;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1143 )

Kejahatan Transaksi Keuangan Digital

KT3 31 Jan 2023 Kompas (H)

Transaksi keuangan digital meningkat pesat, ditengarai dengan meningkatnya outstanding pinjaman daring yang mencapai Rp 49,34 triliun pada Oktober 2022. Di sisi sistem pembayaran, transaksi QRIS sejak awal tahun hingga September 2022 mencapai Rp 29,7 triliun, tumbuh 298 % secara tahunan. Transaksi uang elektronik di semua kanal tumbuh 43,2 % secara tahunan, mencapai Rp 35,5 triliun. Adapun transaksi digital banking meningkat 30,9 % secara tahunan menjadi Rp 9.002 triliun sampai November 2022. Maraknya transaksi keuangan digital mengundang penjahat untuk mengeksploitasi kelemahan sistem ataupun kelengahan pengguna. Ada dua modus operandi, technical hacking dan social engineering. Technical hacking dilakukan dengan meretas sistem sehingga bisa disalahgunakan untuk keuntungan peretas. Hampir semua bank dan jasa teknologi finansial (fintech) pernah mengalami serangan technical hacking. Kerugian mencapai miliaran rupiah per insiden.

Sementara itu, social engineering adalah serangan yang dilakukan dengan pendekatan sosial. Salah satu modus yang sering dipakai ialah phising, di mana penjahat mengirim e-mail berisi link ke situs tertentu dan penerimanya dijebak untuk measukkan user ID dan password. Modus lain adalah meminta nasabah untuk memberitahukan kata kunci sekali pakai (OTP) dengan iming-iming hadiah. Ada juga yang menawarkan lelang mobil murah dan calon korban diminta transfer uang. Social engineering berkorelasi erat dengan literasi keuangan. Berdasarkan survei OJK, literasi keuangan masyarakat Indonesia sekitar 49,68 %, sedangkan inklusi keuangan berada di level 85,10 %. Artinya, banyak yang terpapar produk dan layanan keuangan tanpa pemahaman memadai,termasuk soal risiko. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku industri keuangan bersama regulator untuk mengedukasi masyarakat. (Yoga)


MRT Kembangkan Bisnis Digital

KT3 31 Jan 2023 Kompas

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengembangkan bisnis digital tahun ini. Hal itu ditandai dengan kerja sama layanan bank digital Blu milik BCA Digital dalam platform MRT-J, Senin (30/1) yang menyasar 152.000 pengguna platform berisi jual-beli tiket, jadwal kereta, lokasi stasiun, informasi tenant, event, ataupun berita. Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud mengatakan, bisnis digital menyumbang 15-20 % pendapatan nontiket. (Yoga)

Telkom Dorong Digitalisasi Ekosistem Logistik Pelabuhan

KT1 13 Jan 2023 Investor Daily

JAKARTA, ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui Leap, menghadirkan platform digital Logee untuk dapat mendigitalisasi ekosistem logistik di Tanah Air, terutama pelabuhan. Logee diinisiasi untuk dapat memberikan solusi terkait ekspor-impor untuk menjadi lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital. Ekosistem digital yang dihadirkan oleh Logee sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Penataan Ekonomi Logistik Nasional. Saat ini, biaya logistik Tanah Air mencapai 26% dari PDB, dengan rata-rata biaya logistik sekitar 13%. Direktur Digital Bisnis Telkom Fajrin Rasyid mengatakan bahwa upaya Telkom mengakselerasi ekosistem digital logistik, khususnya di pelabuhan, saat ini telah mengubah proses konvensional menjadi digital secara paperless dengan proses yang lebih sederhana dan transparan. Tujuannya untuk mengurangi cost operational logistics perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK). “Saat ini, Logee telah terintegrasi dengan Terminal Peti Kemas (TPK) NPCT1 (New Priok Container Terminal One), TPK KOJA, National Logistic Ecosystem (NLE), dan yang terbaru JICT (PT Jakarta International Container Terminal),” ujar Fajrin, dikutip
Kamis (12/1/2023). (Yetede)

