Digital Ekonomi umum
( 1143 )Menjejali Ruang Maya dengan Konten
Fitra Eri bisa jadi adalah pembuat konten video bertema otomotif paling tenar di Indonesia saat ini. Sering dia diajak berfoto bareng pengikutnya, bahkan ketika baru mendarat di Bandara Bologna, Italia, ada warga Indonesia yang menegur dan mengajaknya berfoto. Popularitas itu tidak ia raih dalam semalam atau lewat satu unggahan viral saja. Fitra membangun kredibilitasnya di bidang otomotif dengan menjadi wartawan majalah belasan tahun lalu sambil membalap mobil. Sarjana teknik mesin ini memang mendalami bidang otomotif, khususnya mobil. Dia mulai membuat konten video saat membangun media Oto driver. Sekarang, dia mengunggah video di akun Youtube setidaknya dua hari sekali. Terkadang dia mengulas produk mobil baru yang menjadi panduan bagi pembeli mobil. Pengikutnya di Youtube mencapai 2,7 juta akun dan di Instagram 1,2 juta akun.
Haydira Prili Ananza (22), belum sampai 1 juta: 820.000 akun di Tiktok dan 260.000 di Instagram. Pemilik akun @ananzaprili ini membuat konten yang berkaitan dengan pengembangan diri, tips psikologi, dan kecantikan. Finalis ajang kecantikan Gadis Sampul 2013 ini memutuskan jadi pembuat konten untuk mengisi kesibukan saat pandemi Covid-19. ”Sebenarnya enggak pernah ada niatan untuk dijadiin profesi. Tapi, setelah dijalani, banyak opportunity dan jada pemasukan. Bahkan, yang terpenting bisa membantu orang lain,” kata Ananza di Jakarta, Jumat (7/4). Seiring pertumbuhan pengikut yang signifikan, diikuti keterikatan (engagement) yang baik pada masa awal masuk Tiktok, Ananza mulai dikenal. Ia mulai dapat pemasukan yang kelak dimanfaatkan untuk mengajak bergabung beberapa orang.
Pengamat media Agus Sudibyo menganggap semakin banyak pembuat konten merupakan hal positif. Semua orang bisa membuat konten,tak harus jurnalis. ”Ini mendemokratiskan, membebaskan, bahwa setiap orang bisa bersuara lewat konten buatannya, bisa berekspresi, bisa berpendapat, bisa mengunggahnya langsung di tempat. Sebelum era media sosial, kita hanya bisa bikin rekaman lalu kirim ke (stasiun) TV biar dipublikasi menjadi konsumsi publik,” katanya. Salah satu dampak demokratisnya adalah semakin sulit penguasa bertindak sewenang-wenang. Penyelewengan makin mudah terekam karena setiap orang punya ponsel berkamera. Dampak negatifnya, semua orang bisa dengan mudah menjadi pewarta, tanpa kepakaran, tanpa kompetensi. (Yoga)
Digitalisasi Warung Kian Menantang
Bisnis layanan digitalisasi warung dan toko kelontong yang ditawarkan oleh perusahaan rintisan bidang teknologi atau start up tengah mengalami tekanan. Selain harus berhadapan langsung dengan kondisi start up yang dituntut semakin efisien, bisnis ini juga menemui tantangan biaya operasional yang relatif masih tinggi. Peneliti Center of Innovation and Digital Economy di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, mengatakan, dalam 2-3 tahun terakhir digitalisasi warung/toko kelontong memang gencar terjadi. Tidak heran jika sejumlah start up ramai-ramai terjun mengembangkan layanan digitalisasi warung dan toko kelontong.
”Akan tetapi, situasinya kini berbeda karena terjadi tekanan tinggi terhadap industri digital dan ketidakpastian ekonomi. Dari sisi start up, mereka dituntut (oleh investor) semakin efisien, yang berarti harus menutup fitur layanan yang bukan inti bisnis mereka,” ujar Huda, Jumat (7/4) di Jakarta. Selain itu, persaingan dengan rantai distributor besar tidak terhindarkan. Di rantai pasok perdagangan sudah ada pemain lama yang memiliki jaringan distribusi yang luas sampai ke warung/toko kelontong. Mereka telah memiliki pangsa pasar sendiri. Sebelumnya, pada 10 Maret 2023, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mengumumkan kembali melakukan PHK. Manajemen GoTo juga menyampaikan akan mengurangi skala ataupun menunda inisiatif bisnis yang bukan inti layanan, diantaranya. lini bisnis Mitra Tokopedia yang merupakan layanan yang diperuntukkan bagi pemilik toko dan warung agar mereka mudah berbelanja kebutuhan untuk stok toko ataupun warung mereka. (Yoga)
Adu Layanan Keuangan Saat Ramadan
Pemain dompet digital Tanah Air beradu menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat momen Ramadan dan Idul Fitri. Seperti yang dilakukan oleh platform dompet digital DANA Indonesia yang memanfaatkan peningkatan aktivitas belanja masyarakat, khususnya pada bahan kebutuhan pokok, makanan, serta produk fashion. Head of Marketing DANA Indonesia, Lim Wimawan Kusuma, menuturkan, pada tahun ini, tercatat kenaikan transaksi signifikan, bahkan sejak awal Ramadan, yaitu hingga dua kali lipat jika dibanding pada periode yang sama tahun lalu. “Peningkatan transaksi 122 % pada 12 hari pertama Ramadan, diikuti kenaikan jumlah pengguna transaksi harian yang mencapai 103 %,” ujarnya, kemarin.
Lim berujar, terdapat lima fitur yang menjadi populer selama Ramadan dan diprediksi terus berlanjut hingga Idul Fitri mendatang. Pertama adalah fitur kirim uang, pembayaran dengan kode quick response (QR), belanja di e-commerce, pembelian pulsa dan data, hingga pembelian produk investasi dan keuangan. Tak hanya peningkatan jumlah pengguna dan transaksi, DANA juga mencatatkan pertumbuhan jumlah mitra, yaitu 45 persen dibanding pada Ramadan 2022. Kemitraan baru terus digenjot dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk menggandeng mitra raksasa, seperti Alfamart serta MAP Group. “Transaksi langsung di merchant offline juga naik 60 persen. Kami akan terus memberikan layanan dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang aman, cepat, serta nyaman.” (Yetede)
GoTo Sumbang 2,2 Persen PDB pada 2022
Hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) menunjukkan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) memberikan nilai tambah Rp 428 triliun atau 2,2 % terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2022. Tim peneliti LPEM FEB UI, Prani Sastiono, Rabu (29/3) menyebutkan, platform digital membantu perekonomian selama pandemi Covid-19 melalui pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lebih mudah. Kegiatan bisnis mitra UMKM GoTo menciptakan tambahan kesempatan kerja bagi 1,7 juta orang dari total penduduk bekerja pada tahun 2022. (Yoga)
Asean Perlu Dorong Digitalisasi dan Konektivitas Pembayaran Regional
BADUNG,ID- Negara-negara Asean perlu memajukan konektivitas pembayaran regional guna mewujudkan pemulihan ekonomi yang inklusif sekaligus untuk memitigasi resikonya. Selain itu, digitalisasi juga diperlukan untuk membantu menutup kesenjangan inklusi dan daya tahan keuangan di antara negara-negara di kawasan Asean. "Teman-teman anggota Asean, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan konektivitas pembayaran regional dan memajukannya," ujar Perry Warjiyo dalam acara High Level Seminar Forum Asean to The World bertajuk "Payment System in Digital Era," di Kabupaten Badung, Bali, Selasa (28/03/2023). Dengan begitu, Asean akan memimpin dan menjadi contoh negara-negara lain di dunia, dimana konektivitas pembayaran lintas batas tersebut akan mendukung inklusi keuangan dan ekonomi kawasan. Apalagi, negara-negara anggota Asean memiliki potensi transaksi digital dengan nilai besar. Kesepakatan konektivitas di lima negara tersebut dilakukan melalui Quick Response (QR) Code, fast payment, data real Time Gross Settlement (RTGS), serta transaksi mata uang lokal atau local Currency Transaction (LCT). (Yetede)
Karakter Pendiri ”Start Up” Jadi Pertimbangan
Karakter yang dimiliki pendiri perusahaan rintisan bidang teknologi digital kerap dijadikan pertimbangan utama investor. Faktor berikutnya adalah potensi pasar yang bisa dihasilkan dari produk yang dikembangkan perusahaan. Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, mengatakan, tiga tahun pertama East Ventures berdiri, pihaknya selalu mempertimbangkan faktor produk, potensi pasar, dan sosok pendiri di balik perusahaan rintisan bidang teknologi (start up) sebelum memutuskan menyuntikkan dana. Seiring waktu berjalan, dia menyadari betapa pentingnya berfokus pada faktor potensi pasar dan sosok pendiri.
