Ekspor
( 1052 )STRUKTUR PDB : PENGHILIRAN BAYANGI EKSPOR KOMODITAS
Kebijakan penghiliran untuk menciptakan nilai tambah bagi ekonomi nasional melahirkan risiko baru, yakni terbatasnya investasi dan rapuhnya struktur produk domestik bruto karena ekspor yang dipengaruhi oleh harga komoditas.
Musababnya, saat ini ekspor na-sional masih berkutat pada komoditas bernilai tambah rendah yang pergerakan harganya amat dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global. Di sisi lain, kebijakan penghiliran sumber daya alam (SDA) yang diiringi dengan penghentian ekspor sejumlah komoditas mendapatkan kritik dan pertentangan dari sejumlah negara di dunia.Tak pelak, aktivitas ekspor pun terkendala sehingga berimbas pada terbatasnya laju produk domestik bruto (PDB). Demikian pula dengan investasi pada sektor penghiliran atau komoditas.
Sejalan dengan itu, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan atau United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dari 4,6% menjadi 4,2%.UNCTAD dalam Laporan Trade and Development Report 2023 yang dirilis pekan lalu, memandang aksi Indonesia yang menggeser pola pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya yang bertumpu permintaan swasta ke sektor yang lebih berorientasi ekspor, memang mampu memacu PDB cukup solid.
Menurut UNCTAD, negara berkembang termasuk Indonesia perlu mencari pasar baru untuk memacu kinerja ekspor.Sementara itu, kalangan ekonom menyarankan kepada pemerintah untuk memacu aliran modal baik dari dalam maupun luar negeri ke sektor usaha yang memiliki nilai tambah tinggi. Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengatakan hingga saat ini Indonesia masih mengandalkan komoditas untuk memacu ekspor, terutama komoditas bernilai rendah.
Sinyal Investasi & Ekspor Melemah di Akhir Tahun
Pasar Ekspor Jaga Kantong MYOR
Sebagai perusahaan consumers goods, kinerja bisnis dan saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tergantung pada kekuatan daya beli konsumen dan penetrasi pasarnya. Oleh karena itu, Analis Phillip Sekuritas Helen Vincentia menilai, pemulihan pasar ekspor, penjajakan pasar baru, peluncuran produk baru, dan harga bahan baku yang lebih stabil akan menjadi katalis bagi bisnis MYOR. MYOR berencana memperluas jangkauan pasar regional ke Afrika dan Timur Tengah. Saat ini, MYOR dalam proses mendirikan kantor pemasaran dan menyiapkan izin tenaga kerja di kawasan tersebut. Selain itu, MYOR meluncurkan produk baru dalam kategori coklat setelah menunda peluncuran produk baru pada kuartal II-2023 karena lemahnya daya beli konsumen. MYOR merilis produk coklat dengan merek Dark Wonder. Produk baru ini masih dalam uji pasar dan saat ini hanya tersedia di gerai ritel tertentu di Jakarta. Dalam riset yang dirilis pada 27 September 2023, Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika Putri mengatakan, berdasarkan pengecekan harga eceran produk tersebut yang Rp 29.900 per kemasan, harga tersebut lebih rendah dari kompetitornya, yakni Ritter Sport. Penjualan GT tersebut menghasilkan pertumbuhan lebih dari 20% secara tahunan pada Juli 2023 dan kenaikan secara bulanan yang kuat pada Agustus 2023. Pertumbuhan penjualan didorong efek restocking, dimulainya kembali kegiatan sekolah, dan liburan yang lebih singkat. Momentum penjualan domestik yang kuat akan tetap terjaga dengan potensi kenaikan konsumsi di kuartal IV. "Secara musiman, kuartal IV selalu mencatatkan tingkat pencapaian pendapatan tertinggi, sekitar 28%-29% dari pendapatan setahun penuh," ucap Putu.
