Emas
( 192 )PERTAMBANGAN MINERAL LOGAM : MENGAMANKAN INVESTASI FREEPORT INDONESIA
Besarnya investasi yang harus digelontorkan PT Freeport Indonesia untuk mengembangkan tambang bawah tanah di Kucing Liar membutuhkan kepastian perpanjangan kontrak selepas 2041 agar bisa mengoptimalkan potensi yang ada. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai Kucing Liar memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan torehan produksi tembaga dan emas dari Freeport Indonesia di masa mendatang. Hanya saja, investasi untuk pengembangan produksinya saat ini sebagian terhalang masa konsesi yang berakhir pada 2041. Ketua Umum Perhapi Rizal Kasli berpendapat, komitmen investasi lanjutan Freeport Indonesia untuk mengembangkan Kucing Liar bisa terkoreksi jika perpanjangan kontrak tidak kunjung direalisasikan. Pasalnya, investasi untuk pengembangan infrastruktur tambang bawah tanah bakal menyita banyak modal. “Prospek Kucing Liar ini masuk dalam perencanaan Freeport Indonesia setelah 2041, di mana kita ketahui bahwa pada 2041 izin penambangan Freeport Indonesia berakhir. Apakah infrastruktur yang sekarang ada masih efisien dan secara teknis layak untuk digunakan setelah 2041?” katanya, Rabu (10/1). “Pengembangan Kucing Liar di Grasberg masih sesuai dengan jadwal, kami harap dapat mulai produksi komersial pada 2030,” kata President Freeport-McMoRan Kathleen Quirk saat conference call FCX kuartal III/2023. Produksi tahunan dari Kucing Liar ditargetkan dapat menyentuh di level 550 juta pound tembaga, dan 560.000 ounce emas saat masuk tahap komersial awal nantinya.
“Peningkatan produksi yang intensif ke level 550 juta pound tembaga, dan 560.000 ounce emas akan dilakukan satu dekade ke depan,” jelasnya. Di sisi lain, dia menambahkan bahwa FCX juga tengah melakukan eksplorasi tambahan di kawasan Grasberg selepas identifikasi atas potensi baru di Blok Deep Mill Level Zone (MLZ).
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menyebut perusahaan yang memiliki konsesi tambang seluas 110.000 hektare itu perlu mendapatkan kepastian perpanjangan kontrak setelah 2041 untuk merancang program kerja dalam jangka menengah panjang.
Di sisi lain, kepastian perpanjangan kontrak juga bakal berimbas terhadap kelanjutan kontribusi perusahaan ke negara yang mencapai US$4 miliar per tahun, kontribusi sosial sekitar US$100 juta per tahun, nasib ribuan tenaga kerja, serta efek berganda eksistensi Freeport Indonesia terhadap pemerintah daerah dan masyarakat Papua.
Di sisi lain, pemerintah mengaku sedang melakukan revisi terhadap Peraturan Pemerintah No. 96/2021. Revisi itu salah satunya bakal mengakomodir penghapusan tenggat waktu permohonan perpanjangan kontrak. Komitmen pemerintah untuk memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport Indonesia yang akan berakhir pada 2041 pun telah beberapa kali disampaikan. Banyaknya cadangan mineral di Grasberg, Papua, menjadi alasan utama pemerintah menyetujui permintaan perusahaan. “Karena mereka sudah sekian puluh tahun [di sana], dan dalam persyaratan ini ada cadangan. Masa kami mau putus [kontraknya], nanti mencari investor lagi,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Freeport Indonesia masih bisa mengoptimalkan cadangan mineral yang ada di tambang bawah tanah. Dengan begitu, kekayaan Indonesia bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan bangsa. Alasan yang sama disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang mengatakan bahwa puncak produksi dari tambang Grasberg bakal terjadi pada 2035. Tanpa adanya eksplorasi lanjutan yang masif, tren produksi tembaga dan emas dari Grasberg bakal terus mengalami penurunan setelahnya.
Emas Jadi Instrumen Investasi Menarik di 2024
Komoditas emas menjadi alternatif instrumen investasi yang
prospektif pada tahun 2024 lantaran dinilai lebih stabil. Hal ini dilihat dari
karakteristik emas yang nilainya cenderung stabil di tengah perkembangan
kondisi perekonomian global. Praktisi pasar modal dan pengajar Magister Ekonomi
Terapan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Yohanis Hans Kwee, mengatakan,
emas menjadi salah satu instrument investasi yang menarik pada 2024. Hal ini
tidak lepas dari pengaruh kebijakan bank sentral AS (The Fed) yang diperkirakan
telah mengakhiri kebijakan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan dan berpeluang
menurunkannya pada medio 2024. ”Emas menjadi sesuatu yang menarik karena
instrumen ini tidak memiliki yield atau return (imbal hasil), tetapi dari
capital gain. Dengan demikian, saat suku bunga turun, emas jadi menarik. Ke
depan, tren indeks dollar AS juga cenderung melemah dibandingkan dengan tahun
lalu yang membuat emas akan dihargai dalam dollar AS lebih murah sehingga
permintaannya pun meningkat,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat
(5/1/2024).
“Pemilu 2024 tak hanya diselenggarakan oleh Indonesia, tetapi
banyak negara juga yang mengadakan pemilu sehingga membuat para investor akan
wait and see. Maka, emas dapat menjadi pilihan saat ketidak pastian tersebut meningkat,
terutama menjelang tahun pemilu dan di tengah konflik geopolitik,” ujarnya. BPS
menyebut, perkembangan harga emas sepanjang 2023 di pasar internasional
terlihat berada di level yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2022. Per November
2023, harga emas menyentuh 1.984 dollar AS per troy oz atau meningkat 15 %
dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Senior Investment Information Mirae
Asset Nafan Aji Gusta berpendapat, kenaikan harga emas secara global didukung pernyataan
The Fed yang memutuskan untuk bersikap melunak dalam kebijakan moneternya atau
tidak menaikkan tingkat suku bunga acuannya. Kenaikan harga emas di tingkat
domestik juga menunjukkan daya beli masyarakat yang meningkat. (Yoga)
Momentum Investor Lama di Bursa Komoditas Berjangka
Tahun ini diperkirakan menjadi momentum baik bagi investor
ritel bermodal besar yang berpengalaman di perdagangan berjangka komoditas.
Komoditas emas menjadi salah satu produk berjangka yang pergerakan harganya semakin
menarik. Perdagangan berjangka komoditas menawarkan produk investasi dalam
bentuk fisik atau kontrak (derivatif) komoditas tertentu dengan pergerakan
harga sebelum kontrak sebagai dasar jual-belinya. Investasi ini masih akan
banyak dipengaruhi ketidak pastian politik dan perekonomian di luar negeri.
”Tahun ini adalah momentum yang tepat bagi investor ritel yang sudah
berpengalaman dalam transaksi di bursa berjangka untuk mendapatkan keuntungan
karena momen ini bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan prediksi
The Fed (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga di paruh kedua 2024,”
jelas ekonom dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Kamis
(4/1/2024).
Situasi global berpengaruh karena harga produk-produk dalam
sistem perdagangan komoditas berjangka dipengaruhi perdagangan luar negeri,
seperti produk emas, timah, minyak sawit mentah, hingga valuta asing dan indeks
pasar modal negara luar. Rencana penurunan suku bunga AS yang berpengaruh ke global
menjadi kabar baik bagi investor, kata Ibrahim, karena kondisi tersebut memberi
peluang pada perusahaan dan ritel berekspansi lebih giat dan menaikkan
kepercayaan akan membaiknya situasi ekonomi. Indonesia Commodity & Derivatives
Exchange (ICDX) Group, salah satu organisasi regulator mandiri perdagangan bursa
berjangka di Tanah Air, sudah merasakan efek dari sentimen-sentimen global di
awal Tahun Baru ini. ”Besaran transaksi dua hari perdana perdagangan tahun 2024
ini menjadi awal yang baik di industri perdagangan berjangka komoditas,
khususnya di ICDX. Kami optimistis, tahun 2024 transaksi akan tumbuh positif
dibandingkan dengan tahun 2023,” kata Dirut ICDX Nursalam dalam keterangan
tertulis. (Yoga)
Pembiayaan Emas Tetap Berkilau
Kemilau Emas Masih Lanjut Tahun Depan
Harga emas makin cemerlang di tahun ini. Bahkan, harga emas sempat memecahkan rekor harga tertingginya sepanjang masa pada 4 Desember 2023, yaitu US$ 2.135,4 per ons troi.Sejumlah analis meyakini, penguatan harga emas mampu berlanjut tahun depan.
Investment Analyst
Stockbit Sekuritas Hendriko Gani bilang, konsensus meramal harga emas akan
bullish
pada 2024 dengan harga rata-rata naik 3,2%
year on year
(yoy) ke level US$ 1.986 per ons troi. Harga emas pun berpotensi meningkat ke atas level US$ 2.000 bila bank sentral Amerika Serikat (AS) melakukan pelonggaran moneter.
Maka, analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia Fahressi Fahalmesta mengerek asumsi harga emas 2023 jadi US$ 1.950 (dari sebelumnya US$ 1.600). Pada 2025 direvisi dari US$ 1.500 jadi US$ 1.850 per ons troi. Proyeksi kenaikan harga emas ini turut menguntungkan emiten tambang emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Fahressi menaikkan estimasi harga jual rata-rata alias
average selling price
(ASP) emas ANTM untuk tahun ini sampai 2025 sebesar masing-masing 8,2%, 17% dan 22%.
