;

Harga Emas Terus Cetak Rekor

Lingkungan Hidup Yoga 07 Mar 2024 Kompas
Harga Emas Terus Cetak Rekor

Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi pada awal Maret 2024. Rekor-rekor baru diprediksi masih akan berlanjut karena sejumlah faktor geopolitik dan ekonomi global. Rekor tertinggi tercipta pada Rabu (6/3) di angka 2.130 USD per ons. Mengutip situs Gold Price, harga emas mengalami reli sejak akhir Februari 2024, dari posisi 2.030 USD per ons hingga menembus harga di atas 2.100 USD per ons pada awal Maret. Tren ini diikuti produk emas fisik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Emas batang Antam dengan berat 1 gram pada Rabu dihargai Rp 1,186 juta, naik 0,5 % ketimbang hari sebelumnya di harga Rp 1,179 juta per gram. Dibandingkan pekan sebelumnya pada 28 Februari, harga emas Antam satuan 1 gram naik 4,5 % dari harga Rp 1,13 juta.

”Emas melaju ke titik tertinggi sepanjang sejarah didorong oleh faktor berlanjutnya tensi geopolitik dan prospek pemotongan suku bunga The Fed pada bulan Juni,” kata Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata saat dihubungi di Jakarta. Tensi geopolitik salah satunya konflik Israel dan Hamas di Gaza Palestina terkait buntunya rencana gencatan senjata sebelum dimulainya bulan Ramadhan akhir pekan ini. Pihak Israel diketahui memboikot diskusi terkait gencatan senjata ini setelah pihak Hamas gagal untuk memberikan daftar nama sandera yang masih hidup. Konflik ini merembet ke eskalasi serangan oleh militant Houthi asal Yaman terhadap kapal kargo komersial di Laut Merah, yang dilancarkan sebagai aksi solidaritas terhadap Palestina.

Faktor lain juga datang dari kebijakan ekonomi dunia terkait penurunan suku bunga yang diperkirakan dimulai oleh Pemerintah AS pada Juni mendatang. Penurunan suku bunga sebagai respons meredanya inflasi diprediksi akan mencapai 110 basis poin. Penurunan itu akan terjadi beberapa kali hingga Desember 2024. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, krisis ekonomi di Jerman dan Jepang juga memengaruhi perilaku pasar saat ini. ”Ini mengindikasikan perekonomian masih mengalami permasalahan sehingga akan dimanfaatkan investor dan spekulan untuk berinvestasi pada emas,” katanya saat dihubungi secara terpisah. Minggu depan, ia memprediksi harga emas dunia akan sampai ke level 2.150 dollar AS per ons. Kenaikan tersebut, terbaca dari analisis teknikal emas yang sudah terbentuk, termasuk faktor teknikal pergerakan indeks nilai tukar USD yang perlahan terus melemah. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :