;
Tags

Emas

( 192 )

Harga Emas Antam Naik Rp 3.000, dan Sudah Kini Berada di Angka Rp 1.611.000

KT1 25 Jan 2025 Tempo
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam pada perdagangan hari ini, Sabtu, 25 Januari 2025, mengalami kenaikan sebesar Rp 3.000 dibandingkan sehari sebelumnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari situs resmi Logam Mulia, harga emas ukuran 1 gram kini dibanderol Rp 1.611.000. Jika ditambah pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen untuk pemegang NPWP, harga emas Antam menjadi Rp 1.615.028. Kenaikan harga ini turut memengaruhi harga emas di ukuran lainnya. Berikut daftar harga emas batangan hari ini: 0,5 gram: Rp 855.500 (Rp 857.639 termasuk pajak 0,25 persen),  1 gram: Rp 1.611.000 (Rp 1.615.028 termasuk pajak 0,25 persen), 2 gram: Rp 3.162.000 (Rp 3.169.905 termasuk pajak 0,25 persen), 3 gram: Rp 4.718.000 (Rp 4.729.795 termasuk pajak 0,25 persen), 5 gram: Rp 7.830.000 (Rp 7.849.575 termasuk pajak 0,25 persen), 10 gram: Rp 15.605.000 (Rp 15.644.013 termasuk pajak 0,25 persen), 25 gram: Rp 38.887.000 (Rp 38.984.218 termasuk pajak 0,25 persen), 50 gram: Rp 77.695.000 (Rp 77.889.238 termasuk pajak 0,25 persen) 100 gram: Rp 155.312.000 (Rp 155.700.280 termasuk pajak 0,25 persen), 250 gram: Rp 388.015.000 (Rp 388.985.038 termasuk pajak 0,25 persen),  500 gram: Rp 775.820.000 (Rp 777.759.550 termasuk pajak 0,25 persen), 1.000 gram: Rp 1.551.600.000 (Rp 1.555.479.000 termasuk pajak 0,25 persen)


0,5 gram: Rp 925.500 (Rp 927.814 termasuk pajak 0,25 persen)/ 1 gram: Rp 1.761.000 (Rp 1.765.403 termasuk pajak 0,25 persen), 10 gram: Rp 16.610.000 (Rp 16.651.525 termasuk pajak 0,25 persen), 20 gram: Rp 32.420.000 (Rp 32.501.050 termasuk pajak 0,25 persen). Kenaikan harga emas ini mencerminkan sentimen positif terhadap logam mulia sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sementara itu, harga perak murni juga tercatat stabil, dengan rincian sebagai berikut: 250 gram: Rp 5.122.500 (Rp 5.685.975 termasuk PPN 11 persen), 500 gram: Rp 9.845.000 (Rp 10.927.950 termasuk PPN 11 persen) Perak Heritage: 31,1 gram: Rp 1.135.193 (Rp 1.260.064 termasuk PPN 11 persen), 186,6 gram: Rp 5.690.481 (Rp 6.316.434 termasuk PPN 11 persen). Dengan tren kenaikan ini, masyarakat yang ingin berinvestasi dalam emas disarankan untuk memperhatikan dinamika pasar serta mempertimbangkan biaya tambahan seperti pajak yang berlaku. Sebagai aset investasi jangka panjang, emas masih dianggap sebagai pilihan yang menjanjikan di tengah gejolak ekonomi dunia. (Yetede)

Peluang Emas di Industri Data Center

HR1 23 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Dua pengembang kawasan industri besar, BEST dan DMAS, mencatatkan pendapatan yang signifikan pada tahun 2024 berkat tingginya permintaan lahan dari sektor data center. BEST berhasil mencapai marketing sales sebesar Rp404 miliar pada September 2024, didorong oleh sektor data center yang menjadi pendorong utama, sementara DMAS membukukan pendapatan operasional sebesar Rp1,7 triliun, dengan sektor data center berkontribusi 64,5% dari penjualan lahan industri mereka. Kinerja positif ini juga mencerminkan peningkatan margin laba kotor dan laba usaha yang signifikan.

Tondy Suwanto, Direktur DMAS, mengungkapkan bahwa data center terus menjadi sektor primadona dalam permintaan lahan industri. Di sisi lain, sektor data center global diperkirakan akan terus berkembang pada 2025, dengan sejumlah pemain besar seperti Edge Digital dan Microsoft mengumumkan investasi besar-besaran dalam pengembangan data center. Hal ini memberikan prospek yang baik bagi pengembang kawasan industri di Indonesia, dengan sektor ini diperkirakan akan tetap menjadi magnet investasi seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas digital di tanah air.



Naik Rp 17 Ribu, Harga Emas Antam Hari Ini Rp 1.594.000 per Gram

KT1 17 Jan 2025 Tempo
Harga emas dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. atau harga emas Antam naik Rp 17 ribu per gram pada perdagangan hari ini Jumat, 17 Januari 2025. Menyitir laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini tercatat Rp 1.594.000 per gram. Pada Kamis, 16 Januari 2024, harga emas Antam berada pada level Rp 1.577.000 per gram, atau naik Rp 13 ribu dibanding Rabu, Rp1.564.000. Harga naik signifikan sejak Selasa, 14 Januari 2 Harga jual kembali atau buyback emas batangan hari ini naik Rp 17 ribu menjadi Rp 1.440.000 per gram. Transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10.000.000 akan dikenai pajak penghasilan atau PPh 22 sebesar 1,5 persen.

Aturan ini sesuai dengan Perubahan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/PMK.03/2022 tentang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk individu, badan usaha, dan instansi pemerintah.  Perubahan ini juga mencakup penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai NPWP. PPh 22 akan dipotong secara otomatis dari total nilai transaksi penjualan atau buyback. Berikut daftar harga emas batangan Antam hari ini dari situs Logam Mulia. Harga Emas Antam Hari Ini naik lagi Rp2.000 jadi Rp1,471 juta per Gram 1 gram: Rp 1.594.000, 2 gram: Rp 3.128.000, 3 gram: Rp 4.667.000, 5 gram: Rp 7.745.000, 10 gram: Rp 15.435.000, 25 gram: Rp 38.462.000, 50 gram: Rp 76.845.000, 100 gram: Rp 153.612.000, 250 gram: Rp 383.765.000, 500 gram: Rp 767.320.000, 1 kilogram: Rp 1.534.600.000 (Yetede)

Bullion Bank Jadi Bisnis Menjanjikan

HR1 14 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Langkah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) untuk mengajukan lisensi sebagai bullion bank ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpotensi mendongkrak kinerjanya secara signifikan. Rencana ini didukung oleh regulasi baru, yaitu Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2024, yang memungkinkan bank untuk menjalankan layanan berbasis emas, seperti simpanan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas.

Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, menyebut bahwa layanan bullion bank dapat memperkuat ekosistem keuangan berbasis emas dan memberikan opsi menarik bagi masyarakat untuk menyimpan aset mereka. BRIS dinilai layak menjalankan peran ini karena memiliki standar kemurnian emas yang sesuai dengan London Bullion Market Association (LBMA).

Saat ini, BRIS telah mengelola program cicilan emas sebesar 15 ton hingga Desember 2024, dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 30 ton pada 2025. Isfhan Helmy, Analis Sinarmas Sekuritas, memperkirakan lisensi bullion bank dapat mendorong pengelolaan hingga 100 ton emas dalam lima tahun mendatang. Dengan lisensi ini, spread emas diproyeksi meningkat dari kurang dari 1% menjadi sekitar 5%, yang akan signifikan meningkatkan pendapatan berbasis biaya (fee-based income).

James Stanley Wijaya, Analis Buana Capital Sekuritas, menyoroti pembiayaan emas sebagai mesin pertumbuhan baru bagi BRIS. Pembiayaan ini telah tumbuh 77,6% YoY menjadi Rp 12,4 triliun pada Desember 2024, menawarkan imbal hasil aset sebesar 13%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata aset gabungan sebesar 8,1%.

Kepala Riset RHB Sekuritas Indonesia, Andrey Wijaya, menambahkan bahwa minat nasabah terhadap rekening wadiah Bank BSI mendukung pertumbuhan dana murah (CASA) dan pembiayaan emas, yang semakin memperkuat posisi BRIS. Dengan potensi pertumbuhan signifikan, para analis, termasuk Maximilianus, Isfhan, James, dan Andrey, merekomendasikan beli saham BRIS dengan target harga Rp 3.500 per saham. Per 13 Januari 2025, harga saham BRIS naik 0,74% menjadi Rp 2.720 per saham.

