;

Ekspor Bahan Baku Rumput Laut Akan Dibatasi

Lingkungan Hidup Yoga 26 Oct 2022 Kompas
Ekspor Bahan Baku
Rumput Laut Akan Dibatasi

Pemerintah berencana membatasi ekspor bahan baku rumput laut. Hilirisasi rumput laut akan didorong guna menghasilkan produk olahan rumput laut yang bernilai tambah. Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Rahmat Mulianda mengemukakan, tren global untuk pengembangan ekonomi biru atau pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan merupakan peluang bagi industri rumput laut Indonesia yang memiliki potensi pasar besar. Dari data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) 2018, potensi ekonomi biru secara global senilai 1,5 triliun USD per tahun dan diprediksi mencapai lebih dari 3 triliun USD pada tahun 2030. Ini, disebabkan pemanfaatan bahan laut untuk produksi pangan, kosmetik, dan obat makin meningkat.

Produksi rumput laut dunia mencapai 35,8 juta ton yang bersumber dari 49 negara. Dari jumlah itu, 27,86 % produksi datang dari Indonesia. Indonesia menempati peringkat kedua produsen rumput laut tropis setelah China. Namun, nilai ekspor rumput laut Indonesia masih rendah karena sebagian besar produk yang diekspor berupa bahan baku, yakni rumput laut kering. Dalam peta jalan rumput laut yang disusun Kemenko Bidang Perekonomian, penguatan industri hilir ditargetkan pada 2021, yakni 20 % ekspor berupa rumput laut olahan, namun, tidak tercapai karena ekspor produk olahan hanya 7 %.”Akan dikaji upaya mengurangi ekspor rumput laut kering dan memperkuat industri dalam negeri secara bertahap,” kata Rahmat, Selasa (25/10) di Jakarta. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :