;

Komoditas Ekspor Terdampak

Lingkungan Hidup Yoga 27 Sep 2023 Kompas
Komoditas Ekspor Terdampak

Kekeringan panjang akibat dampak El Nino tidak hanya memengaruhi produksi beras. Fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal itu juga akan menyebabkan penurunan produksi dan harga komoditas ekspor Indonesia, seperti CPO, karet, dan kopi. Berdasarkan kajian Tim Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, El Nino dapat memengaruhi sejumlah komoditas perkebunan yang diekspor Indonesia dan Malaysia. Untuk CPO, misalnya, El Nino ekstrem dapat menurunkan produksi komoditas itu pada 3-6 bulan ke depan. ”Dengan asumsi dasar tidak ada faktor lain yang memengaruhi (cateris paribus), produksi CPO diperkirakan dapat turun 3-7 % dan harganya dapat naik sekitar 4-10 %,” kata Vice President for Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani, Selasa (26/9) di Jakarta.

Selain CPO, El Nino juga akan memengaruhi 60 % tanaman kopi Indonesia. BPS mencatat, pada 2022, perkebunan dan produksi kopi di Indonesia masing-masing seluas 1,25 juta hektar dan sebanyak 794.800 ton. Begitu juga karet. Merujuk data BPS dan Statista, luas perkebunan dan produksi karet Indonesia pada 2022 masing-masing 3,83 juta hektar dan 3,14 juta ton. Menurut Dendi, penurunan produksi kopi diperkirakan bisa mencapai 15-20 % karena lebih sensitif terhadap cuaca. Adapun karet, penurunan produksinya relatif kecil, diperkirakan sekitar 2 %. ”Harga karet alam pada 2023 dan 2024 akan relatif stabil, masing-masing diperkirakan 1,5 USD per kg dan 1,6 USD per kg. Sementara harga kopi bisa meningkat sekitar 15 %,” ujarnya. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :