;
Tags

e-commerce

( 474 )

BELANJA KONSUMEN : BERBURU ‘BERKAH’ RAMADAN

HR1 11 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Menjelang Ramadan, para pelaku usaha berlomba-lomba memproduksi dan menghadirkan produk terbaiknya guna mendongkrak penjualan. Pada momen ini biasanya ditandai dengan meningkatnya pembelian oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan. Pada Ramadan tahun ini, berbagai aktivitas diperkirakan kembali normal seperti masa sebelum pandemi Covid-19. Berdasarkan survei The Trade Desk dan lembaga riset YouGov terhadap lebih dari 2.000 penduduk Indonesia awal tahun ini, tercatat 88% masyarakat berencana untuk berbelanja pada saat Ramadan. Mayoritas masyarakat ingin membeli hampers, pakaian dan aksesoris, perlengkapan ibadah, kebutuhan sehari-hari, dan vitamin ataupun suplemen. Belanja online menjadi metode yang paling banyak dipilih masyarakat saat ini. Ada beberapa alasan mengapa metode ini menjadi pilihan. Sebanyak 63% responden mengaku senang berbelanja online karena ada banyak promo dan diskon, 53% lainnya menilai harga produk yang dijual secara online lebih murah. Sementara itu, 49% responden menyebutkan bahwa saat berbelanja secara online lebih mudah membandingkan harga. Kemudian 48% menyebutkan lebih praktis dan cepat, serta 46% banyak pilihan untuk pembayaran. Tak heran bila sejumlah e-commerce memprediksi adanya peningkatan penjualan yang signifikan pada Ramadan. Direktur Corporate Affairs Tokopedia, Nuraini Razak, mengatakan berdasarkan data internal Tokopedia, selama Ramadan 2022 terdapat peningkatan jumlah product page view sebesar 50% dan peningkatan jumlah pesanan lebih dari 77% dibandingkan dengan Ramadan 2021. 

Berdasarkan data internal Tokopedia, produk seperti kartu ucapan, hampers atau parcel kue kering dan perlengkapan rumah tangga, seperti bantal dan guling, menjadi beberapa produk yang paling banyak diburu masyarakat selama bulan puasa atau Ramadan. Untuk mendongkrak penjualan, seller bisa memanfaatkan kanal promosi yang ditawarkan Tokopedia Marketing Solutions, seperti TopAds yaitu fitur beriklan di Tokopedia agar produk penjual bisa tampil teratas di halaman pencarian. Fitur ini terbukti mampu memaksimalkan hasil pemasaran para pelaku usaha di Tokopedia. Sementara itu, Cindy Kalensang, SVP of Campaign Blibli, mengatakan pada Ramadan biasanya akan terjadi lonjakan transaksi pada sejumlah kategori terutama yang lekat dengan kebutuhan Ramadan, seperti grocery, fesyen, dan elektronik. Menurutnya, hal tersebut terjadi seiring dengan kebiasaan masyarakat mengantisipasi momen bulan puasa.  Athina Tokan, VP Category Director Fashion Lazada Indonesia mengatakan kategori produk fesyen termasuk salah satu yang paling laris pada saat Ramadan. Bahkan, menurutnya, penjualan fesyen pada saat Ramadan biasanya meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Adapun item fesyen yang paling dicari antara lain gamis, dress, kemeja, baju koko, hingga family set mengingat di momen Ramadan dan Idulfitri biasanya umat muslim banyak yang mengenakan busana dengan motif yang sama. Selain busana muslim, baju kasual untuk keseharian juga akan meningkat sebagai pilihan pakaian lainnya saat akan bersilaturahmi.

Marketplace Lokal Segera Pungut Pajak

HR1 21 Feb 2023 Kontan

Marketplace global, pemerintah akan menunjuk penyelenggara marketplace lokal sebagai pemungut pajak bagi setiap transaksi yang terjadi di marketplace. Kementerian Keuangan (Kemkeu) tengah menyiapkan calon beleid yang menjadi dasar hukum penunjukan marketplace lokal sebagai pemungut pajak tersebut. Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Peraturan PPN Perdagangan, Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Ditjen Pajak, Bonarsius Sipayung bilang, aturan teknis berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) ditargetkan rampung pada semester I-2023. Setelah itu, barulah penunjukan marketplace lokal sebagai pemungut pajak diberlakukan. Pemerintah turut melibatkan para pelaku usaha marketplace dalam menyusun calon beleid tersebut. Saat ini, masih dibahas beberapa persyaratan bagi marketplace yang akan ditunjuk sebagai pemungut pajak. Antara lain berdasarkan nilai transaksi maupun jumlah traffic di platform e-commerce tersebut. Sebelumnya, Bonar memastikan, bahwa rencana pemerintah yang akan menunjuk marketplace lokal sebagai pemungut pajak tidak akan memberatkan marketplace tersebut. Untuk itu, pemungutan dan penyetoran pajak dibuat sesederhana mungkin. Kemudian, nilai pajak yang dipungut juga relatif kecil.

Belanja Daring Tak Terbendung

KT1 04 Jan 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Tren belanja melalui toko dalam jaringan alias e-commerce terus menguat meski pembatasan mobilitas sudah dinihilkan sepenuhnya. Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEa), Bima Laga, mengatakan kebiasaan konsumen  untuk menyurvei harga dan memesan barang lewat aplikasi tak tergantikan oleh toko fisik. Selain itu kegiatan loka pasar tak terbatas oleh waktu dan lokasi. "Arus belanja online tidak tergantung ketat-tidaknya pembatasan, melainkan pada benefit konsumen," ucapnya kepada Tempo, kemarin 3 Januari 2023. Meski pemberlakuan PPKM sudah ditekan ke level 1 sejak November 2021 disusul penghapusan sepenuhnya pada pekan lalu, transaksi belanja daring justru melonjak. Realisasi transaksi Hari Belanja Online Nasonal (Harbolnas) pada Desember 2022 sudah jauh melampui Harbolnas. (Yetede)

Laju Pertumbuhan Transasksi E-Commerce Melambat

HR1 24 Dec 2022 Kontan (H)

Setelah mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, laju transaksi e-commerce di Indonesia mulai loyo. Padahal, konsumsi masyarakat melalui platform e-commerce juga diharapkan menjadi sumber tambahan untuk menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi domestik. Bank Indonesia (BI) mencatat, total nilai transaksi e-commerce per akhir November 2022 mencapai Rp 435 triliun. Angka itu mencapai 88,95% dari target nilai transaksi e-commerce tahun ini yang mencapai Rp 489 triliun. Deputi Gubernur BI Doni P Joewono optimistis, target tersebut bisa tercapai lantaran pola musiman di akhir tahun. Jika ramalan BI tepat, nilai transaksi e-commerce 2022 akan tumbuh dua digit, yakni mencapai 21,95% secara tahunan atau year on year (yoy). Berdasarkan data BI, nilai transaksi e-commerce  pada tahun 2021 mencapai sebesar Rp 401 triliun. Meski masih tumbuh dua digit, transaksi e-commerce Indonesia mulai melambat. Bahkan perlambatannya cukup signifikan. Dari data BI pula, nilai transaksi e-commerce tahun 2021 yang merupakan tahun kedua pandemi, tumbuh 50,58% yoy. Tahun ini, pertumbuhannya melambat menjadi 21,95% yoy. Perlambatan diperkirakan berlanjut hingga tahun 2023, yakni hanya tumbuh 16,97% yoy. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara melihat, melambatnya transaksi e-commerce karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat setelah pandemi.

PERDAGANGAN ELEKTRONIK Penjualan Langsung lewat Media Sosial Efektif

KT3 17 Dec 2022 Kpmpas

Menjual produk langsung melalui jaringan media sosial dan pesan instan atau social commerce tetap menjadi upaya terbaik mendorong lebih banyak transaksi perdagangan barang dan jasa. Aneka sektor industri, baik ritel maupun nonritel, telah memanfaatkan social commerce. Berdasarkan riset yang Cube Asia (perusahaan riset pasar asal Singapura) bertajuk ”Social Commerce in Southeast Asia 2022” (Desember, 2022), perdagangan secara elektronik atau e-dagang di media sosial mencapai 34 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara, faktor yang sangat memengaruhi adalah aspek sosial hubungan manusia, seperti komunikasi langsung, keaslian, dan kepercayaan. Sementara penjualan produk langsung melalui percakapan di media  sosial ataupun aplikasi pesan instan (conversational commerce) mencapai 12 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara. Country Manager Infobip Indonesia (penyedia perangkat lunak untuk komunikasi berbasis komputasi awan) Rifa Haryadi, Jumat (16/12) di Jakarta, berpendapat, digitalisasi pemasaran dan penjualan akan tetap berlangsung meski pembatasan sosial sudah longgar. Konsumen yang terbiasa dengan internet akan tetap menggunakan aplikasi daring untuk beraktivitas sehari-hari.

”Sudah banyak pelaku industri menggunakan robot percakapan (chatbot) untuk mempermudah interaksi. Bukan hanya pelaku usaha ritel. Solusi kami sudah dipakai perusahaan finansial untuk akuisisi pelanggan baru ata sekadar kirim polis,” kata Rifa. Peneliti di Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha, menambahkan, perdagangan barang dan jasa secara daring akan terus tumbuh di tengah aktivitas belanja luring yang kembali bergairah seusai pandemi. Dengan pertumbuhan e-dagang yang berpotensi lebih terbatas jika dibandingkan dengan saat masa pembatasansosial, jenama barang dan jasa perlu berupaya mencari pelanggan baru. Senior Vice President Sprinklr untuk Asia Pasifik dan Jepang (perusahaan penyedia teknologi analisis media sosial) Florian Zenner, dalam siaran pers,  mengatakan, pandemi mengubah perilaku konsumen selamanya, mempercepat adopsi produk dan layanan digital, serta meningkatkan pentingnya pelayanan secara daring. Di pasar Singapura, misalnya, 45 % pengguna internet berbelanja melalui aplikasi pesaninstan, sepertiWhatsapp dan Facebook Messenger. (Yoga)


Pembahasan Pajak E-Commerce Belum Tuntas

HR1 27 Oct 2022 Kontan

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemkeu) terus mematangkan rencana penerapan pajak e-commerce lokal. Dalam skemanya, e-commerce lokal seperti Tokopedia, Bukalapak, hingga Blibli akan ditunjuk menjadi pemungut pajak. Kasubdit Peraturan PPN Perdagangan, Jasa dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Ditjen Pajak Bonarsius Sipayung bilang, kebijakan tersebut masih dalam proses tahap kajian. Jadi nantinya, para marketplace yang mendapat tugas dari otoritas pajak bakal memungut PPN dan PPh dari para pelapak yang berbisnis di marketplace bersangkutan.

BISNIS E-DAGANG YANG SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA

KT3 23 Sep 2022 Kompas

Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira dalam pernyataan pers, Senin (19/9) di Jakarta, menjelaskan, keputusan PHK merupakan langkah terakhir yang ditempuh perusahaan setelah ada penyesuaian kebijakan bisnis. Proses itu dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan dengan tambahan satu bulan gaji. Karyawan yang terdampak juga masih dapat memakai fasilitas asuransi kesehatan perusahaan hingga akhir tahun dengan seluruh manfaatnya. ”Kondisi ekonomi global kini menuntut kami agar lebih cepat beradaptasi dan mengevaluasi prioritas bisnis sehingga lebih efisien. Kami ingin memperkuat dan memastikan kegiatan operasional perusahaan kami stabil di situasi ekonomi sekarang,” ujar Radynal.

Mengutip Business Insider, salah satu pendiri Sea Limited (induk Shopee), Forrest Li, pekan lalu, mengatakan, manajemen akan memperketat pengeluaran selain mengurangi operasi dan melakukan PHK. Menurut laporan keuangan Sea Limited, Shopee melaporkan kerugian 931,2 juta USD pada triwulan II-2022, meningkat signifikan dari kerugian bersih 433,7 juta USD pada triwulan II-2021. Shopee diluncurkan di tujuh pasar Asia Tenggara pada tahun 2015 dan beroperasi di beberapa negara, seperti di kawasan Eropa, Amerika Latin, dan China. Beberapa pesaing utamanya, yaitu Alibaba, Lazada, JD (di Indonesia JD.ID), dan Tokopedia, telah melakukan restrukturisasi bisnis yang di dalamnya menyangkut pengurangan karyawan pada Juni 2022.

