Ekspor
( 1055 )Bertahan Saat Permintaan Tertekan
Para pelaku industri persepatuan mulai kewalahan meredam dampak anjloknya permintaan ekspor yang diperkirakan berlangsung hingga paruh pertama tahun depan. Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri, mengatakan permintaan produk garmen berorientasi ekspor ini turun hingga 50 % sejak Juli 2022. Konflik dagang dan politik di sejumlah negara pengimpor sepatu utama menjadi pemicunya. “Kami bertahan lewat efisiensi jumlah pekerja atau setidaknya lewat pengurangan arus produksi,” tuturnya kepada Tempo, kemarin.
Di tengah masa pemulihan ekonomi, permintaan produk tekstil, kulit, dan alas kaki menjadi salah satu yang paling moncer hingga pertengahan tahun ini. Nilai ekspor produk sepatu sempat melonjak dari US$ 659,4 juta pada Januari 2022 menjadi US$ 722,3 juta pada Mei lalu. Menurut Firman, permintaan ekspor pada Agustus 2022 masih tercatat tumbuh 36 % secara tahunan. Berdasarkan catatan Kemenperin, volume produksi produk alas kaki naik 33,42 % dari 793,8 juta pasang pada 2020 menjadi 1,05 miliar pasang pada 2021. Tanpa kejutan konflik global, volume produksi diprediksi akan naik hingga 1,2 miliar pasang per tahun.
Optimisme itu sontak suram akibat gejolak inflasi dan memanasnya konflik dagang di AS dan Cina, yang merupakan dua negara tujuan utama ekspor sepatu Indonesia. Pada periode Januari-Agustus 2022, nilai ekspor sepatu ke AS, tertinggi dibanding tujuan lain, mencapai US$ 1,892 miliar. Dalam jangka waktu serupa, nilai ekspor ke Cina berada di tempat ketiga senilai US$ 568 juta. “Permintaannya turun drastis. Yang permintaannya masih normal juga hanya bisa menghabiskan stok hingga akhir tahun,” ucap Firman. (Yoga)
Optimisme Pertumbuhan Triwulan Ketiga
Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2022 diprediksi tetap positif meski dibayangi tren inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga. Ekonom dari Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Askar Muhammad, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi secara tahunan di kisaran 5,2-5,4 %, tak jauh dari capaian triwulan II 2022 di 5,44 %. “Penopangnya masih sektor komoditas yang ekspornya cukup tinggi dan sektor industri logam yang menerima penanaman modal atau investasi tinggi,” ujar Askar kepada Tempo, kemarin. Lonjakan harga komoditas menjadi berkah bagi kinerja ekspor Indonesia, khususnya batu bara dan minyak sawit, yang melejit hingga menembus harga tertinggi dengan kenaikan penjualan rata-rata dua kali lipat. Emiten tambang batu bara Adaro Energy Indonesia Tbk, misalnya, mencatatkan laba bersih US$ 1,90 miliar pada periode Juli-September 2022, tumbuh 352,21 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan pun melonjak 130 %, dari US$ 2,56 miliar menjadi US$ 5,91 miliar.
Askar melanjutkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III belum akan banyak dipengaruhi oleh kenaikan inflasi dan suku bunga. Sebab, dampak tren tersebut baru akan muncul dan terefleksi pada akhir triwulan III. “Ini yang patut diwaspadai dan kita akan lebih jauh melihat dampaknya pada pertumbuhan ekonomi triwulan IV,” ujarnya. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, berujar pertumbuhan ekonomi pada triwulan III mungkin akan mengalami perlambatan, tapi tidak signifikan. Sebab, tingkat konsumsi masyarakat secara umum masih meningkat dan bakal menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. “Walau pergerakan ekonomi kita lebih banyak didorong oleh kalangan menengah dan atas, serta 83 % konsumsi domestik digerakkan oleh mereka,” ucapnya. (Yoga)
Devisa Ekspor Belum Bisa Sokong Rupiah
Eksportir ternyata telah memarkir devisa hasil ekspor (DHE) di perbankan dalam negeri. Namun, masuknya devisa ekspor ini belum mampu membuat nilai rupiah menguat.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, dari total ekspor periode Januari 2022 hingga Juli 2022 yang mencapai US$ 166,70 miliar, sebanyak 93,5% di antaranya atau sekitar US$ 155 miliar telah masuk ke dalam negeri.
Namun, ia juga menegaskan, sebagian besar atau sekitar 50% DHE yang masuk tersebut sudah dikonversi ke dalam rupiah. Khusus DHE sumber daya alam (SDA), sudah sekitar 92,6% yang masuk ke dalam negeri, dan sekitar 5,1% masih diparkir para eksportir di bank luar negeri.
