Harga Emas Terus Cetak Rekor
Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi pada awal Maret 2024.
Rekor-rekor baru diprediksi masih akan berlanjut karena sejumlah faktor geopolitik
dan ekonomi global. Rekor tertinggi tercipta pada Rabu (6/3) di angka 2.130 USD
per ons. Mengutip situs Gold Price, harga emas mengalami reli sejak akhir
Februari 2024, dari posisi 2.030 USD per ons hingga menembus harga di atas
2.100 USD per ons pada awal Maret. Tren ini diikuti produk emas fisik PT Aneka
Tambang (Antam) Tbk. Emas batang Antam dengan berat 1 gram pada Rabu dihargai
Rp 1,186 juta, naik 0,5 % ketimbang hari sebelumnya di harga Rp 1,179 juta per
gram. Dibandingkan pekan sebelumnya pada 28 Februari, harga emas Antam satuan 1
gram naik 4,5 % dari harga Rp 1,13 juta.
”Emas melaju ke titik tertinggi sepanjang sejarah didorong
oleh faktor berlanjutnya tensi geopolitik dan prospek pemotongan suku bunga The
Fed pada bulan Juni,” kata Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Liza
Camelia Suryanata saat dihubungi di Jakarta. Tensi geopolitik salah satunya konflik
Israel dan Hamas di Gaza Palestina terkait buntunya rencana gencatan senjata
sebelum dimulainya bulan Ramadhan akhir pekan ini. Pihak Israel diketahui
memboikot diskusi terkait gencatan senjata ini setelah pihak Hamas gagal untuk
memberikan daftar nama sandera yang masih hidup. Konflik ini merembet ke eskalasi
serangan oleh militant Houthi asal Yaman terhadap kapal kargo komersial di Laut
Merah, yang dilancarkan sebagai aksi solidaritas terhadap Palestina.
Faktor lain juga datang dari kebijakan ekonomi dunia terkait
penurunan suku bunga yang diperkirakan dimulai oleh Pemerintah AS pada Juni mendatang.
Penurunan suku bunga sebagai respons meredanya inflasi diprediksi akan mencapai
110 basis poin. Penurunan itu akan terjadi beberapa kali hingga Desember 2024. Direktur
Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, krisis ekonomi di Jerman
dan Jepang juga memengaruhi perilaku pasar saat ini. ”Ini mengindikasikan perekonomian
masih mengalami permasalahan sehingga akan dimanfaatkan investor dan spekulan
untuk berinvestasi pada emas,” katanya saat dihubungi secara terpisah. Minggu
depan, ia memprediksi harga emas dunia akan sampai ke level 2.150 dollar AS per
ons. Kenaikan tersebut, terbaca dari analisis teknikal emas yang sudah
terbentuk, termasuk faktor teknikal pergerakan indeks nilai tukar USD yang
perlahan terus melemah. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023