Di ranah bisnis e-dagang khusus grosir daring, selain Happy Fresh dan Traveloka Mart, masih ada sejumlah pemain lama, seperti SayurBox (yang juga melakukan efisiensi pada Juli 2022), TaniHub (menghentikan kegiatan operasional dua gudang dan melakukan PHK pada Mei 2022), dan Brambang (pivot jadi lokapasar gawai dan produk elektronik pada Mei 2022). Kemudian, ranah bisnis e-dagang khusus quick commerce (e-dagang yang mengirim barang supercepat) ikut terjadi pemangkasan karyawan, di Getir, Gorillas, dan Zapp. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira, berpendapat, daya beli masyarakat setelah pandemi Covid-19 berubah karena inflasi naik. Baik belanja luring maupun daring sama-sama terdampak. Warga cenderung memilih untuk berhemat. (Yoga)


Bisnis E-Commerce Diprediksi Tumbuh 31,2%

HR1 06 Aug 2022 Kontan

Riset Bank Indonesia (BI) memperkirakan, transaksi e-commerce atau lokapasar tahun ini akan terus tumbuh hingga mencapai Rp 526 triliun, atau naik 31,2% dari transaksi tahun 2021 yang mencapai Rp 401 triliun. Meski prospeknya bagus, sebagian besar pelaku e-commerce gencar menggelar diskon besar-besaran untuk menarik pelanggan. 

Alibaba Cloud Hadirkan Solusi Keuangan di RI

KT1 28 Jul 2022 Investor Daily (H)

Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelegensi dari Alibaba Group asal Tiongkok, meluncurkan beberapa layanan solusi teknologi baru yang dapat digunakan sektor keuangan di pasar Indonesia (RI). Terdapat lima produk solusi baru yang diperkenalkan, mulai dari pengujian aplikasi seluler, relational database, solusi online jarak jauh, hingga layanan cloud blockchain dan ChatAPP/layanan pesan singkat. "Dengan memperkenalkan produk layanan keuangan kelas dunia yang unggul dalam keamanan, ketahanan, dan kinerja yang tinggi, kami berharap dapat membantu nasabah di sektor keuangan untuk menggali lebih banyak peluang pertumbuhan dan tetap kompetitif di era global," kata Head of Solution Architect Alibaba Cloud Indonesia Eggi Tanuwijaya, dalam keterangannya. Sementara itu, Alibaba Cloud juga telah memperkenalkan serangkaian program bernama Go Start-up Program Indonesia. Program tersebut menghadirkan wirausahawan berpengalaman dari unicorn, start-up yang sedang naik daun, akselerator, dan perusahaan modal ventura untuk menyediakan sesi berbagi wawasan, networking, kelas master, dan konsultasi 1:1 untuk perusahaan rintisan lokal. (Yetede)

Bebas Biaya Cukai e-Commerce Berakhir pada 2024

KT1 28 Jun 2022 Investor Daily (H)

Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-12 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyepakati untuk masih membebaskan bea masuk perdagangan elektronik atau e-commerce lintas negara paling lama hingga Maret 2024. "Ada kesepakatan akan diperpanjang hingga KTM ke-13 bulan Desember tahun depan. Setelah itu, mungkin  kalau tidak ada kesepakatan ataupun putusan lain, maka moratarium ini akan berakhir di Maret tahun 2024," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (Dirjen PPI) Kementerian Perdagangan Djatmiko B. Witjaksono. Dia menerangkan, Indonesia juga termasuk yang tidak memiliki pendapatan dari masuknya produk-produk e-commerce asing ke dalam negeri. Selain pendapatan fiskal, pemerintah juga sulit dalam mengetahui  pola perdagangan yang terjadi di e-commerce antara konsumen dan produsen di berbagai sektor. (Yetede)