;
Tags

Ekspor

( 1052 )

Ekspor Nonmigas Jabar di Bawah 5 Persen

KT3 19 Dec 2023 Kompas
Nilai ekspor nonmigas Jawa Barat dalam kurun Januari-Oktober 2023 mencapai 30,45 miliar dollar AS, atau kurang dari 5 persen dari total ekspor. Ketua Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Jabar Abdul Sobur, Senin (18/12/2023), menyatakan, Jabar memiliki potensi industri hijau yang cukup besar. ”Jika dimaksimalkan, kontribusi idealnya bisa 60 persen. Jabar memiliki lahan luas dan pelaku usaha yang kreatif sehingga punya potensi besar di sektor industri hijau,” katanya. (Yoga)

Batubara dan Sawit ”Gendong” Ekspor 2024

KT3 18 Dec 2023 Kompas

Batubara dan minyak sawit diperkirakan menopang ekspor Indonesia pada 2024. Meski demikian, total ekspor pada tahun depan diproyeksikan melambat sebagai dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi mitra dagang utama Indonesia. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede di Jakarta, Minggu (17/12) menyatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan memengaruhi ekspor Indonesia. Perlambatan di China dan AS sebagai mitra dagang utama Indonesia merupakan variabel utamanya. Mengutip data BPS, China menjadi tujuan 25,49 % dari total ekspor Indonesia pada Januari-November 2023.

Adapun ekspor ke AS, Jepang, dan Uni Eropa sebesar 9,54 %, 7,79 %, dan 6,84 %. Dengan demikian, melemahnya perekonomian negara-negara itu akan menurunkan permintaan mereka terhadap barang-barang dari Indonesia. Artinya, ekspor akan tertekan. Dalam situasi itu, Josua melanjutkan, ekspor Indonesia akan tertopang oleh komoditas batubara dan minyak sawit. Alasannya, harga kedua komoditas ini diperkirakan masih akan terjaga pada 2024. Adapun kinerja ekspor produk manufaktur akan melambat lantaran barang ini sifatnya bukan kebutuhan primer. ”Ini pentingnya juga mendorong investasi ke sektor manufaktur agar tercipta peningkatan kualitas dan daya saing sehingga ekspor sektor ini tetap bertumbuh,” ujar Josua. (Yoga)

Peluang dari Ekspor Sarung Tangan

HR1 16 Dec 2023 Kontan
Pengusaha asal Sumatera Utara, Hansen Jap kembali memboyong perusahaan miliknya ke lantai bursa. Setelah PT Haloni Jane Tbk (HALO), Hansen membawa PT Maja Agung Latexindo Tbk go public. Keduanya sama-sama bergelut di bisnis manufaktur sarung tangan lateks. Maja Agung Latexindo sendiri telah berdiri selama 35 tahun dan baru tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2023. Perusahaan yang menggunakan kode saham SURI ini berdiri sejak 1988 di Sumatera Utara. Direktur SURI, Engel Stefen mengatakan, kendati dikendalikan oleh pihak yang sama, secara operasional HALO dan SURI punya fokus berbeda. Target pasar HALO adalah penjualan dalam negeri, meskipun ada pula ekspor. "Kalau SURI fokusnya 100% ke pasar ekspor," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (13/12). Produk-produk sarung tangan lateks SURI menggunakan merek Shamrock, baik untuk segmen kesehatan, industri, dan sarung tangan khusus. Pasar yang dituju adalah Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Engel memaparkan, untuk pasar Amerika, SURI menyasar Amerika Serikat (AS) dan Amerika Selatan, seperti Paraguai, Brazil, dan Meksiko. Sedangkan di pasar Eropa, SURI fokus masuk ke Jerman lantaran standarisasi negara-negara Eropa berkiblat pada Jerman. Sementara fokus di Timur Tengah adalah Dubai. Dengan menjadi perusahaan terbuka, SURI punya peluang lebih besar untuk mendorong penetrasi pasar. Sebab go public dapat meningkatkan kelas perusahaan dengan good corporate government (GCG) dan mempermudah calon konsumen mengakses profil perusahaan. Dalam hajatan initial public offering (IPO), SURI melepas sebanyakbanyaknya 1,27 miliar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari aksi korporasi ini, SURI memperoleh dana IPO Rp 215,36 miliar. Rencananya sekitar 49,45% dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex). Lalu, sebesar 20,26% untuk pengembangan bangunan gudang, pabrik, dan kantor. Kemudian, 24,55% sisanya akan digunakan untuk penambahan dan remodifikasi mesin produksi yang dimiliki. Dengan membaiknya kondisi pengiriman, SURI juga menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun depan. Engel menyebut, SURI membidik pertumbuhan 30%-40% dari tahun ini. Dengan kata lain, pendapatan SURI tahun depan bisa mencapai Rp 140 miliar. Selain fokus pada penetrasi pasar, SURI juga berencana meningkatkan kapasitas produksi. Engel menyebut, saat ini perusahaan tengah membidik lokasi di daerah Kalimantan yang memiliki sumber daya karet yang besar.

China dan Amerika Lesu, Ekspor RI Terganggu

HR1 16 Dec 2023 Kontan
Kinerja ekspor RI ke depan berisiko tertekan. Terutama, akibat pelemahan ekonomi mitra dagang Indonesia, khususnya China dan Amerika Serikat (AS). Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor RI pada November 2023 hanya sebesar US$ 22 miliar atau turun 0,67% month on month (mtm). Penurunan tersebut terutama karena ekspor hasil minyak, besi dan baja, nikel, hingga ampas sisa industrial makanan yang melorot. Ekspor RI yang anjlok sejalan dengan pelemahan ekonomi China dan AS. Pasalnya, kedua negara ini merupakan mitra dagang utama RI dengan pangsa ekspor masing-masing sebesar 25,49% dan 9,54% terhadap ekspor nonmigas Januari-November 2024. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, kondisi pelemahan ekonomi China belum menunjukkan tanda-tanda berakhir di pengujung tahun ini. Sementara ekspor RI ke AS bulan lalu terkontraksi 7,49% yoy. Melemahnya ekonomi AS, menurut Sri Mulyani, lantaran tekanan fiskal masih tinggi. Bahkan, tabungan masyarakat AS tergerus akibat tingginya inflasi. Meski di sisi lain, tingkat bunga kemungkinan bertahan setelah naik signifikan di tahun ini. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, penurunan nilai impor pada November 2023 didorong oleh ekspor nikel ke China yang turun. Sebab, China merupakan importir terbesar produk nikel dari Indonesia. "Ekspor nikel menurun, selain karena harga lebih rendah, juga permintaan dari China yang relatif lebih lemah," kata Josua. Di sisi lain, impor diyakini akan menguat. Bukan melulu hal buruk, peningkatan impor menunjukkan, ada permintaan dalam negeri yang kuat. Sehingga, neraca transaksi berjalan sepanjang 2023 berpotensi berbalik defisit di kisaran 0,28%-0,00% dari produk domestik bruto (PDB). Ekonom Bank UOB Enrico Tanuwidjaja optimistis, tren surplus neraca perdagangan Indonesia akan bertahan selama beberapa waktu ke depan. Sebab, "Permintaan dari negara mitra dagang utama seperti India dan AS masih solid," terang Enrico, Jumat (15/12).

