Digital Ekonomi umum
( 1150 )Multipolar Technology Bisa Perkuat Perbankan Dalam Menangkal Fraud
Sistem digitalisasi layanan perbankan sudah diterima dan diadopsi secara lebih luas oleh masyarakat, termasuk oleh pembayaran belanja online. Masalahnya, semakin canggih teknologi semakin canggih pula modus kejahatan siber yang terus berupaya menyerangnya. Oleh karena itu, PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) menghadirkan aolusi VisionAnalystics dan Fraud Detection System untuk membantu perbankan dalam mengantisipasi adanya fraud. VisionAnalystics merupakan solusi end-to-end big data keluaran Multipolar Technology dengan Cloudera sebagai platform utamanya. "Seperti diketahui, semakin besar dan bervariasinya data yang berkembang telah mendorong perbankan untuk memiliki platform yang bisa menyimpan, mengolah, dan menganalisanya secara cepat dan akurat sehingga menghasilkan informasi yang bernilai, mendukung pengambilan keputusan, dan pengembangan bisnis bank," kata Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dalam BPD Forum 2023 di Legian, Bali, pada Kamis, 16 Februari 2023. (Yetede)
Kemkeu Kantongi Setoran Pajak Digital Rp 10,7 Triliun
Upaya pemerintah menarik pajak pertambahan nilai (PPN) dalam perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atau perusahaan digital berbuah manis. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, sampai dengan 31 Januari 2023 jumlah setoran PPN PMSE ke kas negara mencapai Rp 10,7 triliun.
"Dari keseluruhan perusahaan pemungut pajak digital yang telah ditunjuk, sebanyak 118 di antaranya telah melakukan pemungutan dan penyetoran sebesar Rp 10,7 triliun," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor dalam keterangan resminya, Senin (13/2).
Microsoft dan OpenAI akan meluncurkan AI Search Engine pada Bing versi terbaru
Microsoft Baru-baru ini mengumumkan akan merilis versi terbaru dari Bing yang akan dibekali dengan teknologi OpenAI. Mereka berupaya untuk terus berinovasi dan menunjukkan pelayanan terbaik bagi penggunanya.
CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan bahwa perilisan Bing ini adalah bagian dari upaya mereka untuk merevolusi teknologi search engine. Ia berpendapat bahwa dengan teknologi OpenAI, kualitas jawaban yang diberikan Bing akan jauh lebih baik dan memiliki tingkat fidelitas yang tinggi.
Dengan mengintegrasikan fitur chat ke dalam search engine, pengguna sekarang dapat berinteraksi dengan natural language dan mendapatkan jawaban yang sesuai dengan yang inginkan. Bahkan, Bing sekarang dapat berperan sebagai "co-pilot" bagi penggunanya untuk membantu menyederhanakan informasi dalam website atau dokumen.
Melihat inovasi yang dilakukan oleh Microsoft dan OpenAI, dapat diprediksi bahwa Bing berusaha untuk memimpin pasar AI search engine. Teknologi AI yang diterapkan akan terus berkembang dan membantu penggunanya untuk bekerja dan berinteraksi dengan search engine dengan lebih efisien.Teknologi Majukan Perempuan NTT
Penggunaan teknologi ikut mendorong kemajuan usaha di Nusa Tenggara Timur. Beragam teknologi tersebut dipamerkan dalam acara Pameran Teknologi Ramah Perempuan di Kota Kupang, NTT, Selasa (7/2/2023), yang digelar Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal. Adriana Nomleni, staf Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal, mengatakan, teknologi mampu membuat perempuan NTT menjadi lebih produktif. (Yoga)
Nyawa Kedua Nasabah
Belakangan, kembali menyeruak kasus pembobolan rekening nasabah dengan mencuri data pribadi nasabah, baik secara fisik maupun melalui aplikasi pencuri data lewat telepon seluler. Nasabah perlu terus meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga data pribadi yang sama pentingnya ibarat ”nyawa kedua”. Kasus yang mencuri perhatian publik adalah pencurian dana nasabah BCA senilai Rp 320 juta di Surabaya, Jatim, beberapa waktu lalu. Kasus ini menjadi viral lantaran pelaku melibatkan pengayuh becak untuk mengelabui petugas bank saat menguras isi rekening korban. Agar bisa menguras isi rekening korban dengan cara menarik tunai di kantor cabang, pelaku mencuri kartu ATM, buku tabungan, dan KTP korban di kamarnya saat ditinggal untuk shalat Jumat. Demi memuluskan rencana mengelabui petugas bank dalam pengecekan identitas, pelaku meminta seorang pengayuh becak karena memiliki perawakan usia dan wajah mirip korban. Petugas tidak curiga lantaran semua prosedur pemeriksaan bisa dilalui si pengayuh becak. Tak lama ia pun keluar dari bank dengan membawa dua tas kresek berisi Rp 320 juta. Dalam aksinya ini, si pengayuh becak mendapat upah Rp 5 juta dari dalang kejahatan ini.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sampai harus berkomentar memberi nasihat nasabah untuk selalu menjaga data pribadi. Ia mengibaratkan KTP, kartu ATM, buku tabungan, dan nomor PIN ibarat nyawa kedua” yang harus dijaga sebaik-baiknya. Selain mencuri data pribadi secara fisik, belakangan tengah marak berbagai upaya mencuri data pribadi dari ponsel nasabah. Modusnya adalah tersebarnya pesan di aplikasi pengiriman pesan berupa permintaan untuk mengaktifkan aplikasi undangan pernikahan. Pelaku berpura-pura sebagai pengirim undangan dengan mengirimkan file ekstensi APK, disertai foto undangan pernikahan ke calon korban. Sasaran diminta mengklik dan mengaktifkan aplikasi tersebut. Selanjutnya, korban harus menyetujui hak akses (permission) terhadap beberapa aplikasi sehingga dari sana data pribadi yang bersifat rahasia dalam ponsel bisa dicuri pelaku. Ketua Indonesia Cyber Security Forum Ardi Sutedja mengatakan, kriminalitas dengan modus pencurian data pribadi sejatinya bukan kasus baru karena terus berulang di masyarakat. Ini lantaran masih minimnya pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi perbankan nasabah. (Yoga)
Pengguna QRIS di NTT Naik 816 Persen
Jumlah pengguna Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Nusa Tenggara Timur naik 816 % dari 15.000 orang tahun 2021 menjadi 137.459 orang tahun 2022. Hal ini menandakan masyarakat mulai beralih ke transaksi nontunai yang dianggap lebih praktis. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT Donny H Heatubun, Jumat (3/2), mengatakan, BI berkomitmen meningkatkan penggunaan QRIS. (Yoga)
"ChatGPT: Menjelajahi Keuntungan dan Ancaman Teknologi AI"
Artificial Intelligence (AI) saat ini sedang berkembang pesat dan memberikan banyak peluang untuk pengembangan teknologi yang lebih maju. Salah satu teknologi AI yang sedang menarik perhatian banyak orang adalah chat-based language model atau ChatGPT (Generative Pre-trained Transformer). Aplikasi ini memiliki kemampuan untuk menganalisis dan menghasilkan teks layaknya manusia, sehingga memungkinkan ChatGPT untuk melakukan tugas seperti penerjemahan, summarizing, dan menjawab pertanyaan. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan ChatGPT telah menjadi sangat meluas, mulai dari customer service chatbots hingga pembuatan konten yang diotomatisasi.
ChatGPT adalah produk dari OpenAI, sebuah perusahaan AI yang didirikan pada 2015 oleh Elon Musk, Sam Altman, Ilya Sutskever, Greg Brockman, dan Wojciech Zaremba. Mereka memiliki visi untuk membuat teknologi AI yang bermanfaat bagi umat manusia dan memulai dengan status nirlaba setelah menerima dana $1 miliar dari para pendonor, dengan Elon Musk sebagai donatur utama. Walau Elon Musk keluar dari perusahaan pada 2018, OpenAI tetap berkembang dengan signifikan, salah satunya karena penggunaan ChatGPT yang kini sangat populer.
Dikutip dari Reuters (10/01/2023) menyebutkan bahwa Microsoft sedang dalam tahap pembicaraan untuk berinvestasi senilai $10 miliar ke OpenAI. Jika terealisasi, valuasi OpenAI akan bernilai $29 miliar. Ini menunjukkan potensi tumbuh dan berkembangnya OpenAI sebagai perusahaan teknologi besar dan sukses.
OpenAI juga mencatatkan traffic web yang tinggi, dengan rata-rata 21 juta pengunjung bulanan pada Desember 2022. Openai.com menjadi situs populer ke-141 di dunia dengan 21% dari total traffic OpenAI berasal dari Amerika Serikat. Ini menunjukkan bahwa OpenAI memiliki audiens yang dedicated dan kuat. Selain itu, sebagian besar traffic datang dari pencarian dan tautan langsung, masing-masing 43,63% dan 48,98%, yang menandakan bahwa orang-orang secara aktif mencari dan terlibat dengan konten OpenAI.Kejahatan Transaksi Keuangan Digital
Transaksi keuangan digital meningkat pesat, ditengarai dengan meningkatnya outstanding pinjaman daring yang mencapai Rp 49,34 triliun pada Oktober 2022. Di sisi sistem pembayaran, transaksi QRIS sejak awal tahun hingga September 2022 mencapai Rp 29,7 triliun, tumbuh 298 % secara tahunan. Transaksi uang elektronik di semua kanal tumbuh 43,2 % secara tahunan, mencapai Rp 35,5 triliun. Adapun transaksi digital banking meningkat 30,9 % secara tahunan menjadi Rp 9.002 triliun sampai November 2022. Maraknya transaksi keuangan digital mengundang penjahat untuk mengeksploitasi kelemahan sistem ataupun kelengahan pengguna. Ada dua modus operandi, technical hacking dan social engineering. Technical hacking dilakukan dengan meretas sistem sehingga bisa disalahgunakan untuk keuntungan peretas. Hampir semua bank dan jasa teknologi finansial (fintech) pernah mengalami serangan technical hacking. Kerugian mencapai miliaran rupiah per insiden.
Sementara itu, social engineering adalah serangan yang dilakukan dengan pendekatan sosial. Salah satu modus yang sering dipakai ialah phising, di mana penjahat mengirim e-mail berisi link ke situs tertentu dan penerimanya dijebak untuk measukkan user ID dan password. Modus lain adalah meminta nasabah untuk memberitahukan kata kunci sekali pakai (OTP) dengan iming-iming hadiah. Ada juga yang menawarkan lelang mobil murah dan calon korban diminta transfer uang. Social engineering berkorelasi erat dengan literasi keuangan. Berdasarkan survei OJK, literasi keuangan masyarakat Indonesia sekitar 49,68 %, sedangkan inklusi keuangan berada di level 85,10 %. Artinya, banyak yang terpapar produk dan layanan keuangan tanpa pemahaman memadai,termasuk soal risiko. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku industri keuangan bersama regulator untuk mengedukasi masyarakat. (Yoga)
MRT Kembangkan Bisnis Digital
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengembangkan bisnis digital tahun ini. Hal itu ditandai dengan kerja sama layanan bank digital Blu milik BCA Digital dalam platform MRT-J, Senin (30/1) yang menyasar 152.000 pengguna platform berisi jual-beli tiket, jadwal kereta, lokasi stasiun, informasi tenant, event, ataupun berita. Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud mengatakan, bisnis digital menyumbang 15-20 % pendapatan nontiket. (Yoga)
Telkom Dorong Digitalisasi Ekosistem Logistik Pelabuhan
JAKARTA, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui Leap, menghadirkan platform digital Logee untuk dapat mendigitalisasi ekosistem logistik di Tanah Air, terutama pelabuhan. Logee diinisiasi untuk dapat memberikan solusi terkait ekspor-impor untuk menjadi lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital. Ekosistem digital yang dihadirkan oleh Logee sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Penataan Ekonomi Logistik Nasional. Saat ini, biaya logistik Tanah Air mencapai 26% dari PDB, dengan rata-rata biaya logistik sekitar 13%. Direktur Digital Bisnis Telkom Fajrin Rasyid mengatakan bahwa upaya Telkom mengakselerasi ekosistem digital logistik, khususnya di pelabuhan, saat ini telah mengubah proses konvensional menjadi digital secara paperless dengan proses yang lebih sederhana dan transparan. Tujuannya untuk mengurangi cost operational logistics perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK). “Saat ini, Logee telah terintegrasi dengan Terminal Peti Kemas (TPK) NPCT1 (New Priok Container Terminal One), TPK KOJA, National Logistic Ecosystem (NLE), dan yang terbaru JICT (PT Jakarta International Container Terminal),” ujar Fajrin, dikutip
Kamis (12/1/2023). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tantangan Perbankan 2022
03 Jan 2022 -
Waspadai Inflasi, Perkuat Daya Beli dan Industri
03 Jan 2022 -
Arah Baru
03 Jan 2022 -
Kejaksaan Selamatkan Triliunan Uang Negara
31 Dec 2021








