Transaksi E-Commerce Diprediksi Rp 395 Triliun
Transaksi perdagangan elektronik
(e-commerce) tahun ini diprediksi mencapai Rp
395 triliun atau tumbuh 48,45% dibandingkan
2020 sebesar Rp 253 triliun. Hal ini dipicu
pandemi Covid-19 yang mempercepat
transformasi digital di jasa keuangan.
“Saat ini, masyarakat mulai
meninggalkan pembayaran fisik
dan memilih bertransaksi secara
digital,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Fitria
Irmi Triswati dalam webinar Financial Services Industry Menuju
Era Society 5.0: Dukungan Lembaga Keuangan Untuk Pengusaha
Muda, Kamis (29/7)
Dia mengungkapkan ekonomi
keuangan digital pada 2021
diperkirakan melesat, didorong
meningkatnya prevalensi dan
akseptasi masyarakat. BI melihat pergeseran pola transaksi
masyarakat ke digital terus meningkat. Hal ini dibuktikan oleh
peningkatan signifikan transaksi
e-commerce, bank digital, dan
uang elektronik, terutama di
masa pandemi Covid-19.
Dia menerangkan, statistik
terakhir volume transaksi e-commerce mencapai 600 juta lebih
transaksi dan secara nominal
hampir mencapai Rp 100 triliun.
Proyeksi terbaru BI lebih tinggi
dibanding awal sekitar Rp 370
triliun.
(Oleh - HR1)
Tags :
#e-commercePostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023