;
Tags

e-commerce

( 474 )

Gojek Serahkan Operasional Bisnis di Thailand kepada AirAsia Group

Sajili 08 Jul 2021 Kompas

Perusahaan teknologi asal Indonesia, Gojek, menyerahkan operasional bisnis di Thailand kepada Airasia Group. Selanjutnya, Gojek akan lebih fokus mengembangkan pasar globalnya di Vietnam dan Singapura. Aksi korporasi tersebut dilakukan dengan skema pertukaran saham. Airasia Group mengakuisisi saham Gojek Thailand dan sebagai gantinya, Airasia memberikan Gojek saham sebesar 4,76 persen di anak usahanya, Airasia Digital. Transaksi tersebut bernilai 50 juta dollar AS. ”Kami telah memiliki ekosistem ekonomi digital yang mumpuni. Kami telah berhasil meluncurkan lebih dari 15 lini bisnis di luar maskapai penerbangan dan beragam layanan gaya hidup di platform e-commerce digital kami di Malaysia. Sekarang adalah momen yang tepat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Ini merupakan awal dari kemitraan strategis jangka panjang dengan Gojek yang akan menggebrak industri,” kata CEO AirAsia Group Tony Fernandes dalam jumpa pers daring, Rabu (7/7/2021).

Bisnis Gojek di Thailand masih merugi pada 2019 dan 2020, menurut laporan yang tersedia sebelum kesepakatan tersebut. Menurut Direktur Asia Group Advisors Thailand Nattabhorn Juengsanguansit, seperti dikutip Reuters, kolaborasi antara Airasia Digital dengan Gojek dapat meningkatkan pangsa pasar Gojek di Thailand. ”Akan tetapi, kolaborasi itu akan menghadapi tantangan ketat dalam hal pengiriman makanan, seperti dari Line Man yang telah menerima injeksi modal tahun lalu. Posisi Grab juga semakin kuat, juga layanan Bolt yang berasal dari Estonia,” ujarnya.

Saat ini, valuasi Airasia Digital diperkirakan sebesar 1 miliar dollar AS. Selama beberapa pekan ke depan, aplikasi Gojek masih dapat digunakan untuk pelanggan di seputaran kota Bangkok hingga 31 Juli sebelum terintergrasi dengan Airasia Digital. Superapp Airasia Digital akan melanjutkan penggunaan ekosistem Gojek yang ada untuk para mitra pengemudi, penjual, dan pelanggan. Operasional Airasia Digital juga akan segera meluas hingga ke Chiang Mai dan Phuket.

Penguatan Ekonomi Digital, Jasa Logistik Topang E-commerce

Ayutyas 08 Jul 2021 Bisnis Indonesia

JAKARTA — Jasa logistik memegang peranan penting dalam menopang sektor perdagangan digital sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia.Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan efisiensi biaya logistik akan diikuti dengan aktivitas perekonomian yang memanfaatkan platform digital. Namun, rasio logistik terhadap PDB Indonesia tergolong tinggi dan sempat menyentuh 26% pada 2014.“Pada 2019 kami hitung turun, tetapi tidak signifikan dan menjadi 23% karena ada jalanan yang belum difinalisasi,” kata Lutfi dalam acara Bisnis Indonesia Mid-Year 2021 Economic Outlook, Rabu (7/7).

Co-Founder dan Chief Operating Officer Shipper Indonesia Budi Handoko mengatakan peran logistik di Indonesia begitu besar karena saat ini terdapat sekitar US$221 miliar pangsa pasar pendapatan jasa logistik.Transaksi e-commerce yang mencapai Rp266,3 triliun pada 2020 dengan persentase kenaikan 29% secara tahunan dan populasi Indonesia yang memiliki lebih dari 270 juta penduduk, dinilai sebagai modal besar bagi bisnis jasa logistik. Menurutnya, hingga saat ini ada 65% pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menganggap logistik adalah tantangan terbesar berusaha. Adapun,hingga saat ini baru 13,7 juta UMKM yang sudah bergabung di lokapasar daring.

