Konsumen Belanja Online akan Sentuh 144 Juta
Jakarta - Konsumen belanja online di Indonesia bakal menyentuh 144 juta tahun ini, didorong pandemi Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan sosial. Indonesia memimpin pertumbuhan konsumen digital di Asean, yang tahun ini diprediksi mencapai 313 juta, naik 70 juta dari 2020. Belanja online per orang di Asia Tenggara diprediksi naik 60% menjadi US$ 381 tahun ini, dibandingkan 2020 sebesar US$ 238. Media sosial berperan besar dalam memacu belanja online. Buktinya, sebesar 22% responden menjadikan media sosial sebagai saluran untuk mencari barang.
Para peneliti juga menemukan, segmen bahan makanan mencetak pertumbuhan belanja online tercepat. Mayoritas konsumen berencana menjaga, bahkan meningkatkan belanja online di segmen ini dan kategori lain. Seiring dengan itu, perusahaan rintisan (startup) internet dan teknologi Asean menjadi incaran perusahaan moda ventura dan pengelola dana swasta dunia. Kuartal I-2021, startup di sektor itu menyedot 88% transaksi investasi, naik 78% dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun pendanaan di subsektor teknologi didominasi perusahaan teknologi finansial sebesar 56%, terdiri atas peer to peer landing, buy now pay later, dompet digital, dan perdagangan kripto.
Tags :
#e-commercePostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023