puso dan tidak bisa dipanen. Langkah penanganan yang intensif diperlukan agar dampak tidak semakin meluas. Kadis Pertanian dan Peternakan Sultra La Ode M Rusdin Jaya mengatakan, dampak kekeringan terjadi merata di sejumlah sentra persawahan di wilayah ini. Meski begitu, dua wilayah dengan dampak terbesar terjadi di Bombana dan Kolaka. ”Dari ribuan hektar yang terdampak, ada 824 hektar sawah puso. Wilayah yang mengalami puso ini 90 % terjadi di Bombana dan selebihnya di Kolaka. Daerah lain masih kami pantau karena ribuan hektar terdampak kekeringan,” kata Rusdin, di Kendari, Rabu (20/9). (Yoga)


Antisipasi Potensi Gagal Panen

KT3 19 Sep 2023 Kompas

Pemerintah perlu mengoptimalkan produksi beras pada musim tanam I yang diperkirakan berlangsung pada Oktober-Desember 2023 untuk menambah cadangan beras pemerintah dan ketahanan pangan nasional. Kemung-kinan gagal panen juga perlu diantisipasi karena masih ada petani di sejumlah daerah yang menanam padi pada musim tanam III. Pada Jumat (15/9) air Waduk Kedungombo mulai digelontorkan untuk pengairan sawah pada musim tanam I, pada Jumat dini hari. Air tersebut sampai di Bendung Klambu, Kabupaten Grobogan, Jateng, pada Jumat pagi dan langsung dibagi ke sejumlah saluran irigasi menuju Demak, Pati, Kudus, dan Grobogan pukul 06.00.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Demak Hery Sugihartono, Jumat, mengatakan, meskipun air sudah digelontorkan, petani tidak bisa segera tanam karena harus membasahi dan mengolah sawah. Tanam padi di Demak diperkirakan baru berlangsung awal Oktober 2023 sehingga panen diperkirakan terjadi pada Desember 2023 hingga Januari 2024. ”Agar hasil panen musim tanam I optimal, sumber air irigasi pada musim kemarau panjang akibat dampak El Nino ini harus dikelola dengan baik. Pemerintah dan petugas pengelola air diharapkan membaginya dengan rata dan mengantisipasi tidak terjadi rebutan dan sabotase air,” ujarnya. (Yoga)


Sumber Air Produsen Beras Dekati Titik Kritis

KT3 18 Sep 2023 Kompas (H)

Dampak kekeringan panjang akibat El Nino mulai terlihat di beberapa waduk dan bendungan di sejumlah daerah produsen beras. Persediaan air mendekati titik kritis. Kendati masih dapat dimanfaatkan, kondisi sumber-sumber air itu mengancam pasokan air musim tanam padi tahun depan. Untuk menjaga stok air waduk atau bendungan tersebut, pengairan areal sawah diatur bergiliran. Perum Jasa Tirta II, BUMN pengelola Waduk Jatiluhur, bahkan telah merencanakan pembuatan hujan buatan guna menambah air waduk tersebut. Pada hari Selasa-Jumat, (12-15/9/2023), tim Kompas memantau Waduk Jatiluhur di Purwakarta dan Bendung Rentang di Majalengka, Jabar, serta Waduk Kedungombo di Boyolali dan Bendung Klambu di Grobogan, Jateng. Ketinggian dan debit air waduk dan bendung itu telah berkurang. Khusus di Bendung Klambu, aliran irigasi setempat baru dibuka pada 15 September 2023 untuk musim tanam (MT) I. Di Waduk Jatiluhur, tinggi muka air jauh di bawah garis pembatas. Endapan lumpur yang mengering dan bebatuan besar di tepi waduk terlihat begitu jelas, namun air irigasi untuk sejumlah sawah tetap dialirkan.

Air di wilayah pinggiran Waduk Kedungombo, tepatnya di Desa Klewor, Kemusu, Kabupaten Boyolali, juga sudah surut. Petani memanfaatkan lahan waduk yang surut untuk menanam padi dan jagung. Sementara di Bendung Rentang yang mendapatkan pasokan air dari Waduk Jatigede, air irigasi masih digelontorkan meski debitnya tak sebesar keadaan normal. Bendung itu menyalurkan air ke 37 kecamatan di Kabupaten Majalengka, Cirebon, dan Indramayu di lahan seluas 87.840 hektar. Korlap Unit Pengelola Irigasi Bendung Rentang Dadi Supriadi mengatakan, penyaluran air ke sawah bergantung pada kebutuhan petani dan kondisi Waduk Jatigede. Saat ini, volume air di waduk 480 juta meter kubik atau hanya 49,68 % dari kondisi normal, yakni 980 juta meter kubik. Selain karena berkurangnya curah hujan sebagai dampak El Nino, penyusutan volume Waduk Jatigede juga akibat mengeringnya sungai yang menyuplai air ke waduk. ”Ketersediaan air di Jatigede itu cukup untuk tiga bulan (sampai Desember),” kata Dadi. Meskipun pasokan air masihcukup untuk MT I pada Desember 2023, Dadi mengimbau petani untuk menghemat air dan mematuhi pola gilir air. Apalagi, pada November 2023, jaringan irigasi akan dikeringkan selama sebulan guna mengecek kondisi saluran dan pengisian air waduk. (Yoga)


Digitalisasi Koperasi Pertanian di Asean Perlu Diperkuat

KT1 14 Sep 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenko UKM) turut berpartisipasi aktif dalam memperkuat digitalisasi dan hilirisasi koperasi pertanian, dengan menghadiri forum yang difasilitasi Vietnam selaku tuan rumah. "Dalam rangka modernisasi di koperasi Indonesia, kami mendorong agar koperasi dapat mengadopsi teknologi serta tranformasi digital dalam menjalankan usahanya," jelas Asisten Deputi Bidang Pembaharuan dan Kemitraan Perkoperasian Kemenkop UKM Bagus Rahman seperti dikutip dari keterangan resmi di jakarta Selasa (12/9/2023). Bagus mengatakan, Foruum 30th Asean Centre for Development of Agricultural  Cooperatives sebagai pertemuan tahunan para pelaku gerakan koperasi pertanian dan pemangku kebijakan yang menangani koperasi pertanian di wilayah Asean, dinilai sejalan dengan program pengembangan usaha di Indonesia melalui koperasi. Program hilirisasi dan digitalisasi koperasi  pertanian di Indonesia, lanjut dia,  menjadi salah satu fokus program Kemenkop UKM dan merupakan upaya pemerintah dalam modernisasi koperasi. (Yetede)

Syngenta Latih 11.500 Petani Tingkatkan Produksi Tanaman Dan Digitalisasi Pertanian

KT1 13 Sep 2023 Tempo

Syngenta Indonesia melakukan rangkaian kegiatan Gebyar Kemerdekaan bersama sekitar 11.500 petani Indonesia dengan tujuan edukasi teknologi peningkatan produktivitas tanaman dan digitalisasi pertanian selama Agustus hingga awal September 2023. Kegiatan ini terdiri dari pelatihan penyemprotan yang baik dan benar, kegiatan olahraga bersama, pameran teknologi (expo), festival budaya, hingga perlombaan dalam rangka merayakan kemerdekaan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kreatif konsep mengedukasi petani mengenai budi daya pertanian dengan adopsi teknologi dan digitalisasi. Aktivitas pelatihan penyemprotan dilaksanakan pada 78 titik di 45 Kabupaten Kota, 8 Provinsi, yang melibatkan sekitar 7.800 petani padi.

Aktivitas turnamen olahraga bola voli dan sepak bola bersama lebih dari 1.200 petani yang dilaksanakan di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Barat yang turut menghadirkan beberapa atlet professional seperti Adinda Indah (atlet voli), Maya Kurnia Indri (atlet voli), Atep dan Tantan (atlet sepak bola). Jalan sehat bersama 1.000 petani juga dilakukan di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, dan Kalimatan Timur. (Yetede)

Nestapa Petani Jateng Dililit Kekeringan

KT3 11 Sep 2023 Kompas

Selama beberapa waktu terakhir, Widodo (52) harus mendatangi dua mata air dan satu sumur desa setiap hari. Hal itu dia lakukan untuk mencari air guna mengairi sawahnya yang berlokasi di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Jateng. ”Saya harus mencari air dari mana saja karena sawah saya sudah pecah-pecah dan kering. Padahal, padi di sawah itu akan panen minggu ini,” kata Widodo, Kamis (7/9). Luas area tanaman padi Widodo itu 1.000 meter persegi. Dari tiga sumber air di sekitar lahannya, ada satu mata air yang telah mengering selama sebulan terakhir. Sementara itu, masih ada satu mata air yang selalu mengalirkan air. Namun, pasokan air dari mata air tersebut tidak mencukupi.

Apalagi, Widodo juga harus berbagi dengan petani lain. dari sumur desa. Pasokan air dari sumur desa berkedalaman 12 meter juga tidak bisa diandalkan. Ketika sumur terlihat mengering, Widodo harus menunggu hingga ketinggian air naik. Dia mesti telaten menengok kondisi air di dalam sumur. Selain padi, Widodo juga masih merawat 250 tanaman pepaya yang ditanamnya sekitar sebulan lalu. Masalahnya, di sekitar lahan pepaya itu tidak ada sumber air yang bias diandalkan untuk pengairan. Sekretaris Desa Deyangan Ahmad Fauzi Farkhan mengatakan, total luas lahan pertanian di desa itu 200 hektar. Memasuki musim kemarau, aliran air irigasi sudah diatur bergiliran sehingga Desa Deyangan hanya mendapat pasokan air seminggu sekali, sehingga 40 % lahan terpaksa dibiarkan menganggur. (Yoga)


Sawah di Denpasar Hasilkan 2.717 Ton Gabah

KT3 11 Sep 2023 Kompas

Di tengah ancaman kemarau dan dampak El Nino, sawah di Kota Denpasar, Bali, diperkirakan masih mampu menghasilkan 2.717,99 ton gabah pada musim panen September 2023. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gusti Ayu Ari Puspayeni, Sabtu (9/9/2023), mengatakan, jenis padi yang umum dibudidayakan petani di Kota Denpasar adalah padi Ciherang, Pandan Wangi, dan Inpari 32. (Yoga)

Hilirisasi Pertanian Menggerakkan Ekonomi Daerah

KT1 09 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Keunggulan dari sektor pertanian dan perkebunan perlu dikembangkan lebih lanjut melalui hilirisasi  untuk menggenjot perekonomian daerah. Sementara itu, penciptaan wirausaha berbasis agrikultur  atau agripreneur berpotensi mendorong berkembangnya hilirisasi  pertanian sekaligus menciptakan wirausaha unggulan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor pertanian pada triwulan I-2023 mengalami pertumbuhan positif baik secara lapangan usaha maupun distribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Pada periode tersebut, sektor pertanian mencatatkan  pertumbuhan sebesar 0,34% secara year on year (yoy) dengan kontribusi mencapai 11,77% terhadap produk domestik bruto (PDB). BPS juga mencatat, selama Februari 2023 sektor pertanian menyerap  tenaga kerja tertinggi mencapai 29,36% tenaga kerja. Adapun jumlah penduduk bekerja pada periode tersebut sebanyak 138,63 juta orang. Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, hilirisasi pertanian akan menopang  terbesar pertumbuhan ekonomi. "ISEI mendorong hilirisasi pertanian dan perkebunan, dan sekaligus dikaitkan dengan UMKM. Kaitannya juga untuk mensuplai makanan  minuman dan juga kebutuhan konsumsi masyarakat milenial," kata Perry. (Yetede)

Sawah Puso dan Harga Beras Melonjak

KT3 05 Sep 2023 Kompas (H)

Kekeringan akibat fenomena kemarau dan El Nino membuat petani di sejumlah daerah merugi karena sawah mereka puso. Hasil panen petani pun menurun sehingga penggilingan padi di sejumlah sentra pertanian terpaksa tidak beroperasi. Penurunan hasil panen ini berdampak pada anjloknya suplai gabah dan lonjakan harga beras di pasaran. Di Kabupaten Pati, Jateng, hujan jarang turun dalam tiga bulan terakhir. Kondisi itu membuat sejumlah embung, waduk, dan sungai mengering. Sawah petani tidak mendapatkan air yang cukup sehingga puso tak terhindarkan. Kesulitan itu dialami Kamelan (50), petani asal Margorejo, Pati, yang menyewa sawah 3,6 hektar di Kecamatan Jakenan.