MENGGEDOR LAJU EKSPOR

HR1 16 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Performa kinerja dagang mengalami surplus meskipun melambat terdampak gejolak harga komoditas internasional dan bayang-bayang peningkatan laju pertumbuhan impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren surplus neraca perdagangan pada November 2023 mencapai US$2,41 miliar. Capaian itu lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, mengingat kinerja ekspor yang terkoreksi, sementara impor mengalami kenaikan.Ekspor sepanjang November 2023 mencapai US$22 miliar, turun 8,56% dibandingkan dengan November 2022. Jika dilihat secara bulanan nilai ekspor turun tipis sebesar 0,67%. Angka impor mencapai US$19,59 miliar, tumbuh 3,29% secara Year-on-Year (YoY).Impor yang tumbuh ini sejalan dengan meningkatnya angka Purchasing Manager’s Index(PMI) manufaktur dan strategi ketahanan ekonomi dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Angka PMI Manufaktur Indonesia naik dari 51,5 menjadi 51,7 pada November 2023, menandai peningkatan aktivitas pabrik selama 27 bulan berturut-turut, dengan produksi mengalami kenaikan paling signifi kan sejak Agustus 2023. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan nilai surplus neraca dagang Indonesia November 2023 turun US$1,07 miliar dibandingkan capaian bulan sebelumnya, yaitu sebesar US$3,48 miliar. Surplus neraca dagang ditopang oleh surplus komoditas non-migas sebesar US$4,62 miliar. Komoditas penyumbang surplus di antaranya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, hingga besi dan baja. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta W Kamdani menilai kinerja ekspor nasional saat masih terhitung relatif stabil dan berpotensi menciptakan surplus. Meski begitu masih diperlukan peningkatan kinerja ekspor produk bernilai tambah. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kadin Indonesia Chandra Wahjudi menilai, aturan dan perizinan yang sederhana menjadi sangat penting selain insentif. “Pemerintah juga dapat membantu membuka akses pasar di beberapa negara lain untuk produk unggulan,” katanya kepada Bisnis, Jumat (15/12).Dia juga berharap pemangkasan suku bunga the Fed dapat menjadi momentum untuk pertumbuhan perekonomian global, termasuk Indonesia. “Ini lebih rendah dibandingkan 2023 atau 2022 karena pelemahan ekonomi dunia di tahun depan. Ekonomi kan relatif stagnan, otomatis growth ekspor impor kita melemah,” kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad.

Surplus Neraca Dagang Bakal Menyusut

HR1 15 Dec 2023 Kontan
Kinerja ekspor menjelang akhir tahun diperkirakan melemah. Hal ini yang membuat neraca perdagangan masih akan mencetak surplus, namun nilainya menyusut. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, surplus neraca perdagangan Indonesia pada November senilai US$ 2,81 miliar, turun dari surplus pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 3,48 miliar. Menurut Josua, menurunnya surplus neraca perdagangan karena adanya penurunan pada kinerja ekspor. Ia memprediksi, ekspor Indonesia akan mengalami kontraksi sebesar 9,2% year on year (yoy) atau terkontraksi 1,23% secara bulanan atau month on month (mom) pada November 2023. Sementara itu, Josua memperkirakan, kinerja impor Indonesia akan sedikit tumbuh sebesar 0,57% yoy atau 2,13% mtm. Salah satunya ditandai oleh naiknya PMI Manufaktur Indonesia dari 51,5 menjadi 51,7 pada November 2023. Prediksi Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk Banjaran Surya Indrastomo, surplus neraca perdagangan November hanya US$ 3 miliar. Di satu sisi, kinerja ekspor melemah terutama karena melemahnya permintaan batubara. Di sisi lain, impor akan menguat sejalan persiapan menjelang akhir tahun. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita juga masih optimistis, surplus neraca perdagangan masih di kisaran US$ 2,7 miliar hingga US$ 3 miliar. Ia memperkirakan, nilai ekspor senilai US$ 23 miliar hingga US$ 23,5 miliar, meningkat 5,74% mtm. Sementara nilai impor diperkirakan di rentang US$ 20 miliar hingga US$ 20,5 miliar, naik 9,8% mtm. Namun Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, surplus neraca perdagangan akan menyusut menjadi hanya US$ 1,9 miliar pada November. Hitungan dia, nilai ekspor akan terkontraksi 12,33% yoy dan terkontraksi 4,62% mtm. Di sisi lain, impor diperkirakan naik tipis 1,33% yoy dan 2,9% mtm.

