;
Tags

Ekspor

( 1055 )

Transaksi Sementara TEI Sentuh Rp 401,5 Triliun

KT3 23 Oct 2023 Kompas

Trade Expo Indonesia atau TEI 2023 yang digelar secara luring pada 18-22 Oktober 2023 mampu membukukan transaksi sementara 25,3 miliar USD atau Rp 401,5 triliun. Transaksi diperkirakan akan terus bertambah mengingat pameran perdagangan internasional itu juga digelar secara daring hingga 18 Desember 2023. TEI 2023 digelar secara luring di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Adapun secara daring, TEI diselenggarakan dengan konsep laman interaktif berbasis katalog elektronik melalui www.tradex-poindonesia.com pada 18 Oktober-18 Desember 2023. Mendag Zulkifli Hasan, Minggu (22/10) mengatakan, dari transaksi sementaraTEI 2023 itu,transaksi perdagangan barang dan jasa mencapai 22,49 miliar USD dan investasi senilai 2,81 miliar USD.

”Transaksi itu melebihi target tahun ini yang sebesar 11 miliar USD. Transaksi tersebut juga tidak sekadar transaksi barang, tetapi juga jasa dan investasi di bidang alat kesehatan dan kerja sama pendidikan dengan China senilai 2,81 miliar USD,” kata Zulkifli dalam konferensi pers yang digelar di ICE BSD. Berdasarkan data Kemendag, lima negara yang membukukan transaksi terbesar dalam TEI 2023 adalah China senilai 8,391 miliar USD, Malaysia 6,288 miliar USD, India 6,227 miliar USD, Vietnam 811,28 juta USD, dan Belanda 696,28 juta USD. Adapun produk-produk Indonesia yang paling diminati adalah batubara, kimia dan kimia organik, industri strategis, elektronik, dan makanan olahan. (Yoga)

PAMERAN PERDAGANGAN, TEI Jadi Upaya Redam Penurunan Ekspor

KT3 20 Oct 2023 Kompas

Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 merupakan salah satu upaya pemerintah meredam penurunan kinerja ekspor nasional setelah tren kenaikan harga komoditas berakhir. Melalui pameran perdagangan internasional itu, pembeli dari negara lain didatangkan baik langsung maupun tidak langsung atau secara daring. TEI 2023 juga menjadi ajang bagi pemerintah memperkuat ekosistem perdagangan dan industri nasional dengan mendorong pengembangan pendidikan vokasi di kedua sector tersebut. Kemendag menggelar ajang itu secara luring pada 18-22 Oktober 2023 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Adapun secara daring, TEI akan diselenggarakan dengan konsep laman interaktif berbasis katalog elektronik melalui www.tradexpoindonesia.com.

Kemendag menargetkan TEI 2023 dapat menjaring 25.000 pengunjung secara luring dan 33.000 pengunjung secara daring. Transaksinya diharapkan dapat mencapai 11 miliar USD atau Rp 173,4 triliun (kurs Rp 15.731 per USD). Pada hari pertama pameran tersebut, 99 kontrak dagang senilai 4,9 miliar USD telah diraih dari misi pembelian pelaku usaha dari 18 negara. Lima transaksi terbesar berasal dari India dengan nilai kontrak 3,3 miliar USD, Belanda 630,71 juta USD, Jepang 326,90 juta USD, Malaysia 232,69 juta USD, dan AS 220 juta USD. Terdapat juga kontrak dagang dengan pembeli dari negara ekspor nontradisional, seperti Brasil senilai 11,2 juta USD, Afsel 4,37 juta USD, Mesir 553.440 USD, dan Hongaria 80.000 USD. Komoditas Indonesia yang termasuk dalam kontrak dagang itu, antara lain, minyak sawit, makanan dan minuman, kertas, furnitur, panel surya, produk perikanan, batubara, produk kelapa, produk perawatan pribadi, dan kopi. (Yoga)

Ekspor Benih Lobster demi Pembudidaya

KT3 17 Oct 2023 Kompas

Arik Hari Wibowo, Fungsional Utama Analis Aquakultur Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian  Kelautan dan Perikanan (KKP), di Cirebon, Jawa Barat, Senin (16/10/2023), mengatakan, Kementerian  Kelautan dan Perikanan merancang  regulasi untuk membuka lagi ekspor benih bening lobster. Dimana kebijakan itu dilakukan demi mengembangkan lobster dalam negeri dan memacu masyarakat untuk membudidayakannya. (Yoga)

