;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1150 )

Transaksi Digital Banking Melesat Setelah Lebaran

HR1 28 Apr 2023 Kontan

Transaksi digital perbankan meningkat pesat selama momentum Lebaran tahun ini. Peningkatan terutama terjadi pada layanan transfer online untuk keperluan zakat hingga pengiriman Tunjangan Hari Raya (THR). Bank Mandiri memperkirakan, transaksi nasabah melalui Livin' tumbuh 20% selama periode Lebaran tahun ini dibandingkan dengan bulan normal sebelum menjelang lebaran. Menurut SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, peningkatan itu tak lepas dari aktivitas ekonomi yang semakin normal, mudik Lebaran sudah semarak dan ada pembayaran THR. Dia mengungkapkan, transaksi yang paling banyak dilakukan lewat Livin' adalah transfer, top up dan pembayaran untuk belanja online. Peningkatan transfer juga didorong adanya layanan BI-Fast dengan biaya lebih murah saat transfer antar bank. Bank Central Asia (BCA) juga memperkirakan, transaksi nasabah secara digital saat Lebaran akan tumbuh pesat. EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn menyebut, peningkatan sejalan dengan ekspektasi kenaikan permintaan barang dan jasa pada masyarakat. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, volume transaksi digital BCA, baik mobile banking dan internet banking sudah mencapai 5,8 miliar atau meningkat 29,5% yoy. Andi Nirwoto, Direktur TI dan Digital Bank BTN meyakini, transaksi digital pada periode lebaran tahun ini lebih ramai dari tahun lalu, lantaran pemerintah tak memberlakukan pembatasan mobilitas. Sementara transaksi digital Bank BJB selama masa Lebaran naik  30% dibanding rata-rata transaksi harian pada kondisi normal. Transaksi terbanyak adalah transfer, top up e-money, dan transaksi penggunaan QRIS.  Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi mengatakan, transaksi QRIS meningkat 26,5% dari bulan normal. Didorong belanja merchant dan donasi.

Panen Transaksi Uang Elektronik

KT1 27 Apr 2023 Tempo

JAKARTA- Uang elektronik berbasis kartu menjadi salah satu alat pembayaran yang populer di musim mudik Lebaran 2023. Bank-bank penerbit kartu elektronik pun berupaya menggenjot nilai dan volume transaksi di momen tahunan tersebut. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di antaranya, mencatatkan transaksi kartu Mandiri e-Money pada periode arus mudik Idul Fitri 2023 sebesar Rp 100 miliar per hari.Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, menuturkan perseroan menyiapkan inovasi dan strategi khusus untuk memperluas, mempermudah, dan memperbanyak akses Mandiri e-Money bagi nasabah dan masyarakat umum. “Penguatan strategi tersebut berfokus pada sektor transportasi, gerai retail, dan e-commerce,” ujarnya kepada Tempo, kemarin.

Walhasil, nilai transaksi Mandiri e-Money naik lebih dari 30 persen dibanding rata-rata transaksi harian sebelum periode Idul Fitri. Thomas mengatakan Bank Mandiri juga terus menerbitkan kartu dengan desain yang menarik. Adapun strategi memudahkan layanan top up dilakukan melalui aplikasi Livin’ by Mandiri pada ponsel pintar yang memiliki fitur NFC (near field communication), melalui e-commerce dan minimarket, ataupun lewat ATM dan kantor cabang Bank Mandiri. Hingga Maret 2023, Bank Mandiri mencatat nilai transaksi kartu e-money telah lebih dari Rp 5 triliun. Sedangkan di sepanjang tahun lalu, transaksi yang dibukukan secara keseluruhan sebesar lebih dari Rp 21 triliun atau tumbuh 20 persen. “Tahun ini kenaikan transaksi di momen Lebaran lebih tinggi, mengingat waktu libur yang menyebar dan tidak ada lagi pembatasan perjalanan,” kata Thomas. (Yetede)

Mudah Sedekah Via Dompet Digital

KT1 19 Apr 2023 Tempo

Platform dompet digital (e-wallet) dinilai berperan penting dalam upaya menghimpun zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). Perkembangan teknologi menjadikan layanan pembayaran ziswaf melalui dompet digital terus meningkat porsinya dari tahun ke tahun lewat kerja sama dengan lembaga amil zakat untuk penyalurannya. Salah satu penyelenggara dompet digital, DANA, mencatat preferensi masyarakat untuk menyalurkan donasi dan sedekah secara daring semakin bertambah pesat, khususnya pada Ramadan dan Idul Fitri.