Pilihan Belanja Daring Selama Ramadhan

KT3 12 Jan 2023 Kompas

Survei yang dilakukan The Trade Desk bersama lembaga riset YouGov terhadap lebih dari 2.000 penduduk Indonesia pada November 2022 menunjukkan bahwa 88 % masyarakat yang disurvei berencana berbelanja di bulan Ramadhan tahun ini. Lebih dari 53 % responden berencana membelanjakan dana tunjangan hari raya (THR) secara daring dibandingkan menabungkannya. Hal ini disampaikan oleh General Manager The Trade Desk Purnomo Kristanto, Rabu (11/1) di Jakarta. (Yoga)

Utak-atik Tender BTS

KT1 06 Jan 2023 Tempo (H)

JAKARTA-Kejaksaan Agung menduga biaya pengadaan pembangunan base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukungnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada 2020-2022 sudah digelembungkan. Penggelembungan anggaran proyek  itu diduga didesain sejak tahap perencanaan kegiatan hingga proses pelelangan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, mengatakan lembaganya menduga patgulipat itu dimulai sejak penerbitan peraturan teknis mengenai tender proyek BTS. Peraturan tersebut dibuat Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Achmad Latif. Peraturan yang dibuat itu sudah diatur  sedemikian rupa untuk memenangkan vendor tertentu menjadi rekanan proyek, sekaligus menutup peluang bagi perusahaan lainnya. Desain ini membuat panitia tidak bisa  mendapat harga penawaran yang kompetitif dari para peserta lelang. (Yetede)

Garap Ekosistem Digital Perumahan, BTN Bakal Luncurkan Super App

KT1 28 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bakal meluncurkan Super App New BTN Mobile awal tahun depan. Super App yang merupakan gabungan dari seluruh channel layanan digital BTN dimaksudkan untuk mempermudah nasabah mendapatkan layanan Digital Mortgage Ecosystem perseroan. Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, saat ini BTN telah memiliki berbagai layanan digital seperti mobile banking BTN, internet banking BTN, btnproperti, btnproperti for developer, SMART Residence, hingga rumahmurahbtn.co.id. “Nantinya seluruh layanan digital tersebut akan kami integrasikan ke dalam satu aplikasi Super App BTN Mobile yang rencananya akan diluncurkan awal tahun 2023 mendatang,” kata Nixon saat Media Luncheon BTN di Jakarta, Selasa (27/12/2022). (Yetede)

Pentingnya Anak Muda Mengatur Keuangan

KT3 28 Dec 2022 Kompas (H)

Pengaturan keuangan kian diperlukan bagi anak muda. Menjelang 2023, nyatanya tidak banyak anak muda yang merencanakan liburan akhir tahun. Fokus mereka lebih pada menabung dan berinvestasi. Kalaupun memilih berlibur, dananya disiapkan sejak lama. Ahli finansial, Greget Kalla Buana, saat dihubungi, Selasa (27/12) sepakat pentingnya pengaturan keuangan bagi anak muda dan masyarakat pada umumnya. Adanya prediksi ekonomi yang melambat pada 2023 sebaiknya diantisipasi dengan berhati-hati mengelola keuangan Menurut dia, penting menerapkan pada diri sendiri semangat startwithwhy. Tiga kata tersebut, menurut Greget, harus ditanamkan di dalam pikiran agar perilaku keuangan tidak ugal-ugalan. Pola pikir ini pula yang nantinya bisa membantu seseorang mengelola keuangan lebih baik karena mampu membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

”Kalau kita mendapat kenaikan gaji atau bonus, jangan langsung menaikkan gaya hidup, tetapi sebaiknya ditabung dan investasi. Ini yang saya praktikkan. Sayangnya, sekarang ini orang-orang naik gaji, gaya hidupnya juga naik supaya bisa ikut tren, akhirnya seperti tak ada perubahan apa-apa,” ucapnya. Salah satunya tren berlibur akhir tahun. Sebagian orang bahkan tetap memilih pembayaran melalui kartu kredit ataupun paylater untuk membayar tiket dan akomodasi. Seperti Paskah Widarani (32) yang menggunakan kartu kredit untuk membiayai libur akhir tahun ke Yogyakarta selama lima hari. Meski menggunakan kartu kredit, Wida mengaku sudah memperhitungkannya. Ada pula Dominika Sintia (26) yang semula kerap menggunakan paylater untuk membeli tiket dan memesan akomodasi. Total tagihannya Rp 1 juta-Rp 2 juta per pemakaian. Namun, belakangan ini Sintia memilih melepaskan diri dari sistem ini. Awalnya penggunaan cara pembayaran ini terasa memudahkan. Baru beberapa waktu ini, ia merasa kesulitan karena sama saja dengan berutang. (Yoga)


