;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1180 )

PERDAGANGAN ELEKTRONIK Penjualan Langsung lewat Media Sosial Efektif

KT3 17 Dec 2022 Kpmpas

Menjual produk langsung melalui jaringan media sosial dan pesan instan atau social commerce tetap menjadi upaya terbaik mendorong lebih banyak transaksi perdagangan barang dan jasa. Aneka sektor industri, baik ritel maupun nonritel, telah memanfaatkan social commerce. Berdasarkan riset yang Cube Asia (perusahaan riset pasar asal Singapura) bertajuk ”Social Commerce in Southeast Asia 2022” (Desember, 2022), perdagangan secara elektronik atau e-dagang di media sosial mencapai 34 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara, faktor yang sangat memengaruhi adalah aspek sosial hubungan manusia, seperti komunikasi langsung, keaslian, dan kepercayaan. Sementara penjualan produk langsung melalui percakapan di media  sosial ataupun aplikasi pesan instan (conversational commerce) mencapai 12 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara. Country Manager Infobip Indonesia (penyedia perangkat lunak untuk komunikasi berbasis komputasi awan) Rifa Haryadi, Jumat (16/12) di Jakarta, berpendapat, digitalisasi pemasaran dan penjualan akan tetap berlangsung meski pembatasan sosial sudah longgar. Konsumen yang terbiasa dengan internet akan tetap menggunakan aplikasi daring untuk beraktivitas sehari-hari.

”Sudah banyak pelaku industri menggunakan robot percakapan (chatbot) untuk mempermudah interaksi. Bukan hanya pelaku usaha ritel. Solusi kami sudah dipakai perusahaan finansial untuk akuisisi pelanggan baru ata sekadar kirim polis,” kata Rifa. Peneliti di Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha, menambahkan, perdagangan barang dan jasa secara daring akan terus tumbuh di tengah aktivitas belanja luring yang kembali bergairah seusai pandemi. Dengan pertumbuhan e-dagang yang berpotensi lebih terbatas jika dibandingkan dengan saat masa pembatasansosial, jenama barang dan jasa perlu berupaya mencari pelanggan baru. Senior Vice President Sprinklr untuk Asia Pasifik dan Jepang (perusahaan penyedia teknologi analisis media sosial) Florian Zenner, dalam siaran pers,  mengatakan, pandemi mengubah perilaku konsumen selamanya, mempercepat adopsi produk dan layanan digital, serta meningkatkan pentingnya pelayanan secara daring. Di pasar Singapura, misalnya, 45 % pengguna internet berbelanja melalui aplikasi pesaninstan, sepertiWhatsapp dan Facebook Messenger. (Yoga)


LAYANAN KEUANGAN : PERFORMA UNGGUL EKONOMI DIGITAL RI

HR1 13 Dec 2022 Bisnis Indonesia

Inovasi layanan keuangan digital di Indonesia mampu menunjukkan performa positif di tengah situasi ekonomi yang bergejolak. Bahkan, pertumbuhan secara rata-rata ekonomi digital di Indonesia melampaui negara-negara di kawasan Asean. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa nilai transaksi sektor keuangan berbasis teknologi atau tekfin Indonesia secara tahunan tumbuh rata-rata 39%, tertinggi kedua di antara negara-negara G20 selama masa pandemi Covid-19 hingga tahun ini. “Performa unggul ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menyikapi masa pandemi Covid-19 secara progresif sebagai momentum akselerasi digitalisasi sektor jasa keuangan di Indonesia,” kata Johnny dalam acara ‘Closing Ceremony 4th Indonesia Fintech Summit & Bulan Fintech Nasional’, Senin (12/12).Menurutnya, konfl ik geopolitik, scarring effect pascapandemi Covid-19, hingga kondisi stagflasi tidak hanya menjadi konteks acuan substantif, melainkan juga berdampak pada terjadinya tech winter pada sektor ekonomi digital dunia. Johnny menjelaskan segmen digitalisasi aset dan digital investment berpotensi tetap menjadi dua penopang pertumbuhan utama bagi sektor fintech Indonesia dengan compound annual growth rate yang masing-masing sebesar 25% dan 22% dari periode 2022—2025.“Untuk itu, hadirnya inovasi fintech, seperti decentralized finance yang mencakup criptocurrency, crypto assets, dan non-fungible token [NFT] pada segmen aset digital, serta robotvisor dan neobroker pada segmen digital investment perlu terus diantisipasi oleh pelaku sektor jasa keuangan di Indonesia ke depan,” katanya. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) memproyeksikan nilai transaksi sektor tekfin global akan mencapai US$28 triliun pada 2027.

Rupiah Digital Adalah Keniscayaan

KT1 07 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Satu langkah nyata dilakukan Bank Indonesia (BI) terkait dengan rencana penerbitan mata uang digital bank central atau central bank digital currency (CBDC). Pekan lalu di Jakarta, bank sentral menerbitkan white paper (WP) desain (high level design) pengembangan rupiah digital pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022. WP itu diberi judul Proyek Garuda, Navigasi Arsitektur Digital Rupiah. “Penerbitan WP ini merupakan langkah awal ‘Proyek Garuda’, yaitu proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur digital rupiah,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran WP tersebut. BI tidak sendiri, karena survei Bank for International Settlements (BIS) pada 2021 menemukan 81 bank sentral global berada pada tahap eksperimentasi dan piloting CBDC. Langkah puluhan bank sentral itu, kata Perry, tidak lepas dari arus digitalisasi ekonomi dan keuangan berlangsung lebih kuat memasuki era pandemi Covid-19. Perilaku transaksi masyarakat semakin bergeser ke arah online seiring dengan pembatasan mobilitas sosial (social distancing). (Yetede)

Bank Indonesia Siapkan Rupiah Digital

KT3 06 Dec 2022 Kompas

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, seiring berkembangnya teknologi dan dunia digital, muncul kebutuhan akan mata uang rupiah yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran transaksi di dunia digital. ”Rupiah digital itu sudah menjadi keniscayaan untuk transaksi digital di masa depan,” ujar Perry dalam bincang-bincang bertajuk Birama (BI Bersama Masyarakat) dengan judul ”Meniti Jalan Menuju Rupiah Digital”, Senin (5/12) di Jakarta. (Yoga)

Kans NetApp Dari Pesatnya Ekonomi Digital

KT1 05 Dec 2022 Tempo (H)

Pertumbuhan digitalisasi didalam negeri membawa angin segar untuk NetApp Indonesia, perusahaan global penyedia perangkat lunak berbasis komputasi awan. Melansir laporan e-Conomy 2022 yang dikeluarkan Google, Temasek, dan Bain, ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$ 77 miliar tahun ini, naik 22% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 63 miliar. Nilainya diperkirakan terus tumbuh hingga US$ 130miliar pada 2025 dan diestimasi meningkat menjadi US$ 220-360 miliar pada 2030. "Saat organisasi mempercepat upaya digitalisasi, saya yakin cloud akan menjadi bagian  yang sangat penting karena semakin banyak yang memindahkan beban kerjanya ke cloud dan mengadopsi strategi cloud hybrid," tutur Country Manager NetApp Indonesia Adir Ginting. Adir yang memimpin NetApp Indonesia sejak November 2021, tak ingin melewatkan momentum tersebut. Sasarannya mulai dari usaha UMKM hingga perusahaan multinasional. (Yetede)

Indeks Literasi Perkuat UMKM

KT3 30 Nov 2022 Kompas

Indeks yang mencerminkan tingkat literasi ekonomi digital di tataran kabupaten/kota bisa jadi landasan kebijakan penguatan UMKM, termasuk untuk mengekspor produknya. Produk ekspor UMKM bisa makin berdaya saing jika pelaku usaha bergabung sebagai suatu komunitas berbasis daerah yang terintegrasi dengan industri. Tim Litbang Kompas dan Lazada mempublikasikan studi berjudul ”Indonesia Digital Economy Literacy Index 2022” pada Indonesia Digital Economy Conference yang digelar di Jakarta, Selasa (29/11). Studi ini menganalisis data sekunder untuk menilai 514 kota/kabupaten se Indonesia. Selain itu, ada wawancara terhadap 1.200 responden di 18 kota/kabupaten dalam penelitian tersebut. Ada lima dimensi yang di-aji dalam perumusan indeks untuk setiap kota/kabupaten, yakni infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, pengadopsian inovasi dan teknologi, penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, serta ekosistem e-dagang.

Skor indeks berada di rentang 1-7. Di kelompok kota, Bandung, Jabar, memperoleh indeks tertinggi, yakni 5,34. Sementara di kelompok kabupaten, Sleman, DI Yogyakarta, menempati posisi teratas dengan indeks 5. Menurut Executive Director Lazada Indonesia Ferry Kusnowo, data indeks tersebut dapat menjadi acuan menganalisis tingkat literasi ekonomi digital UMKM berbasis wilayah serta menyusun strategi untuk memperkuat ekspor UMKM. Melalui program yang baru berjalan enam bulan terakhir, kata Ferry, Lazada telah memfasilitasi 100-200 pelaku UMKM yang sudah memiliki kapasitas untuk ekspor. Negara tujuannya adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Ferry optimistis, permintaan ekspor produk UMKM meningkat. Salah satu pelaku UMKM asal Bandung yang mengekspor gamis ke Filipina, misalnya, memasok produknya ke Filipina lebih besar dibandingkan di dalam negeri. Artinya, model yang diproduksi pelaku tersebut cocok dengan selera pasar Filipina. (Yoga)


UMKM Penopang Ekonomi Digital

KT3 25 Nov 2022 Kompas

UMKM diperkirakan menjadi penopang ekonomi digital Indonesia di masa mendatang, karena besarnya jumlah unit usaha dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Guna mewujudkan potensi itu, pelaku usaha tetap perlu didorong meningkatkan kapasitasnya. Demikian poin yang mengemuka dalam diskusi Kompas100 CEO Forum-CEO Live Series dengan tema ”Mendorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Naik Kelas Melalui Go Digital”, di Jakarta, Kamis (24/11). Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut, pada 2021 sebanyak 99 % sektor usaha di Indonesia merupakan UMKM. Perhatian besar terhadap UMKM tak lepas dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pada 2021 kontribusinya 60,5 % PDB, menyerap 96,9 % tenaga kerja, dan menyumbang 15,69 % ekspor nasional. Potensi ekonomi digital Indonesia di masa mendatang sangat besar. Mengutip laporan ekonomi digital yang dirilis Google, Temasek, dan Bain, nilai ekonomi digital Indonesia tahun 2021 mencapai Rp 416 triliun. Adapun pada 2030 pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan tumbuh 13 kali lipat lebih besar menjadi Rp 5.600 triliun. Digitalisasi, banyak membantu UMKM bertahan selama pandemi Covid-19. Dengan bergabung di ekosistem digital, UMKM bisa mengakses pasar yang lebih luas dan memperoleh alternatif pendanaan.

Sebelum pandemi, baru 8 juta UMKM tergabung dalam ekosistem digital. Saat ini, sampai Oktober 2022, tercatat 20,24 juta UMKM, dan 30 juta UMKM ditargetkan terhubung ke ekosistem digital tahun 2023. Lekatnya ekonomi digital dengan UMKM dibuktikan di lokapasar Tokopedia. Menurut Co-Founder & Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edison, 90 % produk yang dipasarkan di Tokopedia berasal dari  UMKM. ”Digitalisasi sangat membantu UMKM menjangkau pasar lebih luas sehingga bisa meningkatkan kapasitas UMKM itu sendiri,” ujarnya. Kendati sudah dipermudah oleh digitalisasi, menurut Leon, UMKM tetap harus meningkatkan kapasitas produkdan layanan. Produk yang ditawarkan juga harus terus ditingkatkan kualitasnya. Selain itu, pedagang perlu berlatih merespons dan mengirim barang dengan cepat. Produk UMKM Indonesia, lanjutnya, mempunyai potensi besar untuk menjadi unggulan, bahkan menembus pasar global. Namun, mereka perlu dibantu untuk terus bisa meningkatkan kapasitasnya. (Yoga)