Mutiara Indonesia Makin Tak Terjangkau
Indonesia tercatat sebagai penghasil terbesar komoditas
mutiara laut selatan (south sea pearl) di dunia. Mutiara asal Indonesia dikenal
dengan mutiara berwarna emas dan putih. Selama ini, mutiara laut itu diekspor
gelondongan dalam bentuk butiran. Selain Indonesia, mutiara laut selatan juga
dihasilkan oleh Australia, Filipina, dan Myanmar. Selama pandemi, ekspor
mutiara laut selatan asal Indonesia sempat merosot. Namun, sejak tahun 2022
ekspor mutiara laut terus melesat dengan nilai fantastis. Permintaan konsumen dunia
semakin besar, terutama dari China, Korea Selatan, dan India. Berdasarkan data
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), volume ekspor mutiara pada tahun 2022
sebesar 13.493 kg atau naik 300 % dibandingkan masa pandemi. Adapun nilai
ekspor mutiara tahun 2022 sebesar 54,65 juta USD, melampaui masa sebelum
pandemi. Sementara itu, selama Januari-Agustus 2023, ekspor komoditas mutiara
laut Indonesia mencapai 7.132 kg dengan nilai 74,47 juta USD.
”Harga jual mutiara saat ini merupakan tertinggi sepanjang
sejarah budidaya mutiara. Nilai jual diprediksi masih akan terus naik karena
permintaan dunia besar, sedangkan produksi (mutiara) masih terbatas” kata pemilik
CV Rosario Mutiara di Jakarta, Ambrosius Kengrry Retanubun, saat dihubungi,
Senin (9/10). Sebagai ilustrasi, harga gelondongan mutiara kualifikasi terbaik,
yakni kelas AAA berukuran 8-12 milimeter (mm), menembus 200-300 USD per gram.
Adapun mutiara kelas AAA berukuran 12-15 mm, laku dijual seharga 500 USD per
gram. Sementara itu, harga mutiara kualitas rendah berkisar 30 USD per gram.
Mutiara kelas rendah itu pun dinilai laku keras. Apabila dijadikan perhiasan,
harga sepasang anting mutiara laut selatan berukuran 8 mm mencapai Rp 10,5
juta. Harga itu jauh lebih mahal dibandingkan sepasang anting mutiara air tawar
asal China yang dibanderol di kisaran Rp 3 juta-Rp 4 juta. (Yoga)
Bom Buatan Malang Tembus Pasar Ekspor
Inacraft Targetkan Transaksi Rp 50 Miliar
Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia menargetkan,
pameran International Handicraft Trade Fair atau Inacraft edisi Oktober 2023
meraup transaksiRp 50 miliar dalam 5 hari pameran. Pameran ini juga diharapkan
bisa menggaet kontrak dagang ekspor senilai 1 juta USD. Ketua Umum Asosiasi
Eksportir dan Produsen Handicraft (Asephi) Muchsin Ridjan, dalam pembukaan
Inacraft edisi Oktober 2023, Rabu (4/10) di Balai Sidang Jakarta, mengatakan,
semangat Inacraft masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu meningkatkan
daya saing UMKM nasional.
Kategori barang yang ditampilkan pada 4-8 Oktober 2023,
tetap mengusung material lokal, misalnya, serat alam, kayu, logam, dan keramik.
”Seusai pandemi Covid-19, tepatnya tahun 2022, kami menggelar Inacraf dua edisi
dalam setahun. Edisi April dan Oktober. Ini karena permintaan menggelar pameran
tinggi,” ujarnya. Inacraft edisi Oktober 2023 ini diikuti 772 gerai anggota Asephi,
21 binaan badan usaha milik negara, 18 binaan dinas, dan peserta internasional.
Luas total area pameran mencapai 18.700 meter persegi. (Yoga)
PEMBENTUKAN SATGAS : TUGAS BESAR GENJOT EKSPOR
Upaya pemerintah mengangkat performa ekspor terus dilakukan dengan membentuk satuan tugas lintas kementerian. Adanya satuan tugas harapannya mampu memperpendek birokrasi dan mengakselerasi arus perdagangan ke luar negeri.
