;

Surplus Neraca Dagang Bakal Menyusut

Ekonomi Hairul Rizal 15 Dec 2023 Kontan
Surplus Neraca Dagang Bakal Menyusut
Kinerja ekspor menjelang akhir tahun diperkirakan melemah. Hal ini yang membuat neraca perdagangan masih akan mencetak surplus, namun nilainya menyusut. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, surplus neraca perdagangan Indonesia pada November senilai US$ 2,81 miliar, turun dari surplus pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 3,48 miliar. Menurut Josua, menurunnya surplus neraca perdagangan karena adanya penurunan pada kinerja ekspor. Ia memprediksi, ekspor Indonesia akan mengalami kontraksi sebesar 9,2% year on year (yoy) atau terkontraksi 1,23% secara bulanan atau month on month (mom) pada November 2023. Sementara itu, Josua memperkirakan, kinerja impor Indonesia akan sedikit tumbuh sebesar 0,57% yoy atau 2,13% mtm. Salah satunya ditandai oleh naiknya PMI Manufaktur Indonesia dari 51,5 menjadi 51,7 pada November 2023. Prediksi Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk Banjaran Surya Indrastomo, surplus neraca perdagangan November hanya US$ 3 miliar. Di satu sisi, kinerja ekspor melemah terutama karena melemahnya permintaan batubara. Di sisi lain, impor akan menguat sejalan persiapan menjelang akhir tahun. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita juga masih optimistis, surplus neraca perdagangan masih di kisaran US$ 2,7 miliar hingga US$ 3 miliar. Ia memperkirakan, nilai ekspor senilai US$ 23 miliar hingga US$ 23,5 miliar, meningkat 5,74% mtm. Sementara nilai impor diperkirakan di rentang US$ 20 miliar hingga US$ 20,5 miliar, naik 9,8% mtm. Namun Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, surplus neraca perdagangan akan menyusut menjadi hanya US$ 1,9 miliar pada November. Hitungan dia, nilai ekspor akan terkontraksi 12,33% yoy dan terkontraksi 4,62% mtm. Di sisi lain, impor diperkirakan naik tipis 1,33% yoy dan 2,9% mtm.
Download Aplikasi Labirin :