;
Tags

e-commerce

( 474 )

GoTo Serius akan Melantai di Bursa Efek Indonesia

KT1 17 Sep 2021 Investor Daily, 16 September 2021

Gojek dan Tokopedia (GoTo) serius akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah di Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang masuk bursa pada Agustus lalu. "Bukalapak sudah membuka karpet merah bagi kami semua pelaku teknologi nasional untuk nantinya akan melantai di Bursa Efek Indonesia," Kata CEO Tbk Tokopedia William Tanuwijaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (15/9). Baik William maupun CEO Gojek Kevin Aluwi, keduanya memang tengah fokus menyiapkan GoTo untuk menjadi raksasa global yang tidak hanya bersaing di pasar domestik, tetapi juga membawa nama Indonesia untuk kompetisi di pasar global. Keputusan merger antara Gojek dan Tokopedia yang diambil pada masa pandemi ini juga akan menguntungkan ekosistem yang ada.

Artinya, ada dua juta mitra pengemudi yang memiliki Gojek kemudian di gabung dengan 10 juta mitra UMKM Tokopedia, maka GoTo telah mempunyai total 12 juta mitra UMKM. Hasilnya transaksi yang dikontribusikan oleh platform GoTo kini pun sudah menembus 2% dari PDB nasional. William menegaskan, kombinasi antara Gojek dan Tokopedia bukan untuk sekedar mengejar efisiensi dan menghilangkan opsi masyarakat, tetapi justru untuk mengakselerasi dan menyerap sebanyak-banyaknya tenaga kerja. Menurut dia, di era revolusi indusri ini, Indonesia mempunyai harapan bukan hanya sebagai target pasar, tetapi juga beberapa tahun terakhir Indonesia juga terbukti telah melahirkan unicorn-unicorn perusahan nasional yang berhasil naik kelas di panggung dunia. Hal ini menunjukkan, jika talenta-talenta yang dimiliki negara ini diasah, maka akan lahir banyak perusahaan teknologi baru. (YTD)


Ekonomi Digital, Ada Potensi Besar Pengembangan Industri Digital

KT1 15 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Jawa Barat memiliki potensi yang cukup besar dalam upaya untuk meningkatkan industri digital. Selain jumlah penduduk yang mencapai 50 juta orang juga potensi alamnya yang sangat beragam untuk terus dikembangkan. "Bicara potensi Jawa Barat, pertama berbatasan dengan Ibu Kota Negara,  penduduknya paling banyak sekitar 50 juta, tersebar di pegunungan, hutan, pantai, persawahan." Kata kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Setidji, Minggu (12/9). 

"Bagaimana teknologi bisa meningkatkan taraf hidup mereka yang ada di desa. Kami punya program desa digital, yang kami kemas kedalam tematik pertanian, pariwisata, peternakan, perikanan, pendidikan, kesehatan, infrastuktur dan lain-lain."katanya. Setiadji menyatakan, dengan teknologi Jabar dapat menghadirkan apa yang sebelumnya sulit dilakukan. Ia mencontohkan masyarakat masyarakat bisa bekerja dimana saja dan kapan saja. "Lalu bagaimana blogger atau youtuber desa dengan potensi desanya bisa memberikan informasi menarik. Sekarang orang sudah bosan menjual konten perkotaan," kata Setiadji.

Penetrasi internet yang besar modal besar bagi Indonesia yang mengembangkan e-commerce dan bisnis berbasis teknologi digital di Tanah Air. Presiden Jokowi telah mendeklarasikan visi Indonesia Digital Nation 2025 dengan salah satu target  transformasi digital yaitu mencetak 5.000 startup. Sejalan dengan visi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan para penggerak ekosistem digital, menginisiasi Gerakan Nasional 1.000 startup Digital dengan tujuan meningkat jumlah kewirausahaan ekonomi digital di Indonesia. (YTD)


Industri Pertambangan, Pemerintah Godok Beleid Logam Tanah Jarang

KT1 15 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djalaludin mengatakan saat ini belum ada regulasi spesifik yang mengatur penggunaan logam tanah jarang. "Pemerintah membentuk tim pengembangan  berbagai logam tanah jarang dan penyusunan inpres percepatan hilirisasi industri logam tanah jarang,"katanya akhir pekan lalu. Ridwan menerangkan bahwa ini berpotensi menjadi bahan baku teknologi  pertahanan, kesehatan, hingga, energi listrik. Sejumlah BUMN pun saat ini berpotensi terlihat dalam pemanfaatan logam tanah jarang.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan mineral logam tanah jarang belum dimanfaatkan sebagai sumber energi di Indonesia. "Memang tugas Badan Geologi menginventarisasi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan dan mendukung pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan,"katanya. Sementara itu pemerintah dinilai masih belum serius memanfaatkan potensi energi nuklir sebagai alternatif pembangkit listrik meski dapat menghasilkan tenaga listrik minim emisi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Riset dan Teknologi Bahan Galian Nuklir Yarianto Sugeng Budi Susilo memperkirakan mineral radioaktif akan menjadi salah prospek untuk dikembangkan termasuk di Indonesia. "Sehingga masa depan kita tidak lagi akan menggunakan energi berbasis fosil, maka nuklir adalah opsi yang potensi untuk Indonesia selain karena itu kita memiliki cukup banyak bahan bakunya," katanya. Adapun saat ini pemerintah terus mempertimbangkan pengembangan energi nuklir sebagai salah satu upaya untuk mengejar netral karbon pada 2050 hingga 2060. (YTD)

Industri Pertambangan, Pemerintah Godok Beleid Logam Tanah Jarang

KT1 15 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djalaludin mengatakan saat ini belum ada regulasi spesifik yang mengatur penggunaan logam tanah jarang. "Pemerintah membentuk tim pengembangan  berbagai logam tanah jarang dan penyusunan inpres percepatan hilirisasi industri logam tanah jarang,"katanya akhir pekan lalu. Ridwan menerangkan bahwa ini berpotensi menjadi bahan baku teknologi  pertahanan, kesehatan, hingga, energi listrik. Sejumlah BUMN pun saat ini berpotensi terlihat dalam pemanfaatan logam tanah jarang.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan mineral logam tanah jarang belum dimanfaatkan sebagai sumber energi di Indonesia. "Memang tugas Badan Geologi menginventarisasi sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan dan mendukung pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan,"katanya. Sementara itu pemerintah dinilai masih belum serius memanfaatkan potensi energi nuklir sebagai alternatif pembangkit listrik meski dapat menghasilkan tenaga listrik minim emisi.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Riset dan Teknologi Bahan Galian Nuklir Yarianto Sugeng Budi Susilo memperkirakan mineral radioaktif akan menjadi salah prospek untuk dikembangkan termasuk di Indonesia. "Sehingga masa depan kita tidak lagi akan menggunakan energi berbasis fosil, maka nuklir adalah opsi yang potensi untuk Indonesia selain karena itu kita memiliki cukup banyak bahan bakunya," katanya. Adapun saat ini pemerintah terus mempertimbangkan pengembangan energi nuklir sebagai salah satu upaya untuk mengejar netral karbon pada 2050 hingga 2060. (YTD)

Empat Emiten Tanam Dana US$ 1,1 Miliar di Start-up

KT1 15 Sep 2021 Investor Daily, 13 September 2021

Empat emiten besar telah berinvestasi lebih dari US$ 1,1 miliar (Rp15,6 triliun) diseluruh perusahan rintisan (start-up) teknologi. Empat emiten itu adalah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra Internasional Tbk (ASII). PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek, dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Proses digitalisasi yang tengah berkembang pesat di Indonesia menjadi pendorong utama aliran dana segar dari perusahaan-perusahaaan besar tersebut. Tren Investasi ini diperkirakan terus berlangsung, setidaknya hingga tiga tahun kedepan.

Adapun satu perusahaan lagi akan menyusul menjadi unicorn pada tahun ini. "Valuasinya sudah mencapai US$ 900 juta. Jadi, sudah sangat dekat dan seharusnya bisa tahun ini," kata Kenneth kepada Investor Daily, baru-baru ini. Dia juga memprediksi bakal ada banyak lebih banyak portfolio yang menjadi unicorn. Sebab, saat ini terdapat 15 portfolio yang berstatus centour atau memiliki valuasi di atas US$ 100 juta sampai di bawah US$ 1 miliar. Selanjutnya, Emtek juga aktif berinvestasi di start-up. Tahun ini, Emtek sudah menyuntikkan dana  Rp 3,08 triliun atau setara US$ 210 juta kepada PT Grab Teknologi Indonesia (GTI). 

Terbaru, Saratoga Sedaya Investama berpartisipasi dalam putaran pendanaan Sirclo, perusahaan e-commerce enabler, senilai US$ 36 juta. Selain Saratoga, terdapat East Ventures, Traveloka, Sinar Mas Land, dan investor lainnya yang turut berpartisipasi dalam pendanaan tersebut. Menanggapi hal itu, Associate Director of Research and Investment PT Pilarmas  Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, perubahan cara pandang pelaku bisnis yang lebih mengedepankan digitalisasi karena gaya hidup konvensional sudah tidak bisa digunakan lagi. (YTD) 

Pemerintah-DPR RI Sepakat untuk Sahkan UU AAEC

HR1 10 Sep 2021 Investor Daily, 8 September 2021

Pemerintah bersama DPR Republik Indonesia (DPR RI) menyepakati pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Asean Agreement on Electronic Commerce (RUU AAEC), atau (Persetujuan Asean tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) menjadi UU. Peraturan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing e-commerce Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Mewakili Presiden Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate pun menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pimpinan dan Anggota DPR RI atas disahkannya RUU tersebut menjadi UU di Ruang Rapat Paripurna DPR-RI, Senayan, Jakarta, Selasa (7/9). “Setelah mempertimbangkan secara sungguh-sungguh persetujuan fraksi-fraksi, izinkanlah kami mewakili Presiden Republik Indonesia dalam rapat paripurna yang terhormat ini, menyatakan setuju RUU tentang Asean Agreement on Electronic Commerce untuk disahkan menjadi UU,” ujar Menkominfo. Menurut Johnny, keputusan pengesahan RUU AAEC menjadi UU memiliki arti penting karena menjadi payung hukum kerja sama dalam sektor e-commerce antar pemerintah di antara negara anggota Asean. Selain itu, Menkominfo mengharapkan akan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di Asean.

Bukalapak Catat Kenaikan TPV 54% dan Pangkas Kerugian

KT1 03 Sep 2021 Investor Daily, 2 September 2021

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat pertumbuhan total processing value (TPV) sebesar 54% menjadi Rp 56,7 trilliun pada semester I-2021. Pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15% dan kenaikan avarage trasaction value (ATV) sebesar 34%. Perbaikan tersebut menjadikan rugi bersih perseroan bisa ditekan sebesar 25,7% menjadi Rp 763 milliar pada semester I-2021 dibanding sama periode tahun sebelumnya senilai Rp1,03 trilliun. "Sebesar 75% TPV perseroan pada semester I-2021 berasal dari luar daeah tier 1 di Indonesia, di daerah dimana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung-warung kecil ritel terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat," ungkap management Bukalapak dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9).

Sedangkan pendapatan mitra Bukalapak pada kuartal II-2021 tumbuh sebesar 292% menjadi 145 miliar, dan pendapatan mitra sebesar 350% manjadi 290 miliar. Pada kuartal II-2021, Bukalapak berhasil menekan kerugian earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) menjadi Rp407 miliar. Sementara, kerugian EBITDA pada semester I-2021 membaik sebesar 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rasio kerugian EBITDA terhadap TPV membaik dari 3,1% pada kuartal II-2020 menjadi 1,4% pada kuartal II-2021.

Hal tersebut menjadikan Bukalapak mampu untuk menekan kerugian operasionalnya sebesar 24,9% menjadi Rp 776 miliar pada semester I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,03 triliun. Adapun posisi kas perseroan sebesar Rp 2,7 trilliun per akhir Juni 2021, sebelum memperhitungkan dana hasil dari penawaran umum perdana (IPO) saham perseroan yang sebesar Rp 21,3 triliun pada Agustus lalu. (YTD)

Konsumen Belanja Online akan Sentuh 144 Juta

IDR 01 Sep 2021 Investor Daily, 1 September 2021

Jakarta - Konsumen belanja online di Indonesia bakal menyentuh 144 juta tahun ini, didorong pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan sosial. Indonesia memimpin pertumbuhan konsumen digital di Asean, yang tahun ini diprediksi mencapai 313 juta, naik 70 juta dari 2020. Belanja online per orang di Asia Tenggara diprediksi naik 60% menjadi US$ 381 tahun ini, dibandingkan 2020 sebesar US$ 238. Media sosial berperan besar dalam memacu belanja online. Buktinya, sebesar 22% responden menjadikan media sosial sebagai saluran untuk mencari barang. 

Para peneliti juga menemukan, segmen bahan makanan mencetak pertumbuhan belanja online tercepat. Mayoritas konsumen berencana menjaga, bahkan meningkatkan belanja online di segmen ini dan kategori lain. Seiring dengan itu, perusahaan rintisan (startup) internet dan teknologi Asean menjadi incaran perusahaan moda ventura dan pengelola dana swasta dunia. Kuartal I-2021, startup di sektor itu menyedot 88% transaksi investasi, naik 78% dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun pendanaan di subsektor teknologi didominasi perusahaan teknologi finansial sebesar 56%, terdiri atas peer to peer landingbuy now pay later, dompet digital, dan perdagangan kripto.

Bank Indonesia Cirebon, Genjot Penggunaan QRIS, Sasar UMKM

KT1 31 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon terus berupaya menggenjot penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) atau pembayaran berbasis barcode di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning). Penggenjotan penggunaan QRIS ini digunakan sebagai alat transaksi oleh kosumen dan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah merchant yang ada di kabupaten tersebut. 

Kepala KPw BI Cirebon Bakti Artanta mengatakan, layanan sektor keuangan dan pembayaran berbasis nontunai sangat bermanfaat bagi perekonomian. Berbagai manfaat di antaranya, efisiensi dan efekifvitas  layanan. Menurut Bakti, pembayaran menggunakan QR code menjadi salah satu inisiatif Indonesia dalam menyongsong ekonomi digital, lantaran banyak turunan transaksi digital lainnya yang dapat dikembangkan berdasarkan data transaksi costumer dari kode tersebut.

Menurut Bakti pelaku UMKM di wilayah tersebut sudah menyadari pentingnya transaksi secara digital ditengah masa pandemi Covid-19. Di targetkan, pada 2021 ini sebanyak 200.222 lebih UMKM di Ciayumajakuning sudah menggunakan QRIS sebagai transaksi pembayaran. Menurutnya, metode tersebut mampu meningkatkan potensi perluasan penjualan. "Pelaku UMKM ini nanti tidak lagi memerlukan uang kembalian, sebagai uang penjualan langsung tersimpan di tabungan, resiko uang hilang/atau dicuri akan berkurang," kata Bakti. Bagi Bank Indonesia, UMKM mempunyai peran penting bagi perekonomian di Indonesia, lantaran memberikan sumbangan siginifikan, terutama dalam membentuk produk domestik bruto dan penyerapan tenanga kerja. 

"Kami masih sebagai bank sentral berupaya memberikan kontribusi terbaik melalui kebijakan pengambangan UMKM dalam meningkatkan akses keuangan. Pengembangan UMKM oleh BI punya tujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan managerial SDM serta inovasi dari UMKM," kata Bakti. Selama pandemi, kata Bakti, banyak pelaku UMKM yang mengajukan restrukturisasi kredit. Padahal, UMKM ini merupakan sumber ekonomi terbesar di Indonesia, Kalau semua sudah memanfaatkan platform digital, pada 2025 UMKM akan menjadi sumber ekonomi baru," kata Bakti. (YTD)

Kesepakatan Perdagangan Elektronik, Pertajam Taji E-commerce Di ASEAN

HR1 29 Aug 2021 Bisnis Indonesia, 24 Agustus 2021

Persetujuan Asean tentang Perdagangan dalam Sistem Elektronik atau Asean Agreement on E-Commerce diharapkan dapat segera disahkan sebagai undang-undang nasional seiring dengan target pertumbuhan ekonomi digital yang dibidik pemerintah. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa Indonesia menargetkan dapat menguasai 40% dari total potensi ekonomi digital pada 2025. Perdagangan internasional, terutama yang terkait dengan e-commerce (dagang-el), diyakini bisa menjadi motor untuk realisasi target tersebut.“Pemerintah berupaya untuk memanfaatkan perdagangan internasional khususnya terkait e-commerce melalui kerja sama dengan negara-negara Asean dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata Lutfi dalam rapat pembahasan tingkat I Asean Agreement on E-Commerce bersama Komisi VI DPR RI, Senin (23/8).

Transaksi dagang-el pada 2021 diperkirakan menembus Rp354,3 triliun, naik 33,11% dibandingkan dengan nilai transaksi pada 2020 senilai Rp266,2 triliun. Volume transaksi juga diramalkan naik 38,17% dari 925 juta transaksi sepanjang 2020 menjadi 1,3 miliar transaksi pada 2021. “Peran e-commerce dalam perekonomian Asean makin meningkat. Tercatat kontribusi PMSE (perdagangan melalui sistem elektronik) mencapai 7% dari total PDB Asean. Pertumbuhan e-commerce tumbuh menjadi US$200 miliar pada 2020 dan selama 2015 sampai 2019 telah tumbuh tujuh kali lipat dari US$5,5 miliar menjadi US$38 miliar,” tambah Lutfi.