Emas
( 196 )Menabung Emas untuk Semua Kalangan
Bagi Sari
Indrayati (39) orangtua remaja berusia 16 tahun di Tangsel, Banten, menabung
emas adalah prioritas bulanan yang tak bisa ditinggal. Sari bukanlah pegawai
swasta atau ASN yang setiap bulan mendapat kepastian gaji, bonus, dan THR
menjelang Idul Fitri. Ia sehari-hari menerima pesanan katering sembari membuka
kios kecil di depan rumahnya yang menjual seblak dan bakso aci. Sari juga
menerima panggilan untuk sejumlah layanan kesehatan tradisional berbasis keterampilan,
seperti akupunktur, refleksi, dan bekam. ”Penghasilan saya pas-pasan, apalagi
harga kebutuhan pokok terus naik. Tapi, saya tetap menyisihkan sedikit untuk
membeli emas tiap bulan walau 0,5 gram atau 0,1 gram,” ujar Sari, (22/3). Meski
penghasilannya tak menentu, Sari rutin menabung emas sejak tujuh tahun lalu.
Bagi banyak keluarga kelas menengah, emas adalah tabungan yang mudah dicairkan
saat dibutuhkan.
Dian
Lestari (34) pegawai administrasi perusahaan swasta di Bekasi, Jabar,
mengatakan rutin membeli emas setiap beberapa bulan sebagai bentuk investasi
jangka panjang. ”Dulu saya membeli emas hanya untuk dipakai, tapi sekarang juga
investasi. Jika butuh dana mendadak, emas lebih mudah dijual ketimbang aset
lain,” ujarnya. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang diolah
lembaga publikasi riset Next Indonesia Center menunjukkan, pada 2023, warga
kelas menengah berpenghasilan Rp 1,9 juta hingga Rp 9,4 juta per kapita per
bulan menjadi kelompok yang paling banyak menyimpan emas, minimal 10 gram. Dari
15,19 juta rumah tangga kelas menengah di Indonesia, 6,16 juta rumah tangga
atau 41 % menyimpan emas minimal 10 gram. Dari 439.620 rumah tangga kelas atas
di Indonesia, 316.417 rumah tangga atau 71 % menyimpan minimal 10 gram emas.
Berdasarkan
survei yang sama, emas bukan komoditas eksklusif bagi kelompok rumah tangga
menengah dan kaya. Semua lapisan ekonomi di Indonesia, hingga yang berstatus
rentan dan miskin, menyimpan emas minimal 10 gram. Dari total 36,83 juta rumah tangga
calon kelas menengah, 6 juta rumah tangga atau 16,3 % menyimpan 10 gram emas. Sebanyak
1 juta rumah tangga atau 7 % dari total 15 juta rumah tangga rentan menyimpan
emas. Adapun 217.789 kelompok rumah tangga atau 3,9 % dari 5,5 juta rumah
tangga miskin juga memiliki 10 gram emas. Direktur Eksekutif Next Indonesia Center
Christiantoko menjelaskan, kelas menengah menjadi kelompok terbanyak yang
menyimpan emas. Dalam kondisi ekonomi melemah, konsumsi menurun, sebagian
pendapatan dialihkan ke aset seperti emas, karena dianggap aman, mudah diakses,
dan likuid ketimbang instrumen lain, seperti saham atau obligasi. (Yoga)
Investasi Emas Makin diminati walau Harganya Tinggi
Penjualan emas pada periode Ramadan mengalami peningkatan. Meski kenaikan harga emas terus melambung, ini mencerminkan minat masyarakat berinvestasi terhadap aset safe haven. Dua bank emas mencatat lonjakan pembelian emas saat ini. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan terbaik dan produk yang memberi manfaat bagi nasabah, salah satu-nya BSI Gold. Investani emas dinilai merupakan langkah tepat seiring tren kenaikan harga emas.
Direktur Sales & Distri-bution BSI, Anton Sukarna mengatakan, emas tetap menjadi pilihan utama investor sebagai pelindung terhadap ketidakpastian. BSI mencoba memberi solusi investasi syariah yang aman, tahan terhadap inflasi, mudah dan memberi kepastian untuk jangka menengah dan panjang. “Kami selalu berkomitmen menghadirkan layanan terbaik dan produk yang akan memberi manfaat positif untuk nasabah. Salah satunya BSI Gold yang merupakan produk dan Layanan bank emas atau bullion bank BSI. Apalagi bila melihat tren harga emas dunia yang cenderung meningkat. Investasi emas merupakan langkah yang tepat" ujar Anton. (Yetede)
Rekor Tertinggi Harga Emas
Penghiliran Emas Memasuki Babak Baru
Indonesia memiliki potensi emas terbesar di dunia dengan cadangan 3,8 miliar ton dan produksi 139,25 ton per tahun, kini resmi memiliki pabrik pemurnian logam mulia (PMR) pertama yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. PMR ini diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (17/3) dan menjadi bagian dari smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Dengan investasi sebesar US$630 juta atau sekitar Rp10 triliun, pabrik ini mampu memproduksi 50 ton emas per tahun.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya PMR ini dalam mendukung program penghiliran yang memungkinkan Indonesia tidak hanya menjual bahan baku, tetapi juga mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah. Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, berharap fasilitas ini dapat mempercepat perkembangan industri emas hilir di Indonesia, menciptakan ekosistem baru melalui bank emas dan memperkuat sektor ekonomi nasional.
Selain itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mencatat bahwa Indonesia kini mampu memproduksi 60-70 ton emas per tahun, dengan kontribusi PMR PTFI yang menghasilkan 50 ton dan sisanya berasal dari Amman Mineral. Keberadaan PMR ini juga membawa dampak positif bagi ekonomi Indonesia, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan pajak, dan multiplier effect bagi sektor lainnya. Namun, penting bagi PT Freeport Indonesia untuk segera mendapatkan kepastian izin operasional agar penghiliran ini dapat berjalan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, PMR ini menjadi langkah signifikan bagi Indonesia dalam mewujudkan pengolahan sumber daya alam yang lebih bernilai, mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah, dan memperkuat ekonomi melalui pengembangan industri logam mulia.
Hadirnya Pabrik Pemurnian Emas di Gresik Memperkuat Hilirisasi
Presiden Prabowo meresmikan pabrik pemurnian logam mulia atau precious
metal refinery PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jatim,
Senin (17/3). Kehadiran pabrik dengan kapasitas produksi 50 ton emas per tahun
ini diharapkan menghasilkan devisa besar dan menciptakan lapangan kerja. Pabrik
ini terletak di kompleks smelter tembaga PTFI di Gresik. Dalam prosesnya,
lumpur anoda, salah satu produk sampingan dari pengolahan konsentrat tembaga,
dimurnikan menjadi emas, perak batangan, dan sejumlah logam dalam kelompok
platinum (platinum group metals). Smelter yang diresmikan pada 2024 itu
menghasilkan 6.000 ton lumpur anoda per tahun.
Dari total kapasitas produksi 50 ton emas per tahun pada 2025, pabrik
dengan nilai investasi sebesar 630 juta USD itu diperkirakan baru akan
menghasilkan 32 ton emas karena smelter tengah dalam perbaikan. Kontrak sudah
dilakukan PTFI dengan PT Antam Tbk yang bakal menyerap 30 ton emas pada tahun
ini. Prabowo mengatakan, Indonesia ialah negara yang memiliki cadangan emas
terbesar keenam di dunia. Karena itu, berbagai penyimpangan, termasuk
penambangan ilegal dan penyelundupan emas ke luar negeri, terus diberantas.
Sebaliknya, produksi emas yang dihasilkan dengan proses yang benar terus
didorong.
Pertambangan menjadi salah satu sektor strategis yang diperkuat dalam
hilirisasi, di samping sektor-sektor lain. ”Sektor-sektor penting ini
menghasilkan devisa yang besar dan menciptakan lapangan kerja yang sangat
besar. Sumber daya mesti dikelola dengan baik, tertib, good governance, transparansi,
serta akuntabilitas,” kata Prabowo. Melalui hilirisasi, termasuk di sektor
pertambangan, Indonesia menjadi negara yang tidak menjual bahan baku ke negara lain,
tetapi barang jadi. Artinya, produk akhir yang dihasilkan memiliki nilai tambah
besar. Industri-industri turunan pun diharapkan tumbuh sehingga semakin banyak
tercipta lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi meningkat. (Yoga)
Ekonomi Sulit, Emas Kian Dilirik Investor
6 Ton Emas di Bullion Bank dipasok Hartadinata
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menargetkan penjualan sebanyak 500 kg emas perbulan atau 6 ton per tahun dari program Bullion Bank atau Bank Emas yang baru saja diluncurkan Pemerintah Indonesia pada 26 Februari 2025. Saat ini, perseroan telah bermitra dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Pegadaian untuk memasok emas batangan ke dua institusi tersebut. "Sebagai pemain di industri emas, kami siap mendukung program Bullion Bank yang diluncurkan Pemerintah. Kami targetkan kontribusi sebanyak 500 kg per bulan dari bisnis Bullion Bank ini ke penjualan Hartadinata,"kata Direktur Investor Relation PT Hartadinata, Thendra Crisnanda di Jakarta, Rabu Malam (12/3/2025).
Thendra mengatakan, produk emas yang akan dipasok ke BSI dan Pegadaian merupakan emas batangan dengan merek EmasKu yang memiliki kadar 99,99%. Pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan BSI dan Pegadaian untuk memastikan kelancaraan pengadaan produk emas dalam program BuIlion Bank. Thendra mengungkapkan, penjualan emas dari Bullion Bank tersebut diharapkan dapat mengontribusi peningkatan pendapatan Hartadinata. Dimana saat ini, produk emas batangan masih menjadi kontributor terbesar penjualan Hartadinata. (Yetede)
Emas Masih Jadi Andalan Kinerja Emiten
Harga Emas Naik, Jadi Pelindung Investasi
Harga Emas Naik, Investor Panen Cuan
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
Tren Thrifting Matikan Industri TPT
13 Mar 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023









