Ekspor
( 1052 )Kinerja Ekspor Nonmigas RI Terus Menurun
Kinerja ekspor nonmigas Indonesia terus turun sejak akhir
2022. Penurunan kinerja itu lebih dipengaruhi turunnya nilai ekspor ketimbang
volume.Halitu tidak terlepas dari tren penurunan harga komoditas ekspor unggulan
RI, terutama batubara dan CPO. Kendati demikian, Indonesia tetap perlu terus
menjaga kinerja ekspor di tengah perlambatan pertumbuhan perdagangan yang
diperkirakan terjadi hingga akhir tahun ini. Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia
Pasifik (APEC) menyebutkan, inflasi, konflik geopolitik, perubahan iklim, dan
restriksi dagang masih menjadi penghambat pertumbuhan perdagangan kawasan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji
Ismartini, Rabu (15/11) mengatakan, sejumlah lembaga dan organisasi
internasional memprediksi tren penurunan ekspor barang dan jasa bakal terjadi
di negara-negara berkembang. Hal ini sudah tergambar di Indonesia. Salah satu
indikasinya adalah tren penurunan ekspor barang nonmigas Indonesia yang terjadi
sejak akhir 2022. Pada Januari-Oktober 2023, total ekspor nonmigas Indonesia
senilai 201,25 miliar USD, turun 12,74 % dibandingkan periode sama 2022.
Komoditas penyumbang penurunan ekspor tersebut adalah bahan bakar mineral,
terutama batubara, serta lemak dan minyak hewani/nabati, terutama minyak sawit.
”Penurunan kinerja itu lebih dipengaruhi turunnya nilai ekspor ketimbang
volume. Nilai ekspor turun disebabkan penurunan harga batubara dan CPO,”
ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. (Yoga)
Ekspor Benih Lobster Dinilai Minim Kajian
Rencana pemerintah melegalkan ekspor benih bening lobster,
antara lain, untuk memetik manfaat nilai ekspor benih bagi penerimaan negara
bukan pajak. Namun, kebijakan itu dinilai tidak didukung data riil stok benih. Saat
ini, berdasarkan Permen Kelautan dan Perikanan (KP) No 17 Tahun 2021 tentang
Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan
(Portunus spp) di Wilayah Negara Republik Indonesia, ekspor benih lobster
dilarang. Namun, dalam draf Rancangan Permen KP tentang Penangkapan, Pembudidayaan,
dan Pengelolaan Lobster (Panulirus spp), Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan
(Portunus spp), ekspor benih bening lobster bisa dilakukan. Pasal 6 Ayat 1a
dalam draf itu menyebutkan, investor selain dapat mengekspor benih ke luar
negeri, juga melakukan aktivitas pembudidayaan di Indonesia. Rancangan aturan
itu kini dalam tahap konsultasi publik.
Menteri KP, Sakti Wahyu Trenggono mengemukakan, rencana
untuk membuka kembali keran ekspor benih bening lobster sedang dikaji, antara
lain guna menggali potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Di samping
itu, pemerintah mengundang investor asal Vietnam untuk pengembangan budidaya
lobster di Indonesia. Ekspor lobster hasil budidaya di Vietnam pada tahun 2022
mencapai nilai 2,5 miliar USD, dengan sumber benih lobster semuanya berasal
dari Indonesia. Jumlah benih lobster yang dipasok ke Vietnam setiap tahun
mencapai 400 juta-600 juta benih, dengan harga benih rata-rata 2 USD per ekor.
Itu mengindikasikan nilai ekspor benih lobster asal Indonesia yang
diselundupkan ke Vietnam mencapai 1,2 miliar USD per tahun.
Manajer Kampanye Pesisir dan Laut Eksekutif Nasional Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Parid Ridwanuddin, menyoroti rencana membuka
ekspor benih bening lobster tidak sejalan dengan kondisi pemanfaatan lobster
yang berada di status ”merah”. ”KKP sampai sekarang tidak bisa menjelaskan
kepada publik mengenai data stok benih bening lobster yang ada di perairan di
Indonesia. Ketiadaan data ini menimbulkan pertanyaan besar masyarakat. Jika
pemerintah serius, seharusnya persoalan data bisa diselesaikan,” ujar Parid. (Yoga)
Lampung Ekspor 4.180 Ton Nanas ke China
Ekspor Udang RI Hadapi Tuduhan Dumping AS
Ekspor produk udang Indonesia terkena tuduhan praktik dumping
dan praktik subsidi di pasar AS. Hal itu dinilai perlu segera disikapi agar
perdagangan komoditas unggulan perikanan itu tidak terganjal di negara tujuan
utama ekspor. Dumping merupakan sistem penjualan barang di luar negeri dengan harga
lebih murah. Tuduhan dumping dilayangkan Asosiasi Pengolah Udang Amerika (ASPA)
melalui petisi pada Oktober 2023. ASPA juga menyebut program subsidi Pemerintah
Ekuador, India, Indonesia, dan Vietnam memberikan manfaat bagi produsen dan
pengolah udang, termasuk subsidi pinjaman, pajak, hibah, dan kredit ekspor. Terkait tuduhan itu, ASPA mengajukan petisi
pengenaan bea masuk antidumping atas impor udang dari eksportir yang didapati
melakukan praktik dumping serta bea masuk imbalan (CVD) untuk mengimbangi
subsidi atas seluruh ekspor udang dari Ekuador, India, Indonesia, dan Vietnam.
Petisi tersebut diajukan ke Departemen Perdagangan AS (DOC)
dan Komisi Perdagangan Internasional AS. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan
Ternak (GPMT) Deny Mulyono, di Jakarta, Jumat (3/11) mengemukakan, dua tuduhan yang
diperkarakan, yaitu praktik dumping dan subsidi, tengah direspons melalui koordinasi
yang melibatkan Kemendag, KKP, asosiasi-asosiasi pelaku usaha perikanan, serta pengacara.
Deny mengemukakan, AS merupakan negara tujuan utama ekspor udang Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait harus solid
dalam membuktikan bahwa tuduhan petisi
tersebut tidak tepat. Jika upaya diplomasi gagal, bea masuk tambahan yang dike-
nakan pasar AS bakal menghancurkan daya saing ekspor udang Indonesia. (Yoga)
Pinang Lampung Diekspor ke Arab Saudi
Batam Ekspor Listrik ke Singapura
EKSPOR JATENG : Optimalisasi Tanjung Emas Didorong
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan segera mencari solusi agar eksportir dapat mengoptimalkan Pelabuhan Tanjung Emas sebagai pintu perdagangan. Pasalnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng mencatat ekspor yang melewati pelabuhan di Jawa baru mencapai angka 67,18%. Selebihnya, ekspor Jateng melalui pelabuhan di provinsi lainnya. Bila diperinci, sekitar 30,47% ekspor asal Jateng justru keluar melalui pelabuhan di wilayah Jakarta. Sebagian kecil produk ekspor lainnya melewati pelabuhan di Jawa Timur. Kepala Disperindag Jateng Ratna Kawuri mengakui 30% ekspor Jateng keluar melewati Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. “Nanti kami petakan, kenapa masih 30% lewat Jakarta. Apakah kapasitas terpasang kita yang kurang, ataukah memang karakter-karakter produk kita yang memang lebih cepat atau ketersediaan shipment-nya ini juga sangat memengaruhi,” jelas Ratna. Sementara itu, Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPE) Jateng Ade Siti Muksodah menyebutkan bahwa selama ini pelabuhan di Jateng masih belum memenuhi kebutuhan para eksportir. Ade menambahkan, eksportir juga menghadapi dilema lantaran tak sedikit buyer yang meminta pengiriman produk lewat Jakarta. “Karena langsung ke negara tujuannya. Ada kapal yang ke sana. Kalau kita sebagai feeder.”
