e-commerce
( 474 )Lazada lindungi UMKM Lokal Tutup Produk Impor
Platform E-commerce Lazada menutup akses cross-border untuk sejumlah produk impor, melalui Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (AKAR) Indonesia. Adapun akses beberapa produk impor yang ditutup yakni produk tekstil dan fesyen, kuliner, serta kerajinan.
Head of Public Affairs and Public Policy Lazada Indonesia Waizly Darwin mengatakan, sudah sejak lama Lazada mendukung dan memberdayakan UMKM lokal Indonesia. Pihaknya juga terus memantau, mengkaji ulang serta memutakhirkan kebijakan, khususnya untuk penjualan cross-border agar tetap relevan dan sesuai dengan kebijakan dan peraturan pemerintah.
Waizly mengatakan, selain bertujuan melindungi UMKM domestik, program ini juga ditargetkan mampu memperkuat daya saing UMKM lokal.
Di sisi lain, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan, sistem cross-border memunculkan praktik perdagangan yang tidak sehat, utamanya di dalam platform e-commerce. Maka dari itu, la mengapresiasi upaya Lazada dalam melindungki keberlangsungan pelaku UMKM melalui penutupan akses impor.
IPO Usaha Rintisan Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital
Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Sjahrir, ”Di mata global, startup dari India, Indonesia, dan Amerika Latin dianggap punya potensi besar. Dari segi pasar, pasar di tiga negara ini sangat potensial. Dia lantas mencontohkan kasus Bukalapak yang akan resmi IPO pada 6 Agustus 2021. Hingga sekarang, jumlah orang yang mendaftar untuk membeli saham Bukalapak telah mendekati 1 juta orang. Diminati belasan hingga puluhan ribu investor ritel.
Pengacara teknologi di firma hukum global ”Withers”, Joel Shen, menambahkan, pertumbuhan pesat ekonomi digital di Indonesia dan Asia Tenggara telah melahirkan startup bervaluasi 1 miliar dollar AS atau unicorn generasi pertama. Nama-nama besar, seperti Gojek, Tokopedia, Ovo, Traveloka,dan Bukalapak, didirikan oleh generasi wirausaha bidang teknologi yang merupakan penentu transformasi digital di Indonesia
Senada dengan Pandu, Joel menilai, investor perusahaan modal ventura yang melakukan exit strategy sepanjang 2021 akan mempunyai modal baru guna ditempatkan kembali ke startup. Pada akhirnya, itu semua akan menggairahkan ekonomi digital.”Mantan pendiri dan eksekutif senior kemungkinan akan mencari petualangan baru, dan mungkin mendirikan bisnis baru,” katanya.Sejumlah perusahaan modal ventura di Singapura didirikan investor Indonesia, seperti East Ventures, Alpha JWC, Intudo Ventures, AC Ventures, dan Venturra Capital. Mereka berkontribusi terhadap lahirnya sejumlah startup baru.Ekonomi digital Indonesia yang hanya bernilai 8 miliar dollar AS pada 2015 meningkat lima kali lipat menjadi 44 miliar dollar AS pada 2020. Laporan”SEA E-Economy 2020” yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Co memprediksi ekonomi digital di Indonesia tumbuh tiga kali lipat menjadi 124 miliar dollar AS pada 2025.Golden Gate Ventures dalam laporan Southeast Asia Startup Ecosystem 2.0 memperkirakan total 468 perusahaan modal ventura melakukan exit strategy pada kurun 2020-2022. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan proyeksi yang ada di laporan edisi 2019.
Hypefast Targetkan Investasi ke 10 Brand Lokal Terpilih
Jakarta - Hypefast, sebuah perusahaan rintisan yang didirikan oleh mantan Chief Marketing Officer Lazada akan melakukan investasi ke sepuluh brand lokal pada semester kedua 2021, dengan nilai hingga Rp 50 miliar untuk setiap brand. Sejak didirikan pada Januari 2020, Hypefast telah berinvestasi ke 20 brand di Indonesia pada kategori fesyen, kesehatan dan kecantikan, serta kebutuhan ibu dan anak. Selain modal dan tim, Hypefast juga terus mengembangkan ekosistem penunjang pertumbuhan brand yang efisien seperti gudang terpusat, toko offline, cross border facility, hingga berbagai solusi operasional bisnis.
