Emas
( 192 )Emas, Sang Primadona Investasi
Ketika berbicara soal investasi, siapa tak kenal yang satu ini. Sebagai instrumen investasi yang digemari lintas generasi, emas terus dilirik dari waktu ke waktu. Di tengah ketidakpastian ekonomi dan berbagai peristiwa geopolitik global, emas masih menjadi salah satu alat investasi yang menguat di tahun 2023. Institusi keuangan J.P. Morgan Chase & Co bahkan mencatat, harga emas global menyentuh titik tertingginya di kisaran 2.135,39 dolar AS per ons pada Desember kemarin, dan meski diprediksi turun dalam waktu dekat, harga emas akan terus naik ke level tertinggi baru di akhir tahun dengan perkiraan puncaknya pada tahun 2025 mendatang. Meski tren harga emas meningkat, data World Gold Council juga menunjukkan permintaan emas yang cukup baik pada kuartal keempat 2023 yang mencapai 1.150 ton, naik 8% di atas rata-rata setiap 5 tahun.
Sebagai sarana investasi jangka panjang minim risiko, emas memang menawarkan berbagai keunggulan yang menjadi daya tarik tersendiri. Pertama, tren harga emas yang cukup stabil bahkan cenderung meningkat membuatnya menjadi alat lindung nilai yang efektif untuk menjaga nilai kekayaan. Emas juga sebagai “safe haven” memiliki daya tahan yang baik di tengah inflasi dan tidak memiliki kaitan dengan portofolio investasi lain, sehingga dapat menghindari risiko kerugian penurunan nilai aset.
Seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat di era digital, sektor perbankan harus terus berinovasi untuk menghadirkan berbagai layanan yang dapat memenuhi kebutuhan finansial yang serba cepat, praktis, dan dinamis. Apalagi berdasarkan data Indonesia Fintech Trends - Second Semester of 2023 dari Jakpat, saat ini digital payment telah begitu banyak digunakan, bahkan hingga lebih dari 85% untuk beragam transaksi offline dan online. Kebutuhan akan layanan digital yang terus tumbuh ini turut mendorong konsep investasi emas berevolusi menjadi lebih modern dan mudah dijangkau melalui emas digital. Sesuai dengan sebutannya, emas digital merupakan sebuah layanan investasi emas dengan jaminan kadar kemurnian 24 karat yang dapat dilakukan lewat proses transaksi secara digital, baik untuk pembelian, penjualan, maupun penyimpanan, dengan dukungan layanan fitur mobile banking yang cerdas, mudah, dan aman. Selain itu, jika melihat data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi atau rasio penduduk yang telah terkoneksi dengan internet di tahun 2024 mencapai 79,5% yang didominasi oleh dua generasi, yaitu Gen Z dan Milenial.
Laporan Indonesia Digital Economic and Financial Outlook 2024 dari Populix juga mencatat, sebanyak 64% dari generasi Gen Z dan Milenial menggunakan layanan pembayaran online, di mana mobile banking, QRIS dan dompet digital masih menjadi favorit. Tingginya penggunaan internet dan platform digital tersebut turut memperluas jangkauan pasar investasi emas, termasuk di kalangan generasi Milenial dan Gen Z yang memiliki kedekatan dengan segala sesuatu yang bersifat online. Lewat kehadiran emas digital, masyarakat mempunyai pilihan instrumen investasi masa kini untuk merencanakan finansial masa depan. Selain mudah dijangkau, dengan dukungan layanan mobile banking yang cerdas, berinvestasi dapat dilakukan dalam satu genggaman. Emas digital bisa menjadi jawaban atas kebutuhan keuangan modern yang aman, mudah, dan nyaman yang dapat membantu masyarakat mencapai target finansial di masa mendatang.
KINERJA 2023 : Penjualan Emas HRTA Melonjak
Emiten perhiasan emas dan logam mulia, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) membukukan lonjakan penjualan bersih hingga 85,83% menjadi Rp12,85 triliun sepanjang 2023 terdorong oleh kinerja ekspor. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (26/3), HRTA mencatatkan penjualan sebesar Rp12,85 triliun sepanjang 2023. Penjualan tersebut melambung 85,83% dari capaian Rp6,91 triliun pada 2022. Penjualan tersebut ditopang oleh penjualan perhiasan dan logam mulia dengan lokal sebesar Rp8,49 triliun sementara penjualan ekspor tercatat sebesar Rp4,27 triliun. Lonjakan penjualan HRTA disumbang oleh adanya penjualan ekspor di mana pada 2022, HRTA belum mengekspor perhiasan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan volume penjualan emas murni sebesar 66,88% year-on-year (YoY) dari 7,75 ton menjadi 12,93 ton pada 2023. Selain itu, harga jual rata-rata naik 12,12% secara tahunan menjadi Rp987.706 pada 2023 dari Rp880.922 pada 2022.
Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp305,8 miliar sepanjang 2023. Laba ini naik 20,62% dibanding perolehan 2022 sebesar Rp253,52 miliar. Pada 2024, Direktur Utama Hartadinata Sandra Sunanto mengatakan HRTA menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30% dan laba bersih sebesar 15%.
Guna dapat mendongkrak target tersebut, HRTA juga berencana untuk melakukan pengembangan pasar ekspor ke beberapa negara di luar India dan UAE, seperti Singapura, Vietnam, Amerika Serikat dan Eropa. Di dalam negeri, HRTA akan memperluas gerai ritelnya dengan target ekspansi dari 83 gerai pada 2023 menjadi minimal 100 gerai pada akhir 2024. Didukung ekspansi gerai, penjualan ritel HRTA mengalami peningkatan 14,99% pada tahun lalu.
Hartadinata Bidik Ekspor Perhiasan Rp 10 T
Logam Mulia hingga Perhiasan Emas Tetap Diminati
Harga Emas Menanti Pidato FOMC Pekan Ini
Kilau emas diproyeksi masih akan bersinar. Research And Development PT Handal Semesta Berjangka Alwy Assegaf mengatakan, data ekonomi Amerika Serikat (AS) terkini yang membaik dinilai tidak mengubah pandangan pasar terkait pemangkasan suku bunga AS. Ia menyebut, pasar masih menempatkan penurunan suku bunga di Juli tahun ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas global kembali melandai ke US$ 2.162,30 per ons troi, kemarin (18/3), setelah mencetak rekor pada Senin pekan lalu di level US$ 2.188,60 per ons troi. Alwi menilai emas masih memiliki prospek untuk cenderung bullish sepanjang tahun ini. Namun, untuk pekan ini, arah harga emas memang bergantung pada hasil rapat FOMC yang akan berlangsung Kamis pekan ini.
Menurut Alwi, jika The Fed melihat petunjuk mengenai waktu dan ruang lingkup penurunan suku bunga masih seperti Desember 2023, maka akan ada pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali. Dengan demikian, dengan skenario hawkish (inflasi naik) maka harga emas akan terkoreksi dengan support US$ 2.110–US$ 2.130 per ons troi, Sementara apabila hasil FOMC dovish, maka harga emas akan naik ke US$ 2.170 dan kenaikan selanjutnya ke US$ 2.194 per ons troi. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer memenyarankan investor dapat mempertimbangkan potensi penurunan yang lebih besar di masa mendatang. "Utamanya jika ada pengumuman penting dari Fed yang dapat mempengaruhi arah dolar AS," imbuh Ficher dalam rilis, kemarin.
Harga Emas Bersinar Tanda Ekonomi Redup
Harga Emas Terus Cetak Rekor
Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi pada awal Maret 2024.
Rekor-rekor baru diprediksi masih akan berlanjut karena sejumlah faktor geopolitik
dan ekonomi global. Rekor tertinggi tercipta pada Rabu (6/3) di angka 2.130 USD
per ons. Mengutip situs Gold Price, harga emas mengalami reli sejak akhir
Februari 2024, dari posisi 2.030 USD per ons hingga menembus harga di atas
2.100 USD per ons pada awal Maret. Tren ini diikuti produk emas fisik PT Aneka
Tambang (Antam) Tbk. Emas batang Antam dengan berat 1 gram pada Rabu dihargai
Rp 1,186 juta, naik 0,5 % ketimbang hari sebelumnya di harga Rp 1,179 juta per
gram. Dibandingkan pekan sebelumnya pada 28 Februari, harga emas Antam satuan 1
gram naik 4,5 % dari harga Rp 1,13 juta.
”Emas melaju ke titik tertinggi sepanjang sejarah didorong
oleh faktor berlanjutnya tensi geopolitik dan prospek pemotongan suku bunga The
Fed pada bulan Juni,” kata Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Liza
Camelia Suryanata saat dihubungi di Jakarta. Tensi geopolitik salah satunya konflik
Israel dan Hamas di Gaza Palestina terkait buntunya rencana gencatan senjata
sebelum dimulainya bulan Ramadhan akhir pekan ini. Pihak Israel diketahui
memboikot diskusi terkait gencatan senjata ini setelah pihak Hamas gagal untuk
memberikan daftar nama sandera yang masih hidup. Konflik ini merembet ke eskalasi
serangan oleh militant Houthi asal Yaman terhadap kapal kargo komersial di Laut
Merah, yang dilancarkan sebagai aksi solidaritas terhadap Palestina.
Faktor lain juga datang dari kebijakan ekonomi dunia terkait
penurunan suku bunga yang diperkirakan dimulai oleh Pemerintah AS pada Juni mendatang.
Penurunan suku bunga sebagai respons meredanya inflasi diprediksi akan mencapai
110 basis poin. Penurunan itu akan terjadi beberapa kali hingga Desember 2024. Direktur
Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, krisis ekonomi di Jerman
dan Jepang juga memengaruhi perilaku pasar saat ini. ”Ini mengindikasikan perekonomian
masih mengalami permasalahan sehingga akan dimanfaatkan investor dan spekulan
untuk berinvestasi pada emas,” katanya saat dihubungi secara terpisah. Minggu
depan, ia memprediksi harga emas dunia akan sampai ke level 2.150 dollar AS per
ons. Kenaikan tersebut, terbaca dari analisis teknikal emas yang sudah
terbentuk, termasuk faktor teknikal pergerakan indeks nilai tukar USD yang
perlahan terus melemah. (Yoga)
INVESTASI, Menanti Kemilau Emas pada Tahun Naga Kayu
Tahun baru China, Imlek 2575, akan segera tiba pada Sabtu
(10/2). Berdasarkan penanggalan China, hal itu menandai Tahun Naga berelemen Kayu atau Naga
Kayu. Budaya China meyakini, shio hewan mitologi yang biasa digambarkan seperti
ular besar, terbang di langit, dan menyemburkan api tersebut menjadi simbol
kekuatan, kekuasaan, kekayaan, kesuksesan, dan kemakmuran. Perpaduannya dengan
elemen kayu yang melambangkan kreativitas dan vitalitas menjadikan Naga Kayu
dianggap shio istimewa sekaligus dinantikan banyak orang. Naga diyakini sebagai
shio yang paling beruntung dalam siklus 12 tahunan sekaligus penuh dengan
energi dan impian akan adanya perubahan dunia, menunjukkan harapan terhadap
kehidupan yang lebih baik tatkala tahun berganti.
Karena kondisi perekonomian saat ini masih dirundung ketidakpastian,
setelah melalui situasi sulit pandemi Covid-19, situasi perekonomian global kembali
menghadapi ketidakpastian akibat pecah konflik geopolitik, perlambatan ekonomi,
dan tekanan suku bunga negara-negara maju. Di tengah perekonomian yang
diselimuti ketidakpastian, emas dapat menjadi investasi yang relatif aman (safe
haven). Hal ini tidak lepas dari sifat emas yang stabil dan menguntungkan
tatkala situasi serba tak pasti akibat guncangan perekonomian, politik, dan
geopolitik, yang tecermin dalam perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia
memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 2,6 % pada 2023
menjadi 2,4 % pada 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan,
sepanjang 2023, emas telah menorehkan kinerja yang positif di tengah tingkat
suku bunga tinggi bank sentral global.
Selain itu, kinerja emas juga tercatat telah mengungguli
komoditas obligasi dan sebagian pasar saham. ”Dengan ketidakpastian di pasar
keuangan global, emas yang merupakan safe haven asset dapat menjadi salah satu
alternatif investasi. Namun, potensi upside (pertumbuhan) saat ini terbatas
karena adanya potensi higher for longer (era suku bunga tinggi) dari The Fed
(bank sentral AS) sehingga dollar AS cenderung masih akan kuat,” katanya, Rabu
(7/2). Selain faktor suku bunga, tensi geopolitik di Timur Tengah dan
permintaan bank sentral global terhadap emas juga memicu pergerakan harga emas.
Equities Specialist DBS Group Research, Maynard Arif,
menyebut, ada indikasi masyarakat mengalokasikan dananya pada investasi emas
lantaran merupakan aset yang stabil di tengah kondisi global yang tidak
menentu. Berdasarkan perkiraan Bareksa, harga emas Antam di Indonesia
berpotensi menyentuh level Rp 1,15 juta-Rp 1,25 juta per gram pada 2024.
