;

MENGGEDOR LAJU EKSPOR

Ekonomi Hairul Rizal 16 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)
MENGGEDOR LAJU EKSPOR

Performa kinerja dagang mengalami surplus meskipun melambat terdampak gejolak harga komoditas internasional dan bayang-bayang peningkatan laju pertumbuhan impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren surplus neraca perdagangan pada November 2023 mencapai US$2,41 miliar. Capaian itu lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, mengingat kinerja ekspor yang terkoreksi, sementara impor mengalami kenaikan.Ekspor sepanjang November 2023 mencapai US$22 miliar, turun 8,56% dibandingkan dengan November 2022. Jika dilihat secara bulanan nilai ekspor turun tipis sebesar 0,67%. Angka impor mencapai US$19,59 miliar, tumbuh 3,29% secara Year-on-Year (YoY).Impor yang tumbuh ini sejalan dengan meningkatnya angka Purchasing Manager’s Index(PMI) manufaktur dan strategi ketahanan ekonomi dalam menghadapi perlambatan ekonomi global. Angka PMI Manufaktur Indonesia naik dari 51,5 menjadi 51,7 pada November 2023, menandai peningkatan aktivitas pabrik selama 27 bulan berturut-turut, dengan produksi mengalami kenaikan paling signifi kan sejak Agustus 2023. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan nilai surplus neraca dagang Indonesia November 2023 turun US$1,07 miliar dibandingkan capaian bulan sebelumnya, yaitu sebesar US$3,48 miliar. Surplus neraca dagang ditopang oleh surplus komoditas non-migas sebesar US$4,62 miliar. Komoditas penyumbang surplus di antaranya bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, hingga besi dan baja. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta W Kamdani menilai kinerja ekspor nasional saat masih terhitung relatif stabil dan berpotensi menciptakan surplus. Meski begitu masih diperlukan peningkatan kinerja ekspor produk bernilai tambah. Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kadin Indonesia Chandra Wahjudi menilai, aturan dan perizinan yang sederhana menjadi sangat penting selain insentif. “Pemerintah juga dapat membantu membuka akses pasar di beberapa negara lain untuk produk unggulan,” katanya kepada Bisnis, Jumat (15/12).Dia juga berharap pemangkasan suku bunga the Fed dapat menjadi momentum untuk pertumbuhan perekonomian global, termasuk Indonesia. “Ini lebih rendah dibandingkan 2023 atau 2022 karena pelemahan ekonomi dunia di tahun depan. Ekonomi kan relatif stagnan, otomatis growth ekspor impor kita melemah,” kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad.

Tags :
#Ekspor
Download Aplikasi Labirin :