Kriteria yang dicari saat ini adalah brand-brand di kategori fesyen dan aksesoris, kesehatan dan kecantikan, kebutuhan ibu dan anak serta perlengkapan rumah beromset minimal Rp 500 juta per bulan dengan lebih dari 50% omset datang dari kanal online. Hypefast memiliki ambisi untuk mengkolaborasikan brand-brand terbaik dibawah konsep house of brands dan bersama-sam menembus pagar global. Baru-baru ini Hypefast menandatangani nota kesepahaman dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk bersinergi dalam pengembangan pemasaran produk kreatif di Indonesia dan mengumumkan kolaborasi 12 brand bersama Disney.
JD.Com Berambisi Masuk Industri Gaming
Perusahaan yang berkantor pusat di Beijing ini, ingin menjadi destinasi bagi kaum muda untuk membeli barang-barang yang berhubungan dengan game. JD mengumumkan rencana kerja sama dengan perusahaan seperti, produsen personal coomputer Tiongkok, Lenovo dan raksasa game Tencent guna mengembangkan ponsel pintar dengan meningkatan kemampuan pada game mobile. Sedangkan bagian kedua dari strateginya adalah berkisar pada e-sports atau pertandingan video game. Tahun lalu, mereka meluncurkan tim game mobile bernama JD Esports.
Merger dengan SPAC, Induk Usaha Kredivo Masuk Bursa AS
Impact Acquisition Holdings II. Valuasi kedua perusahaan setelah merger diperkirakan mencapai US$ 2,5 miliar. Co-Founder dan CEO FinAccel Asia Tenggara Akshay Garg mengatakan, "Mengingat sebesar 66% populasi Asia Tenggara masuk dalam kategori belum mendapatkan atau minim akses ke layanan perbankan, sehingga kami melihat kesempatan yang luar biasa untuk melayani konsumen dengan beragam kebutuhan keuangan non-kredit. Kami sangat bangga dengan dukungan dan kepercayaan yang tak henti dari para investor terhadap visi dan strategi pertumbuhan jangka panjang kami," ujar Akshay dalam keterangan resminya.
Dari transaksi ini, Kredivo menghasilkan dana tunai sebesar US$ 430 juta. Dana ini termasuk private placement sebesar US$ 120 juta yang dipimpin oleh Marshall Wace, Corbin Capital, SV Investment, Palantir Technologies, Maso Capital, dan sponsor Victory Park Capital dengan komitmen sebesar US$ 55 juta dari investor eksisting Naver dan Square Peg. Partners, dan Kejora Intervest. Dana dari transaksi ini bakal digunakan untuk pengembangan produk, ekspansi ke negara lain, dan pengembangan lini bisnis baru.
Penggabungan usaha sudah memasuki tahap perjanjian definitif dan diharapkan rampung sebelum kuartal I-2022. Adapun Kredivo merupakan perusahaan penyalur pembiayaan kredit instan untuk pembelian di e-commerce dan offline. Kredivo melayani dana pinjaman tunai, berdasarkan real-time decisioning yang didukung teknologi artificial intelligence . Mengutip Dealstreet Asia, Kredivo berdiri sejak 2016 dan memiliki 4 juta pengguna yang terhubung dengan berbagai platform e-commerce di Indonesia. Kredivo berencana ekspansi ke pasar regional, seperti Vietnam pada kuartal III-2021, Thailand pada kuartal I-2022, dan Filipina pada kuartal II-2022.
Pada 2020, Kredivo membukukan pendapatan sebesar US$ 74 juta dengan volume transaksi US$ 574 juta dari 2,2 juta pengguna. Kredivo memprediksi pendapatan bisa bertumbuh dua kali lipat menjadi US$ 163 juta pada tahun ini dengan mempertimbangkan banyaknya permintaan kredit di Indonesia.