Perkuat Posisi Indonesia di Perdagangan Global dengan Bullion Bank

KT1 10 Jan 2025 Investor Daily (H)
Kehadiran ekosistem bank emas (bulion bank) di Tanah Air  akan berdampak positif dalam memperkuat posisi Indonesia di perdagangan logam mulia secara global. Apalagi,  Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar di dunia. "Bulion bank juga berperan dalam mendukung transaksi lintas negara, menjadikannya kunci untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagaangan logam mulia global," kata pengamat perbankan  yang juga praktisi sistem pembayaran Arianto Muditomo. Dia mengatakan, bahwa pendirian bullion bank sangat penting, mengingat Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar di dunia. Namun, lanjut dia, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk menopang stabilitas ekonomi nasional. Arianto menuturkan, bank emas memungkinkan aktivitas perdagangan emas dalam skala besar, kredit berbasis emas, layanan hedging (mengurangi) resiko harga, serta pengelolaan emas untuk investor institusional maupun pemerintah. Dengan begitu, ia menyatakan, bank emas lebih dapat berkontribusi terhadap pemanfaatan potensi komodutas emas yang banyak ditawarkan para pelaku jasa perbankan saat ini. (Yetede)

Kenaikan Produksi Emas, Kinerja Emiten Terangkat

HR1 10 Jan 2025 Kontan
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diperkirakan mencatatkan kinerja positif pada tahun 2025, didukung oleh peningkatan kapasitas produksi tambang emas serta diversifikasi ke logam dasar seperti seng dan perak. Miftahul Khaer, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global turut menjadi pendorong. Harga emas yang stabil, meski dipengaruhi dinamika kebijakan Federal Reserve, inflasi, dan geopolitik, juga memberikan prospek positif bagi BRMS.

Menurut Farras Farhan dari Samuel Sekuritas, produksi emas BRMS pada kuartal III-2024 meningkat 111% secara tahunan, sementara kadar emas yang diproses juga naik menjadi 1,67 gram per ton. Didukung oleh operasi pabrik ketiga dengan metode heap leach di Poboya, produksi emas diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 145,4 koz pada 2027. Namun, tantangan seperti kenaikan liabilitas jangka pendek sebesar 71,98% menjadi US$ 145,12 juta hingga September 2024 dan potensi tekanan nilai tukar terhadap biaya operasional perlu diantisipasi.

Laurencia Hiemas dari KB Valbury Sekuritas memproyeksikan produksi emas BRMS akan meningkat setiap tahun hingga 2029, dengan tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) sebesar 41,4%. Produksi tahun 2025 diperkirakan meningkat 51,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Laurencia memprediksi harga emas pada 2025 mencapai US$ 2.600 per ons troi dan US$ 2.800 pada 2029, didorong dedolarisasi, risiko geopolitik, dan permintaan bank sentral global.

Pendapatan BRMS pada 2025 diproyeksikan mencapai US$ 216 juta dengan laba bersih sebesar US$ 38 juta, atau laba per saham sebesar Rp 72,2. Dengan prospek pertumbuhan yang kuat, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan buy untuk BRMS dengan target harga Rp 560 per saham, sementara Farras dan Miftahul masing-masing memberikan target Rp 500 dan Rp 454 per saham.

Penggadaian Resmi Lakukan Usaha Bulion yang Meliputi Deposiro Emas

KT1 06 Jan 2025 Investor Daily (H)

OJK melalui surat bernomor S-325/PL.02/2024 menyetujui PT Penggadaian (Persero) untuk melaksanakan  kegiatan usaha bullion yang meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, maupun perdagangan emas. Direktur Utama PT Penggadaian Damar Katri Setiawan menyatakan sudah dua tahun pihaknya berupaya untuk mendapatkan izin usaha bulion dan kini Penggadaian menjadi perseroan pertama yang berhasil mendapatkan izin usaha tersebut di Indonesia. Selama ini, komoditas emas menjadi inti bisnis perseroan melalui usaha gadai. “Sudah 123 tahun Penggadaian hadir ditengah masyarakat, dengan berbagai improvement dan penyediaan berbagai produk gadai maupun non gadai. Gadai sebagai core bisnis, 90% masih didominasi oleh gadai emas,” ujar Damar. Ia menuturkan, hingga November 2024, omzet dari transaksi gadai emas mencapai Rp 230 triliun dengan barang jaminan emas mencapai 92 ton dan saldo tabungan emas mencapai 10,3 ton. “Hal ini tentunya juga didukung oleh anak usaha kami, Galeri 24. InsyaAllah kami optimistis untuk menjalankan kegiatan usaha bullion,” kata dia. Upaya yang dilakukan Penggadaian sejalan dengan harapan Menteri BUMN Erick Thohir terkait pembentukan ekosistem bank emas atau bullion bank sebagai upaya untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat mengenai investasi emas. (Yetede)

Emas Tetap Jadi Andalan untuk Kinerja ANTM yang Stabil

HR1 03 Jan 2025 Kontan
Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan positif pada 2025, didukung oleh harga emas yang kuat, pemulihan segmen nikel, dan perkembangan proyek strategis.

