Peluang dari Ekspor Sarung Tangan
Pengusaha asal Sumatera Utara, Hansen Jap kembali memboyong perusahaan miliknya ke lantai bursa. Setelah PT Haloni Jane Tbk (HALO), Hansen membawa PT Maja Agung Latexindo Tbk go public. Keduanya sama-sama bergelut di bisnis manufaktur sarung tangan lateks. Maja Agung Latexindo sendiri telah berdiri selama 35 tahun dan baru tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Desember 2023. Perusahaan yang menggunakan kode saham SURI ini berdiri sejak 1988 di Sumatera Utara. Direktur SURI, Engel Stefen mengatakan, kendati dikendalikan oleh pihak yang sama, secara operasional HALO dan SURI punya fokus berbeda. Target pasar HALO adalah penjualan dalam negeri, meskipun ada pula ekspor. "Kalau SURI fokusnya 100% ke pasar ekspor," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (13/12). Produk-produk sarung tangan lateks SURI menggunakan merek Shamrock, baik untuk segmen kesehatan, industri, dan sarung tangan khusus. Pasar yang dituju adalah Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Engel memaparkan, untuk pasar Amerika, SURI menyasar Amerika Serikat (AS) dan Amerika Selatan, seperti Paraguai, Brazil, dan Meksiko. Sedangkan di pasar Eropa, SURI fokus masuk ke Jerman lantaran standarisasi negara-negara Eropa berkiblat pada Jerman. Sementara fokus di Timur Tengah adalah Dubai. Dengan menjadi perusahaan terbuka, SURI punya peluang lebih besar untuk mendorong penetrasi pasar. Sebab go public dapat meningkatkan kelas perusahaan dengan good corporate government (GCG) dan mempermudah calon konsumen mengakses profil perusahaan. Dalam hajatan initial public offering (IPO), SURI melepas sebanyakbanyaknya 1,27 miliar saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari aksi korporasi ini, SURI memperoleh dana IPO Rp 215,36 miliar. Rencananya sekitar 49,45% dana IPO akan digunakan untuk belanja modal (capex). Lalu, sebesar 20,26% untuk pengembangan bangunan gudang, pabrik, dan kantor. Kemudian, 24,55% sisanya akan digunakan untuk penambahan dan remodifikasi mesin produksi yang dimiliki. Dengan membaiknya kondisi pengiriman, SURI juga menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun depan. Engel menyebut, SURI membidik pertumbuhan 30%-40% dari tahun ini. Dengan kata lain, pendapatan SURI tahun depan bisa mencapai Rp 140 miliar. Selain fokus pada penetrasi pasar, SURI juga berencana meningkatkan kapasitas produksi. Engel menyebut, saat ini perusahaan tengah membidik lokasi di daerah Kalimantan yang memiliki sumber daya karet yang besar.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023