STRUKTUR PDB : PENGHILIRAN BAYANGI EKSPOR KOMODITAS

HR1 17 Oct 2023 Bisnis Indonesia

Kebijakan penghiliran untuk menciptakan nilai tambah bagi ekonomi nasional melahirkan risiko baru, yakni terbatasnya investasi dan rapuhnya struktur produk domestik bruto karena ekspor yang dipengaruhi oleh harga komoditas. Musababnya, saat ini ekspor na-sional masih berkutat pada komoditas bernilai tambah rendah yang pergerakan harganya amat dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global. Di sisi lain, kebijakan penghiliran sumber daya alam (SDA) yang diiringi dengan penghentian ekspor sejumlah komoditas mendapatkan kritik dan pertentangan dari sejumlah negara di dunia.Tak pelak, aktivitas ekspor pun terkendala sehingga berimbas pada terbatasnya laju produk domestik bruto (PDB). Demikian pula dengan investasi pada sektor penghiliran atau komoditas. Sejalan dengan itu, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan atau United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dari 4,6% menjadi 4,2%.UNCTAD dalam Laporan Trade and Development Report 2023 yang dirilis pekan lalu, memandang aksi Indonesia yang menggeser pola pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya yang bertumpu permintaan swasta ke sektor yang lebih berorientasi ekspor, memang mampu memacu PDB cukup solid. Menurut UNCTAD, negara berkembang termasuk Indonesia perlu mencari pasar baru untuk memacu kinerja ekspor.Sementara itu, kalangan ekonom menyarankan kepada pemerintah untuk memacu aliran modal baik dari dalam maupun luar negeri ke sektor usaha yang memiliki nilai tambah tinggi. Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengatakan hingga saat ini Indonesia masih mengandalkan komoditas untuk memacu ekspor, terutama komoditas bernilai rendah.

Sinyal Investasi & Ekspor Melemah di Akhir Tahun

HR1 17 Oct 2023 Kontan
Satu lagi indikator ekonomi Indonesia menjelang akhir tahun bakal tersendat. Tantangan itu terutama berasal dari sisi investasi maupun ekspor, yang merupakan penyumbang produk domestik bruto (PDB) nasional. Lihat saja, kinerja ekspor maupun impor pada September 2023 kembali menurun. Bahkan, nilai impor menyusut lebih dalam dibandingkan penurunan nilai ekspor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor September mencapai US$ 20,76 miliar atau turun 5,63% month to month (mtm) dan menyusut 16,17% year on year (yoy). Secara bulanan, pelemahan ekspor dipicu segmen lemak dan minyak hewan (HS 15) yang turun 20,54% mtm. Secara tahunan, "(Penurunan ekspor) melanjutkan tren sejak awal 2023, terutama disebabkan harga komoditas unggulan di pasar global yang lebih rendah dari tahun lalu," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Amalia Adininggar, Senin (16/10). Sementara itu, nilai impor September sebesar US$ 17,34 miliar. Angka ini turun 8,15% mtm dan terkontraksi 12,45% yoy. Penurunan nilai impor dialami semua kelompok penggunaan, dengan penurunan terbesar pada impor barang konsumsi. Catatan BPS, impor barang konsumsi turun 22,19% mtm menjadi US$ 1,67 miliar. Penyebab utamanya adalah penurunan impor komoditas mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya, kendaraan dan bagiannya, serta serealia. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menghitung, nilai impor di sepanjang kuartal III-2023 terkontraksi hingga 11,9% yoy. Terutama, penurunan impor barang modal. "Penurunan impor barang modal disebabkan lemahnya permintaan eksternal sehingga peningkatan kapasitas produksi terbatas," kata dia, kemarin.

Pasar Ekspor Jaga Kantong MYOR

HR1 12 Oct 2023 Kontan

Sebagai perusahaan consumers goods, kinerja bisnis dan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tergantung pada kekuatan daya beli konsumen dan penetrasi pasarnya. Oleh karena itu, Analis Phillip Sekuritas Helen Vincentia menilai, pemulihan pasar ekspor, penjajakan pasar baru, peluncuran produk baru, dan harga bahan baku yang lebih stabil akan menjadi katalis bagi bisnis MYOR. MYOR berencana memperluas jangkauan pasar regional ke Afrika dan Timur Tengah. Saat ini, MYOR dalam proses mendirikan kantor pemasaran dan menyiapkan izin tenaga kerja di kawasan tersebut. Selain itu, MYOR meluncurkan produk baru dalam kategori coklat setelah menunda peluncuran produk baru pada kuartal II-2023 karena lemahnya daya beli konsumen. MYOR merilis produk coklat dengan merek Dark Wonder. Produk baru ini masih dalam uji pasar dan saat ini hanya tersedia di gerai ritel tertentu di Jakarta. Dalam riset yang dirilis pada  27 September 2023, Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika Putri mengatakan, berdasarkan pengecekan harga eceran produk tersebut yang Rp 29.900 per kemasan, harga tersebut lebih rendah dari kompetitornya, yakni Ritter Sport. Penjualan GT tersebut menghasilkan pertumbuhan lebih dari 20% secara tahunan pada Juli 2023 dan kenaikan secara bulanan yang kuat pada Agustus 2023. Pertumbuhan penjualan didorong efek restocking, dimulainya kembali kegiatan sekolah, dan liburan yang lebih singkat. Momentum penjualan domestik yang kuat akan tetap terjaga dengan potensi kenaikan konsumsi di kuartal IV. "Secara musiman, kuartal IV selalu mencatatkan tingkat pencapaian pendapatan tertinggi, sekitar 28%-29% dari pendapatan setahun penuh," ucap Putu. 

Mutiara Indonesia Makin Tak Terjangkau

KT3 11 Oct 2023 Kompas

Indonesia tercatat sebagai penghasil terbesar komoditas mutiara laut selatan (south sea pearl) di dunia. Mutiara asal Indonesia dikenal dengan mutiara berwarna emas dan putih. Selama ini, mutiara laut itu diekspor gelondongan dalam bentuk butiran. Selain Indonesia, mutiara laut selatan juga dihasilkan oleh Australia, Filipina, dan Myanmar. Selama pandemi, ekspor mutiara laut selatan asal Indonesia sempat merosot. Namun, sejak tahun 2022 ekspor mutiara laut terus melesat dengan nilai fantastis. Permintaan konsumen dunia semakin besar, terutama dari China, Korea Selatan, dan India. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), volume ekspor mutiara pada tahun 2022 sebesar 13.493 kg atau naik 300 % dibandingkan masa pandemi. Adapun nilai ekspor mutiara tahun 2022 sebesar 54,65 juta USD, melampaui masa sebelum pandemi. Sementara itu, selama Januari-Agustus 2023, ekspor komoditas mutiara laut Indonesia mencapai 7.132 kg dengan nilai 74,47 juta USD.

”Harga jual mutiara saat ini merupakan tertinggi sepanjang sejarah budidaya mutiara. Nilai jual diprediksi masih akan terus naik karena permintaan dunia besar, sedangkan produksi (mutiara) masih terbatas” kata pemilik CV Rosario Mutiara di Jakarta, Ambrosius Kengrry Retanubun, saat dihubungi, Senin (9/10). Sebagai ilustrasi, harga gelondongan mutiara kualifikasi terbaik, yakni kelas AAA berukuran 8-12 milimeter (mm), menembus 200-300 USD per gram. Adapun mutiara kelas AAA berukuran 12-15 mm, laku dijual seharga 500 USD per gram. Sementara itu, harga mutiara kualitas rendah berkisar 30 USD per gram. Mutiara kelas rendah itu pun dinilai laku keras. Apabila dijadikan perhiasan, harga sepasang anting mutiara laut selatan berukuran 8 mm mencapai Rp 10,5 juta. Harga itu jauh lebih mahal dibandingkan sepasang anting mutiara air tawar asal China yang dibanderol di kisaran Rp 3 juta-Rp 4 juta. (Yoga)

Bom Buatan Malang Tembus Pasar Ekspor

KT3 09 Oct 2023 Kompas
Bom latih P-100P (Practice) produksi PT Sari Bahari asal Malang, Jawa Timur, menembus pasar ekspor. Pada Agustus 2023, 500 bom dikirim ke Vietnam. Selain diekspor, bom dengan tingkat kandungan dalam negeri 82,77 persen ini juga telah dipakai TNI Angkatan Udara. Jumlahnya mencapai 10.000 unit sejak dipakai tahun 2007. General Manager PT Sari Bahari Putra Prathama Nugraha, Sabtu (7/10/2023), mengatakan, ekspor perdana ke Vietnam menjadi bukti bom dalam negeri ini diakui dunia. (Yoga)