Sementara itu, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) meyakini membenahi struktur logistik adalah cara bertahan yang efektif bagi sebuah negara.Vice President of Marketing PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Eri Palgunadi mengatakan industri logistik telah bergerak menuju digitalisasi sehingga perusahaan memetakan kluster dan membangun sebuah jaringan, khususnya pada melalui tiga pilar utama, yaitu e-commerce, gerbang pembayaran digital, dan logistik.Head of Center of Investment, Trade, and Industry Indef Andry Satrio Nugroho mengatakan pandemi Covid-19 telah membuat tren kinerja e-commerce secara global meningkat.Menurutnya, e-commerce dapat menjadi penopang ekonomi di tengah pandemi. Namun, hal tersebut harus didukung pula oleh berbagai sektor terkait, salah satunya logistik.

(Oleh - HR1)

Memperkuat Basis di Asia Tenggara

Ayutyas 08 Jul 2021 Koran Tempo

Jakarta - Ekspansi bisnis PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek di luar Indonesia diprediksi akan semakin kuat setelah menggandeng Grup AirAsia. Pengalihan layanan transportasi berbasis aplikasi dan teknologi finansial milik Gojek di Thailand kepada AirAsia akan membuat manajemen dapat berfokus ke Vietnam dan Singapura. Gojek pun akan membuka layanan baru di kedua negara tersebut. 

Fitur non-transportasi Gojek, khususnya pesan-antar makanan dan sistem pembayaran digital, menjadi senjata ekspansi terdepan di pasar internasional. Setelah melebur menjadi GoTo, Gojek dan Tokopedia diprediksi bakal menggenjot layanan di luar Indonesia. Penyatuan dua unicorn itu tercatat sebagai integrasi ekosistem digital terbesar di Indonesia. Selain karena aplikasi Gojek sudah diunduh 170 juta kali di Asia Tenggara sampai akhir tahun lalu, Tokopedia juga akhirnya bisa menjangkau hampir semua kecamatan di Indonesia.  

(Oleh - IDS)

Mengawasi Harga, Menjaga Pasokan Obat

Sajili 08 Jul 2021 Koran Tempo

E-commerce mengupayakan berbagai cara untuk mengendalikan harga obat Covid-19 agar tak melampaui ketentuan harga eceran tertinggi. Assistant Vice President Marketplace Quality Bukalapak, Baskara Aditama, mengatakan timnya rutin memantau harga jual barang-barang tersebut agar selalu dalam batas yang wajar. Seluruh penjual yang menetapkan harga di luar batas ini demi meraup keuntungan dan menghalangi akses masyarakat pada penggunaan alat-alat kesehatan akan ditindak.

Menurut Baskara, salah satu sanksinya adalah menurunkan produk tersebut dari marketplace dan penjualnya diberi label pelanggar. Dia mengatakan Bukalapak memperbolehkan seluruh penjual menetapkan harga dan strategi penjualan masing-masing. Tapi mereka harus mematuhi aturan yang berlaku, baik di Bukalapak maupun secara hukum.

Sementara itu, Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, mengatakan selama ini juga sudah menetapkan kebijakan pengendalian harga dan menindak penjual yang memasang harga produk di atas kewajaran.

Sejak awal masa pandemi Tokopedia telah menutup permanen toko-toko dan melarang tayang produk yang terbukti melanggar aturan. Menurut dia, upaya pemerintah dalam menetapkan batas harga atas ini mempermudah penegakan kebijakan secara merata.


Transaksi E-Commerce 2021 Diproyeksikan Tumbuh 39%

Sajili 07 Jul 2021 Kontan

Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan transaksi e-commerce pada tahun 2021 akan melampaui perkiraan sebelumnya. Jika semula Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan e-commerce tahun ini bisa mencapai 33,2% year on year (yoy) dengan nilai Rp 330,7 triliun, BI merevisi proyeksi ini menjadi lebih tinggi yakni 39,1% yoy dengan nilai Rp 370 triliun.

Gubernur Bl Perry Warjiyo, menyampaikan hal ini Senin (5/7). Optimisme pertumbuhan aktivitas transaksi digital ini seiring dengan meningkatnya akses masyarakat di tengah pandemi korona. Catatan Bl, ada peningkatan transaksi e-commerce sejak 2017. Saat itu, transaksi e-commerce tercatat Rp 42,2 triliun. Kemudian, pada 2018, transaksi naik jadi Rp 105,6 triliun atau melonjak 150,24% yoy. Jumlah nilai transaksi meningkat lagi pada tahun 2019 yang pada waktu itu tercatat Rp 205,5 triliun atau tumbuh 94,69% yoy. Tahun 2020, transaksi e-commerce menyentuh Rp 266 triliun, naik 29,44% yoy. Menurut Perry, meningkatnya transaksi di platform digital ini tak lepas dari digitalisasi sistem pembayaran dan meningkatnya preferensi. Selain itu, penerimaan masyarakat terhadap teknologi digital juga semakin membaik. Bahkan, penggunaan e-commerce ke depan diperkirakan akan semakin masif.


Transaksi e-Commerce 2021 Diperkirakan Capai Rp 370 Triliun

Ayutyas 06 Jul 2021 Investor Daily, 6 Juli 2021

JAKARTA, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, penetrasi dan akselerasi transaksi digital dan keuangan digital semakin meningkat pesat. Karena itu, transaksi e-commerce tahun ini diproyeksikan tumbuh signifikan 39,1% menjadi Rp 370 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 266 triliun. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, peningkatan akselerasi ekonomi digital dan keuangan digital disebabkan oleh meningkatnya preferensi dan ekspektasi masyarakat terhadap teknologi digital. “Hal ini akan semakin mendorong pesatnya transaksi ekonomi digital. Kemudian, perkembangan fintech dan digital banking ke depan,” tutur dia, dalam Silaturahmi ISEI, Senin (5/7).

Kemudian, transaksi digital banking juga diproyeksikan mengalami kenaikan hingga 21,8% pada tahun ini menjadi Rp 33.331 triliun dibandingkan sepanjang tahun lalu tercatat Rp 27.356 triliun. “Semua transaksi melalui online, bisa online banking, mobile banking, dan apps yang mostly our time. Sekarang, segala sesuatu transaksi dengan perbankan bisa dilakukan melalui gadget di mana dan kapan pun. Karena itu, bisa tumbuh 21,8%, atau keseluruhan tahun ini Rp 33.331 triliun. Itu luar biasa ya, ini akan jadi suatu game changer,” jelasnya.

(Oleh - HR1)

PPKM Darurat Berlaku, Omzet Rp 5 triliun Lenyap

Sajili 05 Jul 2021 Koran Tempo

Pusat belanja menjadi salah satu sektor yang terkena dampak kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali yang berlaku sejak 3 Juli lalu. Dalam kebijakan tersebut, mal ataupun pusat belanja dilarang buka hingga 20 Juli mendatang. Gerai yang melayani kebutuhan sehari-hari ataupun farmasi masih diperbolehkan dibuka, namun dengan jam operasional terbatas.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengatakan gerai di mal yang melayani kebutuhan pokok, seperti supermarket, gerai farmasi atau kesehatan, bank atau anjungan tunai mandiri (ATM), serta makanan dan minuman, hanya boleh beroperasi dalam jam operasional yang terbatas dan pesan-antar.

Meski begitu, pendapatan pengelola pusat belanja bakal anjlok. Selama ditutup, pusat perbelanjaan kehilangan pendapatan Rp 5 triliun setiap bulan. Angka tersebut adalah potensi nilai pendapatan yang diterima pusat belanja, bukan nilai penjualan yang dilakukan para penyewa.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Christine Natasya, mengatakan PPKM darurat ini mengancam gerai retail nonpangan. Menurut dia, PPKM darurat bakal memberikan dampak yang cukup besar lantaran pengelola mal kehilangan omzet minimal satu bulan. Christine memperkirakan dampaknya bakal lebih besar dibandingkan dengan PPKM sebelumnya.


Akuisisi Suning, Alibaba Siap Unjuk Gigi Lagi

Sajili 02 Jul 2021 Kontan

Jejaring bisnis ritel Alibaba Group akan terus membesar. Setelah memiliki berbagai perusahaan e-commerce ritel, Alibaba akan memiliki lebih banyak lagi saham perusahaan logistik dan ritel online, Suning. Pembelian saham Suning menjadi investasi besar pertama Alibaba sejak membayar rekor denda antimonopoli sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kerajaan bisnis internet Jack Ma.