Rizal Nur Rafly, Equity Research Analyst Panin Sekuritas, mencatat bahwa kontribusi emas signifikan terhadap pendapatan ANTM, dengan penjualan naik 47% yoy hingga September 2024. Kenaikan harga emas global akibat potensi penurunan suku bunga menjadi pendorong utama. Rizal merekomendasikan hold saham ANTM dengan target harga Rp 1.700.

Laurencia Hiemas, Analis KB Valbury Sekuritas, menyoroti kontribusi segmen emas sebesar 83% terhadap pendapatan ANTM. Ia juga menekankan perluasan jaringan emas ritel dan perjanjian offtake baru dengan Freeport yang memperkuat posisi ANTM. Laurencia memproyeksikan pemulihan segmen nikel dengan izin produksi meningkat, mendukung kinerja. Ia merekomendasikan buy saham ANTM dengan target harga Rp 2.100.

Timothy Wijaya, Analis BRI Danareksa Sekuritas, memperkirakan pertumbuhan produksi dan penjualan bijih nikel sebesar 25%-48% yoy pada 2025. Ia mencatat efisiensi biaya melalui penggunaan jaringan listrik PLN di proyek RKEF Pomalaa. Timothy merekomendasikan buy saham ANTM dengan target harga Rp 2.000.

ANTM diharapkan dapat memanfaatkan harga emas yang stabil, pemulihan segmen nikel, dan perkembangan proyek kilang SGA Mempawah untuk memperkuat kinerja di 2025.

Penyelenggara Usaha Bullion Bank Tidak Muncul Secara Tiba-tiba

KT1 14 Dec 2024 Investor Daily (H)
Penyelenggara usaha bullion bank tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan sudah dirancang sejak lama dan diamanatkan oleh UU P2SK. Sejalan dengan itu, OJK juga telah menerbitkan peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelengaraan Kegiatan Usaha Bullion pada 18 Oktober 2024. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Venture, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, OJK terus berkoordinasi dengan pemerintah, pelaku  industri, dan pihak terkait guna mendorong kegiatan usaha bullion yang dinilainya bermanfaat bagi sektor jasa keuangan (SJK) dan tentu saja perekonomian nasional. "OJK juga tengah berkoordinasi denan lembaga terkait guna menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan dan penguatan usaha bullion di Indonesia, yang dalam jangka panjang diharapkan memberikan gambaran mengenai visi kegiatan bullion di Indonesia, target, strategi, dan program kerjanya yang akan dilakukan  untuk mencapai apa yang diharapkan," kata Agusman. (Yetede)

Lonjakan Perdagangan Emas Digital

HR1 14 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Perdagangan emas fisik digital di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada 2024 dengan nilai transaksi mencapai Rp53,3 triliun, meningkat 556% dibandingkan tahun sebelumnya. Sekretaris Bappebti, Olvy Andrianita, menyatakan bahwa kemudahan transaksi melalui platform digital menjadi salah satu faktor pendorong tren ini. Pemerintah menargetkan pertumbuhan nilai dan volume transaksi sebesar 10%-20% pada 2025.

Regulasi ketat, seperti Peraturan Bappebti No. 13/2019, memastikan keamanan dan transparansi perdagangan, termasuk ekosistem yang melibatkan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), ICDX, serta lembaga kliring seperti Kliring Berjangka Indonesia. Kepala Bappebti, Kasan Muhri, menekankan pentingnya pengembangan pasar domestik dan global, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita untuk menciptakan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Keunggulan perdagangan emas digital, seperti efisiensi, transparansi harga, dan pencatatan digital, juga diungkapkan oleh Kepala Biro Pembinaan PBK, Tirta Karma Senjaya, yang menilai model ini mampu mengurangi risiko kehilangan dokumen dan mempermudah pelacakan transaksi. Selain itu, vending machine emas di kota besar semakin memperkuat daya tarik pasar ini.

Namun, tantangan tetap ada, seperti fluktuasi harga global dan kondisi geopolitik. Ketua PPEDI, Anang Samsudin, mengimbau masyarakat untuk memilih platform resmi yang terdaftar di Bappebti guna menghindari risiko investasi. Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Kemendag, Andri Gilang Nugraha Ansari, menyoroti pentingnya meningkatkan ekspor emas batangan untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

Bappebti berencana memperluas kerja sama internasional untuk mendorong perdagangan lintas batas dan memperkuat neraca perdagangan nasional. Dengan kebijakan strategis dan kolaborasi berbagai pihak, perdagangan emas fisik digital diproyeksikan terus berkembang, mendukung digitalisasi ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.