Lazada Tutup Akses 3 Klaster Produk Impor
Perusahaan e-commerce Lazada menutup akses impor untuk tiga klaster industri nasional yaitu tekstil, makanan-minuman, dan kerajinan yang dijual cross border atau penjual dari luar negeri. Langkah ini dilakukan melalui Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (AKAR) Indonesia. Head of Public Affairs and Public Policy Lazada Indonesia Waizly Darwin mengatakan, penutupan kran impor terhadap tiga klaster industri nasional ini dilakukan secara proaktif, progresif, dan secara berkala sepanjang satu tahun belakangan di masa pandemi Covid-19. Tiga klaster Industri nasional tersebut merupakan klaster yang termasuk dalam agenda pemerintah terkait program substitusi impor dan juga program pemulihan ekonomi nasional.
"Upaya penutupan akses impor ini tidak mudah dan masih terus dilakukan oleh Lazada. Disini juga kami membutuhkan masukan yang sama dengan semua pihak terkait termasuk masyarakat. Fungsi gerakan AKAR ini adalah terkait penguat UMKM domesktik terutama di daerah sentra industri nasional," ucap Wayzly. Melalu AKAR ini pedagang lokal yang selama ini masih jualan produk impor yang diambil dari importir bisa menjual produk yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri. Kedua membentuk komunitas AKAR melalui forum diskusi antara pemerintah, brand lokal, daerah industri yang difasilitasi Lazada untuk membahas hal yang terkait pengembangan kapasitas dan kualitas produksi UMKM serta kemampuan logistik. Ketiga, program digitalisasi untuk klaster industri di Indonesia yang dilakukan melalui kerjasama dengan Kementerian/Lembaga (KL) terkait dan pemerintah daerah terkait.
Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan infrastruktur bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Khususnya memang UMKM yang bisa memanfaatkan infrastruktur untuk kegiatan usaha lewat perdagangan secara elektronik. "Karena ini adanya praktek cross border ilegal e-commerce ini merupakan salah satu perhatian utama yang ditugaskan kepada saya untuk diselesaikan, agar tidak merugikan UMKM lokal. Saya mengapresiasi langkah yang diambil Lazada yang menunjukkan keberpihakan Lazada dalam pengembangkan UMKM Indonesia." kata Teten. Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM terhubung ke ekosistem digital pada 2024. Sedangkan saat ini baru sekitar 13,7 juta UMKM terhubung atau 21% ke pasar digital. "Jadi, kami naikkan 5 juta UMKM untuk pasar digital," ujar Teten lagi. (YTD)
Impor Tiga Kluster Produk di Lazada Ditutup
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah terus mendorong pembatasan keran impor di ranah e-dagang demi menyelamatkan usaha mikro kecil dan menengah lokal. Kali ini, penutupan akses impor dilakukan di lokapasar Lazada untuk tiga kluster produk, yakni tekstil dan fashion,kuliner, serta kerajinan. Diyakini ketiganya dapat dipenuhi oleh UMKM lokal. Sebelumnya, lokapasar Shopee juga membatasi 13 kategori produk impor. Pembatasan masuknya pedagang cross border diharapkan akan memperbesar peluang UMKM lokal. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam konferensi pers daring ”Penutupan Akses Impor Melalui Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (AKAR) Indonesia”, Selasa (3/8/2021), mengatakan, ”Langkah ini lebih dilakukan untuk melindungi UKM, bukan untuk melawan praktik perdagangan.”
Transaksi E-commerce 2021 Bakal Tembus RP 395 T, BI: Akselerasi Keuangan Digital Didukung 4 Faktor
Direktur Departemen
Kebijakan Sistem Pembayaran Bank
Indonesia (BI) Fitria Irmi Triswati
mengungkapkan, ada empat fakta atau
faktor yang mendorong peningkatan nilai
ekonomi keuangan digital di Tanah Air
sepanjang 2021. Pertama, transformasi
produk dan layanan e-commerce serta
shifting perilaku masyarakat ke arah
digital melalui platform e-commerce yang
berhasil dimanfaatkan oleh para pelaku
ekonomi untuk terus berinovasi.
Kedua, perluasan kolaborasi antarpelaku. Lesson learn membuktikan
bahwa perluasan ekosistem digital menjadi kunci keberhasilan dalam kompetisi
antarpemain pasar.
Kemudian ketiga, terkait dengan perluasan ekosistem melalui aksi korporasi.