”Kalau sosok pendiri start up memiliki hasrat kuat(passion), dia akan memahami produk teknologi seperti apa yang harus dikembangkan dan apakah mampu menyelesaikan masalah di masyarakat atau tidak. Kami biasanya berinteraksitatap muka, bertanya banyak hal, dan meminta pendiri bercerita mengalir saja. Dari sanalah, kami biasanya bisa putuskan,” ujar Willson saat menghadiri diskusi bertajuk ”Finding The Next Unicorn”, Selasa (21/3) di Jakarta. Menurut Willson, pengusaha start up sebenarnya relatif mirip dengan wirausaha pada umumnya. Dia harus mampu mencetak nilai produk dan menghasilkan keuntungan. Biaya pemasaran untuk mengakuisisi pelanggan juga harus dipikirkan. (Yoga)
OVO Bermitra Dengan 18.000 Toko Alfamart di Indonesia
JAKARTA, ID-OVO, platform digital pembayaran dan layanan keuangan terdepan dan financial technology (fintech) unicorn pertama di Indonesia, telah berkolaborasi dengan lebih dari 18.000 gerai/toko Alfamart di seluruh wilayah Tanah Air. Kali ini, OVO meluncurkan fitur baru diaplikasinya dengan menghadirkan metode pembayaran QRIS Customer Presented Mode (CPM). Hadirnya fitur itu baru ditandai dengan kolaborasi bersama Alfamart, salah satu jaringan distribusi ritel modern terbesar di Indonesia. QRIS CPM yang merupakan sistem pembayaran berbasis teknologi QR diyakini mampu memudahkan dan mampu mempercepat pengguna dalam melakukan transaksi nontunai. OVO percaya bahwa hadirkan QRIS CPM mampu mempercepat adopsi pembayaran digital dan mendorong inklusi keuangan di Tanah Air. "Inovasi QRIS CPM di aplikasi OVO adalah bentuk nyata dukungan kami terhadap inisiatif pemerintah dan Bank Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," ujar Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra di Jakarta, Senin (20/3/2023). (Yoga)
Paques Luncurkan FDS Cegah penipuan
Paques, perusahaan penyedia solusi big data analitik buatan Indonesia, meluncurkan Paques Fraund Detection System (FDS) dalam gelaran acara tahunan diskusi konprehensif Paques Data Day, pada 14 Maret 2023. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dari solusi anti-fraud adalah kemampuan mengolah data dan informasi dari banyak transaksi. Tidak hanya mampu mengolah data transaksi yang masif, solusi Paques Fraud Detection System (FDS) ini memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi terhadap pola ancaman penipuan yang kerap berubah dalam mencari target baru. "Sehingga, dengan solusi yang dibangun diatas platfom big data ini, menjadi salah satu kekuatan Paques FDS dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan customer yang terus berkembang," kata CEO dan Product Creator Paques, Benni Adham. Saat ini, PT Bank Victoria International Tbk, sudah menggunakan solusi FDS untuk mencegah terjadinya upaya penipuan dan penyelewengan yang sejalan dengan peraturan OJK Nomor 39/POJK.03/2019 mengenai menerapan strategi anti-frud. Chief of Change Management Office di PT Bank Victoria Interantional Tbk, Muhammad Rakhmadhani, mengatakan, pihaknya dalam pengembangan digitalisasi perbankan demi peningkatan produk dan layanan untuk bisa bersaing di pasar. (Yetede)
OJK Gelar Literasi bagi Masyarakat Keci
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar literasi keuangan yang dihadiri ratusan warga dan pelaku usaha kecil dari wilayah Jakarta Selatan, Senin (6/3/2023). Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan, pemahaman masyarakat atas suatu produk dan layanan keuangan sangat diperlukan agar masyarakat terlindung dari jeratan investasi dan pinjaman daring ilegal. (Yoga)
DJP Kumpulkan Pajak Digital Rp 11,03 Triliun
JAKARTA, ID – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengumpulkan pajak pertambahan nilai (PPN) perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) senilai Rp 11,03 triliun per 28 Februari 2023. PPN PMSE dikumpulkan dari 124 perusahaan yang terdaftar di DJP. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Neilmaldrin Noor menjelaskan, realisasi PPPN PMSE sebesar Rp 11,03 triliun ini berasal dari Rp 731,4 miliar setoran tahun 2020, Rpm 3,9 triliun setoran tahun 2021, Rp 5,51 triliun setoran tahun 2022, dan Rp 891,5 miliar setoran tahun 2023. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 60/PMK.03/2022, pelaku usaha yang telah ditunjuk sebagai pemungut wajib memungut PPN dengan tarif 11% atas produk digital luar negeri yang dijualnya di Indonesia. “Selain itu, pemungut wajib membuat bukti pungut PPN yang dapat berupa commercial invoice, billing, order receipt, atau dokumen sejenis lainnya yang menyebutkan pemungutan PPN dan telah dilakukan pembayaran,” jelas Neil pada Jumat (3/3/2023). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022 -
Waspada Robot Trading Berbasis MLM dan Ponzi
31 Jan 2022 -
BUMN Garap Ekosistem Kopi
31 Jan 2022 -
Pusat Data Kecerdasan Buatan Diluncurkan
04 Jan 2022









