Digital Ekonomi umum
( 1143 )Produk UMKM Didorong Masuk E-katalog
Pemerintah tetap menginginkan pelibatan aktif pelaku UMKM ke dalam platform katalog elektronik pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah. Jumlah produk UMKM yang masuk katalog elektronik atau e-katalog ditargetkan naik dari 2,9 juta menjadi 5 juta unit tahun ini. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM RulliNuryanto, Senin (3/7) di sela-sela peluncuran aplikasi Juragan Doku, di Jakarta. Untuk mencapai target, menurut Rulli, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan sejumlah pemangku kepentingan,termasuk komunitas UMKM.
”Sebanyak 40 % belanja kementerian/lembaga harus menyerap produk UMKM. Upaya pemerintah agar produk UMKM masuk ke platform e-katalog pengadaan barang/jasa pemerintah harus dilihat sebagai upaya untuk mendorong perluasan pasar,” ucap Rulli. Rulli menyampaikan bahwa pemerintah tetap memberikan dukungan. Salah satunya, lewat pembiayaan melalui program KUR. Pada 2023, alokasi KUR naik menjadi Rp 450 triliun. Tahun sebelumnya, alokasi KUR mencapai Rp 365 triliun. Sekjen Sahabat UMKM (komunitas UMKM) Faisal Hasan Basri berpendapat, inisiatif pemerintah meningkatkan jumlah produk UMKM di platform e-katalog pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan hal yang patut disyukuri. Ini berarti pemerintah membuka kesem-patan yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang. Kesempatan itu sebaiknya diikuti persiapan produksi yang matang dari para pelaku UMKM. (Yoga)
Gapai Valuasi 3 Triliun Dollar AS, Apple Jadi Pionir
Apple Inc menjadi perusahaan publik pertama yang memiliki valuasi pasar senilai 3 triliun USD pada penutupan perdagangan saham, Jumat (30/6). Harga saham perusahaan yang didirikan Steve Jobs, 47 tahun lalu naik 2,3 % pada 193,97 USD atau Rp 2,917 juta per lembar saham. Bersamaan dengan kenaikan harga saham Apple, sejumlah saham perusahaan teknologi lain, seperti Amazon, Nvidia, Meta, dan Microsoft juga naik. Masing-masing naik 1,9 %, 3,6 %, 1,9 % dan 1,6 %. Pada Januari 2022, valuasi Apple sempat mencapai 3 triliun USD di pasar saham. Akan tetapi, valuasi itu tidak bisa bertahan ketika pasar ditutup. Kenaikan harga saham Apple menjelang akhir pekan ini diluar ekspektasi. Sebab, nilai saham Apple sempat tenggelam sehingga mendorong valuasi pasarnya berada di bawah 2 triliun USD pada awal 2023.
Optimisme pasar terhadap Apple mulai muncul ketika raksasa teknologi itu pada awal Juni meluncurkan sebuah produk yang dianggap visioner untuk masa depan teknologi augmented reality. Produk yang diberi nama Vision Pro ini mendorong para pencinta teknologi, khususnya buatan Apple untuk menikmati dunia baru yang disebut realitas virtual (virtual reality). Vision Pro dilepas ke pasar dengan harga 3.499 USD atau Rp 52,6 juta. Produk ini dinilai sebagai terobosan teknologi yang memantik gairah baru di tengah kelesuan pasar. Saat ini, Apple menghasilkan begitu banyak uang sehingga mampu membagi dividen sebesar 105 miliar USD per tahun kepada para investor dan membeli kembali sahamnya sendiri (buy back). Dari hasil itu, Apple masih menyisakan dana 56 miliar USD di triwulan terakhir 2022. (Yoga)
PEKERJA MIGRAN Arus Remitansi Hanya Tumbuh 1,4 Persen
Arus remitansi yang tercatat secara resmi ke negara berpenghasilan rendah dan menengah secara khusus, sesuai laporan Migration and Development Brief 38 yang dirilis oleh Bank Dunia, diperkirakan hanya tumbuh 1,4 % menjadi 656 miliar USD pada akhir tahun 2023. Hal ini disebabkan oleh aktivitas ekonomi di negara-negara sumber remitansi yang melemah sehingga membatasi pekerjaan dan perolehan upah bagi para pekerja migran. Bank Dunia dalam laporan Migration and Development Brief 38 (Juni 2023) menyebutkan, pada periode pertumbuhan ekonomi yang lebih melambat pascapandemi Covid-19 dan investasi asing langsung yang menurun, arus masuk remitansi menjadi lebih penting bagi negara dan rumah tangga. Hal ini terutama terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan utang luar negeri yang tinggi.
Direktur Penempatan Nonpemerintah Kawasan Asia dan Afrika Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Sri Andayani, saat menghadiri peluncuran kerja sama penyedia layanan keuangan digital DANA dengan perusahaan pengiriman uang Ria Money Transfer di Jakarta, Selasa (27/6/2023), mengatakan, di Indonesia, penerimaan remitansi sempat menurun saat pembatasan sosial akibat pandemic Covid-19 tahun 2020-2021. Namun, penurunan penerimaannya tidak terlalu signifikan. Pada 2019, penerimaan remitansi di Indonesia 11,4miliar USD, pada 2020, total penerimaan remitansi turun menjadi 9,4 miliar USD. Setahun berikutnya, penerimaan kembali turun menjadi 9,1 miliar USD. ”Pada 2022, penerimaan remitansi di Indonesia naik menjadi 9,7 miliar USD sejalan dengan proses penempatan pekerja migran Indonesia yang mulai pulih dari pandemi Covid-19. Jumlah pekerja migran Indonesia yang ditempatkan di luar negeri sepanjang 2022 tercatat 200.761 orang," ujarnya. (Yoga)
Penggunaan QRIS Dorong Perluasan Inklusi Keuangan
Penyediaan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, dan bisa diandalkan mendorong perluasan inklusi keuangan. Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan hal itu, Sabtu (24/6/2023). Hal ini diwujudkan pula melalui penggunaan sistem pembayaran pindai cepat kode unik (QRIS). Hingga triwulan I-2023, total nilai transaksi QRIS mencapai Rp 40,3 triliun dengan lebih dari 400 juta transaksi, 82 persen oleh usaha mikro kecil menengah. (Yoga)
Pacu Kreativitas Milenial dan Gen Z
Dalam rangka menyokong ekonomi kreatif Tanah Air, Menparekraf Sandiaga Uno menilai, kreativitas generasi milenial dan generasi Z perlu dipacu. Dengan kreativitas kedua generasi tersebut, khususnya dalam pemasaran, penjualan produk-produk Indonesia dapat melesat. Pendapat itu dinyatakan dalam pidato kunci Kompasfest 2023: Creation yang diselenggarakan harian Kompas di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (17/6). Perhelatan yang menghadirkan beragam konferensi, kelas, dan hiburan itu berlangsung hingga hari ini. Mengutip data Famous All-stars (FAS), Sandiaga menyebutkan, nilai Industri kreator konten di Indonesia Rp 4 triliun-Rp 7 triliun dan akan naik 5 kali lipat pada 2027. Meski demikian, Indonesia masih di tahap ekonomi kreator 2.0. Mayoritas kreator konten Tanah Air dengan begitu masih mengandalkan pengikut akun media sosialnya untuk mengampanyekan merek orang lain.
”Kita perlu meningkatkannya menjadi ekonomi creator 3.0 yang berarti (kreator konten) mempromosikan karya sendiri dan memiliki hardcore follower,” ujar Sandiaga yang hadir secara dalam jaringan. Menurut dia, peningkatan status menjadi ekonomi 3.0 penting untuk mendorong publik membeli produk Indonesia. Dia mencontohkan sebuah jenama kerupuk udang Tanah Air diminati di China lantaran penjualan di Tiktok setempat. Karena peran strategis ekonomi kreator tersebut, dia berharap Kompasfest dapat menjadi wadah yang memacu generasi milenial dan generasi Z dari segi ketangkasan (agility), kreativitas, dan keingintahuan (curiousity). Dia optimistis, ekonomi kreatif dapat menjadi sektor ideal di masa depan karena kreativitas menjadi sumber daya yang dimiliki setiap individu serta bersifat orisinal, otentik, unik, dan terbarukan. (Yoga)
Kuantitas dan Kualitas E-dagang
Perkembangan perdagangan secara elektronik mesti diiringi dengan kualitas serta hak dan kewajiban konsumen, termasuk perannya bagi perekonomian. Masyarakat Indonesia kian akrab dengan e-dagang. Pandemi Covid-19 turut mempercepat perkembangannya. Seiring pemerataan infrastruktur digital, e-dagang menyentuh kota-kota tier 2 dan tier 3. Meski demikian, ”masa bulan madu” penyedia layanan e-dagang atau lokapasar berangsur-angsur memudar. Hal ini ditandai dengan promosi, seperti ongkos kirim gratis, yang sebagian sudah tak ada serta pembeli dikenai biaya jasa aplikasi. Bahkan, ada lokapasar yang mengenakan biaya untuk pembayaran menggunakan transfer dana bank.
