;
Tags

e-commerce

( 474 )

Pengawasan Produk Kesehatan, E-commerce Waspada

Ayutyas 28 Jul 2021 Bisnis Indonesia

Platform perdagangan digital (e-commerce) meningkatkan pengawasannya terhadap harga produk-produk kesehatan kritikal dan strategis yang dibutuhkan selama pandemi Covid-19, termasuk oksigen konsentrat eceran. Konsumen juga diminta aktif melaporkan barang dagangan yang terindikasi melanggar ketentuan harga. Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM akan mengirimkan rekomendasi berisi daftar penjual (seller) yang dinilai tidak mengikuti aturan.

Sejauh ini oksigen konsentrat belum menjadi barang yang ditentukan harga eceran tertingginya oleh pemerintah. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam laporannya menyebutkan bahwa oksigen menjadi salah satu produk yang mengalami lonjakan harga tinggi selama merebaknya kasus Covid-19.Dari hasil pemantauan terhadap beberapa toko di lokapasar, terdapat 11 toko di Jakarta yang menjual oksigen portable merek Oxycan 500cc di rentang harga Rp58.000—Rp 450.000 dengan harga rata-rata Rp 275.000. Per kemarin, produk serupa dijual di rentang harga Rp65.000—Rp180.000 per kaleng di beberapa lokapasar. AVP Marketplace Quality Bukalapak Baskara Aditama mengatakan perusahaan secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk kesehatan, termasuk bekerja sama dengan Polri, Kementerian Kesehatan, dan BPOM.

(Oleh - HR1)

Bukalapak Cetak Rekor Emisi IPO Terbesar

Sajili 28 Jul 2021 Kontan

Proses penawaran saham perdana Bukalapak bakal segera memasuki tahapan baru. Perusahaan e-commerce tersebut akan mulai menggelar penawaran umum saham perdananya. Dimulainya masa penawaran IPO Bukalapak sekaligus mengukuhkan initial public offering (IPO) dengan nilai terbesar dalam sejarah bursa saham lokal. "Bukalapak menawarkan 25,76 miliar saham pada harga penawaran Rp 850 per saham," tulis manajemen Bukalapak dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Selasa (27/7). Dengan struktur tersebut, Bukalapak berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 21,9 triliun. Rekor IPO terbesar sebelumnya dipegang oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yang melepas emisi sebesar Rp 11,2 triliun.

Head of Research Samuel Sekuritas Suria Dharma menyebut, murah atau mahalnya valuasi saham sejatinya relatif. Sebab, perusahaan seperti Bukalapak lebih menonjolkan rekam jejak pertumbuhan. Meski masih mencatat kerugian, Bukalapak mampu menetapkan harga pelaksanaan di batas atas rentang penawaran. "Artinya, minatnya ada," ujar Suria, Selasa (27.7). Cuma memang, jika valuasi menggunakan basis perbandingan nilai perusahaan dengan penjualan atawa enterprise value to sales (EV/sales enterprise value to sales (EV/sales), valuasi Bukalapak tergolong premium. Tapi jika mengacu pada total processing value (TPV), valuasi Bukalapak belum premium. "Karena jika menggunakan TPV dan dibandingkan dengan peers di luar negeri, ini masih wajar," terang Suria.

GudangAda Raih Pendanaan US$ 100 Juta dari Asia Partners dan Falcon Edge

Ayutyas 23 Jul 2021 Investor Daily, 23 Juli 2021

Jakarta - Perusahaan rintisan (start-up) di bidang e-commerce, GudangAda mengantongi pendanaan lebih dari US$ 100 juta atau hampir Rp 1,5 triliun dalam putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Asia Partners dan Falcon Edge Capital. CEO GudangAda mengatakan, dana terbaru ini akan digunakan untuk memperbesar tim GudangAda, serta memperkuat ekosistem perusahaan, seperti layanan logistik, sistem pembayaran (POS/SaaS), pemesaran, data, dan layanan keuangan. GudangAda juga berencana memperkuat posisinya dengan mengembangkan teknologi artificial intelligence (AI) agar dapat menawarkan layanan personalisasi terbaik bagi para pedagang UMKM. 

Minat investor yang kuat didorong oleh kemampuan GudangAda memacu pertumbuhan bisnis.    Hal ini terlihat dari keberhasilannya memonetisasi pasar sejak kuartal I-2020. GudangAda merupakan salah satu platform e-commerce B2B yang berhasil membukukan net merchandise value (NMV) sebesar US$ 6 miliar dalam kurang dari 3 tahun, dan nilai investasi terakumulasi kurang dari US$ 35 juta dengan rasio efisiensi permodalan sebesar 170 kali. 

GudangAda telah bekerjasama dengan para pemilik bisnis kendaraan dan gudang, termasuk juga diantaranya dengan UMKM member GudangAda. GudangAda juga menawarkan sistem layanan manajemen transportasi dan gudang yang dinamis untuk memudahkan mitra mendigitalisasi bisnisnya. Menawarkan one-stop solution kepada UMKM Indonesia, GudangAda telah memperluas kategori produknya ke segmen obat-obatan atau farmasi, kemasan, peralatan rumah tangga, dan alat tulis. Ekspansi kategori ini didorong melalui kemitraan end to end (E2E) dengan prinsipal, distributor, pedagang besar, dan eceran di dalam rantai pasokan. Sejak ekspansi dilakukan pada awal tahun 2021, puluhan ribu UMKM telah bertransaksi dalam kategori baru tersebut. 

(Oleh - IDS)

Transaksi Uang Elektronik Terus Naik

Sajili 23 Jul 2021 Kontan

Di saat banyak bisnis akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, transaksi  e-commerce dan uang elektronik malahan melejit. Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai transaksi e-commerce pada semester satu 2021 meningkat sebesar 63,36% yoy menjadi Rp 186,75 triliun. BI juga memproyeksikan, sampai akhir tahun transaksi tersebut meningkat 48,4% yoy mencapai Rp 395 triliun.

Pertumbuhan ini seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking, ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7). Lalu untuk nilai transaksi uang elektronik di periode yang sama juga melonjak 41,01% yoy atau senilai Rp 132,03 triliun dan diproyeksikan tumbuh 35,7% yoy mencapai Rp 278 triliun untuk keseluruhan tahun 2021. BI terus mempercepat implementasi kebijakan sistem pembayaran sesuai BSPI 2025 dalam rangka mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien, ujarnya.

Sangat Tinggi Transaksi Tokopedia E-Samsat Jatim

Sajili 15 Jul 2021 Surya

Terdapat kenaikan transaksi pembayaran pajak kendaraan bermotor lewat Tokopedia E-samsat hingga 3 kali lipat pada kuartal I 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Khusus di Jawa Timur, kenaikan bahkan hampir 12 kali lipat.

Layanan Tokopedia E-Samsat diharapkan tidak hanya dapat mampu membantu masyarakat dalam membayar pajak, tetapi juga berkontribusi mendorong perkembangan ekonomi digital di Jatim.

Melalui Tokopedia E-Samsat, wajib pajak dapat membayarkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan mendapatkan Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran Elektrik (E-TBPKP) sah yang dapat diunduh dan dicetak sendiri.


Market Cap GoTo Tetap Terbesar

Ayutyas 15 Jul 2021 Investor Daily, 15 Juli 2021

Jakarta - Nilai kapitalisasi pasar (market cap) Gojek - Tokopedia (GoTo) tetap terbesar, sekalipun market cap PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Global JET Express (J&T Express), dan PT Tinusa Travelindo (Traveloka) digabung menjadi satu. Selain Bukalapak dan GoTo, dua perusahaan rintisan (start-up) teknologi berstatus unicorn, yaitu Traveloka dan J&T Express juga berpotensi mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Terkait IPO Bukalapak, animo investor terhadap saham ini sangat besar. tidak hanya dari investor ritel, investor luar negeri juga mengapresiasi langkah Bukalapak untuk IPO dan hal itu nampak dari minatnya yang besar. Minat asing terhadap saham Bukalapak sangatlah masuk akal. Hal itu tidak terlepas dari potensi pasar e-commerce di Indonesia yang didukung oleh bonus demografi dan juga Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia bahkan ASEAN. Bukalapak merupakan platform e-commerce yang paling banyak memiliki jaringan mitra di Indonesia. 

(Oleh - IDS)

Blibli.com Kombinasikan Daring dan Luring

Sajili 15 Jul 2021 Kompas

Perusahaan penyedia platform e-dagang, Blibli.com, meluncurkan kombinasi layanan daring dan luring (online to offline) untuk memperluas jangkauan konsumen. Ini berupa layanan barang dan jasa yang sekaligus bisa dilakukan baik di kanal daring dan toko fisik. ”Kami menyadari bahwa adopsi teknologi bukan hal yang mudah bagi sejumlah warga. Oleh karena itu, kami luncurkan fitur layanan daring ke luring atau omni channel sehingga mitra kami kian mudah dijangkau konsumen,” kata Co-founder dan CEO Blibli.com Kusumo Martanto, Rabu (14/7/2021), di Jakarta. Ia berharap dalam satu dekade ke depan fitur ini tetap berjalan. Blibli.com berkomitmen membina dan mengakomodasi pelaku UMKM. Saat ini, jumlah UMKM yang bermitra dengan Blibli.com mencapai 75.000 unit. Blibli.com genap beroperasi 10 tahun pada 25 Juli 2021.

Inilah Triliuner Milenial Indonesia di Bisnis Digital

Sajili 12 Jul 2021 Kontan

Di tengah pandemi Covid-19, sejumlah perusahaan teknologi kian bergigi. Dari rahim ekonomi digital ini pula, lahir para triliuner dan miliarder milenial yang melesat bersama ekspansi perusahaan yang mereka besarkan. Sederet taipan muda yang dimaksud adalah para pendiri dan tokoh kunci start up digital tersebut. Dari Bukalapak.com, yang pada Agustus nanti akan IPO, muncul tiga nama pendirinya yaitu Achmad Zaky, Muhammad Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono. Ketiganya mencatatkan nilai kepemilikan saham di atas Rp 1 triliun.

Berdasarkan prospektus Bukalapak, Zaky memiliki 4,45 miliar saham. Dengan kisaran harga IPO antara Rp 750 hingga Rp 850 per saham, nilai kepemilikan Zaky mencapai Rp 3,34 triliun-Rp 3,78 triliun. Dengan hitungan sama, nilai maksimal kepemilikan saham Fajrin dan Nugroho di Bukalapak masing-masing mencapai Rp 2,32 triliun dan Rp 1,82 triliun.

Ihwal rencana go public, Chief Executive Officer Bukalapak, Rachmat Kaimuddin Jumat pekan lalu mengungkapkan, Bukalapak optimistis mampu memperkuat jaringan bisnis, membentuk ekosistem digital, serta turut memajukan UMKM di Indonesia. Oh iya, Rachmat juga memiliki saham di Bukalapak dengan kisaran nilai Rp 78,22 miliar- Rp 88,65 miliar.

Lompatan besar juga diciptakan para pendiri GoTo, perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia, pada Mei 2021. Nilai valuasi GoTo disebut-sebut mencapai sekitar USS 17 miliar. Nilai aset pendiri Gojek, Nadiem Anwar Makarim yang kini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, misalnya, telah melonjak lebih dari 321 kali lipat menjadi Rp 4,22 triliun dari kepemilikan saham Gojek. Angka ini dihitung berdasarkan valuasi investasi Telkomsel di Gojek. Telkomsel membenamkan USS 450 juta atau sekitar Rp 6,4 triliun untuk memiliki 89.125 unit saham Gojek.

Nilai aset William Tanuwijaya lebih tinggi lagi. Pendiri Tokopedia yang pernah menjadi penjaga warnet itu memiliki aset di GoTo senilai Rp 4,68 triliun. Kekayaan Nadiem, William dan kawan-kawan berpotensi lebih besar lagi setelah GoTo menggelar go public pada tahun ini. Pengamat Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) lan Joseph Matheus Edward berpendapat, di masa mendatang akan muncul kembali orang-orang kaya baru dari start up digital. Hal ini seiring dengan ekosistem ekonomi digital yang semakin menguat dan membesar.

Curi Start untuk Perkuat Modal

Ayutyas 10 Jul 2021 Koran Tempo

Jakarta - Rencana PT Bukalapak Tbk melantai di bursa saham dianggap sebagai strategi untuk mengejar para unicorn atau perusahaan digital bervaluasi US$ 1 miliar lainnya. Potensi pendanaan yang datang dari penawaran saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) membantu perusahaan di tengah persaingan ketat. 

Sejumlah platform e-commerce lain yang selevel dengan Bukalapak sudah menguatkan basis pendanaan. Tokopedia, baru bergabung  dengan Gojek, yang sudah menyandang status decacorn atau perusahaan digital dengan valuasi di atas US$ 10 miliar. Shopee pun tengah menambah jenis layanan seiring dengan menguatnya pendanaan dari SEA Group. Skema pencarian keuntungan Bukalapak yang skala pasarnya sudah jauh meninggalkan perusahaan rintisan harus diperbarui agar tetap bertahan.  

(Oleh - IDS)

Target Dana IPO Bukalapak Berubah

Sajili 08 Jul 2021 Kontan

Skema initial public offering (IPO) Bukalapak kabarnya berubah. Perubahan ini lantaran tingginya minat investor atas saham e-commerce lokal tersebut. Bukalapak tidak lagi mengincar dana segar USS 800 juta, melainkan US$ 1 miliar. Seperti dilansir dari Reuters, dua sumbernya mengatakan target tersebut 25% lebih tinggi dari rencana awal, karena mempertimbangkan indikasi permintaan investor yang kuat.

IPO Bukalapak, dengan dukungan pemegang sahamnya diantaranya perusahaan investasi negara atau sovereign wealth fund (SWF) Singapura yakni GIC dan Microsoft, bakal menjadi pencatatan saham lokal terbesar dalam 13 tahun terakhir dan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Peningkatan target perolehan dana IPO Bukalapak menunjukkan minat investor yang tinggi terhadap bisnis teknologi di negara berkembang. Situasi tersebut juga menandakan adanya kebutuhan permodalan yang tinggi dari Bukalapak, karena perusahaan ini mengejar pertumbuhan yang cepat.

Sebagai perbandingan, perusahaan ride-hailing dan pembayaran di kawasan regional, Grab, membukukan valuasi USS 40 miliar pasca merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (special-purpose acquisition company) Altimer di Amerika Serikat (AS). Merger ini juga menjadi cara agar Grab dapat mencatatkan sahamnya di bursa saham AS. Pesatnya bisnis Bukalapak terus membuntuti pemimpin e-commerce lain di Indonesia yakni Tokopedia, Shopee Sea Ltd dan Lazada Alibaba. Asal tahu saja, pasar e-commerce Indonesia sudah bernilai USS 40 miliar dari gross merchandise value (gmc).

Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna BEl menyebut, pihaknya kini masih mengantongi 23 pencatatan saham atawa listing. "Tiga diantaranya diperkirakan bakal tercatat di bulan ini, " terang Nyoman Yetna. Dalam dokumen tersebut disebutkan, Bukalapak bakal listing pada 29 Juli. Sedang kabar terbaru menyebut, IPO baru akan dilakukan pada Agustus seiring dengan perubahan skema tersebut. Yang terang, ada tiga calon emiten berasal dari sektor teknologi dalam pipeline IPO BEl saat ini. Sisanya berasal dari berbagai sektor. Sektor barang Konsumen non-primer dan sektor industri paling mendominasi. Kedua sektor ini diwakili masing-masing oleh empat calon emiten. Jika melihat dari klasifikasi aset, hanya ada dua calon emiten yang memiliki aset skala kecil, di bawah Rp 50 miliar. Kemudian, sebanyak 10 calon memiliki aset menengah, antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. "Sebelas calon lainnya memiliki aset besar, di atas Rp 250 miliar, " kata Nyoman.