INDUSTRI DIGITAL Indico Fokus Mengembangkan Tiga Usaha Rintisan pada 2023

KT3 22 Dec 2022 Kompas

Indonesia Digital Ecosystem atau Indico akan fokus mengembangkan tiga usaha rintisan berbasis teknologi atau start up yang dimilikinya pada tahun 2023. Indico merupakan anak usaha operator telekomunikasi seluler PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel yang fokus menaungi inovasi teknologi digital. Bisnis start up yang dinaungi Indico sejak didirikan 16 Desember 2021 ialah Fita, health-tech start up yang bergerak di bidang gaya hidup sehat; Kuncie, edu-tech start up yang menyediakan layanan belajar online bersertifikat untuk meningkatkan keterampilan kerja; dan Majamojo, games publisher yang menyediakan platform bagi para pengembang games lokal. ”Fokus kita mengembangkan di sekitar itu (tiga start up) sampai satu semester ke depan,” kata Chief Executive Officer (CEO) Indico Andi Kristianto dalam acara malam perayaan 1 tahun Indico di Jakarta, Selasa (20/12) malam. Andi menyampaikan, strategi Indico untuk mengembangkan tiga usaha rintisan tersebut dengan memanfaatkan aset yang dimiliki Telkomsel, yaitu 260.000 base transceiver station (BTS) yang sebagian besar telah didukung teknologi 4G dan 5G.

Dukungan ekosistem digital berupa jaringan koneksi tersebut akan membantu usaha rintisan mengembangkan layanan berbasis digitalnya. Telkomsel juga memiliki lebih dari 170 juta pengguna yang tersebar di 514 kota/kabupaten di Indonesia. Dukungan ekosistem berupa basis pengguna ini dapat mengembangkan pasar dan produk yang telah dimiliki usaha rintisan. Menurut Andi, Fita memiliki fitur yang bertujuan mempertemukan pelatih olahraga dengan konsumennya. ”Telkomsel bisa membantu coach-coach yang ada di kota-kota kecil bahwa mereka punya ilmu untuk mengajak orang bergaya hidup sehat yang dipertemukan di platform Fita,” kata Andi. Sementara untuk Kuncie, Indico berencana berkolaborasi dengan institusi pendidikan lainnya. Saat ini, Kuncie telah berkolaborasi dengan School of Business and Management ITB. CEO dan Co-founder Corporate Inovation Asia (Cias) Indrawan Nugroho berpandangan, pertempuran bisnis saat ini bukanlah perusahaan melawan perusahaan, melainkan ekosistem melawan ekosistem. Kolaborasi menjadi kunci agar ekosistem perusahaan digital semakin kuat. (Yoga)


BATIK LASEM Pemasaran melalui Metaverse Dijajaki

KT3 19 Dec 2022 Kompas

Pengusaha batik terus berinovasi memasarkan produk mereka secara daring, seperti melalui media sosial dan situs di internet. Tidak hanya itu, para perajin batik di Lasem, Rembang, Jateng, juga mulai menjajaki dunia virtual atau metaverse. Saat Covid-19 mewabah, para perajin batik merasakan kunjungan wisatawan ke daerah batik di Lasem berkurang drastis. Akibatnya, penjualan kain batik berkurang. Melalui Tim Kedaireka Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, para perajin batik tulis Lasem dapat menjual produknya secara daring dalam bentuk tiga dimensi. Ketua Peneliti Kedaireka Metaverse Batik Lasem Ridwan Sanjaya menjelaskan, kehadiran inovasi ini sebagai bentuk jawaban dari tantangan yang dihadapi saat pandemi Covid-19 dan perubahan akses jalan pantura. Menurut Ridwan, inovasi ini dapat menjadi solusi alternatif penjualan produk batik tulis Lasem. Melalui metaverse atau ruang tiga dimensi (metasmesta), konsumen bisa merasakan seperti datang secara langsung dan melihat secara nyata kain batik, meskipun mereka hanya menyaksikan secara virtual. 