Meski Indonesia punya pasokan valas dari para eksportir, namun hal itu belum mampu memperkuat otot rupiah. Berdasarkan data BI pula, nilai tukar rupiah telah melemah hingga 8,03% sejak awal tahun hingga 19 Oktober 2022.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, masih ada beberapa momentum yang membutuhkan valas, dan bahkan mengurangi pasokan valas.
Mendag Zulkifli Lepas Ekspor Etanol Senilai US$ 818.400
Mendag Zulkifli Hasan melepas ekspor 744.000 liter etanol senilai US$ 818.400 atau Rp12,7 miliar produksi PT Molindo Raya Industrial dengan tujuan Filipina dan Thailand. Sebanyak lima dari 31 kontainer dilepas dan sisanya menyusul minggu depan. Bahan baku etanol diserap dari hasil pertanian tebu rakyat di sekitar pabrik dengan melibatkan 25 ribu petani. Pelepasan ekspor berlangsung, Jumat, 28 Oktober 2022, di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jatim. “Saya bahagia menyaksikan pelepasan ekspor produk etanol ke pasar global hari ini sebanyak lima kontainer. Industri ini sangat strategis karena menyerap bahan baku dari petani dan hasil produksinya ditujukan untuk ekspor. Kedatangan saya untuk menunjukkan dukungan pemerintah bagi usaha strategis seperti ini," kata Zulkifli.
Selain melepas ekspor ke Filipina dan Thailand, PT Molindo juga mengekspor produk etanolke negara-negara lain yaitu Jepang, Singapura,dan Vietnam. Zulkifli juga mengapresiasi PT Molindo Raya Industrial atas penerapan konsep berkelanjutan yang dilakukan dalam proses produksinya. PT Molindo Raya Industrial, yang merupakan produsen etanol untuk bahan yang aman bagi makanan (foodgrade) terbesar di Indonesia, memanfaatkan 115.000 ton limbah tetes tebu untuk produksinya. “Diharapkan kegiatan pelepasan ekspor ini dapat menjadi momentum untuk mendorong perluasan akses pasar ekspor bagi produk-produk Indonesia di masa depan, sekaligus menjadi penggerak roda ekonomi Indonesia dimasa pemulihan setelah pandemi Covid-19,” kata Zulkifli. (Yoga)
PENJUALAN GAS KE SINGAPURA : Kontrak Ekspor Diperpanjang
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk memperpanjang kontrak penjualan gas ke Singapura. Rencananya, kontrak penjualan gas itu akan diperpanjang hingga 2028 atau 5 tahun setelah kontrak awal berakhir tahun depan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, keputusan itu diambil setelah adanya permintaan gas yang tinggi dari Singapura. Di sisi lain, neraca gas domestik tahun ini dipastikan mengalami surplus hingga jangka waktu yang relatif lama seiring dengan beroperasinya sejumlah lapangan gas besar di dalam negeri.
RI Masih Punya Celah Jaga Ekspor
Masih ada celah menjaga kinerja positif ekspor ke negara-negara pasar utama Indonesia yang tengah mengalami inflasi. Sementara pemulihan ekonomi China masih berlanjut meskipun masih ada sejumlah kendala. Stagflasi tengah melanda sejumlah negara pasar ekspor tradisional Indonesia, seperti Amerika Serikat, China, dan kawasan Uni Eropa. Kendati begitu, Indonesia tetap berupaya menjaga kinerja ekspor ke dua negara dan kawasan tersebut dengan membidik sejumlah celah yang ada.
Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan Kasan Muhri, Rabu (26/10/2022), mengatakan, AS, China, dan kawasan UE merupakan pasar utama ekspor Indonesia. Kendati kedua negara dan kawasan itu tengah mengalami stagflasi, masih ada sejumlah celah yang bisa dibidik dan dimasuki Indonesia.
Di AS, meskipun ekonominya tengah terkontraksi, serapan tenaga kerjanya cukup tinggi. Tingkat pengangguran di AS pada September 2022 sebesar 3,5 persen atau turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,7 persen.
Per September 2022, ekspor Indonesia ke AS, China, dan UE turun. Badan Pusat Statistik mencatat, nilai ekspor RI ke UE pada Agustus-September 2022 turun atau minus 21,47 persen, AS -18,26 persen, dan China -0,09 persen.
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, pada 2022, ekonomi AS tumbuh 1,6 persen, China 3,2 persen, dan kawasan Eropa 3,1 persen. Perlambatan pertumbuhan ekonomi itu masih akan berlanjut pada 2023. Pada tahun depan, ekonomi AS diperkirakan tumbuh 1 persen, China 4,4 persen, dan UE 0,5 persen.