Pembentukan satuan tugas atau satgas untuk meningkatkan ekspor nasional ditetapkan lewat Keputusan Presiden (Keppres) No. 24/2023 tentang Satuan Tugas Peningkatan Ekspor Nasional.Satuan Tugas (satgas) Peningkatan Ekspor Nasional terdiri dari tim pengarah dan tim pelaksana. Bertindak sebagai tim pengarah dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pembentukan satgas tersebut menjadi satu upaya koordinasi di tengah terobosan pemerintah melakukan penataan ekspor, khususnya di komoditas pertambangan. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Joko Widodo menekankan keinginan Indonesia untuk mengurangi ekspor bahan mentah dan melakukan kegiatan penghiliran di dalam negeri.Jika melihat tren ekspor Indonesia dalam kurun 4 tahun terakhir, nilai ekspor Indonesia meningkat. Sampai dengan Agustus 2023, Indonesia mencatatkan nilai ekspor US$171,52 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama 2022, saat itu nilai ekspor mencapai US$195,57 miliar.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Keppres tersebut akan memperkuat berbagai upaya dan strategi pemerintah untuk lebih meningkatkan kinerja ekspor Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah juga akan terus memperluas informasi mengenai peluang pasar bagi eksportir dan mendorong peran aktif para Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) sebagai marketing produk ekspor Indonesia di luar negeri. Dalam perkembangan lain, Indonesia mempromosikan sejumlah proyek clean and clear (CnC) yang telah terkurasi bagi investor China pada Indonesia-China Business Forum yang digelar pada Selasa (26/9).Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa terdapat empat fokus sektor yang diminati investor China adalah energi terbarukan, proyek di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), infrastruktur transportasi, dan industri kendaraan listrik.
Pembentukan Satgas Peningkatan Ekspor diperlukan untuk melakukan koordinasi lintas kementerian/lembaga untuk mengerek kinerja ekspor Tanah Air. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa dalam negosiasi untuk negara tujuan ekspor serta penentuan tarif sehingga produk apa saja yang dapat diekspor, perlu koordinasi oleh kementerian dan lembaga terkait.
Untuk itu, Yusuf melihat setidaknya dua strategi ekspor yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah. Pertama, mengandalkan negara tujuan utama ekspor tetapi dengan melakukan diversifikasi produk hasil hilirisasi yang diekspor. Kedua, melakukan diversifikasi negara tujuan ekspor. Artinya ekspor tidak hanya difokuskan kepada negara-negara tujuan utama, juga ke negara-negara lain yang punya potensi pasar yang relatif baik bagi ekspor produk Indonesia.
Komoditas Ekspor Terdampak
Kekeringan panjang akibat dampak El Nino tidak hanya
memengaruhi produksi beras. Fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi
normal itu juga akan menyebabkan penurunan produksi dan harga komoditas ekspor
Indonesia, seperti CPO, karet, dan kopi. Berdasarkan kajian Tim Ekonom PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk, El Nino dapat memengaruhi sejumlah komoditas perkebunan
yang diekspor Indonesia dan Malaysia. Untuk CPO, misalnya, El Nino ekstrem
dapat menurunkan produksi komoditas itu pada 3-6 bulan ke depan. ”Dengan asumsi
dasar tidak ada faktor lain yang memengaruhi (cateris paribus), produksi CPO
diperkirakan dapat turun 3-7 % dan harganya dapat naik sekitar 4-10 %,” kata Vice
President for Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani, Selasa
(26/9) di Jakarta.
Selain CPO, El Nino juga akan memengaruhi 60 % tanaman kopi
Indonesia. BPS mencatat, pada 2022, perkebunan dan produksi kopi di Indonesia
masing-masing seluas 1,25 juta hektar dan sebanyak 794.800 ton. Begitu juga
karet. Merujuk data BPS dan Statista, luas perkebunan dan produksi karet Indonesia
pada 2022 masing-masing 3,83 juta hektar dan 3,14 juta ton. Menurut Dendi,
penurunan produksi kopi diperkirakan bisa mencapai 15-20 % karena lebih
sensitif terhadap cuaca. Adapun karet, penurunan produksinya relatif kecil,
diperkirakan sekitar 2 %. ”Harga karet alam pada 2023 dan 2024 akan relatif
stabil, masing-masing diperkirakan 1,5 USD per kg dan 1,6 USD per kg. Sementara
harga kopi bisa meningkat sekitar 15 %,” ujarnya. (Yoga)
Menanti Sepak Terjang Satgas Peningkatan Eskpor
Ambisi Indocement jadi Pemain Semen Global
Pilihan Editor
-
Orang Kaya Singapura Akan Dikenai Pajak
19 Feb 2022 -
Membabat Para Penentang
19 Feb 2022 -
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022