Mengutip Bloomberg Kamis (1/7), konsorsium yang dipimpin oleh Alibaba dan pemerintah provinsi Jiangsu ini mendekati kesepakatan untuk membeli saham Suning milik miliarder China, Zhang Jindong. Kesepakatan terbaru itu akan menambah 20% saham yang sudah dimiliki Alibaba di Suning.com Co. Saat ini, valuasi 20% saham Suning ditaksir bernilai sekitar US$ 8 miliar.

Investasi ini menjadi momentum comeback Alibaba sejak regulator China berwenang mengenakan denda USS 2,8 miliar pada perusahaan pada April lalu. Zhang sebagai pendiri Suning, tidak akan lagi memiliki kendali atas perusahaan tersebut setelah kesepakatan ini. Transaksi ini juga menandai akhir perjalanannya sebagai pengusaha papan atas yang membawa perusahaannya di berbagai bisnis, termasuk memiliki tim sepakbola Inter Milan.

Tahun 2015, Alibaba menginvestasikan USS 4,6 miliar untuk 20% saham di Suning. com. Pada gilirannya Alibaba akan membayar US$ 2,3 miliar untuk membeli 1,1% saham di perusahaan ini. Kemitraan dengan Suning dan pengecer fisik lainnya adalah bagian dari tujuan raksasa seperti Alibaba untuk membangun kerajaan bisnis belanja offline dan online yang terintegrasi. Chief Executive Officer Alibaba, Daniel Zhang telah melakukan ekspansi ke bisnis ritel fisik dan bisnis grosir khususnya sebagai landasan strategi pertumbuhan. Sejauh ini, langkah tersebut membuahkan hasil selama pandemi virus korona.

Usaha Turun Temurun, Songket UMKM Khas Batubara Sampai ke Malaysia

Sajili 02 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Songket menjadi salah satu wastra atau kain khas Indonesia yang sudah ada sejak lama. Wajar saja, banyak orang yang masih menggeluti usaha yang diturunkan dari generasi sebelumnya.

Sama halnya dengan Ratna  yang sudah belajar untuk menenun songket ketika umurnya menginjak 15 tahun. Dengan kegigihannya dalam mengajak ibu-ibu pada tahun 2005, ia sukses menambah jumlah penenun yang bekerja dengannya menjadi 70 orang.

Cakupan pasar hasil produksi UMKM yang dimiliki Ratna juga bisa dikatakan sudah cukup luas. Songketnya pernah dikirimkan ke negara tetangga yaitu Malaysia tahun 2008 - 2019 sebanyak 20 kodi atau 400 lembar songket. Harga songket yang diproduksi Ratna bervariasi mulai dari Rp 400.000 hingga yang paling mahal pernah mencapai Rp 4.000.000.

Selama masa pandemi, usaha milik Ratna cukup terdampak. Permintaan dari Malaysia juga terhenti sementara. Namun, hal itu tidak membuat Ratna hilang akal, la pun memanfaatkan penjualan secara online yang ia jual di e-Commerce.

Tetapi Ratna tidak sendirian, sebab usahanya dibantu oleh PT indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang menjadikannya mitra binaan di tahun 2017. Keuntungan setelah bergabung dengan mitra Inalum ya lumayan sekali meningkat sampai 50% pendapatannya.


ShopeePay Sasar UKM di Makassar

Sajili 02 Jul 2021 Tribun Timur

Layanan pembayaran digital ShopeePay bakal menghadirkan program Semangat Usaha Lokal di Makassar, pada tanggal 4 hingga 10 Juli 2021. Melalui program Semangat Usaha Lokal, ShopeePay berupaya meningkatkan visibilitas bisnis UMKM lokal agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen dengan memaksimalkan fitur serta manfaat dari layanan pembayaran digital ShopeePay.

Head of Strategic Merchant AcquiSition, Eka Nilam Dari menjelaskan bahwa perkembangan bisnis UKM menjadi bisnis utama yang menjadi penggerak penggerak di masing-masing daerah. ShopeePay, kata dia, melihat bahwa di tengah pandemi Covid-19 banyak inistatif yang bisa dikerjakan bersama UKM. Dirinya berharap, dengan cashback yang benefit cashback yang lebih spesial, masyarakat bisa berpartisipasi dan bertransaksi.