Aksi Profit Taking Bikin Harga Emas Terkoreksi Jangka Pendek
Harga emas diperkirakan akan koreksi jangka pendek. Pasar menantikan kesaksian Presiden The Federal Reserve Jerome Powell dan data inflasi Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, emas spot berada di US$ 2.364,6 per ons troi pada Selasa (9/7), naik tipis 0,08% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan menguat sekitar 1,59% dan sebulan terakhir naik 2,49%. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer mengatakan, setelah kenaikan ini, harga emas kemungkinan akan turun dalam jangka pendek. Analisis candlestick memperkuat prediksinya dengan menunjukkan pola-pola yang mengisyaratkan tekanan jual dalam waktu dekat. Saat ini investor menunggu lebih banyak isyarat tentang suku bunga AS dari kesaksian Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Kemudian, data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini. Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, saat ini Investor tengah melakukan aksi profit taking. Investor juga mengantisipasi pidato Powell serta data inflasi AS minggu ini. Dia menilai, jika pemangkasan suku bunga the Fed tetap dilakukan sebesar 25 basis poin di bulan September,maka harga emas akan kembali naik. Fischer memproyeksi, harga emas global akan berada di kisaran US$ 2.550-US$ 2.600 per ons troi pada akhir 2024.
Tags :
#EmasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023