;

Luhut : Ekspor 2022 Bisa Tembus US$ 289 Miliar

Ekonomi Yoga 25 Oct 2022 Investor Daily
Luhut : Ekspor 2022 Bisa Tembus US$ 289 Miliar

Nilai ekspor Indonesia bisa menembus US$ 280 miliar tahun ini, naik dari tahun lalu US$ 231 miliar, didorong ekspor baja berbasis nikel yang naik tajam, setelah pemerintah melarang ekspor bijih nikel. Selain itu, ekspor komoditas andalan, seperti batu bara melejit, didorong lonjakan harga di pasar internasional. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyatakan, ekspor Indonesia akan terus menguat menembus US$ 300 miliar pada 2024. Katalisnya adalah rencana pemerintah melarang ekspor tembaga, bauksit, dan timah, yang akan memicu hilirisasi tiga mineral ini. Ini akan menggenjot nilai tambah tiga komoditas itu dan mengerek ekspor. Sejauh ini, Indonesia menikmati booming ekspor akibat tingginya harga komoditas, sebagai imbas dari perang Rusia dan Ukraina. Indonesia adalah eksportir terbesar batu bara termal dan minyak sawit mentah serta eksportir utama timah, baja berbasis nikel, tembaga, dan karet. Berdasarkan laporan Channel News Asia mengutip pemberitaan Reuters, Senin (24/10), pemerintah melarang ekspor bijih nikel tahun 2020, yang mampu menarik investasi penghiliran nikel. Per September 2022, ekspor Indonesia melejit 33% menjadi US$ 219,3 miliar.

Luhut menjelaskan, pemerintah ingin mereplikasi hilirisasi nikel ke bauksit, tembaga, dan timah. "Tahun lalu, ekspor Indonesia mencapai US$ 232 miliar, sedangkan tahun ini bisa US$ 280 miliar, dan mungkin pada 2024, nilainya mencapai US$ 300 miliar lebih,” kata Luhut kepada Reuters. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 4,99 miliar pada September 2022, turun 12,4% dibandingkan bulan sebe[1]lumnya US$ 5,7 miliar. Nilai ekspor pada September 2022 mencapai US$ 24,8 miliar, sedangkan impor US$ 19,81 miliar. “Neraca perdagangan membukukan surplus selama 29 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga September 2022,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto, belum lama ini. Secara kumulatif, berdasarkan data BPS, neraca perdagangan barang selama Januari-September 2022 surplus sebesar US$ 39,87 miliar atau tumbuh 58,83% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada periode itu, ekspor tercatat sebesar US$ 219,35 miliar, meningkat 33,49%, sedangkan impor sebesar US$ 179,49 miliar, naik meningkat 28,93%. (Yoga)


Tags :
#Ekspor
Download Aplikasi Labirin :