Dalam ”Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023: Pemulihan Ekonomi dan Tren Belanja Pasca Pandemi 2023” oleh Kredivo dan Katadata Insight Center, generasi yang lebih tua semakin adaptif terhadap internet dan menggunakan edagang. E-dagang yang sudah 10 tahun hadir di Indonesia mendorong perpindahan konsumen ke kelompok umur yang lebih tua. Proporsi jumlah belanja kelompok usia 36-45 tahun dan 46-55 tahun membesar pada 2020-2022. Tapi jumlah belanja didominasi konsumen usia 26-35 tahun. Data e-Conomy SEA 2022 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia bernilai 77 miliar USD pada 2022, yang dihitung berdasarkan gross merchandise value (GMV) atau nilai pembelian konsumen. Masa depan ekonomi digital Indonesia cerah. GMV diperkirakan 130 miliar USD pada 2025, dengan e-dagang sebagai pendorong utamanya. (Yoga)
Link net dan Hypernet Perkuat Ekosistem Digital
JAKARTA,ID- PT Link Net Tbk berkolaborasi dengan Hypernet Technologies untuk menghadirkan solusi inovatif guna memperkuat ekosistem digital pelanggan korporasi (enterprise) diberbagai sektor Tanah Air. Kerja Link Net dilakukan melalui brand Link Net Enterprise. Sedangkan Hypernet merupakan anak usaha PT XL Axiata Tbk. Kali ini, sinergi Link Net dan Hypernet menghadirkan produk kolaborasi Link Net Hypernet Future technologies (LYFT) dengan tagline Faster, Safer, Reliable. Kerja sama dituangkan dalam bentuk sosial ini untuk kemudahan serta keamanan pengelolaan jaringan secara fleksibel, dengan memanfaatkan software dan fungsi kontrol terpusat. Dengan begitu, para pelanggan entreprise pun akan mampu mengelola jaringan antarcabang yang dimiliki secara terpusat dan memonitor semua trafik secara mudah dan tetap aman. "Karena itu penting bagi kami menjalin kemitraan strategis dengan partner yang memiliki semangat dan komitmen yang selaras dalam mendukung akselerasi eskosistem digital nasional, khususnya para pelanggan enterprise di Indonesia," ujar Chief Enterprise Business Officer net Link Agung Satya Wiguna. (Yetede)
Profil Konsumen E-dagang Lebih Tergambarkan
Masyarakat yang menikah dan belum mempunyai anak merupakan kalangan yang memiliki nilai transaksi e-dagang paling besar. Transaksi kalangan ini lebih besar ketimbang kelompok warga lajang atau mereka yang sudah memiliki anak. Ketika menikah, pendapatan diperhitungkan bisa lebih besar karena berasal dari dua pencarinafkah. Namun, ketika pasangan memiliki anak, ada beban finansial lebih besar yang harus ditanggung. Hasil riset ”Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023: Pemulihan Ekonomi dan Tren Belanja Pasca Pandemi” yang dirilis oleh Kredivo bekerja sama dengan Katadata Insight Center menyebutkan, dari seluruh jumlah transaksi e-dagang pada 2022, konsumen dengan jumlah transaksi terbanyak berasal dari konsumen yang menikah dengan porsi 58,2 %. Adapun persentase jumlah transaksi e-dagang dari kalangan konsumen lajang 38,7 5. Persentase nilai transaksi e-dagang pada 2022 paling banyak berasal dari kalangan konsumen menikah dengan porsi 55,2 %.
