Digital Ekonomi umum
( 1143 )Transformasi Digital Percepat Pemulihan Global
Presiden Jokowi kembali menegaskan agar perang segera dihentikan. Pemulihan ekonomi dunia tidak akan terjadi jika situasi dunia tidak membaik. Penegasan itu disampaikan Presiden saat membuka sesi ketiga pada hari kedua KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11). Ia mengulang seruan agar perang dihentikan hingga dua kali. Ia menuturkan, setiap pemimpin negara bertanggung jawab memastikan situasi global dapat kondusif bagi masa depan dunia. Indonesia sebagai presiden G20 pun mendorong adanya transformasi digital. Sejumlah pertemuan kelompok kerja ekonomi digital pun sudah mulai dijalankan dalam Presidensi G20 Indonesia. Menurut Jokowi, ekonomi digital merupakan masa depan ekonomi dunia yang dapat menjadi pilar ketahanan pada masa pandemi. Ekonomi digital telah menyumbang setidaknya 15,5 % dari PDB global. Untuk itu, transformasi digital terus didorong sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan global.
Presiden menyampaikan, ada tiga fokus utama transformasi digital yang diusung dalam Presidensi G20 Indonesia. Pertama, kesetaraan akses digital. Saat ini, terdapat 2,9 miliar penduduk dunia yang belum terhubung dengan internet, termasuk 73 % penduduk di negara kurang berkembang. Setidaknya 390 juta orang yang tinggal di wilayah tanpa internet nirkabel. ”Ketimpangan ini harus segera kita perbaiki,” kata Jokowi. Fokus kedua adalah literasi digital. Ia mengatakan, melek digital merupakan keharusan. Literasi digital harus terjangkau bagi semua masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam ekonomi di masa depan. Fokus ketiga mengenai lingkungan digital yang aman. Hoaks dan perundungan siber dapat memecah persatuan dan mengancam demokrasi. Kebocoran data yang terjadi akibat kejahatan siber bisa berpotensi merugikan ekonomi dunia hingga 5 triliun dollar AS pada 2024. (Yoga)
Mewujudkan Penggunaan QRIS Lintas Batas
BI bekerja sama dengan bank sentral empat negara ASEAN melakukan integrasi dan konektivitas sistem pembayaran digital di kawasan. Kerja sama itu diresmikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali dan dituangkan dalam bentuk dokumen kesepahaman serta kesepakatan bertajuk Regional Payment Digital Connectivity. Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan inisiatif ini akan membuka jalan penggunaan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di empat negara tetangga, yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina.
“Ini merupakan mimpi yang akhirnya menjadi nyata, sebagai inisiatif dari para gubernur bank sentral di kawasan ASEAN yang ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujar dia, kemarin. Implementasi kesepakatan di area sistem pembayaran ini juga diharapkan dapat menjadi upaya konkret untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Harapannya, setelah fase awal ini akan lebih banyak lagi negara yang terkoneksi dalam sistem pembayaran digital di regional ASEAN. Sistem pembayaran yang cepat dan efisien diharapkan dapat menjadi solusi untuk mendukung pengembangan industri pariwisata, perdagangan, ataupun UMKM. Akselerasi, kata Perry, akan terus dilakukan dengan perluasan kepesertaan dan penggunaan BI Fast, Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP), dan juga QRIS. (Yoga)
Telkom dan Indosat Kerja Sama Akselerasi Ekonomi Digitalisasi RI
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) atau PT Indosat Tbk berkolaborasi untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi masyarakat serta berperan aktif dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia (RI). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan bertepatan dengan puncak acara B20 Summit di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11). Lingkup kerja sama antara lain, mempercepat adopsi teknologi terkini, antara lain 5G, internet of things, dan industrial metaverse yang akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan. Kedua perusahaan tersebut ingin lebih berkontribusi terhadap ekonomi digital dengan membawa inovasi digital masing-masing, meningkatkan literasi digital, dan mempercepat ekosistem digital di Indonesia.
Dirut Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mengatakan, Telkom, sebagai lokomotif digitalisasi di Indonesia, selalu ingin memperluas peran untuk mempercepat adopsi teknologi dan menggerakkan ekonomi digital Indonesia. Salah satunya kali ini dilakukan melalui kolaborasi dengan IOH. “Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan jangkauan, lebih jauh mempercepat adopsi teknologi, seperti 5G, internet of things, dan industrial metaverse yang akan menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa depan. Pada akhirnya, Telkom selalu berupaya mewujudkan visi Presiden untuk Indonesia tahun 2045,” ujar Ririek, dalam sambutannya. President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menambahkan, IOH lahir dengan tujuan yang lebih besar untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia dengan mempercepat transformasi digital bangsa. (Yoga)
Bank Sentral Asean-5 Sepakati Kerja Sama Konektivitas Pembayaran
BI bersama bank sentral Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand menandatangani dokumen kerja sama (MoU) implementasi sistem konektivitas pembayaran lintas negara, yang dilakukan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo, Gubernur Bank Negara Malaysia Shamsiah Yunus, Managing Director Monetary Authority of Singapore Ravi Menon, Deputi Gubernur Bank Sentral Pilipinas Mamerto E. Tangonan, dan Deputi Gubernur Bank of Thailand Ronadol Numnonda. Presiden Jokowi dalam sambutannya menilai, Asean lebih maju dalam interkoneksi pembayaran lintas batas. Sebab, sistem pembayaran negara-negara Asean akan saling terhubung.