Bahkan, pada tahun ini, potensi pertumbuhannya diperkirakan mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu. Chief of Product DANA Indonesia, Rangga Wiseno, menuturkan seluruh pengguna DANA dapat menyalurkan zakat, infak, sedekah, wakaf, hingga kurban melalui aplikasi, bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. “Integrasi ini memungkinkan pengguna menyalurkan zakatnya dengan aman, cepat, dan mudah,” katanya kepada Tempo, kemarin, 18 April 2023. Untuk pembayaran zakat, pengguna tak hanya dapat menunaikan zakat fitrah, tapi juga zakat profesi melalui aplikasi DANA. (Yetede)


Momentum Investasi Produk Obligasi

KT1 17 Apr 2023 Tempo

Bagi calon investor yang masih bingung menentukan produk investasi setelah menerima THR, obligasi bisa menjadi pilihan. Sejumlah analis menyatakan prospek produk investasi ini, khususnya Surat Berharga Negara (SBN), cukup menarik. Head of Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nita Amalia, menyatakan prospek positif ini berkaitan dengan kebijakan suku bunga acuan BI. Menurut dia, kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate sudah mencapai puncaknya, yaitu sebesar 5,75 %. Ke depan, ada potensi suku bunga bergerak melandai. “Inflasi di dalam negeri yang terkendali serta stabilitas rupiah ikut menambah potensi investasi obligasi,” ujar dia, akhir pekan lalu.

Kondisi tersebut mendorong penurunan imbal hasil sejak awal tahun ini, yang menandakan bakal semakin banyak investor yang masuk. Nita mencatat, pada Februari dan Maret 2023, imbal hasil untuk obligasi Indonesia dengan tenor 10 tahun bergerak fluktuatif hingga 6,5 %. "Prediksi kami, untuk obligasi 10 tahun, sampai ke kisaran 6,4 %," tuturnya. Chief Economist Bank Central Asia, David Sumual, pun menyatakan masih ada potensi keuntungan dari pasar obligasi yang sudah menguat sejak akhir tahun lalu. "Momentumnya masih ada karena inflasi kita sampai kuartal III perkiraannya turun terus," ujarnya. Ia menyebutkan laju inflasi akhir tahun lalu yang di bawah ekspektasi ekonom mampu menarik minat investor. (Yetede)


Evaluasi Sistem QRIS Setelah Kasus Pemalsuan

KT1 13 Apr 2023 Tempo

Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) meninjau ulang sistem transaksi non-tunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), setelah terjadinya pemalsuan kode QRIS di kotak amal sejumlah masjid di Jakarta. Evaluasi dilakukan terutama pada jenis kode statis, alias kode QRIS yang dipasang dalam bentuk stiker atau selebaran. Ketua Umum ASPI Santoso Liem menjelaskan, dalam sistem QRIS memang terdapat dua model penggunaan kode. Pertama adalah merchant presented mode (MPM), di mana pemilik usaha (merchant) menyediakan kode statis yang dipasang dalam bentuk stiker atau cetakan pada kertas. Ketika transaksi hendak dilakukan, pelanggan cukup memindai kode QR yang tersedia melalui telepon seluler. Adapun model kedua adalah customer presented mode (CPM), di mana transaksi dilakukan dengan cara sebaliknya, pemilik usaha memindai kode pada ponsel pelanggan.

"Model MPM-lah yang saat ini paling banyak digunakan, karena penggunaannya paling mudah," ujar Santoso kepada Tempo, kemarin. Namun ia juga mengakui model tersebut memiliki kelemahan dan celah yang rawan disalahgunakan, sebagaimana kasus penggantian stiker kode QRIS di sejumlah masjid di Jakarta. Pasalnya, model tersebut digunakan di lokasi-lokasi yang tak ditunggui. Akibatnya, ketika konsumen melakukan transaksi, tidak ada pihak yang dapat mengkonfirmasi keamanan dan ketepatan transaksi yang dilakukan. Misalnya pada transaksi kotak amal di rumah ibadah. (Yetede)


Ramadhan, Penjualan Lokapasar Melonjak

KT3 11 Apr 2023 Kompas

Lokapasar semakin menjadi rujukan konsumen dalam berbelanja kebutuhan Ramadhan dan perayaan Lebaran. Direktur Corporate Affairs Tokopedia Nuraini Razak, Senin (10/4/2023), di Jakarta, menyampaikan, selama dua minggu pertama Ramadhan, kategori produk mode, otomotif, keperluan rumah tangga, perawatan diri, serta makanan dan minuman paling laris diburu. (Yoga)

