;
Tags

Digital Ekonomi umum

( 1150 )

Facebook Berusaha Menahan Kejatuhan Sahamnya

KT3 03 Oct 2022 Investor Daily

Facebook dilaporkan sedang berusaha menahan kejatuhan sahamnya. Setahun lalu saat berubah nama perusahaan jadi Meta, kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 1 triliun. Tapi sejak memuncak pada September 2021, Meta sekarang kehilangan duapertiga valuasinya. Harga sahamnya diperdagangkan di level terendah sejak Januari 2019 dan hampir pasti merugi hingga dua digit persentase dalam tiga kuartal berturut-turut. Bisnis Facebook selama ini dibangun di atas jejaring. Pengguna memperluas Facebook ke kawan-kawan dan kerabat keluarga. Lalu saling memberi tahu kolega atau mengundang teman-teman menjadi pengguna. Akhirnya semua orang berinteraksi di satu wadah bikinan Mark Zuckerberg itu. Iklan kemudian masuk dan menjadi sumber pendapatan dan Facebook mendulang untung sangat besar hingga mampu merekrut para insinyur paling baik dan paling cemerlang untuk mempertahankan roda bisnisnya tetap bergulir. Tapi di 2022, para penggunanya pindah ke lain platform. Para pengiklan mengurangi belanjanya. Meta pun mengalami penurunan pendapatan dua kuartal berturut-turut. 

Banyak perusahaan mencabut tombol login sosial yang biasanya adalah Facebook dari situs-situsnya. Di sisi lain rekrutmen juga menjadi sulit, terutama sejak Zuckerberg menghabiskan banyak waktunya memikirkan metaverse. Yang hendak dijadikan masa depan bisnis perusahaan tapi hampir tidak menghasilkan pendapatan jangka pendek tapi malah menghabiskan miliaran dolar AS setahun untuk membangunnya. Para investor tidak tertarik. Dan cara mereka membuang saham Facebook membuat pengamat bertanya-tanya apakah spiral penurunan harga sahamnya akan menjadi spiral kematian. Dan Meta tidak akan sanggup memulihkannya. “Saya tidak yakin sekarang ini masih ada bisnis inti di Facebook,” ujar Laura Martin, analis dari Needham. Tapi belum ada yang mengisyaratkan Facebook akan lenyap ditelan zaman. Posisinya masih dominan di iklan mobile. Dan model bisnisnya salah satu yang paling menguntungkan di zaman ini. Meski pendapatan bersihnya merosot 36% pada kuartal terakhir dibandingkan tahun sebelumnya, Meta masih menghasilkan laba US$ 6,7 miliar dan arus kasnya mencapai US$ 40 miliar. (Yoga)

2023, WIR Asia Incar Pendapatan Rp 4 Triliun

KT3 03 Oct 2022 Investor Daily (H)

PT WIR Asia Tbk (WIRG) atau WIR Group mengincar pendapatan sebesar Rp 4,04 triliun pada 2023. Angka ini melonjak sekitar 125% dibandingkan proyeksi perolehan pendapatan perseroan pada tahun ini yang diyakini bisa menembus Rp 1,79 trilliun. “Kami menargetkan, pada akhir tahun ini pendapatan kami mencapai sekitar Rp 1,79 triliun atau bertumbuh 197% dari 2021 dan mencapai sekitar Rp 4 triliun atau bertumbuh 125% pada 2023. Ini jika dibandingkan target pendapatan tahun ini,” ujar Group Chief Business Development Officer WIRG Jimmy Halim, akhir pekan lalu. Dia menjelaskan, target pertumbuhan pendapatan perusahaan teknologi tersebut akan dikontribusi oleh unit bisnis WIRG yang ada saat ini dan belum memperhitungkan bisnis metaverse di dalamnya. Secara umum, perseroan juga akan menargetkan peningkatan kontribusi pendapatan dari segmen advertising, termasuk sponsorship melalui optimalisasi dan penetrasi cakupan area yang lebih besar ke depan. Estimasi pendapatan tahun depan diyakini terealisasi karena WIRG berhasil mengalami pertumbuhan positif dalam kurun tiga tahun terakhir, walaupun ada pandemi Covid-19 yang sangat memengaruhi kondisi ekonomi makro Indonesia. 

 Sepanjang 2019-2021, perusahaan teknologi ini telah mencetak compound annual growth rate (CAGR) atau rata-rata pertumbuhan per tahun sebesar 57%. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA dan laba bersih WIRG juga tumbuh dengan CAGR masing-masing 65% dan 102% dari 2019 hingga 2021. Sampai akhir 2022, perseroan menargetkan pertumbuhan EBITDA sebesar 139% dan laba bersih 87% dibandingkan pencapaian 2021. Perusahaan teknologi berbasis augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan artificial intelligence (AI) ini memiliki tiga kelompok sumber penghasilan. Pertama,  kelompok pendapatan commerce berupa kontribusi dari pendapatan yang dapat dihasilkan oleh mitra melalui commerce transaction di dalam platform DAV dan Mindstores. Kedua, pendapatan proyek dari kerja sama business to business (B2B) yang WIRG lakukan sebagai software development dan brand and IT consulting. Ketiga, pendapatan advertising yang berasal dari iklan dan sponsorship yang penempatannya dilakukan melalui platform perseroan. (Yoga)

PERDAGANGAN ELEKTRONIK Fitur Gratis Ongkos Kirim Tidak Menyehatkan

KT3 30 Sep 2022 Kompas

Program gratis ongkos pengiriman barang yang jamak tersedia di platform lokapasar dinilai dapat menarik konsumen dalam jumlah besar. Di sisi lain, program itu dianggap merugikan bisnis perusahaan jasa kurir. Salah satu konsekuensinya adalah mematikan pesaing. Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman ekspres Indonesia (Asperindo) Trian Yuserma, Kamis (29/9) di Jakarta mengatakan, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asperindo tidak sepakat dengan program gratis ongkos kirim atau ”free ongkir” yang marak diterapkan sejumlah platform lokapasar. Aspirasi ini telah diserukan sejak awal bulan ini. Asperindo bahkan mendorong perusahaan jasa kurir anggota asosiasi tidak ambil bagian dalam promosi program gratis ongkos kirim tersebut.

Trian menjelaskan, konsep program itu dinilai melanggar Permenkominfo No 1 Tahun 2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersial. Dalam Pasal 5 aturan itu disebutkan, tarif layanan pos komersial tidak boleh di bawah Harga pokok produksi. ”Realitasnya, ada program bebas ongkos kirim pengiriman barang bukan hanya menggunakan sumber anggaran perusahaan platform lokapasar sendiri. Ada juga mereka yang minta agar perusahaan jasa kurir ikut ambil bagian (mengeluarkan biaya untuk ikut menyubsidi program gratis ongkos kirim),” ujar Trian. Terkait aspirasi Asperindo itu, External Communications Senior Lead Tokopedia Rizky Juanita Azuz menyampaikan, pihaknya masih mempelajari dan bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). (Yoga)


Menelusuri Jejak INA di Traveloka

KT3 30 Sep 2022 Bisnis Indonesia (H)

Indonesia Investment Authority (INA) akhirnya merealisasikan rencananya untuk ikut memberikan pendanaan kepada Traveloka bersama Black-rock, Allianz Global Investors, Orion Capital Asia, dan lembaga keuangan terkemuka lainnya. Pengumuman INA, Kamis (29/9) menjawab kabar yang telah berhembus lama terkait aksi investasi itu. Traveloka mengantongi pendanaan US$ 300 juta atau Rp 4,5 triliun. Langkah INA memberikan pendanaan pada Traveloka cukup mengejutkan karena dilakukan di tengah seretnya pendanaan terhadap perusahaan rintisan atau startup di seluruh dunia. CEO INA Ridha Wirakusumah mengatakan bahwa pandemi telah mempercepat transformasi digital. Perubahan perilaku pelanggan ditambah dengan layanan teknologi inovatif, mencerminkan  bagaimana digitalisasi dapat membantu mendorong pemulihan ekonomi. “Mendukung sektor perjalanan dengan kemudahan dan akses yang tak tertandingi, agen perjalanan online (OTA) pun mengubah lanskap industri selama pandemi Covid-19,” katanya, Kamis (29/9). OTA berperan dalam pemesanan bruto pariwisata Indonesia yang meningkat 24 % sebelum pandemi Covid-19 menjadi 33% tahun lalu. (Yoga)


Ketar Ketir Bank Digital

KT3 29 Sep 2022 Bisnis Indonesia (H)

Kenaikan suku  bunga acuan BI dan  tingkat bunga penjaminan LPS bakal membuat bisnis  bank-bank digital kian menantang. Situasi tersebut membuat mereka akan bersaing  sengit dengan bank konvensional untuk memupuk dana  pihak ketiga (DPK). Apalagi, selama ini bank-bank digital yang relatif baru  meramaikan industri perbankan, kerap menggunakan  bunga simpanan  tinggi untuk menarik dana masyarakat. Belakangan tren tersebut  berubah. Sejumlah  bank digital tak  lagi menjadikan suku  bunga simpanan tinggi sebagai  pendongkrak DPK.  Saat ini, rata-rata bunga simpanan deposito  bank digital berada di kisaran 3,5% sampai 4%, sebelumnya, ada bank digital yang berani mematok bunga simpanan  hingga 8%. Beberapa bank digital pun kini  memilih mengoptimalkan  dana murah di tengah kenaikan  suku bunga acuan dan inflasi yang meninggi.  

Salah satunya entitas usaha PT Bank Rakyat  Indonesia (Persero) Tbk.  yang bergerak di layanan digital yakni PT Bank  Raya Indonesia Tbk.  (AGRO). Direktur Keuangan Bank Raya Akhmad Fazri  mengatakan bahwa perseroan  telah melakukan penyesuaian  tingkat suku bunga simpanan  dengan mempertimbangkan  kondisi kebijakan regulator,  posisi likuiditas, dan tingkat  persaingan di industri. Bank Raya, lanjutnya,  mengoptimalkan pertumbuhan dana murah (current account saving account/CASA) yang ditunjang dengan  program menarik serta suku  bunga yang bersaing.    “Strategi Bank Raya untuk  meningkatkan CASA adalah  dengan mengoptimalkan program marketing secara digital  dan direct dengan pendekatan  O2O [online to offl ine] melalui community branch,” kata  Akhmad kepada  Bisnis, Rabu  (28/9). (Yoga)


Lokapasar Masih Didominasi ”Reseller”

KT3 28 Sep 2022 Kompas

Pelaku UMKM yang berjualan di lokapasar per Juni 2022 telah mencapai 19 juta. Dari jumlah tersebut, hampir 90 % di antaranya merupakan UMKM pedagang atau reseller, baik produk dalam maupun luar negeri. Menjadi ironi karena sebagian besar barang yang dijual merupakan produk impor. Hal ini mengemuka dalam diskusi hibrida bertajuk ”Menilik Peluang Transformasi Digital Sektor UMKM untuk Akselerasi Perekonomian Nasional”, Selasa (27/9) di Jakarta. Diskusi ini diselenggarakan oleh harian Kompas dan Lazada Indonesia. ”Apabila ditelaah lebih dalam, kebanyakan barang yang dijual reseller sebenarnya buatan luar negeri alias impor. Siapa pun (warga) memiliki hak berbisnis di lokapasar. Kami tidak bisa mencegah kemunculan para reseller, tetapi kami dorong agar mereka lebih banyak menjual barang buatan lokal,” ujar Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi UKM Kementerian Koperasi dan UKM Temmy Satya Permana pada forum itu.

Menurut Temmy, Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kemendag telah menyepakati perlunya revisi Permendag No 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan agar barang yang dijual di lokapasar wajib disertai asal negara produksi. Revisi Permendag No 50/2020 diharapkan mampu melindungi konsumen dan produsen UMKM dalam negeri. Saat revisi selesai, semua produk yang beredar di lokapasar juga diharapkan bersertifikat halal dan memenuhi Standar Nasional Indonesia, selain mencantumkan negara asal produksi. (Yoga)


Ekonomi Digital 2030 Capai Rp 4.531 Triliun

KT1 27 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh hingga delapan kali lipat, melesat dari Rp 632 triliun tahun 2020 ke Rp 4.531 triliun tahun 2030. Bila benar terealisasi, Indonesia bakal menjadi negara dengan nilai ekonomi digital tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pangan menjadi salah satu sektor yang masih memiliki ruang lebar untuk masuk ke dalam ekonomi digital. “Pertumbuhan ekonomi digital melompat delapan kali lipat, dari kira-kira Rp 632 triliun pada tahun  2020 menjadi Rp 4.531 triliun pada tahun 2030,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka acara BUMN Startup Day di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (26/09/2022). Selain Menteri BUMN Erick Thohir, turut mendampingi Presiden dalam pembukaan BUMN Startup Day adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Penjabat Gubernur Banteng Al Muktabar, serta Ahmed Zaki Iskandar. Presiden menjabarkan, dalam sektor pangan terdapat setidaknya tiga aspek yang bisa disasar oleh para pelaku usaha rintisan Indonesia, yakni produksi, distribusi, dan pemasaran. “Di sini ada peluangnya semua. Urusan produksinya ada, urusan distribusinya ada, urusan pasarnya ada semua peluangnya,” kata dia. (Yetede)

BISNIS E-DAGANG YANG SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA

KT3 23 Sep 2022 Kompas

Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira dalam pernyataan pers, Senin (19/9) di Jakarta, menjelaskan, keputusan PHK merupakan langkah terakhir yang ditempuh perusahaan setelah ada penyesuaian kebijakan bisnis. Proses itu dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan dengan tambahan satu bulan gaji. Karyawan yang terdampak juga masih dapat memakai fasilitas asuransi kesehatan perusahaan hingga akhir tahun dengan seluruh manfaatnya. ”Kondisi ekonomi global kini menuntut kami agar lebih cepat beradaptasi dan mengevaluasi prioritas bisnis sehingga lebih efisien. Kami ingin memperkuat dan memastikan kegiatan operasional perusahaan kami stabil di situasi ekonomi sekarang,” ujar Radynal.

Mengutip Business Insider, salah satu pendiri Sea Limited (induk Shopee), Forrest Li, pekan lalu, mengatakan, manajemen akan memperketat pengeluaran selain mengurangi operasi dan melakukan PHK. Menurut laporan keuangan Sea Limited, Shopee melaporkan kerugian 931,2 juta USD pada triwulan II-2022, meningkat signifikan dari kerugian bersih 433,7 juta USD pada triwulan II-2021. Shopee diluncurkan di tujuh pasar Asia Tenggara pada tahun 2015 dan beroperasi di beberapa negara, seperti di kawasan Eropa, Amerika Latin, dan China. Beberapa pesaing utamanya, yaitu Alibaba, Lazada, JD (di Indonesia JD.ID), dan Tokopedia, telah melakukan restrukturisasi bisnis yang di dalamnya menyangkut pengurangan karyawan pada Juni 2022.

Di ranah bisnis e-dagang khusus grosir daring, selain Happy Fresh dan Traveloka Mart, masih ada sejumlah pemain lama, seperti SayurBox (yang juga melakukan efisiensi pada Juli 2022), TaniHub (menghentikan kegiatan operasional dua gudang dan melakukan PHK pada Mei 2022), dan Brambang (pivot jadi lokapasar gawai dan produk elektronik pada Mei 2022). Kemudian, ranah bisnis e-dagang khusus quick commerce (e-dagang yang mengirim barang supercepat) ikut terjadi pemangkasan karyawan, di Getir, Gorillas, dan Zapp. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira, berpendapat, daya beli masyarakat setelah pandemi Covid-19 berubah karena inflasi naik. Baik belanja luring maupun daring sama-sama terdampak. Warga cenderung memilih untuk berhemat. (Yoga)


Tekfin ”Pay Later” Bantu Jaga Daya Beli

KT3 21 Sep 2022 Kompas

Keberadaan teknologi finansial beli dulu bayar kemudian atau pay later dinilai berhasil membantu masyarakat mempertahankan daya belinya. Demikian disampaikan peneliti ekonomi digital Institute for Development of Economics and Finance, Nailul Huda, dalam diskusi bertajuk ”Tren dan Potensi Pay Later di Tengah Kondisi Ekonomi yang Dinamis” di Jakarta, Selasa (20/9). (Yoga)

NFT, Ruang Baru bagi Fotografi

KT3 20 Sep 2022 Kompas

Dahulu, saat masih eksklusif dan mahal, belajar memotret harus dilalui dengan magang kepada fotografer profesional. Saat ini, di mana pun dan kapan pun, siapa saja dapat belajar fotografi lewat media sosial, gratis. Dalam proses belajar itulah muncul komunitas-komunitas yang memungkinkan fotografi menjadi lebih berkembang, baik itu secara teknik pemotretan, pencetakan foto, maupun kerja bareng atau kolaborasi demi menghasilkan sebuah karya. Dengan mudahnya seorang fotografer di Tanah Air tiba-tiba bertemu dan berkolaborasi dengan orang yang baru dikenal dari belahan dunia lain. Kemudahan bertemu dan berkolaborasi itu disampaikan oleh Baskara Puraga dalam diskusi di Twitter Spaces, ”Wajah Fotografi: Dari Jurnalistik hingga NFT” yang digelar harian Kompas pada Jumat (16/9).

Mulai 16 September 2022, harian Kompas mulai merilis 57 arsip foto ke dalam blockchain secara bertahap di objkt.com. Foto-foto tersebut merupakan hasil kurasi dari buku Unpublished dan Sportscape. Menurut Baskara Puraga yang diamini oleh Ade Andryani, kemudahan berkolaborasi bukan saja terjadi antar fotografer. Di dunia NFT, seorang fotografer dengan mudah bisa berkolaborasi dengan mereka yang menggeluti berbagai disiplin ilmu dan keahlian. Lewat kolaborasi dengan orang lain, lahirlah karya-karya baru yang diciptakan. Selain menjadi wadah untuk bertemu dan berkolaborasi, dunia blockchain juga menjadi ruang ekonomi baru bagi Baskara dan Ade. Banyak foto yang mereka unggah (minting) di blockchain dibeli dan dikoleksi, baik oleh kolektor maupun sesama pegiat NFT. Mereka bisa menetapkan besaran royalti jika karya mereka dipindah tangankan ke pihak lain. (Yoga)