"Sudah saatnya kerja sama ini diformalkan dalam regional payment connectivity sebagai wujud konkret implementasi G20 road map for enhancing cross border payment," jelas Jokowi dalam sambutannya di acara penandatanganan kerja sama itu di Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (14/11). Jokowi mengatakan, agenda transformasi ekonomi digital di sektor keuangan merupakan prioritas bersama. Perry Warjiyo menjelaskan, penandatanganan ini bukan hanya sekadar kerja sama, namun untuk menciptakan warisan dan mence tak sejarah baru di dunia digitalisasi. “Ini adalah mimpi yang telah lama ada, di antara kita, dari pemerintah dan bank sentral untuk memudahkan masyarakat," jelas Perry. (Yoga)
Talenta Kreatif Diajak Mengelola Potensi Ekonomi Digital Tanah Air
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para talenta kreatif Indonesia, termasuk mereka yang berkarier di tingkat internasional, untuk bersama mengelola potensi ekonomi digital di Tanah Air. Pada tahun 2030, potensinya diperkirakan Rp 4.531 triliun. ”Ini tantangan kita,” ujarnya pada inkubasi usaha di Bali, Sabtu (12/11). (Yoga)
Indonesia Harus Jadi ”Start up Nation”
Di tengah ancaman resesi global, Indonesia masih menarik bagi investor usaha rintisan. Daya Tarik ini harus menjadikan Indonesia sebagai ”Start up Nation”. Sesuai laporan studi e-Economy SEA 2022, Indonesia masih menjadi negara yang menarik untuk berinvestasi ke usaha rintisan bidang teknologi atau start up walaupun kini terdapat hambatan ketidakpastian makroekonomi. Indonesia masih menarik 25 % dari total pendanaan swasta di kawasan Asia Tenggara. Adanya ketidakpastian makroekonomi itu menjadi perhatian utama para investor. Berdasarkan studi e-Economy SEA 2022, para investor memandang 2023 sebagai tahun yang menantang dan tahun 2024 mungkin baru mulai pulih. Kunci bertahan bagi para pengusaha rintisan adalah memiliki strategi pertumbuhan yang berkelanjutan (Kompas, 9/11).
Indonesia memang menjadi anomali. Di negara lain investor usaha rintisan mulai mengerem penyaluran dana ke usaha rintisan, tetapi di Indonesia kabar investasi terus saja mengalir ke sejumlah usaha rintisan. Investor global masih memandang Indonesia sebagai tempat yang menarik untuk menanamkan uang. Pertumbuhan usaha rintisan yang terus terjadi, dan juga kondisi ekonomi makro yang membaik, menjadikan Indonesia tetap diincar investor. Mereka tetap melihat bahwa usaha rintisan yang memiliki visi menyelesaikan masalah akan langgeng. Di Indonesia berbagai masalah itu muncul sehingga menantang wirausaha untuk menyelesaikannya. Pasar Indonesia yang besar juga menjadi alasan investor untuk masuk ke negeri ini. Ada pembicaraan di kalangan investor, usaha rintisan boleh menyatakan sukses mengemangkan usahanya, tetapi kalau belum masuk ke Indonesia, boleh dibilang belum teruji. Indonesia menjadi batu ujian bagi usaha-usaha rintisan Indonesia berpeluang menjadi ”Start up Nation” karena memiliki jumlah usaha rintisan terbanyak nomor empat di dunia. (Yoga)
Tumbuh Mendekati Kondisi Sebelum Pandemi
Bisnis pariwisata perlahan menuju masa jayanya kembali. Hal ini setidaknya terlihat dari bergeliatnya penjualan sejumlah agen perjalanan daring. Para pelaku usaha di sektor ini mencatat kenaikan transaksi perjalanan dan akomodasi mendekati realisasi seperti pada masa pra-pandemi. CEO NusaTrip, Johanes Chang, menuturkan pandemi telah memukul sektor pariwisata. Pembatasan kegiatan masyarakat membuat para pelaku agen perjalanan daring harus mengencangkan ikat pinggang. Namun tahun ini kondisinya membaik, seiring dengan penurunan angka kasus positif Covid-19. "Dalam dua bulan terakhir ini, (pendapatan) kami bisa tumbuh double digit secara bulanan," ujarnya di Jakarta, kemarin, tanpa bersedia merinci angkanya.Dia optimistis pertumbuhan pendapatan makin pesat ke depan.