Ekspor Bahan Baku Rumput Laut Akan Dibatasi
Pemerintah berencana membatasi ekspor bahan baku rumput laut. Hilirisasi rumput laut akan didorong guna menghasilkan produk olahan rumput laut yang bernilai tambah. Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Rahmat Mulianda mengemukakan, tren global untuk pengembangan ekonomi biru atau pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan merupakan peluang bagi industri rumput laut Indonesia yang memiliki potensi pasar besar. Dari data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) 2018, potensi ekonomi biru secara global senilai 1,5 triliun USD per tahun dan diprediksi mencapai lebih dari 3 triliun USD pada tahun 2030. Ini, disebabkan pemanfaatan bahan laut untuk produksi pangan, kosmetik, dan obat makin meningkat.
Produksi rumput laut dunia mencapai 35,8 juta ton yang bersumber dari 49 negara. Dari jumlah itu, 27,86 % produksi datang dari Indonesia. Indonesia menempati peringkat kedua produsen rumput laut tropis setelah China. Namun, nilai ekspor rumput laut Indonesia masih rendah karena sebagian besar produk yang diekspor berupa bahan baku, yakni rumput laut kering. Dalam peta jalan rumput laut yang disusun Kemenko Bidang Perekonomian, penguatan industri hilir ditargetkan pada 2021, yakni 20 % ekspor berupa rumput laut olahan, namun, tidak tercapai karena ekspor produk olahan hanya 7 %.”Akan dikaji upaya mengurangi ekspor rumput laut kering dan memperkuat industri dalam negeri secara bertahap,” kata Rahmat, Selasa (25/10) di Jakarta. (Yoga)
Mustika Ratu Teken Kontrak Dagang dengan Buyer 5 Negara
PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menandatangani kontrak kerja dagang dengan mitra buyer dari lima negara senilai US$ 2 juta atau Rp 31,13 miliar. Kelima negara tersebut adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Australia, Jepang, dan AS. Kontrak kerja dagang diteken langsung Presdir Mustika Ratu Bingar Egidius Situmorang bersama perwakilan mitra buyer asal Australia di Main Stage, Trade Expo Indonesia 2022, akhir pekan lalu. Turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut adalah Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Perwakilan Kadin Indonesia, Direktur PT Mustika Ratu Tbk Kusuma Ida Anjani dan Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May Mc Guire. Egidius mengatakan, keberhasilan perseroan mengekspansi pasar Jepang pada Juli lalu telah berdampak positif bukan hanya bagi konsumen asal Jepang, tetapi juga ke konsumen dari negara lain. Pasalnya, antusiasme pasar Jepang terhadap Jamu Ready-to-Drink (RTD) telah mendorong pihak lokal untuk memperkenalkan keunggulan Jamu produksi Mustika Ratu.
“Keberhasilan ekspor ke Jepang menjadi jalan pembuka bagi negara tujuan ekspor baru lainnya,” ujar Egi dalam keterangan resminya, Senin (24/10). Egi menyebut bahwa tahun ini perseroan berhasil menambah negara tujuan ekspor baru untuk produk Jamu dan Personal Care. Prestasi itu menunjukkan bahwa produk MRAT yang berbasis kearifan lokal dan alami Indonesia dapat diterima pasar internasional. Terbukti, sepanjang Januari hingga Agustus 2022, perseroan menerima banyak penawaran kerja sama ekspor. Produk yang diminati konsumen pasar internasional di antaranya produk kategori Personal Care dan Herb Suplemen. Selain ekspansif menambah negara destinasi ekspor baru, negara tujuan ekspor eksisting seperti Nigeria juga melakukan re-dealing untuk produk Jamu supplemen. Menurut Egi, jamu suplemen produksi perseroan banyak diminati konsumen Nigeria, khususnya jamu untuk kesehatan wanita. (Yoga)
Pelaku Usaha RI Teken Kontrak US$ 4,3 Juta dengan Malaysia
Sebanyak 14 pelaku usaha Indonesia menandatangani kontrak kerja sama (MoU) dengan buyer Malaysia senilai total US$ 4,3 juta atau Rp 67,3 miliar, yang ditandatangani pada acara penutupan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. “Kemendag senantiasa mendorong lebih banyak kerja sama dan transaksi yang dilakukan pelaku usaha fesyen Muslim Indonesia dengan para buyer. Ke depannya saya optimis akan lebih banyak kontrak kerja sama dengan buyer internasional lainnya,” kata Mendag Zulkifli Hasan lewat keterangan tertulisnya, Senin (24/10). Mendag menyampaikan, penyelenggaraan JMFW selama tiga hari pada 20-22 Oktober 2022 yang diadakan bersamaan dengan gelaran Trade Expo Indonesia ke-37 pada 19-23 Oktober 2022, terbukti telah mampu membantu pelaku usaha mendapatkan buyer dari dalam dan luar negeri. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menambahkan, sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pelaku utama pada industri fesyen Muslim dan produk halal lainnya.
