Komoditas Ekspor Terdampak
Kekeringan panjang akibat dampak El Nino tidak hanya
memengaruhi produksi beras. Fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi
normal itu juga akan menyebabkan penurunan produksi dan harga komoditas ekspor
Indonesia, seperti CPO, karet, dan kopi. Berdasarkan kajian Tim Ekonom PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk, El Nino dapat memengaruhi sejumlah komoditas perkebunan
yang diekspor Indonesia dan Malaysia. Untuk CPO, misalnya, El Nino ekstrem
dapat menurunkan produksi komoditas itu pada 3-6 bulan ke depan. ”Dengan asumsi
dasar tidak ada faktor lain yang memengaruhi (cateris paribus), produksi CPO
diperkirakan dapat turun 3-7 % dan harganya dapat naik sekitar 4-10 %,” kata Vice
President for Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani, Selasa
(26/9) di Jakarta.
Selain CPO, El Nino juga akan memengaruhi 60 % tanaman kopi
Indonesia. BPS mencatat, pada 2022, perkebunan dan produksi kopi di Indonesia
masing-masing seluas 1,25 juta hektar dan sebanyak 794.800 ton. Begitu juga
karet. Merujuk data BPS dan Statista, luas perkebunan dan produksi karet Indonesia
pada 2022 masing-masing 3,83 juta hektar dan 3,14 juta ton. Menurut Dendi,
penurunan produksi kopi diperkirakan bisa mencapai 15-20 % karena lebih
sensitif terhadap cuaca. Adapun karet, penurunan produksinya relatif kecil,
diperkirakan sekitar 2 %. ”Harga karet alam pada 2023 dan 2024 akan relatif
stabil, masing-masing diperkirakan 1,5 USD per kg dan 1,6 USD per kg. Sementara
harga kopi bisa meningkat sekitar 15 %,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023