Inacraft Targetkan Transaksi Rp 50 Miliar

KT3 05 Oct 2023 Kompas

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia menargetkan, pameran International Handicraft Trade Fair atau Inacraft edisi Oktober 2023 meraup transaksiRp 50 miliar dalam 5 hari pameran. Pameran ini juga diharapkan bisa menggaet kontrak dagang ekspor senilai 1 juta USD. Ketua Umum Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft (Asephi) Muchsin Ridjan, dalam pembukaan Inacraft edisi Oktober 2023, Rabu (4/10) di Balai Sidang Jakarta, mengatakan, semangat Inacraft masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu meningkatkan daya saing UMKM nasional.

Kategori barang yang ditampilkan pada 4-8 Oktober 2023, tetap mengusung material lokal, misalnya, serat alam, kayu, logam, dan keramik. ”Seusai pandemi Covid-19, tepatnya tahun 2022, kami menggelar Inacraf dua edisi dalam setahun. Edisi April dan Oktober. Ini karena permintaan menggelar pameran tinggi,” ujarnya. Inacraft edisi Oktober 2023 ini diikuti 772 gerai anggota Asephi, 21 binaan badan usaha milik negara, 18 binaan dinas, dan peserta internasional. Luas total area pameran mencapai 18.700 meter persegi. (Yoga) 

PEMBENTUKAN SATGAS : TUGAS BESAR GENJOT EKSPOR

HR1 29 Sep 2023 Bisnis Indonesia

Upaya pemerintah mengangkat performa ekspor terus dilakukan dengan membentuk satuan tugas lintas kementerian. Adanya satuan tugas harapannya mampu memperpendek birokrasi dan mengakselerasi arus perdagangan ke luar negeri.  Pembentukan satuan tugas atau satgas untuk meningkatkan ekspor nasional ditetapkan lewat Keputusan Presiden (Keppres) No. 24/2023 tentang Satuan Tugas Peningkatan Ekspor Nasional.Satuan Tugas (satgas) Peningkatan Ekspor Nasional terdiri dari tim pengarah dan tim pelaksana. Bertindak sebagai tim pengarah dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pembentukan satgas tersebut menjadi satu upaya koordinasi di tengah terobosan pemerintah melakukan penataan ekspor, khususnya di komoditas pertambangan. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo menekankan keinginan Indonesia untuk mengurangi ekspor bahan mentah dan melakukan kegiatan penghiliran di dalam negeri.Jika melihat tren ekspor Indonesia dalam kurun 4 tahun terakhir, nilai ekspor Indonesia meningkat. Sampai dengan Agustus 2023, Indonesia mencatatkan nilai ekspor US$171,52 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama 2022, saat itu nilai ekspor mencapai US$195,57 miliar.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Keppres tersebut akan memperkuat berbagai upaya dan strategi pemerintah untuk lebih meningkatkan kinerja ekspor Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah juga akan terus memperluas informasi mengenai peluang pasar bagi eksportir dan mendorong peran aktif para Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) sebagai marketing produk ekspor Indonesia di luar negeri. Dalam perkembangan lain, Indonesia mempromosikan sejumlah proyek clean and clear (CnC) yang telah terkurasi bagi investor China pada Indonesia-China Business Forum yang digelar pada Selasa (26/9).Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa terdapat empat fokus sektor yang diminati investor China adalah energi terbarukan, proyek di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), infrastruktur transportasi, dan industri kendaraan listrik. Pembentukan Satgas Peningkatan Ekspor diperlukan untuk melakukan koordinasi lintas kementerian/lembaga untuk mengerek kinerja ekspor Tanah Air. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa dalam negosiasi untuk negara tujuan ekspor serta penentuan tarif sehingga produk apa saja yang dapat diekspor, perlu koordinasi oleh kementerian dan lembaga terkait.  Untuk itu, Yusuf melihat setidaknya dua strategi ekspor yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah. Pertama, mengandalkan negara tujuan utama ekspor tetapi dengan melakukan diversifikasi produk hasil hilirisasi yang diekspor. Kedua, melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor. Artinya ekspor tidak hanya difokuskan kepada negara-negara tujuan utama, juga ke negara-negara lain yang punya potensi pasar yang relatif baik bagi ekspor produk Indonesia.