Digitalisasi Jadi Motor Pertumbuhan

KT3 23 Nov 2022 Kompas

Kendati banyak perusahaan teknologi tengah mengalami rasionalisasi struktur biaya, ekonomi digital dinilai tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Meluasnya penetrasi internet dan pola konsumsi masyarakat yang makin lekat dengan digitalisasi akan mengakselerasi ekonomi  digital di Tanah Air. Demikian benang merah dalam diskusi Kompas 100 CEO Forum-CEO Live Series, Selasa (22/11) di Jakarta. Hadir sebagai pembicara, Managing Partner East Ventures Roderick Purwana, Chief Executive Officer (CEO) Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) Mia Melinda, dan Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. Roderick mengatakan, perekonomian digital berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama pandemi Covid-19. Ke depan, terbuka peluang pertumbuhan ekonomi digital makin terakselerasi. ”Saatini baru bagian awalnya saja. Kita akan memasuki era keemasan ekonomi digital dalam 5-10 tahun ke depan,” ujar Roderick. Ia menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi digital ditopang oleh jumlah pengguna internet yang telah mencapai lebih dari 200 juta orang. Selain itu, pandemi yang membatasi mobilitas orang juga telah mengakselerasi digitalisasi secara lebih cepat.

Berdiri pada 2009, East Ventures telah berinvestasi ke berbagai perusahaan rintisan, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga negara lain, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Pperusahaan yang disuntik dana oleh East Ventures, antara lain, GoTo, Traveloka, dan Fore. Roderick mengaku sangat beruntung menyaksikan kelahiran ekonomi digital sejak awal hingga saat ini. Salah satunya adalah saat East Ventures menginvestasikan dana di Tokopedia sejak 2010. ”Kami beruntung melihat pertumbuhan ekonomi digital dari awal perintisannya hingga terus berkembang sampai saat ini. Kami yakin di masa depan ekonomi digital akan makin bertumbuh,” ujar Roderick. Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pandemi telah mengubah perilaku konsumen menjadi kian akrab dengan digitalisasi. Ketika pandemi mulai mereda dan kegiatan luring sudah menggeliat, perilaku digital konsumen tidak akan menurun. Menurut Neneng, selama pandemi, pihaknya telah membantu 2 juta UMKM masuk ke ekosistem digital. Selain itu, pihaknya juga telah membantu 5.200 pedagang pasar di tujuh kota memanfaatkan teknologi digial. (Yoga)


Investor Makin Gencar Sasar Sektor ESG

KT3 22 Nov 2022 Kompas

Seiring tuntutan global akan ekonomi hijau dan berkelanjutan, investasi semakin gencar menyasar perusahaan-perusahaan yang mengedepankan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance/ESG, termasuk dari perusahaan modal ventura. Ke depan, prinsip keberlanjutan diharapkan menjaga stabilitas perusahaan di tengah dinamika ekonomi global. Senior Investment Associate at East Venture Gavin Adrian, dalam Kompas CEO On Stage bertajuk ”Investing with Purpose” di kampus Fakultas Teknik, UI, Depok, Jabar, Senin (21/11) mengatakan, pihaknya terus menggenjot investasi di sektor itu, misalnya pada bidang climate tech atau  perusahaan teknologi terkait pengurangan emisi.