Setelah tahun lalu tumbuh dan terakselerasi, beberapa perusahaan teknologi
diperkirakan akan melakukan konsolidasi
untuk memperluas ekosistem dan meraih
pendanaan yang lebih besar.
Kemudian yang terakhir, digitalisasi
bank semakin luas, dari pelaku lama
hingga pelaku baru dengan berbagai
model strategi melalui penguatan kapasitas, internal strategic, proses bisnis
(teknologi atau core banking), akuisisi
bank, hingga perluasan ekosistem.
(Oleh - HR1)
Transaksi E-Commerce Diprediksi Rp 395 Triliun
Transaksi perdagangan elektronik
(e-commerce) tahun ini diprediksi mencapai Rp
395 triliun atau tumbuh 48,45% dibandingkan
2020 sebesar Rp 253 triliun. Hal ini dipicu
pandemi Covid-19 yang mempercepat
transformasi digital di jasa keuangan.
“Saat ini, masyarakat mulai
meninggalkan pembayaran fisik
dan memilih bertransaksi secara
digital,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Fitria
Irmi Triswati dalam webinar Financial Services Industry Menuju
Era Society 5.0: Dukungan Lembaga Keuangan Untuk Pengusaha
Muda, Kamis (29/7)
Dia mengungkapkan ekonomi
keuangan digital pada 2021
diperkirakan melesat, didorong
meningkatnya prevalensi dan
akseptasi masyarakat. BI melihat pergeseran pola transaksi
masyarakat ke digital terus meningkat. Hal ini dibuktikan oleh
peningkatan signifikan transaksi
e-commerce, bank digital, dan
uang elektronik, terutama di
masa pandemi Covid-19.
Dia menerangkan, statistik
terakhir volume transaksi e-commerce mencapai 600 juta lebih
transaksi dan secara nominal
hampir mencapai Rp 100 triliun.
Proyeksi terbaru BI lebih tinggi
dibanding awal sekitar Rp 370
triliun.
(Oleh - HR1)
Peta Persaingan E-Wallet Semakin Panas
Pangsa pasar di Indonesia yang gurih membuat para perusahaan teknologi terus mengembangkan ekosistem digitalnya. Awal pekan ini, Grab dan PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) menjalin kerjasama bisnis di bidang digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Grab punya saham di dompet digital Ovo. Sementara Emtek punya saham di dompet digital Dana dan di e-commerce Bukalapak.
CEO sekaligus co-founder Dana, Vince Iswara hanya bilang, Ovo dan Dana merupakan inisiasi positif yang bisa membangkitkan kembali perekonomian tanah air khususnya di sektor UMKM. Sementara Head of Corporate Communication OVO, Harumi Supit mengatakan, Ovo juga sudah lama berkolaborasi dengan Bukalapak. "Kerjasama ini sejalan dengan prioritas kami mendukung UMKM melalui peningkatan akses terhadap layanan kredit yang masih sulit dijangkau lebih dari 60% UMKM, ujar Harumi. Bisnis dompet digital memang menggiurkan, terlebih pada masa pandemi seperti sekarang. Pada separuh pertama 2021 rata-rata transaksi di Dana melonjak dari 3 juta menjadi 5 juta transaksi per hari. Dana berhasil menjaring 250.000 UMKM untuk bergabung dalam fitur Dana Bisnis, dengan peningkatan transaksi 35% sejak awal 2021.
LinkAja juga siap menghadapi persaingan disokong perbankan pelat merah, kinerja LinkAja selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mampu menambah 1 juta pengguna. Dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama, volume transaksi meningkat hampir 2 kali lipat di 2021, ujar Direktur Utama LinkAja Haryawati Lawidjaja.
ShopeePay juga gencar memperluas akses jaringan dengan menggandeng Google Play, Indomaret dan merchant lain. Jangan lupakan GoPay yang berada di dalam hasil merger Gojek-Tokopedia yang melahirkan GoTo. "Fitur ShopeePay agar membantu mengakomodasi kebutuhan para merchant dan pengguna kami," kata Head of Campaigns and Growth Marketing ShopeePay, Rabu (28/7). Transaksi paling banyak dari pembayaran antar makanan, jasa berbelanja di supermarket dan telemedice.Pilihan Editor
-
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
10 Mar 2022









