Blibli Akan Pakai Rp 5,5 Triliun Dana IPO untuk Tutup Utang
PT Global Digital Niaga atau Blibli dalam waktu dekat bakal melangsungkan penawaran umum perdana (IPO) saham dengan mengincar dana segar Rp 8,17 triliun. Dari total tersebut, Rp 5,5 triliun akan dipakai untuk menutup utang. Chief Financial Of cer (CFO) Blibli Hendry menjelaskan, sebagaimana dipublikasikan melalui prospektus, sebesar Rp 5,5 triliun dana yang diperoleh dari hasil IPO akan digunakan untuk membayar fasilitas perbankan. “Sebenarnya fasilitas ini sudah kami miliki dari tahun sebelumnya. Dan sebagai proses bisnis, ini normal. Jadi untuk proceed Rp 5,5 triliun untuk dilakukan pembayaran,” kata Hendry dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (18/10). Sisa dana IPO, akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan utama perseroan, anak perusahaan, dan Tiket.com yang sudah diakuisisi Blibli sejak 2017. Termasuk kegiatan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) yang proses akuisisinya sudah dituntaskan Blibli pada kuartal IV-2022. Berbekal ekosistem yang cukup lengkap tersebut, ke depan Blibli bakal fokus mengeksekusi strategi sinergi di dalam ekosistem.
“Jadi, kalau dilihat beberapa tahun ke belakang, masing-masing platform masih beroperasi dan optimalisasinya sendiri-sendiri. Dan aksi korporasi ini tujuannya adalah untuk menyinergikan tiga platform tersebut, sehingga ke depan kami akan fokus mengeksekusi sinergi omnichannel dan sinergi platform,” papar Hendry. Salah satu caranya, dimulai dengan menerapkan single sign on, lalu menyediakan dompet digital dan sebagainya. “Jadi, sebenarnya ini yang patut ditunggu. Kami yakin dengan aksi korporasi ini nantinya bisa jadi lebih baik,” tutur Hendry. Dalam kesempatan itu, CEO Tiket.com George Hendrata juga menambahkan alasan di balik melantainya Blibli di bursa, yakni didorong oleh potensi pasar yang masih cukup besar. “Pasarnya besar. Ada US$ 150 miliar yang dilayani Blibli, US$ 41 miliar di travel dan lifestyle dilayani Tiket.com, serta US$ 124 miliar di kebutuhan sehari-sehari yang dilayani Ranch,” sebut George. Di luar ketiga platform itu, masih terdapat perusahaan proxy di luar negeri yang juga cukup dan berkelanjutan dengan laba yang positif. Atas dasar itu, George melihat banyak hal yang bisa dijalankan, apalagi didukung dengan adanya omnichannel dan sinergi. (Yoga)
Postingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023