Sawah yang ditanami padi di ambang gagal panen karena padi berumur dua bulan yang ditanam Kamelan mayoritas mati karena kekeringan. Dari 3,6 hektar, sekitar 2 ha sudah mati. ”Sisanya segera menyusul puso karena sekarang sudah benar-benar tidak ada air,” katanya, Senin (4/9). Kamelan mengeluarkan biaya Rp 60 juta untuk menanam padi. Ia terancam kehilangan potensi pendapatan Rp 200 juta. ”Untuk menanam padi, seluruhnya pakai uang pinjaman dari bank. Sekarang cuma bisa pasrah karena ini fenomena alam. Saya sudah berusaha, tetapi tetap tidak bias menghindari puso,” tuturnya.

Kerugian juga dialami petani di sejumlah sentra pertanian di Jateng. Berdasar catatan Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng hingga Agustus, lahan pertanian padi seluas 5.150,7 ha terdampak kekeringan. Luasan sawah yang puso hingga Agustus sekitar 254,1 ha, tersebar di Banyumas, Cilacap, Brebes, Kendal, Pekalongan, Rembang, Kebumen, Tegal, dan Purworejo. Pelaku usaha penggilingan padi juga menghadapi problem mahalnya harga gabah. Harga gabah kering giling saat ini Rp 8.000 per kg, lebih tinggi dari harga pokok pembelian (HPP) yang ditetapkan pemerintah, yakniRp 6.200 per kg. Adapun harga gabah kering panen Rp 7.600 per kg atau lebih tinggi dari HPP, yakni Rp 5.100 per kg. (Yoga)


Ratusan Hektar Padi di Jateng Puso, Sejumlah Pemda Antisipasi Dampak Kekeringan

KT3 02 Sep 2023 Kompas

Dampak fenomena El Nino mulai terasa di sejumlah daerah di Tanah Air. Di Jateng, ratusan hektar tanaman padi puso, sementara sebagian lainnya terancam kekeringan. Kekeringan juga dirasakan sebagian petani di Lampung, Kaltim, dan NTT. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng mencatat, hingga Agustus 2023, 5.150,7 hektar lahan pertanian padi terdampak kekeringan. Dampaknya beragam, mulai ringan, sedang, berat, hingga puso. Sementara luas padi yang puso tercatat 254,1 hektar. Lahan itu antara lain di Banyumas, Cilacap, Brebes, Kendal, Pekalongan, Rembang, Kebumen, Tegal, dan Purworejo.

Kadis Pertanian dan Perkebunan Jateng Supriyanto menyebut, belum ada dampak penurunan produktivitas padi diwilayahnya akibat kondisiitu. Produksi gabah kering giling (GKG) di Jateng dari Januari hingga Agustus 2023 mencapai 7.904.881 ton. Jumlah itu masih 77.031 ton lebih banyak dibandingkan produksi GKG pada Januari-Agustus 2022. Kendati demikian, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng untuk menghadapi dampak kekeringan dan menekan risiko krisis pangan, dengan mengidentifikasi dan memetakan lokasi terdampak kekeringan serta mengelompokkan daerah berdasarkan risikonya. ”Kami mendorong percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan. Selain itu, peningkatan ketersediaan air juga terus kami lakukan melalui pembangunan atau perbaikan embung, parit, sumur dalam, maupun sumur resapan. Rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta pompanisasi juga kami upayakan,” kata Supriyanto, Jumat (1/9). (Yoga)