;

Kenaikan Produksi Emas, Kinerja Emiten Terangkat

 Kenaikan Produksi Emas, Kinerja Emiten Terangkat
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diperkirakan mencatatkan kinerja positif pada tahun 2025, didukung oleh peningkatan kapasitas produksi tambang emas serta diversifikasi ke logam dasar seperti seng dan perak. Miftahul Khaer, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global turut menjadi pendorong. Harga emas yang stabil, meski dipengaruhi dinamika kebijakan Federal Reserve, inflasi, dan geopolitik, juga memberikan prospek positif bagi BRMS.

Menurut Farras Farhan dari Samuel Sekuritas, produksi emas BRMS pada kuartal III-2024 meningkat 111% secara tahunan, sementara kadar emas yang diproses juga naik menjadi 1,67 gram per ton. Didukung oleh operasi pabrik ketiga dengan metode heap leach di Poboya, produksi emas diproyeksikan terus meningkat hingga mencapai 145,4 koz pada 2027. Namun, tantangan seperti kenaikan liabilitas jangka pendek sebesar 71,98% menjadi US$ 145,12 juta hingga September 2024 dan potensi tekanan nilai tukar terhadap biaya operasional perlu diantisipasi.

Laurencia Hiemas dari KB Valbury Sekuritas memproyeksikan produksi emas BRMS akan meningkat setiap tahun hingga 2029, dengan tingkat pertumbuhan per tahun (CAGR) sebesar 41,4%. Produksi tahun 2025 diperkirakan meningkat 51,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Laurencia memprediksi harga emas pada 2025 mencapai US$ 2.600 per ons troi dan US$ 2.800 pada 2029, didorong dedolarisasi, risiko geopolitik, dan permintaan bank sentral global.

Pendapatan BRMS pada 2025 diproyeksikan mencapai US$ 216 juta dengan laba bersih sebesar US$ 38 juta, atau laba per saham sebesar Rp 72,2. Dengan prospek pertumbuhan yang kuat, KB Valbury Sekuritas merekomendasikan buy untuk BRMS dengan target harga Rp 560 per saham, sementara Farras dan Miftahul masing-masing memberikan target Rp 500 dan Rp 454 per saham.
Tags :
#Emas
Download Aplikasi Labirin :