Emas
( 196 )Incar Pabrikan Emas, Pajak Pangkas PPh & PPN
Pemerintah memangkas tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) atas penjualan emas dan jasa yang terkait. Langkah ini dilakukan pemerintah agar semakin banyak pelaku usaha perhiasan emas masuk dalam sistem perpajakan.
Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 48 Tahun 2023. Beleid itu mengatur,
pertama
, pengusaha kena pajak (PKP) pabrikan emas perhiasan wajib memungut PPN 1,1% dari harga jual untuk penyerahan kepada pabrikan emas perhiasan lainnya dan pedagang emas perhiasan, atau 1,65% dari harga jual untuk penyerahan ke konsumen akhir.
Sementara PKP pedagang emas perhiasan wajib memungut PPN 1,1% dari harga jual jika memiliki faktur pajak atau dokumen lengkap atas perolehan/impor emas perhiasan, atau 1,65% dari harga jual jika tidak memilikinya.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Dwi Astuti mengatakan, tarif tersebut turun jika dibandingkan aturan sebelumnya, yakni PMK No. 30 Tahun 2014. Sebelumnya, penyerahan emas perhiasan oleh PKP pabrikan dan PKP pedagang emas perhiasan terutang PPN 10% dikali dasar pengenaan pajak berupa nilai lain sebesar 20% dari harga jual atau penggantian. Dengan demikian, tarif efektifnya 2% dari harga jual.
Kedua, pabrikan dan pedagang emas perhiasan juga wajib memungut PPh Pasal 22 0,25% dari harga jual. Menurut Dwi, pengenaan PPh Pasal 22 dikecualikan untuk penjualan emas perhiasan ke konsumen akhir, wajib pajak (WP) yang dikenai PPh final cfm. PP-55/2022, atau WP yang memiliki Surat Keterangan Bebas (SKB) pemungutan PPh.
Ketiga, sama seperti emas perhiasan, pengusaha emas batangan juga wajib memungut PPh 22 sebesar 0,25% dari harga jual. Kebijakan ini dikecualikan untuk penjualan emas batangan kepada konsumen akhir, WP yang dikenai PPh final cfm. PP-55/2022, atau WP yang memiliki SKB pemungutan PPh.
Harga Emas Menuju Rekor Baru
Harga emas masih melesat di tengah meredanya risiko resesi global. Di pasar spot, instrumen yang digadang sebagai
safe haven
ini tertahan di US$ 2.040 per ons troi, pada Kamis (13/4). Level ini menjadi level tertinggi sejak 8 Maret 2022.
Per pukul 20.41 WIB kemarin, harga emas spot memang kembali terkoreksi 1,95% ke US$ 2.027 per ons troi. Tapi bila dihitung sejak awal tahun, harga emas sudah naik 8,61%. Harga emas masih berpeluang mendekati level tertinggi sepanjang masa di 6 Agustus 2020, yakni US$ 2.063 per ons troi.
Sedangkan harga emas logam mulia Antam juga menguat 0,84% ke Rp 1.084.000 per gram, dengan harga
buyback
Rp 973.000 per gram. Harga ini hanya berbeda Rp 13.000 dari harga
all time high
emas Antam yang diraih pada 24 Maret 2023 lalu di Rp 1.096.000.
Chief Analyst
DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, kenaikan signifikan pada harga emas ke atas level US$ 2.000 didorong meredanya inflasi, terutama di Amerika Serikat (AS). Kondisi ini menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) lebih lanjut.
Tambah lagi, pengajuan klaim pengangguran di AS pekan lalu naik menjadi 239.000 dari 228.000 sepekan sebelumnya. Ini menjadi sinyal kondisi pasar tenaga kerja AS mengendur. Salah satu penyebabnya, biaya pinjaman yang lebih tinggi mengurangi permintaan dalam perekonomian.
Harga Emas Menyepuh Laba Antam
Kemilau harga emas bakal memoles bisnis PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tahun ini. Apalagi, ANTM tengah menggarap proyek pengembangan ekosistem nikel yang akan jadi sumber pendapatan berkelanjutan.
Equity Analyst OCBC Sekuritas Olivia Laura Anggita memperkirakan, harga emas akan tetap tinggi seiring permintaan domestik. Namun, produksi emas ANTM akan mendatar di tahun ini. Ini karena kapasitas produksi tambang Cibaliung sudah mulai menipis.
Sepanjang tahun lalu, kontribusi penjualan emas pada total pendapatan ANTM mencapai Rp 31,62 triliun. Angka ini naik dari tahun sebelumnya Rp 25,94 triliun. Sepanjang tahun lalu, pendapatan ANTM mencapai sebesar Rp 45,93 triliun, naik 19,5% secara tahunan.
Olivia mengatakan, pada tahun ini, dengan tren kenaikan harga emas dan potensi peningkatan volume penjualan bijih nikel, maka margin laba ANTM bisa meningkat. Emiten pelat merah ini menargetkan bisa menjual bijih nikel sebanyak 8 juta ton di tahun ini, atau tumbuh 15,9% secara tahunan.
Analis Ciptadana Sekuritas Thomas Radityo juga sepakat, dengan tren kenaikan harga emas, maka pendapatan ANTM di tahun ini akan lebih mentereng. Di tahun lalu, kinerja ANTM sangat baik, didukung peningkatan volume penjualan emas dan naiknya harga jual rata-rata feronikel.
Kedua faktor ini mampu mengimbangi penurunan volume penjualan feronikel sebesar 6,9% menjadi 24.210 ton dan penurunan penjualan bijih nikel sebesar 9% menjadi seberat 7 juta ton.
Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, ANTM juga diuntungkan perkembangan industri kendaraan listrik, mengingat ANTM sebagai salah satu produsen berbagai bahan bakunya.
Emas Kian Mengkilap Akibat Bank AS Kolaps
Ketidakpastian ekonomi global membuat harga emas kembali mengkilap. Akhir pekan lalu, harga emas spot mencapai level tertinggi dalam setahun. Sedang harga emas logam mulia produksi Antam melejit ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Jumat (17/3) pekan lalu, harga emas spot ditutup di US$ 1.989 per ons troi. Posisi harga tersebut naik 5,74% dari harga di akhir pekan sebelumnya, US$ 1.880 per ons troi.
Emas batangan Antam Sabtu (18/3) dihargai sebesar Rp 1.088.000 per gram. Harga ini naik dari Sabtu (11/3) yang sebesar Rp 1.049.000 per gram dan Rp 1.020.000 per gram pada Rabu (8/3).
Chief Analyst
DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, secara fundamental, permintaan emas memang tengah naik. Sejak tahun lalu bank-bank sentral dunia aktif melakukan pembelian. Efeknya, kepemilikan emas mencapai rekor di tahun 2022. Pada tahun 2022, permintaan dari bank sentral mencapai 1.136 ton, angka ini naik 152% dari tahun sebelumnya. Pembelian terbesar dilakukan oleh Turki dan China.
Jadi, menurut analis, kenaikan harga emas saat ini didorong oleh kekhawatiran atas krisis perbankan, mulai dari keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB) hingga Credit Suisse. Semua ini menandakan dampak negatif kebijakan moneter ketat The Fed.
Founder
Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono menegaskan, kondisi saat ini akan berujung pada penyelamatan. Bank sentral berpotensi kembali mencetak uang, yang membuat mata uang tak lagi bernilai. Dalam kondisi seperti saat ini, investor menilai emas sebagai aset aman alias
Ketidakpastian Meningkat, Emas Kembali Jadi Pilihan
Pelaku pasar mulai berlarian ke aset non dollar Amerika Serikat (AS) pasca kejatuhan Silicon Valley Bank (SVB). Emas menjadi salah satu aset pilihan.
Efeknya, harga emas meroket dan kembali menembus US$ 1.900 per ons troi. Per pukul 20.50 WIB kemarin, harga emas di pasar spot bertengger di 1.904,24 per ons troi, naik 1,93% dari hari sebelumnya. Ini level tertinggi harga emas dalam sebulan.
Usai kabar kejatuhan SVB beredar, investor dan penulis kenamaan, Robert T Kiyosaki, membuat cuitan di Twitter yang menyarankan investor masuk emas. Ia memprediksi masih ada satu bank lagi akan kolaps. Ketika bank ini kolaps, harga emas akan melesat.
Chief Analyst
DCFX Futures Lukman Leong menambahkan, selain kasus SVB, harga emas melejit karena permintaan dari bank sentral seperti China, Turki dan Rusia masih kuat. "Singapura pada Januari 2023 ikut menambah 30% kepemilikan emas," kata dia, kemarin (13/3).
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menyebut, kejatuhan SVB membuat kenaikan suku bunga AS jadi sulit diprediksi dan memicu ketidakpastian. Prediksi sejumlah lembaga keuangan, The Fed hanya menaikkan suku bunga sebesar 25 bps alih-alih 50 bps.
Ada Potensi Resesi, Ini Bisa Jadi Kesempatan Membeli Emas
Harga emas Antam terus mendaki tinggi. Investor dipersilakan untuk mengambil posisi beli karena potensi kenaikan masih berlanjut. Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (14/1), harga jual emas sebesar Rp 1.043.000 per gram. Sedang harga buyback Rp 951.000 per gram.
Kenaikan harga emas Antam ini sejalan dengan kenaikan harga emas di pasar spot yang mencapai US$ 1.920 per ons troi. Ini level tertinggi emas sejak April 2022.
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, kenaikan harga emas belakangan ini disebabkan data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penurunan inflasi. Pekan lalu, AS mengumumkan inflasi Desember cuma 6,5% secara tahunan, lebih rendah dari posisi di November 2022, yakni 7,1%.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menyebut, sepanjang kuartal III-2022 terjadi kenaikan permintaan emas dari bank sentral sebanyak 400 ton. Tren ini akan berlanjut. Bank sentral akan terus menambah cadangan emas sepanjang pemulihan ekonomi belum pasti.
Tapi Founder Traderindo Wahyu Tribowo Laksono menilai emas tetap menarik. Hitungan Wahyu, harga emas Antam bisa mencapai Rp 1,1 juta-Rp 1,2 juta per gram dengan potensi harga buyback di kisaran Rp 900.000-Rp 1,1 juta per gram. Dia menyarankan buy on weakness.
Kalau Lukman memproyeksikan harga emas buyback Antam bisa mencapai Rp 1,25 juta per gram tahun ini. Dia menyarankan investor yang sudah memiliki emas tetap mempertahankan posisi. Bagi yang belum, ini kesempatan untuk membeli emas.
Emas Kembali Berpendar Jika The Fed Tak Lagi Agresif
Harga emas kembali mengkilap di awal tahun ini. Namun, tren kenaikan harga emas belum akan berlangsung lama. Arah bunga bank sentral global hingga kondisi geopolitik akan menjadi penggerak harga emas sepanjang tahun ini.
Rabu (11/01) harga emas di pasar spot sempat mencapai US$ 1.886,60 per ons troi. Ini level harga tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Tapi per 22.30 WIB, harga emas kembali turun ke US$ 1.871,15 per ons troi.
Analis menilai tren naik harga emas bisa berlanjut dalam jangka pendek. Tapi, kenaikan akan terhenti usai rapat bank sentral Amerika Serikat awal Februari nanti.
Alasannya, menurut Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, The Fed akan kembali menaikkan Fed
fund rate
(FFR). Sepanjang tahun ini kenaikan mungkin sekitar 75-100 basis poin (bps). Kebijakan ini tidak menguntungkan bagi emas.
Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf juga sepakat, kenaikan bunga akan membuat investor meninggalkan emas. Ini karena emas bukan aset yang memberi imbal hasil layaknya US treasury atau aset yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang lebih suram memaksa investor merotasi dana dan mencari aset aman seperti emas. Tapi kondisi ini bisa berubah jika The Fed agresif menaikkan bunga.
Permintaan emas secara musiman pun masih besar, terutama saat perayaan Imlek dan Diwali. Karena itu, Alwi menilai, harga emas bisa terus naik tahun ini, dengan catatan tidak ada kenaikan bunga yang agresif.
Tersebab Sentimen Suku Bunga
JAKARTA-EMas diperkirakan masih menjadi primadona di bursa komoditas dalam negeri pada tahun ini. Pergerakan positif dari akhir tahun lalu diperkirakan berlanjut. Direktur Utama Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nursalam, menyatakan, menyatakan emas mulai mengalami tren positif menjelang akhir 2022. Salah satu faktornya adalah sinyal perlambatan laju kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS. "Emas sensitif terhadap pergerakan kenaikan tingkat suku bunga acuan," katanya kepada Tempo, kemarin 9 Januari 2023. Pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC) pada Desember lalu memutuskan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis point. Popularitas emas tampak dari data transaksi ICDX 2022. Hingga pekan pertama Desember 2022, total volume transaksinya mencapai 571.416 Lot settled. Jumlah ini lebih dari setengah total volume transaksi untuk produk multilateral yang diperdagangkan ICDX. (Yetede)
Logam Mulia Lebih Bersinar di Tengah Ancaman Resesi
Prospek komoditas logam mulia diramal lebih cerah pada tahun 2023. Ancaman resesi global masih akan menjadi sentimen yang menyetir harga logam mulia.
Analis Komoditas dan Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, sepanjang 2022, harga emas tertekan penguatan dollar Amerika Serikat (AS), sejak The Fed menaikkan suku bunga. Namun, prospek harga emas mulai menarik saat bank sentral AS ini mengurangi sikap hawkish. Analis DCFX Futures Lukman Leong menilai, logam mulia bakal berkilau di tahun ini. Ketika ekonomi dalam resesi, investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti emas.
Harga Emas Antam Kembali Tembus Rp 1 Juta Per Gram
Harga emas logam mulia Antam berhasil menembus level Rp 1 juta per gram. Pamor dollar Amerika Serikat (AS) yang memudar seiring dengan rencana The Federal Reserve (Fed) untuk mengerem kenaikan suku bunga membuat emas diburu lagi.
Jumat (2/12), harga emas produksi Logam Mulia, anak usaha Aneka Tambang (Antam) naik Rp 13.000 per gram jadi Rp 1.004.000 per gram. Level harga ini menjadi tertinggi sejak 14 Maret 2022.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, harga emas kembali naik karena dollar AS terus melemah. Pamor dollar AS perlahan turun karena prospek kenaikan suku bunga Fed sudah mulai menurun. Pada rapat The Fed Desember ini, bank sentral AS diperkirakan tak lagi agresif menaikkan suku bunga.
Pilihan Editor
-
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022