Ekspor Industri Kreatif Capai US$ 17 Miliar

KT1 13 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita menerangkan, sektor industri kreatif memiliki kinerja yang baik. Terlihat dari realisasi  nilai tambah industri kreatif memiliki kinerja yang baik. Terlihat dari realisasi nilai  tambah industri kreatif yang mencapai Rp1,05 triliun pada kuartal III-2023, atau telah mencapai 82,1% dari target 2023 sebesar Rp 1,28 triliun. Selain itu, kinerja ekspor industri kreatif  pada kuartal III-2023 mencatat nilai sebesar US$ 17,4 miliar, dengan subsektor fesyen menyumbang hingga US$ 9,88 miliar dan subsektor kriya menyumbang US$ 6,26 miliar. Dia mengatakan, hasil tersebut merupakan sebuah capaian yang membanggakan dan menunjukkan bahwa prospek industri kreatif di Indonesia semakin besar. "Kami berharap pembinaan yang diberikan melalui program ini dapat menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh, menjaga jaringan informasi dan komunikasi antar peserta dan nara sumber, serta menjadi penggerak ekonomi ditengah masyarakat dan menjadi contoh bagi pelaku industri fesyen dan kriya," ujar Reni.   (Yetede)

Kodok dari Sumsel Diminati Pasar Eropa

KT3 09 Dec 2023 Kompas
Kodok dari Sumsel mendapatkan tempat tersendiri di pasar Eropa, antara lain Perancis, Belgia, dan Denmark. Namun, karena tergantung dari tangkapan di alam, volume ekspor kodok masih terbatas dan cenderung menurun dalam dua tahun terakhir. ”Kodok dari Sumsel ini sudah sering diekspor, antara lain ke Perancis. Kodok berpotensi besar menjadi primadona ekspor dari Sumsel karena geografinya yang sebagian besar berupa  lahan rawa. Tetapi, kita jangan terus bergantung pada tangkapan alam karena lama-lama bisa habis. Jadi, kami sarankan Sumsel bisa mengembangkan budidayanya,” ujar Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean dalam pelepasan ekspor di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Sumsel, Jumat (8/12). Kodok diekspor dalam bentuk olahan berupa paha kodok beku. Kali ini, kodok diekspor ke Perancis dengan nilai  Rp 2,3 miliar, relatif besar dan menarik untuk terus dikembangkan. Apalagi, persyaratan ekspor itu relatif tidak sulit, yakni tinggal menjaga standar kelayakan konsumsi. 

”Kalau dalam bentuk hidup, banyak aspek yang harus dipenuhi, seperti kesehatan atau penyakitnya,” kata Sahat. Pengendali Hama Penyakit Ikan Ahli Muda, Balai Karantina Ikan Palembang, Mardian menuturkan, kodok yang diekspor itu berasal dari genus Fejervarya yang banyak hidup di sawah dan lahan rawa, antara lain di kawasan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, di seputaran Ogan Komering Ilir, dan Palembang. Ekspor produk olahan kodok itu sudah dilakukan Sumsel sejak 1980-an dan hampir setiap bulan. Negara tujuan ekspor sebagian besar di Eropa, seperti Perancis, Belgia, dan Denmark. Karena kodok berasal dari tangkapan alam, volume ekspor produk olahan kodok bergantung pada musim. Musim kemarau panjang tahun ini, volume ekspor pun turun. Pada 2022, ada 26 pengiriman ke Perancis, Belgia, dan Denmark sebesar 446,412 kg senilai Rp 55,66 miliar. Per 8 Desember 2023, turun menjadi 245,646 kg senilai Rp 53,235 miliar dari 25 pengiriman ke Perancis dan Belgia. (Yoga)