Dibandingkan dengan target harga emas 2023 sebesar Rp 1,1 juta per gram yang
telah tercapai sejak 24 November 2023, proyeksi harga emas pada 2024 bakal
meningkat 13,6 %. Pada 5 Februari 2024, emas Antam tercatat di harga Rp 1,136
juta per gram. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada paruh kedua 2024
nanti diyakini dapat memberikan katalis positif terhadap pertumbuhan emas mendatang.
(Yoga)
Logam Mulia Seri Imlek
KILAU SAHAM EMAS TAHUN NAGA
Potensi kenaikan permintaan logam mulia dan perhiasan menjelang momentum Imlek menjadi katalis positif yang berembus untuk emiten-emiten emas. Sentimen itu diperkuat dengan harga emas spot yang masih bertahan di atas US$2.000 per troy ounces. Emas spot bertengger di level US$2.027,49 per troy ounces pada perdagangan Jumat (19/1) hingga pukul 15.00 WIB. Emas terus bermanuver di atas level U$2.000 meski telah menjauh dari rekor tertinggi US$2.077,49 yang disentuh pada 27 Desember 2023. Optimisme terhadap prospek harga emas pada kuartal I/2024 diungkap oleh sejumlah lembaga. Mengutip Bloomberg, MUFG Bank dan Commerzbank AG memperkirakan harga emas spot pada kuartal ini berada di level US$2.080 dan US$2.050 per troy ounces. Di tengah tren harga emas yang mengilap, saham emiten-emiten yang memiliki lini bisnis emas bergerak variatif. Sepanjang tahun berjalan 2024, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memimpin dengan penguatan 14,12% ke level Rp7.475. Selain AMMN, saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) juga menguat 6,32%. Apresiasi saham juga dicetak PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang menjalankan lini bisnis tambang emas Martabe melalui anak usahanya PT Agincourt Resources. Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menjelaskan momentum Imlek seharusnya dapat mendorong permintaan emas. Namun, kondisi ekonomi China yang melemah membuat permintaan emas tidak akan banyak mendongkrak harga. “Jadi permintaan emas dari China ada kenaikan menjelang Imlek, tapi tidak besar. Yang makan emas dunia adalah bank sentral,” kata Kiswoyo kepada Bisnis, Jumat (19/1). Di sektor ini, Kiswoyo mengatakan emiten yang menarik untuk diperhatikan ialah PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). Menurutnya, emiten yang terafiliasi dengan Garibaldi 'Boy' Thohir itu masih memiliki cadangan emas besar dan membutuhkan belanja modal jumbo, termasuk untuk PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA).
Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan outlook harga emas masih positif pada 2024. Proyeksi itu dinilai berdampak positif terhadap kinerja emiten emas, termasuk ANTM. Dalam risetnya, Felix memaparkan harga emas yang relatif tinggi di atas US$2.000 per troy ounces menjadi faktor kunci terjaganya margin ANTM. Menurutnya, tingginya harga emas mendorong penjualan oleh investor logam mulia atau buyback dari ANTM untuk taking profit. Ke depan, prospek harga emas bakal dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan ruang pelonggaran moneter The Fed melalui opsi penurunan suku bunga acuan. Terpisah, analis JP Morgan memperkirakan harga emas pada 2024 di level US$2.051 per troy ounces. JP Morgan mengulas dua emiten yang memiliki lini bisnis emas, yakni UNTR dan MDKA. JP Morgan menilai potensi kenaikan target volume penjualan emas sebagai salah satu faktor pendorong UNTR pada tahun ini. Apalagi, UNTR akan mendapat tambahan 25.000 ounces dari tambang baru PT Sumbawa Juta Raya (SRJ) yang mulai berproduksi April 2024. Sementara itu, entitas Grup Astra, UNTR menargetkan volume penjualan emas pada 2024 dapat mencapai 235.000 ounce. Hingga November 2023, total penjualan setara emas dari tambang emas Martabe turun 36,82% secara tahunan menjadi 166.468 ounce. Corporate Secretary United Tractors Sara K. Loebis menambahkan perseroan mengalokasikan belanja modal Rp1,8 triliun untuk pengembangan lini bisnis emas. Optimisme terhadap prospek harga emas disampaikan Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Herwin W. Hidayat. Dengan asumsi harga emas bisa bertahan di kisaran US$2.000 per troy ounce, Herwin menilai dampaknya akan sangat positif terhadap kinerja keuangan BRMS.
Pilihan Editor
-
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