Transaksi Sementara TEI Sentuh Rp 401,5 Triliun
Trade Expo Indonesia atau TEI 2023 yang digelar secara luring pada 18-22 Oktober 2023 mampu membukukan transaksi sementara 25,3 miliar USD atau Rp 401,5 triliun. Transaksi diperkirakan akan terus bertambah mengingat pameran perdagangan internasional itu juga digelar secara daring hingga 18 Desember 2023. TEI 2023 digelar secara luring di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Adapun secara daring, TEI diselenggarakan dengan konsep laman interaktif berbasis katalog elektronik melalui www.tradex-poindonesia.com pada 18 Oktober-18 Desember 2023. Mendag Zulkifli Hasan, Minggu (22/10) mengatakan, dari transaksi sementaraTEI 2023 itu,transaksi perdagangan barang dan jasa mencapai 22,49 miliar USD dan investasi senilai 2,81 miliar USD.
”Transaksi itu melebihi target tahun ini yang sebesar 11 miliar USD. Transaksi tersebut juga tidak sekadar transaksi barang, tetapi juga jasa dan investasi di bidang alat kesehatan dan kerja sama pendidikan dengan China senilai 2,81 miliar USD,” kata Zulkifli dalam konferensi pers yang digelar di ICE BSD. Berdasarkan data Kemendag, lima negara yang membukukan transaksi terbesar dalam TEI 2023 adalah China senilai 8,391 miliar USD, Malaysia 6,288 miliar USD, India 6,227 miliar USD, Vietnam 811,28 juta USD, dan Belanda 696,28 juta USD. Adapun produk-produk Indonesia yang paling diminati adalah batubara, kimia dan kimia organik, industri strategis, elektronik, dan makanan olahan. (Yoga)
PAMERAN PERDAGANGAN, TEI Jadi Upaya Redam Penurunan Ekspor
Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 merupakan salah satu upaya pemerintah meredam penurunan kinerja ekspor nasional setelah tren kenaikan harga komoditas berakhir. Melalui pameran perdagangan internasional itu, pembeli dari negara lain didatangkan baik langsung maupun tidak langsung atau secara daring. TEI 2023 juga menjadi ajang bagi pemerintah memperkuat ekosistem perdagangan dan industri nasional dengan mendorong pengembangan pendidikan vokasi di kedua sector tersebut. Kemendag menggelar ajang itu secara luring pada 18-22 Oktober 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Adapun secara daring, TEI akan diselenggarakan dengan konsep laman interaktif berbasis katalog elektronik melalui www.tradexpoindonesia.com.
Kemendag menargetkan TEI 2023 dapat menjaring 25.000 pengunjung secara luring dan 33.000 pengunjung secara daring. Transaksinya diharapkan dapat mencapai 11 miliar USD atau Rp 173,4 triliun (kurs Rp 15.731 per USD). Pada hari pertama pameran tersebut, 99 kontrak dagang senilai 4,9 miliar USD telah diraih dari misi pembelian pelaku usaha dari 18 negara. Lima transaksi terbesar berasal dari India dengan nilai kontrak 3,3 miliar USD, Belanda 630,71 juta USD, Jepang 326,90 juta USD, Malaysia 232,69 juta USD, dan AS 220 juta USD. Terdapat juga kontrak dagang dengan pembeli dari negara ekspor nontradisional, seperti Brasil senilai 11,2 juta USD, Afsel 4,37 juta USD, Mesir 553.440 USD, dan Hongaria 80.000 USD. Komoditas Indonesia yang termasuk dalam kontrak dagang itu, antara lain, minyak sawit, makanan dan minuman, kertas, furnitur, panel surya, produk perikanan, batubara, produk kelapa, produk perawatan pribadi, dan kopi. (Yoga)
Ekspor Benih Lobster demi Pembudidaya
Arik Hari Wibowo, Fungsional Utama Analis Aquakultur Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Cirebon, Jawa Barat, Senin (16/10/2023), mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan merancang regulasi untuk membuka lagi ekspor benih bening lobster. Dimana kebijakan itu dilakukan demi mengembangkan lobster dalam negeri dan memacu masyarakat untuk membudidayakannya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Volume Perdagangan Kripto Rp 859,4 Triliun
19 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
KKP Gencar Promosikan Kontrak Penangkapan Ikan
19 Feb 2022









