Start-up E-Commerce Diizinkan Disarankan Reorganize Strategi Bisnis
JAKARTA,ID- Periode keterpurukan startup (tech winter) masih membayangi sebagian besar startup di dunia, juga termasuk Indonesia. Selain karena faktor pandemi Covid-19 yang memukul berbagai sektor perekonomian yang dimulai sejak kuartal III-2021, faktor lain yang turut memperlambat pertumbuhan startup adalah, masalah regulasi, tingkat persaingan yang tinggi, dan juga masalah pasar yang tidak menguntungkan. Untuk mensiasati dampak keterpurukan ini, pelaku startup disarankan untuk me-reorganize (menata ulang) strategi bisnis, agar meraih profatibiltas, ketimbang 'bakar duit'. Ketua Umum Asosiasi Startup Teknologi Indonesia (Atsindo) Handito Joewono mengatakan, sektor e-commerce turut terkena imbas, pasca pandemi Covid-19, yang kini telah berubah status menjadi endemi. Aktivitas warga yang sebelumnya terbatas, karena adanya PPKM, kini sudah mulai normal dan kembali bepergian. Ini mengakibatkan pada penurunan belanja dalam jaringan (daring). Faktor lainnya, berkurangnya kucuran dana segar dari para investor juga menjadi pemicu menurunnya kinerja e-commerce di Indonesia. (Yetede)
Tags :
#e-commercePostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023