;

Sinyal Investasi & Ekspor Melemah di Akhir Tahun

Ekonomi Hairul Rizal 17 Oct 2023 Kontan
Sinyal Investasi & Ekspor Melemah di Akhir Tahun
Satu lagi indikator ekonomi Indonesia menjelang akhir tahun bakal tersendat. Tantangan itu terutama berasal dari sisi investasi maupun ekspor, yang merupakan penyumbang produk domestik bruto (PDB) nasional. Lihat saja, kinerja ekspor maupun impor pada September 2023 kembali menurun. Bahkan, nilai impor menyusut lebih dalam dibandingkan penurunan nilai ekspor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor September mencapai US$ 20,76 miliar atau turun 5,63% month to month (mtm) dan menyusut 16,17% year on year (yoy). Secara bulanan, pelemahan ekspor dipicu segmen lemak dan minyak hewan (HS 15) yang turun 20,54% mtm. Secara tahunan, "(Penurunan ekspor) melanjutkan tren sejak awal 2023, terutama disebabkan harga komoditas unggulan di pasar global yang lebih rendah dari tahun lalu," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Amalia Adininggar, Senin (16/10). Sementara itu, nilai impor September sebesar US$ 17,34 miliar. Angka ini turun 8,15% mtm dan terkontraksi 12,45% yoy. Penurunan nilai impor dialami semua kelompok penggunaan, dengan penurunan terbesar pada impor barang konsumsi. Catatan BPS, impor barang konsumsi turun 22,19% mtm menjadi US$ 1,67 miliar. Penyebab utamanya adalah penurunan impor komoditas mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya, kendaraan dan bagiannya, serta serealia. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menghitung, nilai impor di sepanjang kuartal III-2023 terkontraksi hingga 11,9% yoy. Terutama, penurunan impor barang modal. "Penurunan impor barang modal disebabkan lemahnya permintaan eksternal sehingga peningkatan kapasitas produksi terbatas," kata dia, kemarin.
Tags :
#Ekspor
Download Aplikasi Labirin :