Bukalapak Catat Kenaikan TPV 54% dan Pangkas Kerugian
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat pertumbuhan total processing value (TPV) sebesar 54% menjadi Rp 56,7 trilliun pada semester I-2021. Pertumbuhan TPV perseroan didukung oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15% dan kenaikan avarage trasaction value (ATV) sebesar 34%. Perbaikan tersebut menjadikan rugi bersih perseroan bisa ditekan sebesar 25,7% menjadi Rp 763 milliar pada semester I-2021 dibanding sama periode tahun sebelumnya senilai Rp1,03 trilliun. "Sebesar 75% TPV perseroan pada semester I-2021 berasal dari luar daeah tier 1 di Indonesia, di daerah dimana penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung-warung kecil ritel terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat," ungkap management Bukalapak dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9).
Sedangkan pendapatan mitra Bukalapak pada kuartal II-2021 tumbuh sebesar 292% menjadi 145 miliar, dan pendapatan mitra sebesar 350% manjadi 290 miliar. Pada kuartal II-2021, Bukalapak berhasil menekan kerugian earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) menjadi Rp407 miliar. Sementara, kerugian EBITDA pada semester I-2021 membaik sebesar 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rasio kerugian EBITDA terhadap TPV membaik dari 3,1% pada kuartal II-2020 menjadi 1,4% pada kuartal II-2021.
Hal tersebut menjadikan Bukalapak mampu untuk menekan kerugian operasionalnya sebesar 24,9% menjadi Rp 776 miliar pada semester I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,03 triliun. Adapun posisi kas perseroan sebesar Rp 2,7 trilliun per akhir Juni 2021, sebelum memperhitungkan dana hasil dari penawaran umum perdana (IPO) saham perseroan yang sebesar Rp 21,3 triliun pada Agustus lalu. (YTD)
Tags :
#e-commercePostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023