;

Nestapa Petani Jateng Dililit Kekeringan

Lingkungan Hidup Yoga 11 Sep 2023 Kompas
Nestapa Petani Jateng
Dililit Kekeringan

Selama beberapa waktu terakhir, Widodo (52) harus mendatangi dua mata air dan satu sumur desa setiap hari. Hal itu dia lakukan untuk mencari air guna mengairi sawahnya yang berlokasi di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Jateng. ”Saya harus mencari air dari mana saja karena sawah saya sudah pecah-pecah dan kering. Padahal, padi di sawah itu akan panen minggu ini,” kata Widodo, Kamis (7/9). Luas area tanaman padi Widodo itu 1.000 meter persegi. Dari tiga sumber air di sekitar lahannya, ada satu mata air yang telah mengering selama sebulan terakhir. Sementara itu, masih ada satu mata air yang selalu mengalirkan air. Namun, pasokan air dari mata air tersebut tidak mencukupi.

Apalagi, Widodo juga harus berbagi dengan petani lain. dari sumur desa. Pasokan air dari sumur desa berkedalaman 12 meter juga tidak bisa diandalkan. Ketika sumur terlihat mengering, Widodo harus menunggu hingga ketinggian air naik. Dia mesti telaten menengok kondisi air di dalam sumur. Selain padi, Widodo juga masih merawat 250 tanaman pepaya yang ditanamnya sekitar sebulan lalu. Masalahnya, di sekitar lahan pepaya itu tidak ada sumber air yang bias diandalkan untuk pengairan. Sekretaris Desa Deyangan Ahmad Fauzi Farkhan mengatakan, total luas lahan pertanian di desa itu 200 hektar. Memasuki musim kemarau, aliran air irigasi sudah diatur bergiliran sehingga Desa Deyangan hanya mendapat pasokan air seminggu sekali, sehingga 40 % lahan terpaksa dibiarkan menganggur. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :