Digital Ekonomi umum
( 1150 )Pilihan Belanja Daring Selama Ramadhan
Survei yang dilakukan The Trade Desk bersama lembaga riset YouGov terhadap lebih dari 2.000 penduduk Indonesia pada November 2022 menunjukkan bahwa 88 % masyarakat yang disurvei berencana berbelanja di bulan Ramadhan tahun ini. Lebih dari 53 % responden berencana membelanjakan dana tunjangan hari raya (THR) secara daring dibandingkan menabungkannya. Hal ini disampaikan oleh General Manager The Trade Desk Purnomo Kristanto, Rabu (11/1) di Jakarta. (Yoga)
Utak-atik Tender BTS
JAKARTA-Kejaksaan Agung menduga biaya pengadaan pembangunan base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukungnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) pada 2020-2022 sudah digelembungkan. Penggelembungan anggaran proyek itu diduga didesain sejak tahap perencanaan kegiatan hingga proses pelelangan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, mengatakan lembaganya menduga patgulipat itu dimulai sejak penerbitan peraturan teknis mengenai tender proyek BTS. Peraturan tersebut dibuat Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Achmad Latif. Peraturan yang dibuat itu sudah diatur sedemikian rupa untuk memenangkan vendor tertentu menjadi rekanan proyek, sekaligus menutup peluang bagi perusahaan lainnya. Desain ini membuat panitia tidak bisa mendapat harga penawaran yang kompetitif dari para peserta lelang. (Yetede)
Garap Ekosistem Digital Perumahan, BTN Bakal Luncurkan Super App
JAKARTA, ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bakal meluncurkan Super App New BTN Mobile awal tahun depan. Super App yang merupakan gabungan dari seluruh channel layanan digital BTN dimaksudkan untuk mempermudah nasabah mendapatkan layanan Digital Mortgage Ecosystem perseroan. Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, saat ini BTN telah memiliki berbagai layanan digital seperti mobile banking BTN, internet banking BTN, btnproperti, btnproperti for developer, SMART Residence, hingga rumahmurahbtn.co.id. “Nantinya seluruh layanan digital tersebut akan kami integrasikan ke dalam satu aplikasi Super App BTN Mobile yang rencananya akan diluncurkan awal tahun 2023 mendatang,” kata Nixon saat Media Luncheon BTN di Jakarta, Selasa (27/12/2022). (Yetede)
Pentingnya Anak Muda Mengatur Keuangan
Pengaturan keuangan kian diperlukan bagi anak muda. Menjelang 2023, nyatanya tidak banyak anak muda yang merencanakan liburan akhir tahun. Fokus mereka lebih pada menabung dan berinvestasi. Kalaupun memilih berlibur, dananya disiapkan sejak lama. Ahli finansial, Greget Kalla Buana, saat dihubungi, Selasa (27/12) sepakat pentingnya pengaturan keuangan bagi anak muda dan masyarakat pada umumnya. Adanya prediksi ekonomi yang melambat pada 2023 sebaiknya diantisipasi dengan berhati-hati mengelola keuangan Menurut dia, penting menerapkan pada diri sendiri semangat startwithwhy. Tiga kata tersebut, menurut Greget, harus ditanamkan di dalam pikiran agar perilaku keuangan tidak ugal-ugalan. Pola pikir ini pula yang nantinya bisa membantu seseorang mengelola keuangan lebih baik karena mampu membedakan mana kebutuhan dan keinginan.
”Kalau kita mendapat kenaikan gaji atau bonus, jangan langsung menaikkan gaya hidup, tetapi sebaiknya ditabung dan investasi. Ini yang saya praktikkan. Sayangnya, sekarang ini orang-orang naik gaji, gaya hidupnya juga naik supaya bisa ikut tren, akhirnya seperti tak ada perubahan apa-apa,” ucapnya. Salah satunya tren berlibur akhir tahun. Sebagian orang bahkan tetap memilih pembayaran melalui kartu kredit ataupun paylater untuk membayar tiket dan akomodasi. Seperti Paskah Widarani (32) yang menggunakan kartu kredit untuk membiayai libur akhir tahun ke Yogyakarta selama lima hari. Meski menggunakan kartu kredit, Wida mengaku sudah memperhitungkannya. Ada pula Dominika Sintia (26) yang semula kerap menggunakan paylater untuk membeli tiket dan memesan akomodasi. Total tagihannya Rp 1 juta-Rp 2 juta per pemakaian. Namun, belakangan ini Sintia memilih melepaskan diri dari sistem ini. Awalnya penggunaan cara pembayaran ini terasa memudahkan. Baru beberapa waktu ini, ia merasa kesulitan karena sama saja dengan berutang. (Yoga)
INDUSTRI DIGITAL Indico Fokus Mengembangkan Tiga Usaha Rintisan pada 2023
Indonesia Digital Ecosystem atau Indico akan fokus mengembangkan tiga usaha rintisan berbasis teknologi atau start up yang dimilikinya pada tahun 2023. Indico merupakan anak usaha operator telekomunikasi seluler PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel yang fokus menaungi inovasi teknologi digital. Bisnis start up yang dinaungi Indico sejak didirikan 16 Desember 2021 ialah Fita, health-tech start up yang bergerak di bidang gaya hidup sehat; Kuncie, edu-tech start up yang menyediakan layanan belajar online bersertifikat untuk meningkatkan keterampilan kerja; dan Majamojo, games publisher yang menyediakan platform bagi para pengembang games lokal. ”Fokus kita mengembangkan di sekitar itu (tiga start up) sampai satu semester ke depan,” kata Chief Executive Officer (CEO) Indico Andi Kristianto dalam acara malam perayaan 1 tahun Indico di Jakarta, Selasa (20/12) malam. Andi menyampaikan, strategi Indico untuk mengembangkan tiga usaha rintisan tersebut dengan memanfaatkan aset yang dimiliki Telkomsel, yaitu 260.000 base transceiver station (BTS) yang sebagian besar telah didukung teknologi 4G dan 5G.
Dukungan ekosistem digital berupa jaringan koneksi tersebut akan membantu usaha rintisan mengembangkan layanan berbasis digitalnya. Telkomsel juga memiliki lebih dari 170 juta pengguna yang tersebar di 514 kota/kabupaten di Indonesia. Dukungan ekosistem berupa basis pengguna ini dapat mengembangkan pasar dan produk yang telah dimiliki usaha rintisan. Menurut Andi, Fita memiliki fitur yang bertujuan mempertemukan pelatih olahraga dengan konsumennya. ”Telkomsel bisa membantu coach-coach yang ada di kota-kota kecil bahwa mereka punya ilmu untuk mengajak orang bergaya hidup sehat yang dipertemukan di platform Fita,” kata Andi. Sementara untuk Kuncie, Indico berencana berkolaborasi dengan institusi pendidikan lainnya. Saat ini, Kuncie telah berkolaborasi dengan School of Business and Management ITB. CEO dan Co-founder Corporate Inovation Asia (Cias) Indrawan Nugroho berpandangan, pertempuran bisnis saat ini bukanlah perusahaan melawan perusahaan, melainkan ekosistem melawan ekosistem. Kolaborasi menjadi kunci agar ekosistem perusahaan digital semakin kuat. (Yoga)
BATIK LASEM Pemasaran melalui Metaverse Dijajaki
Pengusaha batik terus berinovasi memasarkan produk mereka secara daring, seperti melalui media sosial dan situs di internet. Tidak hanya itu, para perajin batik di Lasem, Rembang, Jateng, juga mulai menjajaki dunia virtual atau metaverse. Saat Covid-19 mewabah, para perajin batik merasakan kunjungan wisatawan ke daerah batik di Lasem berkurang drastis. Akibatnya, penjualan kain batik berkurang. Melalui Tim Kedaireka Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, para perajin batik tulis Lasem dapat menjual produknya secara daring dalam bentuk tiga dimensi. Ketua Peneliti Kedaireka Metaverse Batik Lasem Ridwan Sanjaya menjelaskan, kehadiran inovasi ini sebagai bentuk jawaban dari tantangan yang dihadapi saat pandemi Covid-19 dan perubahan akses jalan pantura. Menurut Ridwan, inovasi ini dapat menjadi solusi alternatif penjualan produk batik tulis Lasem. Melalui metaverse atau ruang tiga dimensi (metasmesta), konsumen bisa merasakan seperti datang secara langsung dan melihat secara nyata kain batik, meskipun mereka hanya menyaksikan secara virtual.
”Kami memberi pengalaman berbeda. Dahulu orang datang mau beli, kan, kainnya diambil lalu dibuka. Sementara di metaverse, semua bisa tampil. Ada produk-produk yang dipasangkan di maneken sehingga tidak perlu dijahit dahulu baru bisa tahu hasil jadinya seperti apa,” kata Ridwan, saat diskusi Metaverse Ruang Virtual Masa Depan Pelestarian Batik Lasem, Minggu (18/12). Anggota tim Kedaireka Metaverse Batik Lasem, Freddy Koeswoyo, menambahkan, hingga saat ini ada 40 mitra pebatik di Lasem yang sudah bergabung, masing-masing mendapatkan 14 ruang pameran di platform Metaverse batik.com. Freddy menambahkan, pemasaran secara virtual bisa juga dipakai untuk mengedukasi masyarakat mengenai sejarah dan motif kain batik. Hal ini yang kemudian akan terus dikembangkan lebih lanjut di dalam metaverse Batik Lasem. Perajin batik Kidang Mas Lasem, Rudi Siswanto, menyampaikan, platform metaverse menjadi tambahan media penjualan produk batik sehingga jangkauannya lebih luas sampai luar negeri. Rudi berharap, ke depan, semakin banyak perajin batik yang bergabung ke dalam metaverse. (Yoga)
PERDAGANGAN ELEKTRONIK Penjualan Langsung lewat Media Sosial Efektif
Menjual produk langsung melalui jaringan media sosial dan pesan instan atau social commerce tetap menjadi upaya terbaik mendorong lebih banyak transaksi perdagangan barang dan jasa. Aneka sektor industri, baik ritel maupun nonritel, telah memanfaatkan social commerce. Berdasarkan riset yang Cube Asia (perusahaan riset pasar asal Singapura) bertajuk ”Social Commerce in Southeast Asia 2022” (Desember, 2022), perdagangan secara elektronik atau e-dagang di media sosial mencapai 34 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara, faktor yang sangat memengaruhi adalah aspek sosial hubungan manusia, seperti komunikasi langsung, keaslian, dan kepercayaan. Sementara penjualan produk langsung melalui percakapan di media sosial ataupun aplikasi pesan instan (conversational commerce) mencapai 12 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara. Country Manager Infobip Indonesia (penyedia perangkat lunak untuk komunikasi berbasis komputasi awan) Rifa Haryadi, Jumat (16/12) di Jakarta, berpendapat, digitalisasi pemasaran dan penjualan akan tetap berlangsung meski pembatasan sosial sudah longgar. Konsumen yang terbiasa dengan internet akan tetap menggunakan aplikasi daring untuk beraktivitas sehari-hari.
