Digital Ekonomi umum
( 1143 )Kinerja Membaik, Namun Prospek Saham Masih Berat
Di tengah musim pengunduran diri sejumlah pimpinan bank digital, kinerja keuangan sektor ini tercatat mulai menunjukkan geliat. Memang, sebagian bank yang sudah untung mulai mengalami penurunan laba. Namun beberapa bank lain sudah berhasil mencatatkan penurunan kerugian secara signifikan. Ada juga bank yang baru mulai mencetak laba.
Tercatat ada lima bank digital yang profit di tiga bulan pertama tahun ini. Jika dirinci, Allo Bank Indonesia (BBHI) jadi bank penghasil laba terbesar yakni Rp 90,49 miliar. Disusul Bank Jago (ARTO) Rp 17,5 miliar, Seabank Rp 12,9 miliar, Bank Raya (AGRO) Rp 4,3 miliar, dan BCA Digital Rp 816 juta.
Meskipun secara umum kinerja bank digital membaik, pengamat melihat prospek sahamnya masih berat tahun ini. Pengamat ekonomi dan pasar modal Budi Frensidy mengatakan, para investor masih menunggu pembuktian para bank digital tersebut bisa membukukan profitabilitas yang berkelanjutan.
Selain itu, perubahan direksi bank digital, menurut Budi, akan memberikan harapan baru untuk lebih menaikkan laba bersih bank tersebut. Seperti diketahui, Bank Jago dan Bank Neo Commerce (BNC) akan mengganti pucuk pimpinannya.
Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memprediksi, saham bank digital masih butuh waktu untuk kembali dalam tren naik . Menurut dia, momentum bank kelompok ini sudah lewat beberapa tahun lalu, di tengah ancaman inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga.
Secara jangka menengah hingga panjang, Nico memandang saham bank digital akan menarik. Namun, untuk jangka pendek, valuasi dan rencana bisnis bank perlu dicermati. Pasalnya, bank masih harus kerja keras membentuk ekosistem digital.
Fitur QRIS Tunda, Bank Bakal Peroleh Tambahan FBI
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) terus mengembangkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), terbaru adalah fitur Tarik Tunai, Transfer, dan Setor Tunai (Tuntas). Dengan adanya update fitur ini, semakin efisien dan memudahkan masyarakat untuk bertransaksi nontunai, di sisi lain penyedia jasa pembayaran berpeluang memperoleh tambahan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dari transaksi QRIS Tuntas tersebut. Wakil Direktur Utama PT Bank Mega Tbk Diza Larentie mengatakan, terdapat peluang dan tantangan industri mengimplementasikan QRIS Tuntas. “Peluangnya, pertama bagi PJP bisa menambah fee based income lewat biaya yang nantinya dikenakan,” jelas Diza dalam Talkshow Mengenal Lebih Dekat Fitur Baru QRIS Tuntas, pada Festifal Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI), Minggu (7/5/2023). Kedua, diharapkan jumlah pengguna mobile banking bertambah, karena banyak yang bisa dilakukan dengan QRIS Tuntas, sebab lebih efisien, murah, sehingga bisa menambah pengguna. Ketiga, peluang dari QRIS Tuntas adalah mengembangkan merchant untuk bergabung.Diza menambahkan, di sisi tantangan, menurut dia perlu melakukan sosialisasi fitur baru pada QRIS ini. Kemudian, tantangan untuk mengedukasi masyarakat akan bedanya QRIS payment dengan QRIS Tuntas. Tantangan lainnya adalah meningkatkan pengguna QRIS, terutama dari uang elektronik. (Yetede)
Pendapatan GoTo dan Bukalapak Membaik
Kinerja emiten teknologi berbobot besar pada kapitalisasi bursa, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan PT Bukalapak.com Tbk, membaik pada triwulan I-2023. Pendapatan bersih GoTo naik 122,55 persen dari Rp 1,49 triliun pada triwulan I-2022 jadi Rp 3,33 triliun. Adapun pendapatan Bukalapak naik 27,68 persen dari Rp 787,9 miliar pada triwulan I-2022 menjadi Rp 1 triliun pada periode sama tahun ini. (Yoga)
Transaksi Digital Banking Melesat Setelah Lebaran
Transaksi digital perbankan meningkat pesat selama momentum Lebaran tahun ini. Peningkatan terutama terjadi pada layanan transfer
online
untuk keperluan zakat hingga pengiriman Tunjangan Hari Raya (THR).
