Rupiah Digital Adalah Keniscayaan
JAKARTA, ID – Satu langkah nyata dilakukan Bank Indonesia (BI) terkait dengan rencana penerbitan mata uang digital bank central atau central bank digital currency (CBDC). Pekan lalu di Jakarta, bank sentral menerbitkan white paper (WP) desain (high level design) pengembangan rupiah digital pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022. WP itu diberi judul Proyek Garuda, Navigasi Arsitektur Digital Rupiah. “Penerbitan WP ini merupakan langkah awal ‘Proyek Garuda’, yaitu proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan desain arsitektur digital rupiah,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran WP tersebut. BI tidak sendiri, karena survei Bank for International Settlements (BIS) pada 2021 menemukan 81 bank sentral global berada pada tahap eksperimentasi dan piloting CBDC. Langkah puluhan bank sentral itu, kata Perry, tidak lepas dari arus digitalisasi ekonomi dan keuangan berlangsung lebih kuat memasuki era pandemi Covid-19. Perilaku transaksi masyarakat semakin bergeser ke arah online seiring dengan pembatasan mobilitas sosial (social distancing). (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023