Emiten lain yang diuntungkan menurut Hendriko adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI). Sebagai salah satu penambang emas, ARCI berpotensi mengalami kenaikan ASP, seiring dengan kenaikan harga emas dunia.
Sedangkan analis NH Korindo Sekuritas Leonardo Lijuwardi bilang investor bisa mencermati saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). Emiten ini cukup menarik untuk dilirik sebagai saham alternatif pilihan yang memiliki hubungan dengan emas.
Harga Emas Naik, Cerminan Kekhawatiran
Tren kenaikan harga emas perhiasan dinilai merupakan respons
kekhawatiran masyarakat atas ketidakpastian yang masih melanda. Naiknya harga
emas juga tecermin dari terjadinya inflasi emas belakangan ini. BPS melaporkan,
tingkat inflasi tahunan pada November 2023 tercatat sebesar 2,86 % dan secara
bulanan sebesar 0,38 %. Emas perhiasan merupakan komoditas yang memberikan
kontribusi terhadap inflasi tahunan sebesar 0,11 % dan terhadap inflasi bulanan
sebesar 0,03 %. Andil komoditas emas perhiasan, baik terhadap inflasi tahunan
maupun inflasi bulanan, meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yang masing-masing
sebesar 0,10 % dan 0,01 %.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia
Mohammad Faisal mengatakan, inflasi yang terjadi pada komoditas emas perhiasan perlu
diwaspadai. Kondisi ini dapat mengindikasikan adanya kekhawatiran masyarakat
terhadap prospek ekonomi ke depan. ”Kita perlu mengamati dan waspada karena
kenaikan inflasi pada emas berkaitan dengan kekhawatiran terhadap kondisi
ekonomi yang kurang baik sehingga pemilik modal atau masyarakat pada umumnya
cenderung menyimpan uangnya dalam bentuk investasi emas,” ujarnya saat
dihubungi dari Jakarta, Minggu (3/11). (Yoga)
Startup Aplikasi Emas Semakin Berkilau
Bisnis emas memang tak pernah hilang berkilau. Aplikasi jual beli emas sudah makin banyak. Platform ini bisa pengguna manfaatkan untuk membeli emas secara fisik atau sebagai tabungan emas. Transaksi
startup
emas pun semakin melejit. Salah satu kelebihan dari aplikasi ini adalah kemudahan dalam berinvestasi emas.
DARI zaman dahulu sampai era digital sekarang, investasi emas ternyata masih menjadi pilihan utama masyarakat. Lebih lagi, harga emas cenderung naik.
Hal ini yang membuat bisnis perusahaan rintisan atau
startup
emas juga terus terangkat. Sebut saja, Treasury. COO & Co-Founder Treasury Andreas Santoso menyebutkan, hingga kini, jumlah pengunduh atau
downloader
aplikasi Treasury sudah mencapai lebih dari dua juta unduhan.
Angka penjualan emas di Treasury per bulan pun termasuk besar. Sayangnya, Andreas belum bisa membuka berapa besar angka penjualan emas di aplikasi Treasury saban bulan.
Beberapa layanan di Treasury, seperti Transfer Emas, Waris, dan Cetak Emas Fisik dalam keping emas Antam dan UBS. Andreas mengatakan, layanan yang paling banyak
user
minati ialah beli dan jual emas. Dalam aplikasi Treasury, pengguna juga akan mendapat
update
harga emas secara
real time.
Ada juga Pluang yang merupakan perusahaan rintisan aplikasi investasi multi-aset, yang juga menawarkan investasi emas digital. Berinvestasi emas digital di Pluang bisa mulai Rp 10.000. Saat beli emas lewat platform ini, emas akan tersimpan dalam bentuk saldo. Pengguna Pluang bisa menarik emas fisik yang Antam produksi mulai dari 1 gram dan kapan saja.
"Setidaknya, ada pertumbuhan saldo emas pengguna per tahun mencapai lebih dari 40%. Ini menjadi bukti emas sebagai aset investasi yang tetap relevan bagi investor di tengah volatilitas pasar," tutur Kartika Dewi,
Head of Corporate Communications
Pluang.
PENAMBAHAN CADANGAN MINERAL : AKSI BERBURU EMAS DI PERUT BUMI PERTIWI
Potensi sumber daya emas Indonesia memang masih melimpah. Sejumlah eksplorasi di berbagai daerah menunjukkan hasil yang cukup positif. Tak ayal, para penambang terus aktif melakukan aksi berburu emas di berbagai wilayah.