“Saya optimistis Indonesia dapat menguasai pasar produk halal dunia dan mewujudkan target sebagai pusat produsen produk halal dunia tahun 2024,” ungkap Didi. JMFW, lanjut Didi, hadir sebagai salah satu platform pengembangan fesyen Muslim Indonesia yang diinisiasi Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen Muslim dunia. “JMFW diharapkan dapat menjadi wadah yang merangkul pihak-pihak terkait, tidak hanya unsur kementerian dan lembaga, tetapi juga akademisi, desainer, asosiasi, industri fesyen dan industri penunjangnya (kosmetik, aksesori, dan alas kaki), serta media untuk mewujudkan misi dimaksud,” pungkas Didi. JMFW 2023 terbukti mampu memberikan inspirasi kepada pelaku fesyen, tidak hanya di dalam negeri, namun hingga mancanegara sesuai dengan tema “From Local Wisdom to Global Inspiration”. Acara puncak JMFW 2023 yang digelar pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 ini berhasil membukukan transaksi sebesar US$ 13,2 juta atau sekitar Rp 206,6 miliar dari 16 negara, antara lain Malaysia, Spanyol, Yaman, Portugal, Nigeria, dan lainnya. (Yoga)
Luhut : Ekspor 2022 Bisa Tembus US$ 289 Miliar
Nilai ekspor Indonesia bisa menembus US$ 280 miliar tahun ini, naik dari tahun lalu US$ 231 miliar, didorong ekspor baja berbasis nikel yang naik tajam, setelah pemerintah melarang ekspor bijih nikel. Selain itu, ekspor komoditas andalan, seperti batu bara melejit, didorong lonjakan harga di pasar internasional. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyatakan, ekspor Indonesia akan terus menguat menembus US$ 300 miliar pada 2024. Katalisnya adalah rencana pemerintah melarang ekspor tembaga, bauksit, dan timah, yang akan memicu hilirisasi tiga mineral ini. Ini akan menggenjot nilai tambah tiga komoditas itu dan mengerek ekspor. Sejauh ini, Indonesia menikmati booming ekspor akibat tingginya harga komoditas, sebagai imbas dari perang Rusia dan Ukraina. Indonesia adalah eksportir terbesar batu bara termal dan minyak sawit mentah serta eksportir utama timah, baja berbasis nikel, tembaga, dan karet. Berdasarkan laporan Channel News Asia mengutip pemberitaan Reuters, Senin (24/10), pemerintah melarang ekspor bijih nikel tahun 2020, yang mampu menarik investasi penghiliran nikel. Per September 2022, ekspor Indonesia melejit 33% menjadi US$ 219,3 miliar.
Luhut menjelaskan, pemerintah ingin mereplikasi hilirisasi nikel ke bauksit, tembaga, dan timah. "Tahun lalu, ekspor Indonesia mencapai US$ 232 miliar, sedangkan tahun ini bisa US$ 280 miliar, dan mungkin pada 2024, nilainya mencapai US$ 300 miliar lebih,” kata Luhut kepada Reuters. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 4,99 miliar pada September 2022, turun 12,4% dibandingkan bulan sebe[1]lumnya US$ 5,7 miliar. Nilai ekspor pada September 2022 mencapai US$ 24,8 miliar, sedangkan impor US$ 19,81 miliar. “Neraca perdagangan membukukan surplus selama 29 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga September 2022,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, belum lama ini. Secara kumulatif, berdasarkan data BPS, neraca perdagangan barang selama Januari-September 2022 surplus sebesar US$ 39,87 miliar atau tumbuh 58,83% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada periode itu, ekspor tercatat sebesar US$ 219,35 miliar, meningkat 33,49%, sedangkan impor sebesar US$ 179,49 miliar, naik meningkat 28,93%. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Aset Kripto, Beda Aturan Pajak AS dan Indonesia
03 Aug 2021 -
Pengembangan StartUp, Wealthtech Siap Melejit
02 Aug 2021 -
KKP Finalisasi Aturan PNBP Pascaproduksi
03 Aug 2021