Bank Mandiri memperkirakan, transaksi nasabah melalui Livin' tumbuh 20% selama periode Lebaran tahun ini dibandingkan dengan bulan normal sebelum menjelang lebaran.
Menurut
SVP Transaction Banking Retail Sales
Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, peningkatan itu tak lepas dari aktivitas ekonomi yang semakin normal, mudik Lebaran sudah semarak dan ada pembayaran THR.
Dia mengungkapkan, transaksi yang paling banyak dilakukan lewat Livin' adalah transfer, top up dan pembayaran untuk belanja online. Peningkatan transfer juga didorong adanya layanan BI-Fast dengan biaya lebih murah saat transfer antar bank.
Bank Central Asia (BCA) juga memperkirakan, transaksi nasabah secara digital saat Lebaran akan tumbuh pesat.
EVP Corporate Communication
BCA, Hera F. Haryn menyebut, peningkatan sejalan dengan ekspektasi kenaikan permintaan barang dan jasa pada masyarakat.
Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, volume transaksi digital BCA, baik mobile banking dan internet banking sudah mencapai 5,8 miliar atau meningkat 29,5% yoy.
Andi Nirwoto, Direktur TI dan Digital Bank BTN meyakini, transaksi digital pada periode lebaran tahun ini lebih ramai dari tahun lalu, lantaran pemerintah tak memberlakukan pembatasan mobilitas.
Sementara transaksi digital Bank BJB selama masa Lebaran naik 30% dibanding rata-rata transaksi harian pada kondisi normal. Transaksi terbanyak adalah transfer, top up e-money, dan transaksi penggunaan QRIS. Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi mengatakan, transaksi QRIS meningkat 26,5% dari bulan normal. Didorong belanja merchant dan donasi.
Panen Transaksi Uang Elektronik
JAKARTA- Uang elektronik berbasis kartu menjadi salah satu alat pembayaran yang populer di musim mudik Lebaran 2023. Bank-bank penerbit kartu elektronik pun berupaya menggenjot nilai dan volume transaksi di momen tahunan tersebut. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di antaranya, mencatatkan transaksi kartu Mandiri e-Money pada periode arus mudik Idul Fitri 2023 sebesar Rp 100 miliar per hari.Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, menuturkan perseroan menyiapkan inovasi dan strategi khusus untuk memperluas, mempermudah, dan memperbanyak akses Mandiri e-Money bagi nasabah dan masyarakat umum. “Penguatan strategi tersebut berfokus pada sektor transportasi, gerai retail, dan e-commerce,” ujarnya kepada Tempo, kemarin.
Walhasil, nilai transaksi Mandiri e-Money naik lebih dari 30 persen dibanding rata-rata transaksi harian sebelum periode Idul Fitri. Thomas mengatakan Bank Mandiri juga terus menerbitkan kartu dengan desain yang menarik. Adapun strategi memudahkan layanan top up dilakukan melalui aplikasi Livin’ by Mandiri pada ponsel pintar yang memiliki fitur NFC (near field communication), melalui e-commerce dan minimarket, ataupun lewat ATM dan kantor cabang Bank Mandiri. Hingga Maret 2023, Bank Mandiri mencatat nilai transaksi kartu e-money telah lebih dari Rp 5 triliun. Sedangkan di sepanjang tahun lalu, transaksi yang dibukukan secara keseluruhan sebesar lebih dari Rp 21 triliun atau tumbuh 20 persen. “Tahun ini kenaikan transaksi di momen Lebaran lebih tinggi, mengingat waktu libur yang menyebar dan tidak ada lagi pembatasan perjalanan,” kata Thomas. (Yetede)
Mudah Sedekah Via Dompet Digital
Platform dompet digital (e-wallet) dinilai berperan penting dalam upaya menghimpun zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). Perkembangan teknologi menjadikan layanan pembayaran ziswaf melalui dompet digital terus meningkat porsinya dari tahun ke tahun lewat kerja sama dengan lembaga amil zakat untuk penyalurannya. Salah satu penyelenggara dompet digital, DANA, mencatat preferensi masyarakat untuk menyalurkan donasi dan sedekah secara daring semakin bertambah pesat, khususnya pada Ramadan dan Idul Fitri.