”Kami memberi pengalaman berbeda. Dahulu orang datang mau beli, kan, kainnya diambil lalu dibuka. Sementara di metaverse, semua bisa tampil. Ada produk-produk yang dipasangkan di maneken sehingga tidak perlu  dijahit dahulu baru bisa tahu hasil jadinya seperti apa,” kata Ridwan, saat diskusi Metaverse Ruang Virtual Masa Depan Pelestarian Batik Lasem, Minggu (18/12). Anggota tim Kedaireka Metaverse Batik Lasem, Freddy Koeswoyo, menambahkan, hingga saat ini ada  40 mitra pebatik di Lasem yang sudah bergabung, masing-masing mendapatkan 14 ruang pameran di platform Metaverse batik.com. Freddy menambahkan, pemasaran secara virtual bisa juga dipakai untuk mengedukasi masyarakat mengenai sejarah dan motif kain batik. Hal ini yang kemudian akan terus dikembangkan lebih lanjut di dalam metaverse Batik Lasem. Perajin batik Kidang Mas Lasem, Rudi Siswanto, menyampaikan, platform metaverse menjadi tambahan media penjualan produk batik sehingga jangkauannya lebih luas sampai luar negeri. Rudi berharap, ke depan, semakin banyak perajin batik yang bergabung ke dalam metaverse. (Yoga)

PERDAGANGAN ELEKTRONIK Penjualan Langsung lewat Media Sosial Efektif

KT3 17 Dec 2022 Kpmpas

Menjual produk langsung melalui jaringan media sosial dan pesan instan atau social commerce tetap menjadi upaya terbaik mendorong lebih banyak transaksi perdagangan barang dan jasa. Aneka sektor industri, baik ritel maupun nonritel, telah memanfaatkan social commerce. Berdasarkan riset yang Cube Asia (perusahaan riset pasar asal Singapura) bertajuk ”Social Commerce in Southeast Asia 2022” (Desember, 2022), perdagangan secara elektronik atau e-dagang di media sosial mencapai 34 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara, faktor yang sangat memengaruhi adalah aspek sosial hubungan manusia, seperti komunikasi langsung, keaslian, dan kepercayaan. Sementara penjualan produk langsung melalui percakapan di media  sosial ataupun aplikasi pesan instan (conversational commerce) mencapai 12 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara. Country Manager Infobip Indonesia (penyedia perangkat lunak untuk komunikasi berbasis komputasi awan) Rifa Haryadi, Jumat (16/12) di Jakarta, berpendapat, digitalisasi pemasaran dan penjualan akan tetap berlangsung meski pembatasan sosial sudah longgar. Konsumen yang terbiasa dengan internet akan tetap menggunakan aplikasi daring untuk beraktivitas sehari-hari.

”Sudah banyak pelaku industri menggunakan robot percakapan (chatbot) untuk mempermudah interaksi. Bukan hanya pelaku usaha ritel. Solusi kami sudah dipakai perusahaan finansial untuk akuisisi pelanggan baru ata sekadar kirim polis,” kata Rifa. Peneliti di Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha, menambahkan, perdagangan barang dan jasa secara daring akan terus tumbuh di tengah aktivitas belanja luring yang kembali bergairah seusai pandemi. Dengan pertumbuhan e-dagang yang berpotensi lebih terbatas jika dibandingkan dengan saat masa pembatasansosial, jenama barang dan jasa perlu berupaya mencari pelanggan baru. Senior Vice President Sprinklr untuk Asia Pasifik dan Jepang (perusahaan penyedia teknologi analisis media sosial) Florian Zenner, dalam siaran pers,  mengatakan, pandemi mengubah perilaku konsumen selamanya, mempercepat adopsi produk dan layanan digital, serta meningkatkan pentingnya pelayanan secara daring. Di pasar Singapura, misalnya, 45 % pengguna internet berbelanja melalui aplikasi pesaninstan, sepertiWhatsapp dan Facebook Messenger. (Yoga)