 ”Bagaimana agar portofolio atau framework-nya diarahkan ke arah sana, terutama untuk growth stage company atau yang sudah lebih lanjut. East Ventures, imbuh Gavin, telah menjadi platform yang melakukan investasi ke perusahaan-perusahaan digital atau rintisan. Tidak hanya pada early stage, tetapi juga pada tahap tumbuh dan maju. Saat ini, investasi sudah diberikan kepada lebih dari 250 perusahaan di Asia Tenggara, mayoritas berada di Indonesia. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dar-tanto menuturkan, investasi perlu perencanaan dan tujuan matang serta jelas, bukan sekadar ikut-ikutan atau Fear Of Missing Out (FOMO). (Yoga)


Terteror Transaksi Fiktif

KT3 19 Nov 2022 Kompas

Janji manis menggiurkan mendapatkan keuntungan besar secara cepat tanpa modal berbalik menjadi teror yang menghantui ratusan mahasiswa dan warga lainnya dari modus transaksi fiktif di toko daring milik SAN. ”Takut, malu. Sampai saat ini masih ada teror meski tak sesering beberapa bulan dan minggu kemarin. Saya benar tidak tahu apa-apa, tidak tahu ini penipuan,” kata AL (20), salah satu mahasiswi IPB University, Jumat (18/11). AL adalah salah satu dari ratusan korban penipuan yang namanya tidak mau disebut karena takut identitasnya terungkap dan teror penagih utang kembali datang. Mereka terjerat bujuk rayu SAN yang menawarkan para korban membeli barang dari toko daringnya dengan menggunakan fasilitas bayar kemudian (paylater) di lokapasar resmi. Namun, pesanan itu disepakati dari awal sebagai pesanan fiktif alias tidak ada barang riil yang dibeli. SAN menjanjikan ada keuntungan dari pembelian daring walaupun fiktif dan dari pencairan dana hasil pembayaran via paylater. SAN akan memberi 10 % keuntungan dari transaksi fiktif itu kepada para korban. Pembayaran tagihan paylater pun akan diurus SAN. Namun, janji tinggal janji. Tagihan tak dibayar-bayar hingga bunga berbunga dan nilai utangnya membengkak. Bagi hasil pun omong kosong belaka. AL tak mengenal SAN dan bisa tercebur dalam modus investasi bodong tersebut karena mengikuti ajakan kakak tingkat di kampusnya pada Agustus tahun ini. Awalnya, janji bagi hasil dipenuhi oleh SAN. Lama kelamaan, aliran bagi hasil dan pembayaran tagihan paylater terhenti. AL dan para korban lain mulai menanggung utang yang terus bertambah besar karena bunga dan denda menunggak tagihan. Walhasil, Al kini terlilit utang sekitar Rp 6 juta.

Anton Siburian, kuasa hukum para korban, mengatakan, kliennya terbebani dan terus mendapat teror dari para penagih utang. Beberapa korban harus menanggung beban tagihan Rp 10 juta hingga Rp 40 juta. Dari suara korban, lanjut Anton, mereka berharap modus SAN bisa dibongkar  tuntas oleh polisi dan OJK bisa memberikan kebijakan khusus, terutama perlindungan bagi para korban. Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin mengatakan, pihaknya menangkap SAN. Dari hasil penyelidikan, SAN menawarkan kerja sama pencairan dana dan bisnis pada toko daring miliknya dengan iming-iming 10 % dari setiap transaksi pembelian barang. ”Namun, ternyata toko online itu milik orang lain. Dugaan kerugian yang ditimbulkan dari tindakan pelaku mencapai Rp 2,3 miliar dari berbagai aplikasi yang ditawarkan pelaku kepada korban,” kata Iman. Mahasiswa IPB University yang jadi korban penipuan ini mencapai 116 orang. Total dengan warga non-mahasiswa kini mencapai 329 korban. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan pimpinan IPB dan sejumlah mahasiswa yang menjadi korban pada Kamis (17/11) dan memperoleh informasi mengenai modus penipuan tersebut. ”Kasus ini bukan masalah pinjol (pinjaman daring), melainkan penipuan berkedok toko online dengan pembiayaan pembelian barang, ternyata barangnya fiktif, tetapi uangnya mengalir ke pelaku,” kata Tongam. (Yoga)