Jutaan Benur Ilegal Mengalir ke Vietnam
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan,
kebutuhan benih bening lobster di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun.
Seluruh kebutuhan itu dipenuhi oleh benih bening lobster ilegal hasil
selundupan dari Indonesia. Pengetatan patroli dan kerja sama industri tengah diupayakan
untuk menghentikan penyelundupan tersebut. Dirjen Pengawasan Sumber Daya
Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Laksamana Muda Adin Nurawaluddin menyatakan,
larangan ekspor benih bening lobster atau benur belum berjalan optimal. Benur
diselundupkan melalui jalur darat, laut, dan udara, dan hingga kini terus berlangsung.
”Industri Vietnam mengakui semua benur berasal dari
Indonesia. Padahal, Indonesia tidak membolehkan ekspor benur. Jadi, bisa
disimpulkan, industri di Vietnam mendapatkan pasokan benur secara ilegal,” kata
Adin di Pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau, saat membuka Operasi
Terkoordinasi Pengawasan dan Penindakan Penyelundupan Benih Bening Lobster,
Jumat (1/12). Ia menambahkan, permintaan benur untuk industri pembesaran
lobster di Vietnam mencapai 600 juta ekor per tahun. Dengan asumsi penyelundup
benur mendapat keuntungan Rp 5.000 hingga Rp 50.000 per ekor benur, penyelundupan
itu menghilangkan potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berkisar Rp
3 triliun hingga Rp 30 triliun per tahun. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023