Terbaru, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah kerjanya.Sepanjang tiga tahun terakhir, NHM berhasil meningkatkan jumlah cadangan emas mencapai 1,4 juta Oz emas, sedangkan jumlah sumber daya emas mencapai 2,3 juta Oz. Estimasi nilai dari sumber daya dan cadangan itu mencapai lebih dari US$4,1 miliar.Perseroan memandang bahwa keberhasilan ini tak lepas dari alokasi modal kerja dan biaya eksplorasi selama 3 tahun terakhir dari pemegang saham pengendali NHM, yakni PT Indotan Halmahera Bangkit (IHB), yang mengakuisisi kepemilikan saham NHM pada awal 2020. Kesuksesan eksplorasi itu diproyeksi memperpanjang umur tambang NHM selama lebih dari 10 tahun ke depan. Langkah ini sekaligus makin mengukuhkan NHM sebagai pemain kunci dalam industri pertambangan emas nasional.
“Kami sangat bangga dengan keberhasilan kegiatan eksplorasi ini. Pencapaian ini adalah bukti komitmen NHM dan pemegang saham untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan,” kata Wakil Direktur Utama NHM Amiruddin Hasyim, dalam keterangan resminya, Selasa (14/11).Dia memandang bahwa dengan keberhasilan eksplorasi tersebut, maka kinerja operasional, produksi, dan keuangan perusahaan ke depan dapat secara bertahap terus membaik dan meningkat.
Selain itu, dia menjelaskan bahwa pencapaian NHM dalam menambah cadangan emas ini tidak hanya mencerminkan keahlian teknis dan manajerial perusahaan, tetapi juga menegaskan komitmen NHM dalam menjaga praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Perusahaan, imbuhnya, terus memprioritaskan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan karyawan, serta berusaha untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat setempat melalui program-program berkelanjutan.
Executive Chairman Sihayo Gold Limited Colin Moorhead mengungkapkan bahwa selama kuartal yang berakhir September 2023, pihaknya terus berupaya melakukan konsolidasi dan melanjutkan hasil yang kuat dari pengeboran di bawah lubang awal yang ditetapkan saat ini di Sihayo.
Oleh karena itu, imbuhnya, guna mengantisipasi hasil positif dari kedua skenario tersebut, perencanaan pengeboran tambahan, dan pekerjaan lain yang diperlukan untuk menjadikan skenario tersebut memenuhi standar pra studi kelayakan.
Sihayo Gold juga telah mencapai kesepakatan dengan pemegang saham terbesarnya, Provident Minerals Pte Ltd dan/atau anak perusahaannya, untuk pinjaman modal kerja sebesar US$3,9 juta untuk durasi hingga 12 bulan.
Chief Executive Officer Asiamet Resources Darryn McClelland mengungkapkan bahwa pakar teknis yang ditunjuk telah menyelesaikan tinjauan teknis mereka terhadap pemutakhiran Studi Kelayakan tembaga Beruang Kanan Main (BKM).
Harga Emas Capai Rp 1,1 Juta Per Gram
Kilau Emiten Emas Saat Konflik Global
Saat ketidakpastian muncul, harga komoditas cenderung meningkat. Tengok saja saat konflik di Jalur Gaza kembali memanas, harga emas terlihat melonjak. Sebelum konflik, Jumat pekan lalu (6/10) kontrak pengiriman emas untuk Desember 2023 senilai US$ 1.845,20 per ons troi. Begitu konflik pecah, kontrak tersebut naik hingga US$ 1.864,30 per ons troi pada Senin pekan ini (9/10). Harga merangkak hingga 1.893,6 per ons troi, Kamis (12/10).Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan menilai konflik di Timur Tengah dalam jangka pendek akan memicu kenaikan aliran dana ke safe haven, termasuk emas. Senior Equity Research Analyst Jasa Utama Capital Sekuritas, Samuel Glenn Tanuwidjaja memperkirakan, harga emas untuk tahun ini berada di kisaran US$ 1.850 - US$ 1.910 per ons troi. “Di tahun 2024 saya menilai, sentimennya masih didominasi Amerika Serikat (AS) dan China,” ujar dia. Rizkia menilai, kenaikan harga emas dapat mendongkrak harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) emiten emas seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Sentimen ini dapat berdampak positif terhadap penjualan segmen emas dan berdampak positif kepada perusahaan. Ia memperkirakan, pendapatan segmen emas ANTM bersama dengan logam mulia lain dan segmen refinery akan relatif datar sekitar Rp 25,8 triliun dan Rp 26,2 triliun pada 2023 serta 2024. Pada kuartal kedua 2023, kontribusi segmen logam mulia dan refinery sekitar 26% terhadap laba bersih ANTM. Namun kontribusi lini tersebut terhadap total pendapatan ANTM lebih tinggi lagi, sekitar 62,0%. Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario memasang rekomendasikan beli untuk saham HRTA dengan target harga Rp 560 per saham. Pendorongnya, potensi pasar perhiasan di luar negeri dan perluasan domestik.
Pilihan Editor
-
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022 -
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022