Bahkan, pada tahun ini, potensi pertumbuhannya diperkirakan mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu. Chief of Product DANA Indonesia, Rangga Wiseno, menuturkan seluruh pengguna DANA dapat menyalurkan zakat, infak, sedekah, wakaf, hingga kurban melalui aplikasi, bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. “Integrasi ini memungkinkan pengguna menyalurkan zakatnya dengan aman, cepat, dan mudah,” katanya kepada Tempo, kemarin, 18 April 2023. Untuk pembayaran zakat, pengguna tak hanya dapat menunaikan zakat fitrah, tapi juga zakat profesi melalui aplikasi DANA. (Yetede)
Momentum Investasi Produk Obligasi
Bagi calon investor yang masih bingung menentukan produk investasi setelah menerima THR, obligasi bisa menjadi pilihan. Sejumlah analis menyatakan prospek produk investasi ini, khususnya Surat Berharga Negara (SBN), cukup menarik. Head of Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nita Amalia, menyatakan prospek positif ini berkaitan dengan kebijakan suku bunga acuan BI. Menurut dia, kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate sudah mencapai puncaknya, yaitu sebesar 5,75 %. Ke depan, ada potensi suku bunga bergerak melandai. “Inflasi di dalam negeri yang terkendali serta stabilitas rupiah ikut menambah potensi investasi obligasi,” ujar dia, akhir pekan lalu.
Kondisi tersebut mendorong penurunan imbal hasil sejak awal tahun ini, yang menandakan bakal semakin banyak investor yang masuk. Nita mencatat, pada Februari dan Maret 2023, imbal hasil untuk obligasi Indonesia dengan tenor 10 tahun bergerak fluktuatif hingga 6,5 %. "Prediksi kami, untuk obligasi 10 tahun, sampai ke kisaran 6,4 %," tuturnya. Chief Economist Bank Central Asia, David Sumual, pun menyatakan masih ada potensi keuntungan dari pasar obligasi yang sudah menguat sejak akhir tahun lalu. "Momentumnya masih ada karena inflasi kita sampai kuartal III perkiraannya turun terus," ujarnya. Ia menyebutkan laju inflasi akhir tahun lalu yang di bawah ekspektasi ekonom mampu menarik minat investor. (Yetede)
Evaluasi Sistem QRIS Setelah Kasus Pemalsuan
Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meninjau ulang sistem transaksi non-tunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), setelah terjadinya pemalsuan kode QRIS di kotak amal sejumlah masjid di Jakarta. Evaluasi dilakukan terutama pada jenis kode statis, alias kode QRIS yang dipasang dalam bentuk stiker atau selebaran. Ketua Umum ASPI Santoso Liem menjelaskan, dalam sistem QRIS memang terdapat dua model penggunaan kode. Pertama adalah merchant presented mode (MPM), di mana pemilik usaha (merchant) menyediakan kode statis yang dipasang dalam bentuk stiker atau cetakan pada kertas. Ketika transaksi hendak dilakukan, pelanggan cukup memindai kode QR yang tersedia melalui telepon seluler. Adapun model kedua adalah customer presented mode (CPM), di mana transaksi dilakukan dengan cara sebaliknya, pemilik usaha memindai kode pada ponsel pelanggan.
