e-commerce
( 474 )Keranjingan Impor lewat Lokapasar
KERANJANG belanja online Tri Maryanto kini berisi riwayat pembelian belasan produk elektronik buatan produsen asal Cina. Bukannya dari toko lokal, barang-barang itu ia beli langsung dari Negeri Tirai Bambu melalui platform lokapasar Shopee. Dari histori pelacakan barang di akun milik pekerja swasta berusia 35 tahun itu, tampak jelas bahwa sebagian besar paket tersebut bisa diterbangkan ke Indonesia dalam sepekan, bahkan lebih singkat. “Mudah dipesan dan cepat sampainya,” kata Tri kepada Tempo, kemarin. Ayah dua anak ini mengaku terbiasa memesan barang lewat platform lokapasar sejak masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada pertengahan Juni 2020, tiga bulan setelah temuan kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Larangan bepergian saat itu membuat Tri punya hobi baru: belanja online sebelum tidur. Di akhir 2020, barulah ia menemukan layanan pembelian barang asal luar negeri dengan harga murah dan mudah.
Ketika itu, ia hanya berniat membeli lapisan pelindung layar untuk ponsel. Sebelum PSBB, seingat dia, harga produk itu bisa menembus Rp 70 ribu bila dibeli di pusat belanja, bahkan mencapai Rp 100 ribu untuk kualitas premium. Di beberapa lokapasar, harganya pun masih berkisar Rp 50 ribu, belum dengan ongkos pengiriman. “Setelah scroll, ternyata ada yang (harganya) enggak sampai Rp 15 ribu, tapi dikirim langsung dari Cina,” katanya. Dua hari setelah dipesan dari sebuah toko yang berlokasi di Yiwu, kota di Provinsi Zhejiang, Cina Timur, paket pesanan Tri itu sudah tiba di pusat penyortiran dan melewati otoritas bea-cukai Cina. Sehari berikutnya, muncul keterangan bahwa paket sudah tiba di Jakarta. Ada jeda dua hari hingga barang pesanan itu berstatus crossborder dan beralih ke pusat transit barang. Esoknya, paket sudah tiba di area Kemandoran, Jakarta Barat, alamat rumah Tri. (Yetede)
Pulau Jawa Berkontribusi 83 % Terhadap Transaksi e-Commerce
JAKARTA,ID- Konsumen di Pulau Jawa berkontribusi 83,8% terhadap total transaksi perdagangan secara elektronik (electronic commerce/e-commerce) di Tanah Air. Hal tersebut bisa terjadi karena Pulau Jawa masih menjadi pusat ekonomi, tempat berkumpulnya konsumen berdaya beli tinggi, dan adopsi teknologi digitalnya yang paling masif dibandingkan pulau lain. Kondisi ini juga didukung dengan kondisi Pulau Jawa yang masih mendominasi kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai 57,17% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal-IV 2022 sebesar 56,48%, menurut data Badan Pusat Statistik. Sementara itu, merujuk laporan studi riset dari Google, Temasek, dan Bain Company tahun 2022, nilai transaksi e-commerce Indonesia mencapai US$ 59 miliar atau sekitar Rp874,62 triliun dan diproyeksikan US$ 95 miliar atau sekitar Rp1.408,28 triliun pada 2005. Nilai transaksi tahun 2022 tersebut terkontribusikan 77% dari nilai ekonomi digital nasional US$ 77 miliar atau setara Rp1,141,49 triliun, tumbuh 22% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 63 miliar atau setara Rp9333,91 triliun. (Yetede)
Laju Industri Kemasan Bakal Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional
JAKARTA,ID-Pandemi Covid-19 selama tiga tahun terakhir banyak mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang saat ini cenderung lebih menginginkan kepraktisan. Hal itu mendorong makin suburnya bisnis e-commerce, produk start up makanan, hingga makanan beku (frozen food), yang mengatalis produk kemasan. Berkat peningkatan order tersebut, laju industri kemasan ditaksir mencapai 6% atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan 5,3% pada tahun ini. "Industri kemasan tahun ini akan tumbuh, bahkan lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pendorongnya dari transaksi e-commerce yang meningkat, sehingga berimbas pada kenaikan permintaan kemasan seperti plastik bubble wrap," kata Direktur Pengambangan Bisnis Indonesia packaging Federation (IPF) Ariana Susanti kepad Investor Daily di jakarta, Kamis (06-07-2023). Ariana memperkirakan, permintaan kemasan plastik bubble wrap dari industri e-commerce naik hingga double digit pada tahun ini. "Walaupun kontribusinya masih kecil sekitar 4-6% terhadap total omzet industri kemasan, tapi pertumbuhan permintaan dari e-commerce sangat tinggi," ujar dia. (Yetede)
Start-up E-Commerce Diizinkan Disarankan Reorganize Strategi Bisnis