Melansir data Google, Temasek, dan Bain & Company, Johanes menyatakan pemulihan sektor pariwisata bakal berlangsung pada 2023-2025, yang akan tumbuh perlahan hingga kondisinya kembali seperti pada 2019, sebelum pandemi melanda. Chief Marketing Officer of Traveloka, Shirley Lesmana, menyebutkan pemulihan bisnis mulai dirasakan sejak awal 2022, didorong bertambahnya penerima vaksinasi Covid-19 dan pembukaan akses wisata di beberapa destinasi internasional. Tanda pemulihan di Traveloka terlihat dari pemesanan tiket pesawat rute domestik dan internasional yang melonjak lebih dari 75 % selama periode Januari-Oktober 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pemesanan kereta api naik dua kali lipat serta bus dan shuttle meningkat hampir dua kali lipat. Indikator lainnya adalah kenaikan pemesanan akomodasi yang hampir 75 % selama periode tersebut (Yoga)
Rupiah Digital Dapat Menjadi Alat Bayar
RUU Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan atau RUU P2SK memungkinkan rupiah digital menjadi alat pembayaran yang sah. Mata uang Negara KesatuanRepublik Indonesia adalah rupiah. Mengubah UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, RUU P2SK mengusulkan rupiah bisa dalam bentuk kertas, logam, dan digital. Usulan dalam RUU P2SK ini mengantisipasi kebutuhan alat pembayaran di tengah perkembangan teknologi digital. Kendati demikian, persiapan pembuatan rupiah digital tetap perlu kehati-hatian agar tetap menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.
Rupiah digital adalah mata uang digital yang dikeluarkan bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC). Penerbit rupiah digital adalah BI, sebagaimana otoritas pengatur peredaran uang saat ini. Berbeda dengan uang elektronik, seluruh keberadaan dan proses transaksi rupiah digital di dunia digital. DirekturCenter ofEconomic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, Rabu (9/11) mengatakan, penerbitan CBDC seperti rupiah digital menjadi jalan tengah dari munculnya berbagai mata uang digital kripto yang tidak dapat diregulasi bank sentral. Bank sentral di dunia, termasuk BI, membuat mata uang digital agar bisa memosisikan aset kripto sebagai komoditas tanpa menggantikan peran rupiah. (Yoga)
Pajak Digital Sudah Tembus Rp 9,17 T dari 111 PMSE
Penerimaan pajak digital terus meningkat.
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) melaporkan, hingga 31 Oktober 2022 penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sudah mencapai Rp 9,17 triliun.
Total penerimaan PPN digital itu terhitung sejak tahun 2020. Perinciannya, setoran tahun 2020 sebesar Rp 731,4 miliar, tahun 2021 senilai Rp 3,9 trilun, dan tahun 2022 sebesar Rp 4,53 triliun. Penerimaan pajak digital tersebut berasal dari 111 pemungut PMSE.
JELAJAH SINYAL 2022 : Memantik Pembayaran Digital Lewat Pemerataan Jaringan
Kehadiran akses internet ikut mendorong tumbuhnya pembayaran digital Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Flores. Kehadiran infrastruktur telekomunikasi membuat adopsi QRIS menjangkau hingga pasar tradisional. Fandi, seorang pedagang sayuran di Pasar Cancar, Kelurahan Waebelang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, misalnya. Dia mengatakan lapaknya sudah menerima pembayaran menggunakan QRIS. Berkat pembayaran digital itu, katanya, pembeli tidak perlu membawa uang tunai lagi. “Iya belum lama ini ada beberapa pedagang pasar tradisional sini yang ditawarkan memakai QRIS, ya saya mau. Jadinya pembeli bisa ba yar lewat QRIS, tetapi cash juga masih kami terima,” tutur Fandi kepada Tim Jelajah Sinyal 2022 Bisnis Indonesia, Sabtu (5/11).
Selain menggunakan QRIS, sinyal internet yang baik juga membantu para pedagang pasar untuk memantau perkembangan harga di kelurahan lain. Pedagang lain di Pasar Cancar, Wati, mengungkapkan bahwa pihaknya dapat mengikuti perkembangan isu yang mempengaruhi harga bahan pokok di pasar.
Pilihan Editor
-
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Core Petani Tak Menikmati Penetrasi Digital
30 Dec 2021