Aturan Devisa Ekspor Dievaluasi Lagi

HR1 04 Dec 2023 Kontan
Pemerintah memperpanjang masa evaluasi penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan dan Pengolahan Sumber Daya Alam. Perpanjangan masa eveluasi ini untuk menampung masukan para pelaku usaha atau eksportir terkait beleid tersebut. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, evaluasi kebijakan ini akan berlangsung dalam tiga bulan ke depan sejak November 2023 hingga hingga Februari 2024. Ia meyakini perpanjangan evaluasi akan meningkatkan kepatuhan eksportir untuk menyimpan DHE dalam sistem keuangan dalam negeri minimal selama tiga bulan. Dari catatan pemerintah, berdasarkan hasil evaluasi oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan, telah terjadi peningkatan ekspor SDA sejak Juli 2023 yang diikuti kenaikan pendapatan pada rekening khusus (reksus). Selain itu, pangsa ekspor SDA mengalami peningkatan hingga di atas 60%. Lebih lanjut, penerimaan DHE SDA pada rekening khusus turut mendorong peningkatan penyaluran kredit valas bank dan dana pihak ketiga (DPK) valas bank, sejalan dengan penempatan DHE ke deposito valas bank. Adapun penerimaan DHE SDA pada Agustus 2023 mencapai  US$ 10,5 miliar, kemudian pada September 2023 turun tipis menjadi  US$  9 miliar dan pada Oktober 2023 kembali naik menjadi sebesar US$ 10,2 miliar. Sementara nilai yang ditempatkan mencapai  US$ 2,7 miliar pada Agustus 2023, sebesar US$ 2,3 miliar pada September 2023, dan  US$ 2,9 miliar pada Oktober 2023. "Harusnya persentase penempatan sebesar 30% dari nilai penerimaan, namun saat ini kisarannya di angka 25% hingga 29%," tambah Susiwijono. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, tingkat kepatuhan aturan PP No. 36/2023 sudah baik. Menurut catatannya, yang tidak patuh hanya sekitar 1% saja. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, pemerintah masih perlu mendengar masukan atau keluhan pengusaha karena kemungkinan ada faktor lain yang menyebabkan penempatan DHE SDA masih minim. Sebab, insentif yang diberikan pemerintah seharusnya menarik bagi pengusaha. Sementara itu, Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi menilai, agar penerapan DHE SDA berjalan sesuai harapan, perlu ada insentif tambahan bagi pengusaha. Misalnya diskon pajak penghasilan (PPh) bunga dari penempatan DHE bisa diperbesar atau jangka waktu yang lebih menarik.

Jutaan Benur Ilegal Mengalir ke Vietnam

KT3 02 Dec 2023 Kompas

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan, kebutuhan benih bening lobster di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun. Seluruh kebutuhan itu dipenuhi oleh benih bening lobster ilegal hasil selundupan dari Indonesia. Pengetatan patroli dan kerja sama industri tengah diupayakan untuk menghentikan penyelundupan tersebut. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Laksamana Muda Adin Nurawaluddin menyatakan, larangan ekspor benih bening lobster atau benur belum berjalan optimal. Benur diselundupkan melalui jalur darat, laut, dan udara, dan hingga kini terus berlangsung.

”Industri Vietnam mengakui semua benur berasal dari Indonesia. Padahal, Indonesia tidak membolehkan ekspor benur. Jadi, bisa disimpulkan, industri di Vietnam mendapatkan pasokan benur secara ilegal,” kata Adin di Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau, saat membuka Operasi Terkoordinasi Pengawasan dan Penindakan Penyelundupan Benih Bening Lobster, Jumat (1/12). Ia menambahkan, permintaan benur untuk industri pembesaran lobster di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun. Dengan asumsi penyelundup benur mendapat keuntungan Rp 5.000 hingga Rp 50.000 per ekor benur, penyelundupan itu menghilangkan potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berkisar Rp 3 triliun hingga Rp 30 triliun per tahun. (Yoga)