JAKARTA,ID- Periode keterpurukan startup (tech winter) masih membayangi sebagian besar startup di dunia, juga termasuk Indonesia. Selain karena faktor pandemi Covid-19 yang memukul berbagai sektor perekonomian yang dimulai sejak kuartal III-2021, faktor lain yang turut memperlambat pertumbuhan startup adalah, masalah regulasi, tingkat persaingan yang tinggi, dan juga masalah pasar yang tidak menguntungkan. Untuk mensiasati dampak keterpurukan ini, pelaku startup disarankan untuk me-reorganize (menata ulang) strategi bisnis, agar meraih profatibiltas, ketimbang 'bakar duit'. Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono mengatakan, sektor e-commerce turut terkena imbas, pasca pandemi Covid-19, yang kini telah berubah status menjadi endemi. Aktivitas warga yang sebelumnya terbatas, karena adanya PPKM, kini sudah mulai normal dan kembali bepergian. Ini mengakibatkan pada penurunan belanja dalam jaringan (daring). Faktor lainnya, berkurangnya kucuran dana segar dari para investor juga menjadi pemicu menurunnya kinerja e-commerce di Indonesia. (Yetede)
Pusat E-commerce RI Jauh Ungguli Argentina
JAKARTA,ID-Argentina semakin populer di telinga orang Indonesia (RI). Sebab, negara Argentina telah menjadi pengganti Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 yang tengah digelar pada 20 Mei - 11 Juni 2023. Selain itu, Timnas Argentina senior akan melawan timnas senior Indonesia di Gelora Bung karno, Jakarta, pada FIFA match day tanggal 19 Juni mendatang. Tapi tahukan pembaca, di luar sepakbola, Indonesia masih jauh lebih unggul dalam hal pasar e-commerce dan startup? Berikut ulasannya. Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia yang mengakses internet terus naik dan mencapai 210 juta orang pada 2022. Jumlahnya bertambah sekitar 35 juta karena sebelumnya pandemi pengguna internet masih dibawah 200 juta orang. Angka 20 juta pun telah mencapai 76,36% dari total penduduk Tanah Air yang sekitar 273-275 juta jiwa. Peningkatan pemanfaatan internet di Tanah Air semakin meningkat ditopang jumlah mobile phone yang dimiliki masyarakat sekitar 345 juta. Sekarang, satu orang di Tanah Air ada yang memiliki hingga 2 mobile phone. Indonesia pun menjadi pasar ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. (Yetede)
LAYANAN LOGISTIK : Tokopedia Perluas Jaringan Distribusi
Pemerataan jalur distribusi layanan oleh Tokopedia masih menjadi fokus utama. Kerja sama dengan mitra distribusi di tingkat yang paling bawah atau hyperlocal diharapkan mempercepat jalur distribusi pengiriman. Head of Corporate Affairs Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya mengatakan bahwa perusahaan terus berupaya mendorong pemerataan ekonomi digital, termasuk kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, mitra logistik sangat berperan dalam mengantarkan barang dari pelaku UMKM kepada pembeli. “Seiring dengan perkembangan zaman kebiasaan konsumsi belanja masyarakat berubah. Mereka ingin barang yang dibeli lebih cepat sampai. Kami akhirnya berkolaborasi dengan Gojek pada 2016,” katanya saat berkunjung ke Bisnis Indonesia, Senin (22/5). Ekhel berharap dengan demokratisasi akses tersebut dapat menjembatani kebutuhan pelanggan yang ingin barangnya cepat sampai. Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President of Fintech & Payment Tokopedia Vira Widiyasari menyatakan kehadiran Tokopedia cukup membantu akses keuangan masyarakat, terutama dari sisi kemudahan pembayaran berbagai layanan. Menurut Vira, Tokopedia telah memiliki lebih dari 50 metode pembayaran muldai dari transfer antarbank, pembayaran kartu kredit, uang elektronik, hingga transaksi di minimarket.
Produsen Produk Lokal Didorong Promos
Hingga kini 4,5 juta produk dalam negeri sudah masuk e-katalog. Sejumlah 70-80 persen di antaranya sudah mengantongi sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Menurut Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo RM Manuhutu, Senin (8/5/2023), tantangannya adalah mendorong produk lokal di e-katalog bisa dibeli. Promosi dinilai menjadi kunci. (Yoga)
Emiten E-Commerce Masih Jauh dari Laba
Saham emiten e-commerce menunjukkan tajinya pada perdagangan Selasa (28/3). Dua saham emiten e-commerce jadi leader penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencetak kenaikan harga masing-masing 2,61% dan 14,53%.
Harga kedua saham tersebut menguat lantaran pelaku pasar merespons laporan keuangan kedua emiten tadi. Kemarin, Bukalapak mengumumkan mencetak pendapatan bersih Rp 3,61 triliun. Realisasi tersebut melejit 93,58% secara tahunan dari Rp 1,86 triliun pada 2021.
GOTO juga mencetak kenaikan pendapatan fantastis. Emiten ini memang belum merilis laporan keuangan detail. Namun manajemen GOTO telah memberi gambaran kinerja tahun 2022 bahwa pendapatan bersih melesat 120% secara tahunan jadi Rp 11,3 triliun dari Rp 5,2 triliun. Pendapatan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) alias Blibli juga diprediksikan melesat. Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis memprediksi, pendapatan BELI tahun 2022 bisa mencapai Rp 17,48 triliun, naik 97,35% dari Rp 8,8 triliun pada tahun 2021.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menilai, bisnis e-commerce pada tahun lalu dipengaruhi tingkat konsumsi masyarakat yang mulai menggeliat. "Konsumsi domestik masih akan mempengaruhi bisnis dan transaksi penjualan e-commerce ke depan," jelas dia, Selasa (28/3).
Strategi Emiten Teknologi Kejar Profitabilitas
Emiten teknologi dan
e-commerce
masih tertekan kenaikan suku bunga. Karena itu, emiten sektor ini semakin fokus pada efisiensi bisnis dan memperkuat kas untuk mengejar profitabilitas.
PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli misalnya, berencana memperkokoh strategi
omnichannel
untuk mengejar profitabilitas. Sehingga, emiten berkode BELI ini dapat memangkas beban yang dikeluarkan.
Vice President Public Relations
BELI Yolanda Nainggolan mengatakan, strategi
omnichannel
Blibli dengan kehadiran toko fisik, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat atas produk ekosistem Blibli.
Yolanda mengatakan, sinergi dari ekosistem BELI, yakni Tiket.com, Blibli dan Ranch Market, juga dapat memenuhi hampir 90% kebutuhan konsumen. Ini dapat memangkas biaya BELI dalam melakukan akuisisi pelanggan. "Strategi ini mampu menciptakan retensi pelanggan yang lebih tinggi dan pada akhirnya mengurangi biaya akuisisi pelanggan," jelas Yolanda.
Strategi lain yang dilakukan BELI untuk mengejar profitabilitas adalah memperkuat infrastruktur, inovasi layanan serta model bisnis yang terus menyesuaikan perubahan. Sebagai gambaran, entitas Grup Djarum ini mencatatkan
total processing value
(TPV) sebesar Rp 40,6 triliun hingga akhir kuartal III-2022. Capaian tersebut lebih tinggi 105% dibandingkan Rp 19,8 triliun setahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Grup GOTO Jacky Lo meyakini GOTO dapat mencapai arus kas operasional positif. Per akhir kuartal IV-2022, posisi kas GOTO mencapai Rp 29 triliun. GOTO juga memiliki fasilitas kredit sebesar Rp 4,65 triliun, dan baru digunakan Rp 1,5 triliun.
Lokapasar Diminta Berantas Penjualan Baju Bekas Impor
Pemerintah mendesak pengelola lokapasar menertibkan penjualan baju bekas impor di platform mereka. Kendati peredaran baju bekas impor sulit diberantas, dukungan lokapasar amat berarti untuk melindungi produk tekstil dalam negeri. Dalam rapat yang membahas jual beli baju bekas impor (thrifting), di Jakarta, Kamis (16/3) Deputi Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan, pengelola lokapasar wajib menertibkan penjualan baju bekas impor dalam waktu sepekan ke depan. Jika penjual tidak mau patuh, akun penjual tersebut akan dimasukkan dalam daftar hitam (black list).
”Mulai hari ini sudah ada peringatan untuk melakukan take down (menurunkan) akun penjual baju bekas impor. Apabila masih ada yang nekat, akun tersebut akan di-black list sehingga tidak bisa berjualan di platform,” kata Hanung dalam rapat yang turut dihadiri Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) berikut anggotanya. Wakil Ketua Umum idea Budi Primawan menyatakan sepakat dan menegaskan komitmen untuk patuh terhadap aturan pemerintah dan perundang-undangan yang berlaku. Namun, pada praktiknya memberantas penjual pakaian bekas impor tak mudah karena lokapasar tidak memiliki kemampuan memverifikasi produk. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
HARGA PANGAN, Fenomena ”Lunchflation”
29 Jul 2022 -
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022









