Emas
( 192 )Masa Keemasan Emiten Emas
Harga emas yang mencapai rekor tertinggi membuka peluang besar bagi produsen dan penjual logam mulia untuk meraih margin yang tinggi. Pada 26 Agustus 2024, harga emas spot mencapai US$2.524,50 per troy ounce, meningkat 22,37% sepanjang tahun ini.
Menanggapi lonjakan harga tersebut, Tom Malik dari PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menyatakan bahwa tren kenaikan harga emas akan berdampak positif pada kinerja perusahaan. “Target produksi Tambang Emas Tujuh Bukit 100.000 sampai 200.000 ounces, dengan harga emas yang saat ini sudah menembus US$2.500 dan diprediksi masih akan naik,” ujarnya.
Sementara itu, Herwin Hidayat dari PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mengungkapkan bahwa produksi mereka pada paruh pertama 2024 telah melampaui produksi tahun 2023. "Volume produksi yang tinggi dibarengi dengan reli harga emas bakal memompa tren kinerja perseroan tahun ini," katanya. BRMS berfokus pada penyelesaian pembangunan pabrik pengolahan bijih emas dan akses pendukung tambang.
Syarif Faisal Alkadrie dari PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menambahkan bahwa saat ini emas merupakan instrumen investasi yang menjanjikan. ANTM melanjutkan strategi penjualan domestik dan penambahan jaringan pasar. Thendra Crisnanda dari PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) juga melaporkan bahwa reli harga emas global meningkatkan harga jual produk mereka dan mereka konsisten membangun jaringan toko ritel.
Andrey Wijaya dari RHB Sekuritas Indonesia memprediksi harga emas akan bertahan di kisaran US$2.500 dalam waktu dekat, didukung oleh pemangkasan suku bunga The Fed dan ketegangan di Timur Tengah. Hendriko Gani dari Stockbit Sekuritas menilai bahwa peningkatan harga emas dapat meningkatkan average selling price (ASP) emiten produsen, dengan BRMS sebagai salah satu saham pilihan utama.
Mayang Anggita dari DataIndonesia.id mencatat bahwa harga emas saat ini berada dalam tren bullish dan menghadapi uji resistan level US$2.536,05. Jika level ini ditembus, ada peluang untuk melanjutkan penguatan menuju US$2.576 hingga US$2.583. Goldman Sachs dan Citigroup memprediksi harga emas akan terus meningkat, dengan estimasi mencapai US$2.700 hingga US$3.000 pada pertengahan 2025.
Ambil Untung Saat Harga Emas Melambung
Harga Emas Mendekati Rekor Tertinggi: Berpeluang Terus Naik
Aksi Profit Taking Bikin Harga Emas Terkoreksi Jangka Pendek
Harga Emas Menguat
Pedagang perhiasan emas terlihat sedang menata dagangan yang berada di etalase tokonya di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (25/6/2024). Berdasarkan data di laman Logammulia.com yang dikelola PT Antam Tbk, harga emas per Selasa mencapai Rp 1.368.000 per gram atau naik Rp 8.000 per gram dibandingkan dengan hari sebelumnya. Hal ini membuat penjualan menurun dibandingkan pada hari-hari sebelumnya. (Yoga)
Emas Batangan ANTAM Kian Berkilau
Harga emas batangan Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak pada Jumat (7/6). Dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 1.366.000. Harga tersebut melonjak Rp 17.000 dari harga sehari sebelumnya yang di level Rp 1.349.000 per gram. Ini menjadi rekor baru lagi bagi emas Antam. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, sentimen yang membuat harga emas Antam naik karena harga emas dunia masih bisa bertahan di level US$ 2.325 per ons troi pada Jumat (7/6). Investor menunggu data kesehatan ekonomi AS dan mencari isyarat atau potensi penurunan suku bunga Federal Reserve. “Data pasar tenaga kerja AS baru-baru ini juga mendukung ekspektasi bahwa The Fed mungkin setidaknya memangkas tarif dua kali tahun ini,” kata dia, Jumat (7/6).
Sentimen lainnya dari Bank of Canada (BoC) yang memangkas suku bunga utamanya 25 basis poin (bps) menjadi 4,75% pada Rabu (5/6). Bank Sentral Eropa (ECB) juga memangkas bunga bunga deposito sebesar seperempat poin menjadi 3,75% pada Kamis (6/6). Polandia baru-baru ini juga telah menambahkan lima ton cadangan emasnya. Hal ini kemungkinan akan membuat Antam mengikuti sinyal bullish emas dunia, yang berpotensi untuk mencapai harga US$ 2.400 per ons troi pada akhir kuartal kedua ini. Sedangkan emas Antam diprediksi akan naik lagi dalam waktu dekat di level Rp 1.370.000 per gram. Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong mencermati, harga emas Antam naik karena kenaikan harga emas internasional dan pelemahan nilai rupiah. Adapun pada emas global, saat dolar AS menguat, nilai mata uang lain akan melemah. Seiring gairah pasar membeli emas turun karena emas akan jadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, maka harga emas biasanya tertekan. Lukman memperkirakan, harga emas Antam akan berada di rentang Rp 1.370.000 - Rp 1.400.000 per gram pada akhir kuartal II-2024. Sedangkan harga emas dunia di US$ 2.500 per ons troi di akhir 2024.
KASUS KORUPSI ANTAM : Perbedaan Emas Cap Asli & Palsu
Terjadi kebingungan di tengah masyarakat terkait cap palsu pelekatan merek Antam pada logam mulia periode 2010—2022 dalam dugaan korupsi perusahaan. Mereka mengira emas yang dikeluarkan pada waktu itu tidak asli. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana mengatakan, cap palsu dimaksud adalah proses perolehannya yang ilegal, yaitu saat melekatkan merek Antam pada emas pihak lain.
Ketut menjelaskan, perolehan emas yang diduga mencapai 109 ton itu tidak melewati sejumlah prosedur mulai dari verifi kasi hingga studi kelayakan emas yang dicap Antam. “Harusnya mereka melalui verifi kasi, dan studi kelayakan.
Patgulipat Logam Mulia Aneka Tambang
Kerugian akibat Pelabelan Emas Ilegal Perlu Kajian
PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mendorong adanya kajian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jumlah kerugian negara karena adanya persekongkolan dalam skandal penyematan logo Antam secara ilegal pada emas logam mulia milik perusahaan swasta. Dirut PT Aneka Tambang Tbk, Nicolas D Kanter dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (3/6) menjelaskan, terdapat anggapan bahwa seolah-olah pihak swasta yang menggunakan jasa manufaktur pengolahan dan pemurnian logam mulia milik Antam dilakukan secara cuma-cuma. Padahal, lanjut dia, pihak swasta yang bersekongkol dengan oknum internal PT Antam Tbk, dalam kurun 2010-2021, tetap perlu mengeluarkan biaya untuk proses peleburan dan pelabelan logo Antam. Adapun aliran dana tersebut masuk ke dalam kas Antam.
”Sebaiknya kita harus duduk, buat kajian bersama dengan kejaksaan untuk mengidentifikasi kerugian negara. Kajian ini diperlukan dari pihak ketiga yang bisa menjelaskan secara runut apakah ada atau tidak kerugian negara. Kalaupun ada (kerugian negara) saya rasa bukan yang bersifat masif,” ujarnya. Nicolas memastikan semua produk emas logam mulia dengan label Antam dilengkapi sertifikat resmi karena diolah di satu-satunya pabrik pengolahan dan pemurnian emas di Indonesia yang telah tersertifikasi London Bullion Market Association (LBMA). Kendati demikian, logam emas pihak swasta berlabel Antam yang jumlahnya dalam kurun 11 tahun mencapai 109 ton tersebut memang layak disebut ilegal karena bahan baku dari emas-emas tersebut bukan berasal dari rantai pasok milik perseroan. (Yoga)
KORUPSI EMAS : Kerugian Masih Dihitung
Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan kegiatan usaha komoditas emas 109 ton periode 2010—2021 terkait dengan PT Aneka Tambang Tbk. Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan enam tersangka yang seluruhnya merupakan General Manager (GM) Unit Bisnis Pengelolaan dan Pemurnian Lokamulia (UBPPLM) Antam periode 2010—2021. Perincian tersangka masing-masing inisial TK yakni GM periode 2010—2011, HN periode 2011—2013, DM periode 2013—2017, AHA periode 2017—2019, MA periode 2019—2021, dan ID periode 2021—2022. “Kerugian negara sampai dengan saat ini masih dalam proses perhitungan,” ujar Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana dalam keterangannya dikutip Minggu (2/6). Ketut menyampaikan keenam tersangka diduga telah melakukan persekongkolan dengan menyalahgunakan jasa manufaktur yang diselenggarakan oleh UBPP LM. Modusnya dengan melekatkan merek Antam pada emas swasta.
Antam diduga mengalami kerugian karena logam emas swasta yang dicap Antam itu menggerus pasar perseroan.
Pilihan Editor
-
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022









