Laju Pertumbuhan Transasksi E-Commerce Melambat
Setelah mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, laju transaksi
e-commerce
di Indonesia mulai loyo. Padahal, konsumsi masyarakat melalui platform
e-commerce
juga diharapkan menjadi sumber tambahan untuk menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi domestik.
Bank Indonesia (BI) mencatat, total nilai transaksi
e-commerce
per akhir November 2022 mencapai Rp 435 triliun. Angka itu mencapai 88,95% dari target nilai transaksi
e-commerce
tahun ini yang mencapai Rp 489 triliun.
Deputi Gubernur BI Doni P Joewono optimistis, target tersebut bisa tercapai lantaran pola musiman di akhir tahun.
Jika ramalan BI tepat, nilai transaksi
e-commerce
2022 akan tumbuh dua digit, yakni mencapai 21,95% secara tahunan atau
year on year
(yoy). Berdasarkan data BI, nilai transaksi e-commerce
pada tahun 2021 mencapai sebesar Rp 401 triliun.
Meski masih tumbuh dua digit, transaksi
e-commerce
Indonesia mulai melambat. Bahkan perlambatannya cukup signifikan. Dari data BI pula, nilai transaksi
e-commerce
tahun 2021 yang merupakan tahun kedua pandemi, tumbuh 50,58% yoy. Tahun ini, pertumbuhannya melambat menjadi 21,95% yoy. Perlambatan diperkirakan berlanjut hingga tahun 2023, yakni hanya tumbuh 16,97% yoy.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara melihat, melambatnya transaksi
e-commerce
karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat setelah pandemi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023