”Sudah banyak pelaku industri menggunakan robot percakapan (chatbot) untuk mempermudah interaksi. Bukan hanya pelaku usaha ritel. Solusi kami sudah dipakai perusahaan finansial untuk akuisisi pelanggan baru ata sekadar kirim polis,” kata Rifa. Peneliti di Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha, menambahkan, perdagangan barang dan jasa secara daring akan terus tumbuh di tengah aktivitas belanja luring yang kembali bergairah seusai pandemi. Dengan pertumbuhan e-dagang yang berpotensi lebih terbatas jika dibandingkan dengan saat masa pembatasansosial, jenama barang dan jasa perlu berupaya mencari pelanggan baru. Senior Vice President Sprinklr untuk Asia Pasifik dan Jepang (perusahaan penyedia teknologi analisis media sosial) Florian Zenner, dalam siaran pers, mengatakan, pandemi mengubah perilaku konsumen selamanya, mempercepat adopsi produk dan layanan digital, serta meningkatkan pentingnya pelayanan secara daring. Di pasar Singapura, misalnya, 45 % pengguna internet berbelanja melalui aplikasi pesaninstan, sepertiWhatsapp dan Facebook Messenger. (Yoga)
LAYANAN KEUANGAN : PERFORMA UNGGUL EKONOMI DIGITAL RI
Inovasi layanan keuangan digital di Indonesia mampu menunjukkan performa positif di tengah situasi ekonomi yang bergejolak. Bahkan, pertumbuhan secara rata-rata ekonomi digital di Indonesia melampaui negara-negara di kawasan Asean. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa nilai transaksi sektor keuangan berbasis teknologi atau tekfin Indonesia secara tahunan tumbuh rata-rata 39%, tertinggi kedua di antara negara-negara G20 selama masa pandemi Covid-19 hingga tahun ini. “Performa unggul ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menyikapi masa pandemi Covid-19 secara progresif sebagai momentum akselerasi digitalisasi sektor jasa keuangan di Indonesia,” kata Johnny dalam acara ‘Closing Ceremony 4th Indonesia Fintech Summit & Bulan Fintech Nasional’, Senin (12/12).Menurutnya, konfl ik geopolitik, scarring effect pascapandemi Covid-19, hingga kondisi stagflasi tidak hanya menjadi konteks acuan substantif, melainkan juga berdampak pada terjadinya tech winter pada sektor ekonomi digital dunia. Johnny menjelaskan segmen digitalisasi aset dan digital investment berpotensi tetap menjadi dua penopang pertumbuhan utama bagi sektor fintech Indonesia dengan compound annual growth rate yang masing-masing sebesar 25% dan 22% dari periode 2022—2025.“Untuk itu, hadirnya inovasi fintech, seperti decentralized finance yang mencakup criptocurrency, crypto assets, dan non-fungible token [NFT] pada segmen aset digital, serta robotvisor dan neobroker pada segmen digital investment perlu terus diantisipasi oleh pelaku sektor jasa keuangan di Indonesia ke depan,” katanya. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) memproyeksikan nilai transaksi sektor tekfin global akan mencapai US$28 triliun pada 2027.
Rupiah Digital Adalah Keniscayaan
JAKARTA, ID – Satu langkah nyata dilakukan Bank Indonesia (BI) terkait dengan rencana penerbitan mata uang digital bank central atau central bank digital currency (CBDC). Pekan lalu di Jakarta, bank sentral menerbitkan white paper (WP) desain (high level design) pengembangan rupiah digital pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022. WP itu diberi judul Proyek Garuda, Navigasi Arsitektur Digital Rupiah. “Penerbitan WP ini merupakan langkah awal ‘Proyek Garuda’, yaitu proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur digital rupiah,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran WP tersebut. BI tidak sendiri, karena survei Bank for International Settlements (BIS) pada 2021 menemukan 81 bank sentral global berada pada tahap eksperimentasi dan piloting CBDC. Langkah puluhan bank sentral itu, kata Perry, tidak lepas dari arus digitalisasi ekonomi dan keuangan berlangsung lebih kuat memasuki era pandemi Covid-19. Perilaku transaksi masyarakat semakin bergeser ke arah online seiring dengan pembatasan mobilitas sosial (social distancing). (Yetede)
Bank Indonesia Siapkan Rupiah Digital
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, seiring berkembangnya teknologi dan dunia digital, muncul kebutuhan akan mata uang rupiah yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran transaksi di dunia digital. ”Rupiah digital itu sudah menjadi keniscayaan untuk transaksi digital di masa depan,” ujar Perry dalam bincang-bincang bertajuk Birama (BI Bersama Masyarakat) dengan judul ”Meniti Jalan Menuju Rupiah Digital”, Senin (5/12) di Jakarta. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Sistem Pangan Harus Berbasis Keberagaman Lokal
31 Dec 2021 -
Perkebunan Sawit Rakyat Tumbuh Berkelanjutan
31 Dec 2021 -
Transformasi Sistem Pangan
31 Dec 2021 -
Mengembangkan EBT harus Utamakan Komponen Lokal
30 Dec 2021