Musim Semi Pembuat Konten

KT3 09 Apr 2023 Kompas

Sekelompok anak muda berlalu lalang memasuki sebuah studio mini di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (5/4) sore. Sinergi media sosial dan ragam bisnis, termasuk media massa, mau tidak mau harus dilakukan demi mengukuhkan eksistensi. ”Ini berkaitan dengan Gerai Kompas, juga memperkenalkan Kompas.id dan nge-branding lagi harian Kompas. Penting saat ini untuk berstrategi memanfaatkan media sosial. Tidak hanya ini, ada juga konten berjudul AADK, yaitu Ada Apa di Koran Hari Ini? untuk mengajak kembali membaca koran juga,” ujar Wakil Manajer Media Sosial Harian Kompas Priyanto di Jakarta, Rabu (5/4/2023).Keberadaan konten yang makin menyuburkan lahan para pembuat konten sebagai sarana pemasaran ini memang tak bisa dimungkiri. Social Media Trends 2023 yang dirilis Hootsuite menunjukkan, penggunaan pembuat konten mulai dilirik oleh 42 % perusahaan dengan karyawan di atas 1.000 orang. Namun, bisnis kecil pun memanfaatkan jasa pembuat konten atau melahirkan pembuat konten baru sekaligus bisnis baru.

Analisa Widyaningrum (34), seorang psikolog. Semula, ia merasa tidak percaya diri terjun membuat konten di medsos, tetapi kebutuhan untuk mempromosikan bisnis yang tengah dibangunnya membuatnya berani mencoba. ”Enggak pede bikin konten tuh pas 2015. Tapi gara-gara bikin APDC Indonesia saat itu, marketing tools yang gampang bagiku dengan biaya murah, ya, lewat Instagram. Mulailah di situ, bikin konten APDC juga untukku. Itu semua masih sendiri karena belum tim. Ternyata malah yang lebih banyak engagement-nya yang personal, yang akun Analisa,” tutur Ana. Sejalan dengan meningkanya pengikut di akun @analisa.widyaningrum dan personal branding yang dibangunnya, bisnisnya, yaitu APDC Indonesia, juga mengikuti. ”Yang tadinya mau mengedukasi malah jadi profesi juga,” ujar perempuan yang semula pengikutnya kurang dari 2.000, tapi kini melesat hingga lewat 500.000 di Instagram dan lebih dari 600.000 di Youtube.

Ghaniy Pradita (22) terpantik masuk sebagai pembuat konten ketika pandemi. Kondisi pembatasan sosial justru memunculkan ide menjadikan proses penyelesaian skripsi sebagai mahasiswa Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya, sebagai konten. Tak disangka, konten yang saat itu diunggah melalui akun @mahasiswamalas di Tiktok memperoleh sambutan baik. Dari tanpa pengikut, dua bulan berjalan, pengikutnya melonjak hingga 20.000 dan terus naik sampai kini stabil di angka 80.000-an. Setelah lulus kuliah, akunnya berubah menjadi @karyawanmalas. Tak ditampiknya, profesi menjadi pembuat konten cukup menjanjikan. Saat masih kuliah saja, ia kerap diajak bekerja sama untuk mempromosikan produk. ”Untuk satu video itu bisa Rp 700.000 sampai Rp 1 juta,” ujarnya. Meneropong masa depan, pembuatan konten medsos tak bisa ditolak, tapi, jangan membuat konten hanya untuk mengejar cuan. (Yoga)


Menjejali Ruang Maya dengan Konten

KT3 09 Apr 2023 Kompas (H)

Fitra Eri bisa jadi adalah pembuat konten video bertema otomotif paling tenar di Indonesia saat ini. Sering dia diajak berfoto bareng pengikutnya, bahkan ketika baru mendarat di Bandara Bologna, Italia, ada warga Indonesia yang menegur dan mengajaknya berfoto. Popularitas itu tidak ia raih dalam semalam atau lewat satu unggahan viral saja. Fitra membangun kredibilitasnya di bidang otomotif dengan menjadi wartawan majalah belasan tahun lalu sambil membalap mobil. Sarjana teknik mesin ini memang mendalami bidang otomotif, khususnya mobil. Dia mulai membuat konten video saat membangun media Oto driver. Sekarang, dia mengunggah video di akun Youtube setidaknya dua hari sekali. Terkadang dia mengulas produk mobil baru yang menjadi panduan bagi pembeli mobil. Pengikutnya di Youtube mencapai 2,7 juta akun dan di Instagram 1,2 juta akun.

Haydira Prili Ananza (22), belum sampai 1 juta: 820.000 akun di Tiktok dan 260.000 di Instagram. Pemilik akun @ananzaprili ini membuat konten yang berkaitan dengan pengembangan diri, tips psikologi, dan kecantikan. Finalis ajang kecantikan Gadis Sampul 2013 ini memutuskan jadi pembuat konten untuk mengisi kesibukan saat pandemi Covid-19. ”Sebenarnya enggak pernah ada niatan untuk dijadiin profesi. Tapi, setelah dijalani, banyak opportunity dan jada pemasukan. Bahkan, yang terpenting bisa membantu orang lain,” kata Ananza di Jakarta, Jumat (7/4). Seiring pertumbuhan pengikut yang signifikan, diikuti keterikatan (engagement) yang baik pada masa awal masuk Tiktok, Ananza mulai dikenal. Ia mulai dapat pemasukan yang kelak dimanfaatkan untuk mengajak bergabung beberapa orang.