"Model MPM-lah yang saat ini paling banyak digunakan, karena penggunaannya paling mudah," ujar Santoso kepada Tempo, kemarin. Namun ia juga mengakui model tersebut memiliki kelemahan dan celah yang rawan disalahgunakan, sebagaimana kasus penggantian stiker kode QRIS di sejumlah masjid di Jakarta. Pasalnya, model tersebut digunakan di lokasi-lokasi yang tak ditunggui. Akibatnya, ketika konsumen melakukan transaksi, tidak ada pihak yang dapat mengkonfirmasi keamanan dan ketepatan transaksi yang dilakukan. Misalnya pada transaksi kotak amal di rumah ibadah. (Yetede)
Ramadhan, Penjualan Lokapasar Melonjak
Lokapasar semakin menjadi rujukan konsumen dalam berbelanja kebutuhan Ramadhan dan perayaan Lebaran. Direktur Corporate Affairs Tokopedia Nuraini Razak, Senin (10/4/2023), di Jakarta, menyampaikan, selama dua minggu pertama Ramadhan, kategori produk mode, otomotif, keperluan rumah tangga, perawatan diri, serta makanan dan minuman paling laris diburu. (Yoga)
Musim Semi Pembuat Konten
Sekelompok anak muda berlalu lalang memasuki sebuah studio mini di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (5/4) sore. Sinergi media sosial dan ragam bisnis, termasuk media massa, mau tidak mau harus dilakukan demi mengukuhkan eksistensi. ”Ini berkaitan dengan Gerai Kompas, juga memperkenalkan Kompas.id dan nge-branding lagi harian Kompas. Penting saat ini untuk berstrategi memanfaatkan media sosial. Tidak hanya ini, ada juga konten berjudul AADK, yaitu Ada Apa di Koran Hari Ini? untuk mengajak kembali membaca koran juga,” ujar Wakil Manajer Media Sosial Harian Kompas Priyanto di Jakarta, Rabu (5/4/2023).Keberadaan konten yang makin menyuburkan lahan para pembuat konten sebagai sarana pemasaran ini memang tak bisa dimungkiri. Social Media Trends 2023 yang dirilis Hootsuite menunjukkan, penggunaan pembuat konten mulai dilirik oleh 42 % perusahaan dengan karyawan di atas 1.000 orang. Namun, bisnis kecil pun memanfaatkan jasa pembuat konten atau melahirkan pembuat konten baru sekaligus bisnis baru.
Analisa Widyaningrum (34), seorang psikolog. Semula, ia merasa tidak percaya diri terjun membuat konten di medsos, tetapi kebutuhan untuk mempromosikan bisnis yang tengah dibangunnya membuatnya berani mencoba. ”Enggak pede bikin konten tuh pas 2015. Tapi gara-gara bikin APDC Indonesia saat itu, marketing tools yang gampang bagiku dengan biaya murah, ya, lewat Instagram. Mulailah di situ, bikin konten APDC juga untukku. Itu semua masih sendiri karena belum tim. Ternyata malah yang lebih banyak engagement-nya yang personal, yang akun Analisa,” tutur Ana. Sejalan dengan meningkanya pengikut di akun @analisa.widyaningrum dan personal branding yang dibangunnya, bisnisnya, yaitu APDC Indonesia, juga mengikuti. ”Yang tadinya mau mengedukasi malah jadi profesi juga,” ujar perempuan yang semula pengikutnya kurang dari 2.000, tapi kini melesat hingga lewat 500.000 di Instagram dan lebih dari 600.000 di Youtube.
Ghaniy Pradita (22) terpantik masuk sebagai pembuat konten ketika pandemi. Kondisi pembatasan sosial justru memunculkan ide menjadikan proses penyelesaian skripsi sebagai mahasiswa Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya, sebagai konten. Tak disangka, konten yang saat itu diunggah melalui akun @mahasiswamalas di Tiktok memperoleh sambutan baik. Dari tanpa pengikut, dua bulan berjalan, pengikutnya melonjak hingga 20.000 dan terus naik sampai kini stabil di angka 80.000-an. Setelah lulus kuliah, akunnya berubah menjadi @karyawanmalas. Tak ditampiknya, profesi menjadi pembuat konten cukup menjanjikan. Saat masih kuliah saja, ia kerap diajak bekerja sama untuk mempromosikan produk. ”Untuk satu video itu bisa Rp 700.000 sampai Rp 1 juta,” ujarnya. Meneropong masa depan, pembuatan konten medsos tak bisa ditolak, tapi, jangan membuat konten hanya untuk mengejar cuan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Sesat Pikir Ganti Rugi Korupsi
31 Jan 2022 -
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
30 Jan 2022 -
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022