Persentase nilai transaksi e-dagang dari kalangan lajang 41,8 %. Dari seluruh nilai transaksi e-dagang, konsumen yang menikah dan tidak memiliki anak mencatat nilai transaksi terbesar dengan porsi 48,9 %. Terbesar kedua, yaitu 42,5 %, berasal dari kalangan menengah dan memiliki 1-2 anak. Adapun konsumen menikah dengan anak 3-5 orang berkontribusi nilai transaksi e-dagangnya sebesar 8,6 %. Dalam jumpa pers rilis riset ini di Jakarta pada Rabu (14/6) Direktur Katadata Insight Center Adek Roza menjelaskan, riset ini menggunakan analisis data primer yang berasal dari lebih dari 22 juta sampel transaksi e-dagang dari enam lokapasar terbesar di Indonesia, yakni Blibli.com, Bukalapak, JD.ID, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Pihaknya juga menggunakan 2,2 juta sampel pengguna Kredivo yang tersebar di 34 provinsi. Transaksi yang dianalisis terjadi pada Januari-Desember 2022. Profil konsumen dari sampel tersebut, 59,7 % laki-laki dan 40,3 % perempuan. Konsumen berusia 18-45 tahun mendominasi dengan porsi 93,2 %, sisanya dari kelompok usia 45 tahun ke atas. (Yoga)
EKONOMI DIGITAL, Inovasi Kecerdasan Buatan Perlu Bertanggung Jawab
Google berkomitmen mendukung lingkungan inovasi kecerdasan buatan yang bertanggung jawab. Dalam setiap pengembangan kecerdasan buatan, Google selalu mengikuti prinsip etika global. ”Kami terbuka bekerja sama dengan pemerintah, termasuk Pemerintah Indonesia, untuk membuat lanskap kecerdasan buatan lebih baik, lingkungan kecerdasan buatan yang sehat (bertanggung jawab),” ujar Direktur Regional Google Cloud untuk Indonesia dan Malaysia Megawaty Khie, di acara Google Cloud Jakarta Summit 2023, Kamis (8/6). Pada 2018, Google menjadi perusahaan pertama yang mengeluarkan batasan / prinsip tentang penggunaan kecerdasan buatan agar aman. Beberapa pekan lalu, Google telah merilis Agenda Bersama untuk Perkembangan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab di blog resmi perusahaan.
Dalam laporan itu, selain mendorong tanggung jawab, Google menganjurkan pemerintah untuk fokus membuka peluang dengan memaksimalkan potensi ekonomi dan meningkatkan keamanan global sembari mencegah kejahatan siber yang mengeksploitasi teknologi kecerdasan buatan. Dalam laporan Agenda Bersama untuk Perkembangan Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab, Google menyatakan, kecerdasan buatan terlalu penting untuk tidak diregulasikan dengan baik. Dari sisi komputasi awan, Google diketahui terus-menerus membangun kemampuan produknya melalui perangkat keras, perangkatlunak, dan melatih kecerdasan buatan di jaringan pusat data. Google Cloud sekarang meluncurkan penambahan kemampuan kecerdasan buatan tipe generatif untuk produk Vertex AI.
Direktur Digital dan Teknologi Informasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Arga Nugraha, yang hadir di acara yang sama, mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, BRI berusaha membawa banya proses bisnis ke ranah digital. Perusahaan juga sudah menetapkan tema composable, yang terdiri dari resiliensi, open banking, dan kecerdasan buatan/mesin pembelajaran. ”Kami juga mengeksplorasi kecerdasan buatan tipe generatif untuk memperbaiki kualitas chatbot. Selain bisa meningkatkan pengalaman nasabah, upaya ini diharapkan mampu menghemat peran agen customer service,” tuturnya. (Yoga)
Keamanan Digital Diperkuat
Seiring maraknya serangan siber terhadap industri jasa keuangan, OJK mendesak lembaga jasa keuangan untuk memperkuat keamanan digitalnya. Pelaku jasa keuangan diminta menerapkan penilaian risiko siber, melaporkan serangan siber yang terjadi, serta menyusun panduan operasional tata kelola, sistem keamanan, dan pemulihan jika terjadi serangan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, fenomena serangan siber ini terus terjadi tak hanya di dalam negeri, tetapi juga pada lingkup global. OJK pun mendorong lembaga jasa keuangan terus memperkuat ketahanan dan keamanan sistem teknologi informasi digital.
”OJK sebagai otoritas terus mendorong peningkatan keamanan sistem teknologi informasi secara komprehensif seiring potensi ancaman yang terus timbul,” ujar Dian, Selasa (6/6). Ia menambahkan, saat ini peraturan mengenai keamanan digital bagi lembaga jasa keuangan sudah tertuang dalam Peraturan OJK No 11 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum dan Surat Edaran (SE) OJK No 29/2022 tentang Keamanan dan Ketahanan Siber bagi Bank Umum. Pelaku jasa keuangan, lanjut Dian, harus menerapkan penilaian risiko siber (cyber risk assessment) dan melaporkan insiden serangan siber yang terjadi. Selain itu, pengawas OJK juga akan menilai kapasitas kematangan digital (digital maturity) lembaga jasa keuangan. Setiap lembaga jasa keuangan juga perlu menyusun panduan operasional tata kelola, sistem keamanan, dan pemulihan apa- bila terjadi serangan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022 -
BUMN Garap Ekosistem Kopi
31 Jan 2022