Pengamat media Agus Sudibyo menganggap semakin banyak pembuat konten merupakan hal positif. Semua orang bisa membuat konten,tak harus jurnalis. ”Ini mendemokratiskan, membebaskan, bahwa setiap orang bisa bersuara lewat konten buatannya, bisa berekspresi, bisa berpendapat, bisa mengunggahnya langsung di tempat. Sebelum era media sosial, kita hanya bisa bikin rekaman lalu kirim ke (stasiun) TV biar dipublikasi menjadi konsumsi publik,” katanya. Salah satu dampak demokratisnya adalah semakin sulit penguasa bertindak sewenang-wenang. Penyelewengan makin mudah terekam karena setiap orang punya ponsel berkamera. Dampak negatifnya, semua orang bisa dengan mudah menjadi pewarta, tanpa kepakaran, tanpa kompetensi. (Yoga)


Digitalisasi Warung Kian Menantang

KT3 08 Apr 2023 Kompas

Bisnis layanan digitalisasi warung dan toko kelontong yang ditawarkan oleh perusahaan rintisan bidang teknologi atau start up tengah mengalami tekanan. Selain harus berhadapan langsung dengan kondisi start up yang dituntut semakin efisien, bisnis ini juga menemui tantangan biaya operasional yang relatif masih tinggi. Peneliti Center of Innovation and Digital Economy di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, mengatakan, dalam 2-3 tahun terakhir digitalisasi warung/toko kelontong memang gencar terjadi. Tidak heran jika sejumlah start up ramai-ramai terjun mengembangkan layanan digitalisasi warung dan toko kelontong.

”Akan tetapi, situasinya kini berbeda karena terjadi tekanan tinggi terhadap industri digital dan ketidakpastian ekonomi. Dari sisi start up, mereka dituntut (oleh investor) semakin efisien, yang  berarti harus menutup fitur layanan yang bukan inti bisnis mereka,” ujar Huda, Jumat (7/4) di Jakarta. Selain itu, persaingan dengan rantai distributor besar tidak terhindarkan. Di rantai pasok perdagangan sudah ada pemain lama yang memiliki jaringan distribusi yang luas sampai ke warung/toko kelontong. Mereka telah memiliki pangsa pasar sendiri. Sebelumnya, pada 10 Maret 2023, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengumumkan kembali melakukan PHK. Manajemen GoTo juga menyampaikan akan mengurangi skala ataupun menunda inisiatif bisnis yang bukan inti layanan, diantaranya. lini bisnis Mitra Tokopedia yang merupakan layanan yang diperuntukkan bagi pemilik toko dan warung agar mereka mudah berbelanja kebutuhan untuk stok toko ataupun warung mereka. (Yoga)


Adu Layanan Keuangan Saat Ramadan

KT1 08 Apr 2023 Tempo

Pemain dompet digital Tanah Air beradu menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat momen Ramadan dan Idul Fitri. Seperti yang dilakukan oleh platform dompet digital DANA Indonesia yang memanfaatkan peningkatan aktivitas belanja masyarakat, khususnya pada bahan kebutuhan pokok, makanan, serta produk fashion. Head of Marketing DANA Indonesia, Lim Wimawan Kusuma, menuturkan, pada tahun ini, tercatat kenaikan transaksi signifikan, bahkan sejak awal Ramadan, yaitu hingga dua kali lipat jika dibanding pada periode yang sama tahun lalu. “Peningkatan transaksi 122 % pada 12 hari pertama Ramadan, diikuti kenaikan jumlah pengguna transaksi harian yang mencapai 103 %,” ujarnya, kemarin.

Lim berujar, terdapat lima fitur yang menjadi populer selama Ramadan dan diprediksi terus berlanjut hingga Idul Fitri mendatang. Pertama adalah fitur kirim uang, pembayaran dengan kode quick response (QR), belanja di e-commerce, pembelian pulsa dan data, hingga pembelian produk investasi dan keuangan. Tak hanya peningkatan jumlah pengguna dan transaksi, DANA juga mencatatkan pertumbuhan jumlah mitra, yaitu 45 persen dibanding pada Ramadan 2022. Kemitraan baru terus digenjot dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk menggandeng mitra raksasa, seperti Alfamart serta MAP Group. “Transaksi langsung di merchant offline juga naik 60 persen. Kami akan terus memberikan layanan dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang aman, cepat, serta nyaman.” (Yetede)